{"id":1196,"date":"2023-01-19T11:24:41","date_gmt":"2023-01-19T11:24:41","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=1196"},"modified":"2023-01-19T11:24:45","modified_gmt":"2023-01-19T11:24:45","slug":"desain-rumah-tanah-trapesium","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-rumah-tanah-trapesium\/","title":{"rendered":"Rumah di Lahan Trapesium"},"content":{"rendered":"\n<p>Proyek rumah ini dibangun di atas lahan berbentuk trapesium dengan ukuran 144 m2. &nbsp;<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/arsatama-architect\">Arsatama Architect<\/a>&nbsp;mengoptimalkan pengerjaan rumah tinggal ini untuk memenuhi keinginan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari pasangan suami istri serta dua orang anak yang masing-masing berusia tiga tahun dan lima tahun. Berlokasi di Sewon, Bantul, Yogyakarta, pemilik rumah menginginkan&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/bagaimana-cara-membangun-rumah-tumbuh\">konsep rumah tumbuh<\/a>&nbsp;dan minimalis. Rumah dibangun dalam dua tahap pembangunan sesuai anggaran. Sedangkan, konsep minimalis sendiri diterapkan terhadap bentuk geometris sederhana, tetapi bisa merespons lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_33_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1'><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-rumah-tanah-trapesium\/#Konsep_Rumah_Tumbuh\" title=\"Konsep Rumah Tumbuh \">Konsep Rumah Tumbuh <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-rumah-tanah-trapesium\/#Tantangan_Bentuk_Lahan\" title=\"Tantangan Bentuk Lahan \">Tantangan Bentuk Lahan <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-rumah-tanah-trapesium\/#Ekspresi_Bentuk_Minimalis\" title=\"Ekspresi Bentuk Minimalis \">Ekspresi Bentuk Minimalis <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-rumah-tanah-trapesium\/#Pentahapan_Rumah_Tumbuh\" title=\"Pentahapan Rumah Tumbuh \">Pentahapan Rumah Tumbuh <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-rumah-tanah-trapesium\/#Pembagian_Ruang_Terbuka\" title=\"Pembagian Ruang Terbuka \">Pembagian Ruang Terbuka <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-rumah-tanah-trapesium\/#Penggunaan_Material_Dominan_Putih\" title=\"Penggunaan Material Dominan Putih \">Penggunaan Material Dominan Putih <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-rumah-tanah-trapesium\/#Profil_Arsitek\" title=\"Profil Arsitek\">Profil Arsitek<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konsep_Rumah_Tumbuh\"><\/span><strong>Konsep Rumah Tumbuh<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/695\/rumah-2-lantai-lahan-sempit-1.jpg\" alt=\"Tampak depan \/ fasad Rumah Sewon, via arsitag.com\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Tampak depan \/ fasad Rumah Sewon, via arsitag.com<\/em><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa orang beranggapan bahwa rumah tumbuh merupakan bangunan belum jadi dengan beberapa kesalahan yang dari awal tidak direncanakan dengan matang, baik dari segi bujet maupun desainnya. Sehingga, hasilnya akan terlihat seperti rumah yang belum selesai secara tampilan luar. Pada proyek ini, arsitek mencoba merencanakan bagaimana pada tahap satu, bangunan akan terlihat secara visual sudah \u201ctampak jadi\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya, konsep rumah tumbuh ada dua: tumbuh secara vertikal dan tumbuh secara horizontal. Penerapan pada rumah ini untuk tumbuh secara horizontal. Pertimbangannya, luas lahan yang mencukupi serta meminimalisasi biaya pembangunan dalam pengembangan nantinya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tantangan_Bentuk_Lahan\"><\/span><strong>Tantangan Bentuk Lahan<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/695\/rumah-2-lantai-lahan-sempit-2.jpg\" alt=\"Perspektif atas model 3D Rumah Sewon, via arsitag.com\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Perspektif atas model 3D Rumah Sewon, via arsitag.com<\/em><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Skema desain tahap satu. Bentuk lahan dengan bagian depan yang lebar menjadi tantangan tersendiri untuk menyusun pola masa bangunan agar terlihat proporsional secara visual fasad. Pada tahap satu, massa bangunan mulai dikembangkan dari paling belakang lahan dengan pertimbangan ketika pengembangan nantinya tidak menggangu aktivitas bangunan yang sudah ditinggali.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ekspresi_Bentuk_Minimalis\"><\/span><strong>Ekspresi Bentuk Minimalis<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/695\/rumah-2-lantai-lahan-sempit-3.jpg\" alt=\"Ekpresi bentuk minimalis Rumah Sewon, via arsitag.com\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Ekpresi bentuk minimalis Rumah Sewon, via arsitag.com<\/em><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Minimalis secara bentuk diwujudkan dengan massa berbentuk geometri sederhana dan dominasi warna putih. Bentuk atap pelana untuk merespons iklim tropis dengan tujuan memaksimalkan cahaya dan udara alami untuk bisa masuk ke dalam rumah, sekaligus menjadi bagian yang unik dari rumah ini.