Soft Marketing: Filosofi Bisnis dalam Desain Arsitektur

Roca Gallery London merupakan salah satu karya arsitektur yang berhasil mewujudkan filosofi bisnis yang diembannya. Dirancang oleh Zaha Hadid, (arsitek wanita paling terkenal di dunia yang baru saja berpulang pada Kamis, 31 Maret 2016 di usia 65 tahun) bangunan galeri milik perusahaan Roca ini memberi pengalaman yang membekas bagi saya karena tiga hal.

Hal pertama, sebelum mengunjungi Roca Gallery London untuk sebuah pameran dan acara debat publik di sana sehari sebelumnya, saya mengunjungi website acara tersebut. Yang menarik bagi saya, bukannya diarahkan ke katalog produk fixture kamar mandi di website perusahaan tersebut, saya malah dihantarkan ke website bangunan dan dihadapkan pada penjelasan tentang bagaimana desain arsitektur bangunan ini merupakan manifestasi filosofi bisnis dari perusahaan.

“The concept for the Roca London Gallery begins with water in its many forms and phases as both an idea to make space and to express our adaptability and openness to change and innovation.” [1. http://www.rocalondongallery.com/en/builidng]

Area pameran produk (Sumber: foto pribadi)

Visi perusahaan untuk menjadi yang terdepan dalam industri penyedia fixture kamar mandi ini juga disambut baik oleh Zaha Hadid sendiri, “The interior also features the latest technologies … to transport clients of the gallery to a truly cutting-edge experience.” [2. The Complete Zaha Hadid, 2013]

Dari dua pernyataan tersebut kita dapat mendengar keharmonisan dalam visi klien dan idealisme arsitek. Ketika klien memegang teguh filosofi bisnisnya, arsitek dapat mewujudkan bentuknya dalam desain arsitektur.

Hal kedua, bagaimana hasilnya? Acara pameran dan debat publik yang saya datangi dapat dikatakan sukses. Terdapat kesatuan tema dalam elemen-elemen acara tersebut. Perusahaan melalui tampilan dan program-program yang diusung oleh galerinya, bervisi untuk ikut berkontribusi dalam mengedukasi publik tentang air. Pameran yang sedang berlangsung memamerkan prototype konstruksi bangunan ringan untuk mengatasi masalah kekurangan bangunan paska bencana alam, termasuk di dalamnya kamar mandi umum. Topik debat juga menyentuh perihal pentingnya profesi arsitek dalam bencana-bencana alam tersebut.

Pembicara dalam acara debat berfoto mendukung program NoWalking4Water yang digusung oleh Roca (Sumber: foto pribadi)

Di sini dapat dilihat bagaimana desain arsitektur ikut menjadi bagian dalam penerapan soft marketing si perusahaan. Secara langsung maupun tidak langsung, melalui acara tersebut orang-orang seperti saya yang sebenarnya tidak terlalu peduli terhadap produksi perusahaan jadi tertarik untuk berkeliling mengalami desain interior galeri dan melihat produk-produk yang mereka pajang.

Hal ketiga, meskipun bukan demi soft marketing, rasanya juga penting untuk dipertimbangkan ketika menerapkan filosofi bisnis dalam desain. Jarak garis pertemuan antara dinding putih dan lantai abu-abu yang masih terlihat cukup jauh dari seorang pengunjung yang sedang mengamati objek pameran membuat saya tidak menyadari bahwa dinding yang mengadaptasi bentuk air tersebut berbentuk melengkung keluar ke arah saya. Jadi, ketika saya sedang melipir di antara dinding dan pengunjung tersebut, saya malah menabrak dinding tadi.

Suasana seusai acara (Sumber: foto pribadi)

Anyway, konklusinya, meskipun arsitek juga dapat salah perhitungan, menggunakan jasa arsitek tetaplah penting. Dengan bantuan arsitek, Anda dapat mewujudkan nilai filosofis bisnis Anda dalam desain arsitektur!

Fiorent Fernisia

Fiorent Fernisia is now studying Architectural History at The Bartlett School of Architecture, University College London, UK. Her research interests and passions in the field are on architectural drawing and practising theory. Before pursuing her master, she worked as an architect at Monokroma Architect, a creative personnel at OMAH Library, and a part-time lecturer at Universitas Pelita Harapan. She attained her Bachelor Degree in Architecture from the same university in 2012.

More Posts