{"id":1380,"date":"2023-02-11T05:13:55","date_gmt":"2023-02-11T05:13:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=1380"},"modified":"2023-02-11T05:13:59","modified_gmt":"2023-02-11T05:13:59","slug":"kompleks-mixed-use-hotel-kapsul","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/kompleks-mixed-use-hotel-kapsul\/","title":{"rendered":"Kompleks Mixed-use dengan Hotel Kapsul Kekinian Super Kece di Bandung"},"content":{"rendered":"\n<p>Perkembangan zaman menuntut inovasi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk properti. Apalagi, di wilayah perkotaan isu kekurangan lahan membuat beberapa upaya dilakukan sebagai solusi, salah satunya ialah dengan adanya konsep <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/kawasan-mix-used\"><em>mixed-use<\/em><\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Mixed-use<\/em> merupakan penggabungan tiga bahkan lebih dari fungsi urban di suatu kawasan atau bangunan. Ini seperti sebuah kawasan terpadu yang bisa mengakomodasi beberapa kebutuhan warga perkotaan. Di Indonesia sendiri, terutama kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, kawasan <em>mixed-used<\/em> bukan hal asing lagi. Bahkan saat ini, kawasan <em>mixed-use<\/em> dianggap sebagai suatu kebutuhan dan potensi ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbicara soal kawasan <em>mixed-use<\/em>, salah satu yang menarik untuk diulik ialah <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/biodistrict\">Biodistrict<\/a> yang berada di Kota Bandung. Karya arsitek Natabumi Studio ini sendiri terdiri dari <em>cafe, coworking space, office space<\/em>, dan yang menarik ialah adanya hotel kapsul.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol><li><strong>Bangunan Modern Minimalis di Tengah Taman Tropis<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-60-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1386\" srcset=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-60-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-60-300x200.jpeg 300w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-60-768x513.jpeg 768w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-60.jpeg 1377w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption><em>Desain Proyek Biodistrict Karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/natabumi-studio-1\"><em>Natabumi Studio<\/em><\/a><em> via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/biodistrict\/photo\/170011\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kesan modern dengan bentuk minimalis langsung bisa dirasakan ketika melihat bangunan Biodistrict ini. Warna abu-abu dan hitam mendominasi sehingga kesan modern minimalisnya semakin kental.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pada bagian fasad dibuat rangka sebagai media rambat tanaman. Adanya tanaman menjadikan bangunan menjadi lebih \u2018lunak\u2019 dan selaras dengan kawasan sekitarnya yang dirancang sebagai <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/desain\/taman\/tropis\">taman tropis<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"2\"><li><strong>Kafe Berkonsep Urban yang Elegan<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-59-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1385\" srcset=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-59-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-59-300x200.jpeg 300w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-59-768x513.jpeg 768w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-59.jpeg 1377w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption><em>Desain Proyek Biodistrict Karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/natabumi-studio-1\"><em>Natabumi Studio<\/em><\/a><em> via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/biodistrict\/photo\/170000\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Sebagai tempat hangout anak-anak muda kota, kafe yang ada di kompleks <em>mixed-use<\/em> ini menawarkan kenyamanan yang memanjakan mata. Berkonsep modern khas kafe-kafe urban, kesan elegan dan mewah juga berhasil disuguhkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Di kala siang, teduh dari pepohonan rindang dan tutupan bayangan bangunan&nbsp; akan tetap membuat pengunjung nyaman. Sedangkan, saat malam temaram lampu hias tentu menjadi daya tarik yang membuat Inade Coffee Eatery ini semakin estetik. Apalagi, dengan adanya fitur air kecil di sisi kolam, suara gemericiknya menjadi pelengkap untuk memberi aura natural yang menyenangkan.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"3\"><li><strong>Kultur Modern Minimalis<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-58-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1384\" srcset=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-58-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-58-300x200.jpeg 300w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-58-768x513.jpeg 768w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-58.jpeg 1377w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption><em>Desain Proyek Biodistrict Karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/natabumi-studio-1\"><em>Natabumi Studio<\/em><\/a><em> via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/biodistrict\/photo\/170001\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Konsep tropikal dengan tema kultur modern minimalis, berhasil dipadukan dengan baik oleh Natabumi Studio. Bangunan dengan desain modern memiliki kesan \u2018gagah\u2019 yang bisa dilihat dari pilihan material dan warna yang mendominasi. Namun, semua itu berhasil dibuat lebih <em>soft<\/em> dengan penataan tanaman pada taman tropis di sekitarnya. Seperti pada kafe ini pula, tampak <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/inspirasi-jendela-full-dari-lantai-sampai-plafon-untuk-rumah-bermandikan-cahaya\">dinding kaca full<\/a> yang membatasi ruang menjadikan suasana taman di luarnya bisa dinikmati dari dalam kafe.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"4\"><li><strong>Taman Tropis yang Estetik<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-57-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1383\" srcset=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-57-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-57-300x200.jpeg 300w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-57-768x513.jpeg 768w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-57.jpeg 1377w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption><em>Desain Proyek Biodistrict Karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/natabumi-studio-1\"><em>Natabumi Studio<\/em><\/a><em> via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/biodistrict\/photo\/170003\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Meskipun mengusung tema tropis, namun taman pada kompleks Biodistrct ini didesain dengan pola garis-garis lurus. Pola ini menjadikan taman terkesan lebih rapi serta senada dengan konsep bangunan utama Biodistrict itu sendiri. Taman ini juga dibuat sedemikian rupa agar bisa difungsikan oleh pengunjung sebagai ruang berkumpul yang tidak hanya nyaman, tetapi juga estetik untuk difoto.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"5\"><li><strong>Hotel Kapsul Kekinian<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-56-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1382\" srcset=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-56-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-56-300x200.jpeg 300w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-56-768x513.jpeg 768w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/image-56.jpeg 1377w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption><em>Desain Proyek Biodistrict Karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/natabumi-studio-1\"><em>Natabumi Studio<\/em><\/a><em> via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/biodistrict\/photo\/170005\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Hotel kapsul yang ditawarkan Biodistrict ini menjadi andalan yang memang tengah menjadi tren masa kini. Pilihan Capsule Pod dan Double Cabin dirancang dengan tema modern minimalis dengan penggunaan elemen kayu, motif serat kayu, serta perpaduannya dengan warna warna putih. Desain ini menciptakan citra elegan sekaligus meningkatkan rasa nyaman pengunjung.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana, tertarik untuk mengunjungi Kompleks Mixed-use Biodistrict ini?&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan zaman menuntut inovasi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk properti. Apalagi, di wilayah perkotaan isu kekurangan lahan membuat beberapa upaya dilakukan sebagai solusi, salah satunya ialah dengan adanya konsep mixed-use. Mixed-use merupakan penggabungan tiga bahkan lebih dari fungsi urban di suatu kawasan atau bangunan. Ini seperti sebuah kawasan terpadu yang bisa mengakomodasi beberapa kebutuhan warga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1387,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[117,136],"tags":[819,818,817,816,815],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1380"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1380"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1380\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1388,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1380\/revisions\/1388"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1387"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1380"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1380"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1380"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}