{"id":1339,"date":"2023-02-08T08:21:05","date_gmt":"2023-02-08T08:21:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=1339"},"modified":"2023-02-08T08:21:09","modified_gmt":"2023-02-08T08:21:09","slug":"atap-ijuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/atap-ijuk\/","title":{"rendered":"Kesan Tradisional dari Atap Ijuk"},"content":{"rendered":"\n<p>Ijuk merupakan jenis atap yang terbuat dari tanaman aren, yang tumbuh di antara pelepahnya. Penutup atap ijuk akan memberikan kesan alami dan kesejukan pada sebuah bangunan. Atap ijuk biasanya dapat bertahan lama, antara 15 hingga 50 tahun, tergantung dari kondisi lingkungan setempat. Penutup atap ini mempunyai kemiringan atap lebih dari 40 derajat. Dimensi dari atap ijuk merupakan lembaran-lembaran ijuk yang tipis, memiliki panjang yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ijuk yang digunakan sebagai penutup atap dibentuk dengan ikatan sepanjang 120 cm dan diameter 6 cm. Ikatan tersebut kemudian dijepit dengan menggunakan sebilah bambu, lalu diikatkan pada reng. Lapisan ijuk yang digunakan minimal 2 lapis karena semakin tebal lapisannya akan membuat daya tahannya juga semakin lama.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/129\/750x501xzwtrir1l0kxoi6sx.jpg.pagespeed.ic.wHIIPwuNNh.jpg\" alt=\"Atap ijuk pada pura (Sumber: www.behac.com)\"><em>Atap ijuk pada pura (Sumber: www.behac.com)<\/em><\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_33_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1'><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/atap-ijuk\/#Atap_ijuk_biasanya_banyak_digunakan_pada\" title=\"Atap ijuk biasanya banyak digunakan pada:\">Atap ijuk biasanya banyak digunakan pada:<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/atap-ijuk\/#Kelebihan_Atap_Ijuk\" title=\"Kelebihan Atap Ijuk\">Kelebihan Atap Ijuk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/atap-ijuk\/#Kekurangan_Atap_Ijuk\" title=\"Kekurangan Atap Ijuk\">Kekurangan Atap Ijuk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/atap-ijuk\/#Cara_Pemasangan_Atap_Ijuk\" title=\"Cara Pemasangan Atap Ijuk\">Cara Pemasangan Atap Ijuk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/atap-ijuk\/#Kisaran_Harga_Atap_Ijuk_Tahun_2016\" title=\"Kisaran Harga Atap Ijuk Tahun 2016\">Kisaran Harga Atap Ijuk Tahun 2016<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Atap_ijuk_biasanya_banyak_digunakan_pada\"><\/span><strong>Atap ijuk biasanya banyak digunakan pada:<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<ul><li>Rumah adat<\/li><li>Bangunan lesehan<\/li><li>Rumah makan Minang<\/li><li>Rumah adat Minang<\/li><li>Pembuatan saung<\/li><li>Pembuatan pura<\/li><li>Pembuatan tempat ibadah<\/li><li>Banyak digunakan juga untuk kelenteng<\/li><li>Bangunan tempat wisata<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/129\/xgazebo-kayu-dengan-atap-ijuk.jpg.pagespeed.ic.drZMZUs1pH.jpg\" alt=\"Gazebo kayu dengan atap ijuk (Sumber: architectaria.com)\"><\/p>\n\n\n\n<p><em>Gazebo kayu dengan atap ijuk (Sumber: architectaria.com)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Kesan tradisional yang ditimbulkan merupakan salah satu keunggulan dari pemakaian atap ijuk. Ijuk juga kerap kali digunakan pada bangunan tradisional dan bangunan vernakular. Bahan ijuk memiliki sifat yang lentur dan tidak mudah rapuh. Kesulitan yang dimiliki oleh atap ijuk ini salah satunya adalah sulitnya melakukan perbaikan apabila ada yang rusak. Atap ijuk juga rawan bocor jika terjadi hujan.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/129\/750x498xijuk.jpg.pagespeed.ic.KYKJIvM4cb.jpg\" alt=\"Pura di Bali dengan atap ijuk (Sumber: www.behac.com)\"><\/p>\n\n\n\n<p><em>Pura di Bali dengan atap ijuk (Sumber: www.behac.com)<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelebihan_Atap_Ijuk\"><\/span><strong>Kelebihan Atap Ijuk<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<ul><li>Terlihat alami dan mampu memberikan kesan baru<\/li><li>Ketahanannya sangat lama bisa mencapai 80 tahun<\/li><li>Harga bahannya murah<\/li><li>Memberikan efek sejuk pada siang hari dan hangat pada malam hari<\/li><li>Mampu meredam panas sehingga dapat membuat ruangan menjadi sejuk<\/li><li>Tidak bisa dicerna organisme<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kekurangan_Atap_Ijuk\"><\/span><strong>Kekurangan Atap Ijuk<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<ul><li>Sulit melakukan penggantian<\/li><li>Rawan bocor saat hujan deras<\/li><li>Bahaya kebakaran karena termasuk bahan yang mudah terbakar<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/129\/750x563xDSCF5087.jpg.pagespeed.ic.HlKRqtg2my.jpg\" alt=\"Lembaran atap ijuk siap pasang (Sumber: produkijuk.blogspot.co.id)\"><em>Lembaran atap ijuk siap pasang (Sumber: produkijuk.blogspot.co.id)<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Pemasangan_Atap_Ijuk\"><\/span><strong>Cara Pemasangan Atap Ijuk<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<ol><li>Ikatan ijuk dipasangkan dari bawah ke atas, kemudian diikat dan diusuk dengan menggunakan tali bambu. Jarak pemasangannya antara 4-7 cm<\/li><li>Setelah itu, gulungan dipasang pada bubungan dengan cara ditusuk dengan bambu atau diikat<\/li><li>Kemudian, gambahan dipasang pada bubungan sebagai penutup atap dengan cara ditusuk atau diikat<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Jangan lupa untuk melapisi ijuk minimal 2 kali, agar dapat lebih tahan lama dan aman<img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/129\/x10.jpg.pagespeed.ic.lXFt5n-jBf.jpg\" alt=\"Ikatan.