<\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>Baca juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/cantik.tempo.co\/read\/1247484\/7-trik-mendesain-interior-rumah-dengan-konsep-monokromatik\/?utm_source=arsitagarticle&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=tempoarticle\">7 Trik Mendesain Interior Rumah dengan Konsep Monokromatik<\/a><\/strong>via Cantik.tempo.co<\/em><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pentahapan_Rumah_Tumbuh\"><\/span><strong>Pentahapan Rumah Tumbuh<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/695\/rumah-2-lantai-lahan-sempit-4.jpg\" alt=\"Denah Rumah Sewon Tahap 1, via arsitag.com\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Denah Rumah Sewon Tahap 1, via arsitag.com<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/695\/rumah-2-lantai-lahan-sempit-5.jpg\" alt=\"Denah Rumah Sewon Tahap 2, via arsitag.com\"><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Denah Rumah Sewon Tahap 2, via arsitag.com<\/em><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Rumah dirancang dan dibangun pada tahun 2018 dengan masa pembangunan tahap satu sekitar empat bulan seluas 65 m2. Di tahap satu, ruangan terdiri dari kamar tidur utama, satu kamar&nbsp; tidur anak, kamar mandi, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur.&nbsp; Pada tahap dua nanti akan diperluas sebesar 35m2 dengan rancangan ruangan yang sudah dipersiapkan yakni, tambahan satu kamar tidur anak, kamar mandi, dan ruang kerja.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pembagian_Ruang_Terbuka\"><\/span><strong>Pembagian Ruang Terbuka<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/695\/rumah-2-lantai-lahan-sempit-6.jpg\" alt=\"Ruang tamu Rumah Sewon, via arsitag.com\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Ruang tamu Rumah Sewon, via arsitag.com<\/em><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pembagian ruang memaksimalkan luas ruang terbatas dengan tidak mengurangi fungsi. Area ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur dibuat terbuka dan menyatu tanpa sekat. Seluruh ruang memang diasumsikan hanya diakses untuk keluarga dekat. Bukaan jendela yang lebar terhubung antara taman dan ruang keluarga untuk mengoptimalkan cahaya alami yang masuk.<\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>Baca juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/yuk-mengintip-arsitektur-rumah-super-minimalis-karya-sontang-siregar\">Yuk, Mengintip Arsitektur Rumah Super Minimalis Karya Sontang Siregar!<\/a><\/strong><\/em><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penggunaan_Material_Dominan_Putih\"><\/span><strong>Penggunaan Material Dominan Putih<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/695\/rumah-2-lantai-lahan-sempit-7.jpg\" alt=\"Kamar mandi Rumah Sewon, via arsitag.com\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Kamar mandi Rumah Sewon, via arsitag.com<\/em><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan material dominan putih pada keramik dinding serta aksen kayu pada area kamar mandi untuk menghadirkan kesan bersih dan luas. Pada tahap satu dan dua, telah direncanakan adanya taman terbuka untuk aktivitas&nbsp;<em>outdoor<\/em>&nbsp;di antara dua massa bangunan sesuai keinginan pemilik. Dikarenakan tahap dua akan dibangun untuk beberapa tahun ke depan, peruntukan&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/desain\/taman\">taman<\/a>&nbsp;jadi lebih luas pada tahap satu saat ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Profil_Arsitek\"><\/span><strong>Profil Arsitek<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/arsatama-architect\">https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/arsatama-architect<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Arsatama Architect merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perencanaan arsitektur dan interior desain yang berbasis di Yogyakarta. Didirikan pada tahun 2016 oleh Rulis Ardinata, Arsatama berfokus pada proyek-proyek residential, komersial, perkantoran, dan kesehatan. Biro arsitektur ini memiliki visi menjadi perusahaan perencana arsitektur yang mampu bersaing dalam menghasilkan karya yang kreatif dan inovatif dengan membawa nilai dan citra arsitektur yang ada.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Proyek rumah ini dibangun di atas lahan berbentuk trapesium dengan ukuran 144 m2. &nbsp;Arsatama Architect&nbsp;mengoptimalkan pengerjaan rumah tinggal ini untuk memenuhi keinginan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari pasangan suami istri serta dua orang anak yang masing-masing berusia tiga tahun dan lima tahun. Berlokasi di Sewon, Bantul, Yogyakarta, pemilik rumah menginginkan&nbsp;konsep rumah tumbuh&nbsp;dan minimalis. Rumah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1198,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[117,340],"tags":[739,740],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1196"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1196"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1196\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1199,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1196\/revisions\/1199"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1198"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1196"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1196"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1196"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}