{"id":1557,"date":"2023-02-27T07:33:49","date_gmt":"2023-02-27T07:33:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=1557"},"modified":"2023-02-27T07:33:54","modified_gmt":"2023-02-27T07:33:54","slug":"restoran-unik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/restoran-unik\/","title":{"rendered":"5 Restoran Unik dengan Konstruksi Kayu"},"content":{"rendered":"\n<p>Bisnis restoran dan&nbsp;<strong>caf\u00e9 keren<\/strong>&nbsp;ibarat jalan panjang yang tak ada putusnya. Kehadiran Instagram dan media sosial lain membuat selera orang bergeser dari makanan dan minuman enak, ke&nbsp;<strong>konstruksi<\/strong>&nbsp;kafe yang dianggap menarik untuk difoto. Berbagai restoran unik dibangun demi memuaskan hasrat para pengunjung. Kafe dengan&nbsp;<strong>konstruksi kayu<\/strong>&nbsp;menjadi salah satu konsep yang tak hanya memberikan kesan&nbsp;<em>cozy<\/em>, tapi juga alami. Beberapa di antara pengusaha kuliner bahkan ada yang membuat&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/bukan-rumah-pohon-tetapi-pohon-dalam-rumah\">rumah pohon<\/a>&nbsp;demi mewujudkan&nbsp;<strong>caf\u00e9 cantik<\/strong>&nbsp;dari kayu yang sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda berminat mencari ide serupa, beberapa caf\u00e9 dan&nbsp;<strong>restoran unik di Indonesia<\/strong>&nbsp;ini bisa dijadikan inspirasi untuk membangun&nbsp;<strong>caf\u00e9 keren<\/strong>&nbsp;Anda sendiri!<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_33_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1'><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/restoran-unik\/#Kafe_Betawi-_Jakarta\" title=\"Kafe&nbsp; Betawi- Jakarta\">Kafe&nbsp; Betawi- Jakarta<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/restoran-unik\/#Waha_Kitchen_Kosenda_Hotel\" title=\"Waha Kitchen, Kosenda Hotel\">Waha Kitchen, Kosenda Hotel<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/restoran-unik\/#Warung_Suluh\" title=\"Warung Suluh\">Warung Suluh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/restoran-unik\/#Kayukayu_Restaurant\" title=\"Kayukayu Restaurant\">Kayukayu Restaurant<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/restoran-unik\/#Enmaru_Japanese_Fine_Dining\" title=\"Enmaru Japanese Fine Dining\">Enmaru Japanese Fine Dining<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kafe_Betawi-_Jakarta\"><\/span><strong>Kafe&nbsp; Betawi- Jakarta<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/180\/Artikel-Resto-Kayu-Foto-No-1.jpg\" alt=\"Kafe Betawi karya HighStreetStudio (Sumber: arsitag.com)\"\/><figcaption><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/kafe-betawi\"><em>Kafe Betawi<\/em><\/a><em>\u00a0karya\u00a0<\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/highstreetstudio\"><em>HighStreetStudio<\/em><\/a><em>\u00a0(Sumber: arsitag.com)<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Meski berada di pusat perbelanjaan besar, Kafe Betawi tetap tak meninggalkan kesan&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/arsitektur-tradisional-omah-adat-jawa\">tradisional<\/a>&nbsp;dari namanya. Ini semua berkat kelihaian sang arsitek , Glenn Hajadi, memadu padankan desain interior dan eksterior, sekaligus bahan konstruksinya. Dengan langit-langit berbahan kayu, diselingi material&nbsp;warna-warni dan perabotan berbahan kayu, Kafe Betawi tetap terlihat tak ketinggalan zaman jika dibandingkan dengan bangunan&nbsp;<em>mall<\/em>&nbsp;yang sudah modern.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Waha_Kitchen_Kosenda_Hotel\"><\/span><strong>Waha Kitchen, Kosenda Hotel<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/180\/Artikel-Resto-Kayu-Foto-No-2.jpg\" alt=\"Waha Kitchen di Kosenda Hotel karya Studio Tonton (Sumber: \u00a0venuerific.com)\"\/><figcaption><em>Waha Kitchen di\u00a0<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/kosenda-hotel\">Kosenda Hotel<\/a>\u00a0karya\u00a0<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/studio-tonton\">Studio Tonton<\/a>\u00a0(Sumber: \u00a0venuerific.com)<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Restoran yang beralamat di Jalan KH Wahid Hasyim kawasan Tanah Abang ini merupakan restoran yang berada di Kosenda Hotel. Tak hanya konstruksinya saja yang didominasi oleh bahan kayu, perabotan seperti kursi hingga aneka hiasan berbahan kayu. Warna-warna natural dan corak-corak batik membuat kesan tradisional terpancar dari resto ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Warung_Suluh\"><\/span><strong>Warung Suluh<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/180\/Artikel-Resto-Kayu-Foto-No-3.jpg\" alt=\"Warung Suluh, Bandung (Sumber:\u00a0indonesia.tripcanvas.co)\"\/><figcaption><em>Warung Suluh, Bandung (Sumber:\u00a0indonesia.tripcanvas.co)<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Warung Suluh berada di Kawasan Pasir Kaliki, Cicendo, Bandung. Restoran ini tidak hanya mempersembahkan nuansa tradisional dengan makanannya, tetapi juga dengan konstruksi kayunya. Dinding, langit-langit, meja, kursi, hingga rak-rak yang menempel di dinding didominasi dengan warna cokelat dari kayu yang mereka gunakan. Aneka hiasan dan peralatan makan serba tradisional berpadu harmonis dengan penerangan serba kekuningan yang menghangatkan mata.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kayukayu_Restaurant\"><\/span><strong>Kayukayu Restaurant<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/180\/Artikel-Resto-Kayu-Foto-No-4.jpg\" alt=\"Kayukayu Restaurant Karya Joe Willendra-W Office (Sumber: \u00a0instagram.com\/sutantowilliam)\"\/><figcaption><em>Kayukayu Restaurant Karya Joe Willendra-W Office (Sumber: \u00a0instagram.com\/sutantowilliam)<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Tak hanya lewat namanya, Kayukayu Restaurant yang berada di Kawasan Serpong, Tangerang Selatan ini benar-benar tampil dengan konstruksi serba kayu. Dari bagian depan restoran yang beraksen batang-batang kayu yang menggantung cantik, interiornya tampil tak kalah apik. Mulai dari plafon, dinding, dan perabotan yang digunakan terbuat dari kayu asli. Kayukayu Restaurant mempersembahkan nuansa alami bagi Anda yang bosan dengan hiruk pikuk kota.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Enmaru_Japanese_Fine_Dining\"><\/span><strong>Enmaru Japanese Fine Dining<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/180\/Artikel-Resto-Kayu-Foto-No-5.jpg\" alt=\"Enmaru Japanese Fine Dining Karya Metaphor (Sumber:\u00a0 zomato.com)\" width=\"840\" height=\"956\"\/><figcaption><em>Enmaru Japanese Fine Dining Karya Metaphor (Sumber:\u00a0 zomato.com)<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Terinspirasi dari gaya klasik di Jepang, Enmaru Japanese Fine Dining yang berada The Plaza, M.H Thamrin, Menteng ini akan memberikan Anda pengalaman bersantap mewah dengan nuansa kayu yang mendominasi konstruksi bagian dalam restoran ini. Tidak seperti tempat makan tradisional Jepang, sang desainer berhasil memberikan sentuhan&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/desain-mid-century-modern\">modern<\/a>&nbsp;dengan kursi-kursi dan bar. Perabotan, dinding hingga aksen di langit-langit dibuat dengan memanfaatkan bahan dan warna alami kayu yang menyejukkan. Pemandangan kota dari balik dinding kaca adalah bonus tersendiri bagi pengunjung yang datang.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca juga:<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/kayu\"><strong>Mengenal Jenis-jenis Material Kayu<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/mengenal-triplek-atau-kayu-lapis\"><strong>Mengenal Triplek Atau Kayu Lapis<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bisnis restoran dan&nbsp;caf\u00e9 keren&nbsp;ibarat jalan panjang yang tak ada putusnya. Kehadiran Instagram dan media sosial lain membuat selera orang bergeser dari makanan dan minuman enak, ke&nbsp;konstruksi&nbsp;kafe yang dianggap menarik untuk difoto. Berbagai restoran unik dibangun demi memuaskan hasrat para pengunjung. Kafe dengan&nbsp;konstruksi kayu&nbsp;menjadi salah satu konsep yang tak hanya memberikan kesan&nbsp;cozy, tapi juga alami. Beberapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1560,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[117,273,136],"tags":[895,894],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1557"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1557"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1557\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1561,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1557\/revisions\/1561"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1560"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1557"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1557"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1557"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}