\"><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ikatan.<\/strong>\u00a0Ijuk dengan diameter sekitar 4 cm ditekukkan pada tinjeh, lalu ditempel jalon, dan diikat tali.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/129\/x9.jpg.pagespeed.ic.kvRoN_oNzn.jpg\" alt=\"Gulungan.\"><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Gulungan.<\/strong>\u00a0Selembar ijuk dibentuk gulungan, kemudian diikat hingga 4-5 ikatan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/129\/x12.jpg.pagespeed.ic.6L9NwVMrpE.jpg\" alt=\"Gambahan. Seberkas ijuk berdiameter sekitar 15 cm diikat kemudian dibentuk seperti sapu lidi.\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Gambahan<\/strong>. Seberkas ijuk berdiameter sekitar 15 cm diikat kemudian dibentuk seperti sapu lidi.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/129\/x13.jpg.pagespeed.ic.HW7KqXd8oS.jpg\" alt=\"Isit.\"><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Isit.<\/strong>\u00a0Ijuk yang telah dipintal dalam bentuk tali, diikat secara rapat pada sebilah bambu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kisaran_Harga_Atap_Ijuk_Tahun_2016\"><\/span><strong>Kisaran Harga Atap Ijuk Tahun 2016<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Ukuran atap ijuk yang dijual di pasaran berkisar antara 100 cm x 30 cm. Ijuk yang digunakan untuk atap biasanya dijual dalam bentuk lembaran dengan kisaran harga antara Rp 8.000,- hingga Rp. 10.000,-. Mencari produsen yang menjual atap ijuk memang agak sulit, Anda dapat membeli ijuk untuk bahan baku penutup atap di situs-situs online yang menjual.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber:<\/p>\n\n\n\n<p>http:\/\/www.academia.edu<\/p>\n\n\n\n<p>http:\/\/produkijuk.blogspot.co.id<\/p>\n\n\n\n<p>http:\/\/www.toentang-gallery.com<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa Ide Desain Kreatif Untuk Rumah Anda :<\/p>\n\n\n\n<ul><li><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/desain\/rumah\">desain rumah<\/a><\/li><li><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/desain\/rumah\/minimalis\">desain rumah minimalis<\/a><\/li><li><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/desain\/kamar-tidur\">desain kamar tidur<\/a><\/li><li><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/desain\/kamar-mandi\">desain kamar mandi<\/a><\/li><li><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/desain\/dapur\/minimalis\">desain dapur minimalis<\/a><\/li><li><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/desain\/dapur\">desain dapur<\/a><\/li><li><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/desain\/rumah\/modern\">desain rumah modern<\/a><\/li><li><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/desain\/ruang-keluarga\">desain ruang keluarga<\/a><\/li><li><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/desain\/kamar-mandi\">desain kamar mandi minimalis<\/a><\/li><li><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/desain\/taman\">desain taman<\/a><\/li><li><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/desain\/kamar-tidur-anak\">desain kamar tidur anak<\/a><\/li><li><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/desain\/tangga\">desain tangga<\/a><\/li><li><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/desain\/ruang-makan\">desain ruang makan<\/a><\/li><\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ijuk merupakan jenis atap yang terbuat dari tanaman aren, yang tumbuh di antara pelepahnya. Penutup atap ijuk akan memberikan kesan alami dan kesejukan pada sebuah bangunan. Atap ijuk biasanya dapat bertahan lama, antara 15 hingga 50 tahun, tergantung dari kondisi lingkungan setempat. Penutup atap ini mempunyai kemiringan atap lebih dari 40 derajat. Dimensi dari atap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":1343,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[340,300,184],"tags":[794,795,793],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1339"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1339"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1339\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1344,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1339\/revisions\/1344"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1343"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}