Cara Memilih Rumah Masa Depan

Membeli rumah dewasa ini tidak lagi seperti dahulu ketika kita harus melihat fisik rumah yang sudah terbangun. Meskipun ada perusahan pengembang yang menyediakan sesi survey rumah contoh, ada pula yang hanya memamerkan maket rumah di atrium pusat perbelanjaan, atau bahkan mengirimkan brosur iklan di satu halaman A4. Bagaimana informasi tersebut dapat meyakinkan kita untuk mempertaruhkan ratusan juta atau bahkan milyaran Rupiah?

Ya, mungkin anda dapat berkonsultasi dengan bagian pemasaran dan mereka akan menjelaskan secara detil mengenai hampir semua hal, mulai dari lokasi yang bagus hingga material tahan lama yang mereka gunakan. Namun tetap saja usaha tersebut tidak dapat menggantikan informasi yang harus Anda gali sendiri jika Anda mendatangi rumah yang sudah jadi.

Untuk itu, berikut ini adalah beberapa hal penting yang dapat Anda tanyakan ketika berhadapan dengan bagian pemasaran sebelum memutuskan untuk menginvestasikan uang Anda.

Hal yang paling utama adalah Anda perlu tahu informasi apa yang dapat sebuah gambar berikan pada Anda. Berikutnya, Anda perlu mencermatinya dengan kritis!

Contohnya, gambar tapak perencanaan (site plan). Fungsi paling praktis dari gambar ini adalah untuk memperlihatkan kepada Anda rumah mana yang akan Anda pilih. Untuk menggunakannya dengan tepat, pertama carilah tanda penunjuk arah Utara. Ke sebelah mana Anda ingin rumah Anda menghadap? Timur? Selatan? Kemudian carilah bar skala dan ukurlah, kira-kria seberapa jauh posisi rumah Anda dari pintu masuk atau fasilitas publik?

Selain itu, tanyakan juga tentang lebar jalan di depan rumah Anda dan apakah mereka menyediakan trotoar. Dua informasi ini akan menentukan apakah Anda akan kesulitan untuk mengakses rumah Anda ataupun ketika Anda ingin mengajak anjing Anda jalan-jalan. Mungkin terdengar sepele, tapi ini adalah hal-hal yang dapat menentukan indah atau buruknya hari-hari Anda di kemudian hari.

Berikutnya, Anda juga akan disuguhi gambar area lingkungan perumahan. Jika Anda mendapati pohon-pohon tinggi di sana, tanyakan apakah pengembang memang berniat menanam pohon-pohon tersebut. Jika mereka mengatakan ya, tanyakan lagi seberapa lama Anda harus menunggu agar pohon-pohon tersebut dapat menjadi setinggi itu.

Beranjak ke masing-masing rumah. Anda akan diberikan ilustrasi tampak dan denah lantai rumah. Mari asumsikan bahwa kita semua tahu apa yang perlu dinilai dari kedua gambar ini, yaitu bagaimana rumah akan terlihat dari luar dan bagaimana ruangan-ruangan tersusun di dalam.

Beberapa hal penting yang biasanya tidak terbahas dalam fase ini adalah, bagaimana penampilan interior rumah Anda. Seberapa tinggi langit-langit rumah Anda? Untuk pertanyaan ini anda membutuhkan gambar potongan atau perspektif interior rumah.

Sebagai kesimpulan, bersikap kritis adalah kuncinya! Perusahan pengembang di Indonesia membutuhkan pembeli yang kritis untuk membantu mereka semakin maju dalam berkarya.

Oh! Satu hal lagi. Apakah mereka menyediakan ruang untuk menjemur baju? Yang satu ini biasanya sering terlewatkan.

Fiorent Fernisia

Fiorent Fernisia is now studying Architectural History at The Bartlett School of Architecture, University College London, UK. Her research interests and passions in the field are on architectural drawing and practising theory. Before pursuing her master, she worked as an architect at Monokroma Architect, a creative personnel at OMAH Library, and a part-time lecturer at Universitas Pelita Harapan. She attained her Bachelor Degree in Architecture from the same university in 2012.

More Posts