{"id":1570,"date":"2023-02-27T08:01:28","date_gmt":"2023-02-27T08:01:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=1570"},"modified":"2023-02-27T08:01:32","modified_gmt":"2023-02-27T08:01:32","slug":"desain-taman-bermain-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-taman-bermain-anak\/","title":{"rendered":"Desain Taman Bermain Anak yang Seru di Rumah"},"content":{"rendered":"\n<p>Menyediakan sarana bermain anak di rumah tentunya akan bermanfaat menunjang tumbuh kembang anak. Selain itu, kesenangan mereka untuk bermain menjadikan suasana rumah menjadi lebih ceria dan semarak. Alih-alih sekadar membuat ruang bermain di dalam rumah, tak ada salahnya untuk Anda juga mengkreasikan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/desain\/taman\">taman rumah<\/a>\u00a0sebagai tempat mereka berekspresi. Apalagi, bermain di luar rumah akan lebih sehat karena udara yang segar sekaligus mengenalkan mereka dengan alam.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, jika Anda memang tengah berencana membuat taman bermain anak-anak, berikut beberapa ide desain taman rumah ramah anak yang bisa menjadi referensi.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_33_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1'><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-taman-bermain-anak\/#1Taman_Bermain_di_Lahan_Sempit\" title=\"1.Taman Bermain di Lahan Sempit \">1.Taman Bermain di Lahan Sempit <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-taman-bermain-anak\/#2Rumput_Luas_untuk_Menghindari_Cedera\" title=\"2.Rumput Luas untuk Menghindari Cedera \">2.Rumput Luas untuk Menghindari Cedera <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-taman-bermain-anak\/#3Memanfaatkan_Sumber_Daya_Eksisting\" title=\"3.Memanfaatkan Sumber Daya Eksisting \">3.Memanfaatkan Sumber Daya Eksisting <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-taman-bermain-anak\/#4Ala_Rumah_Pohon_di_Taman_Rumah\" title=\"4.Ala Rumah Pohon di Taman Rumah \">4.Ala Rumah Pohon di Taman Rumah <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-taman-bermain-anak\/#5Berkreasi_dengan_Perosotan\" title=\"5.Berkreasi dengan Perosotan \">5.Berkreasi dengan Perosotan <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-taman-bermain-anak\/#6Belajar_Menggambar_di_Taman\" title=\"6.Belajar&nbsp;Menggambar di Taman \">6.Belajar&nbsp;Menggambar di Taman <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-taman-bermain-anak\/#7Membangun_Playground\" title=\"7.Membangun&nbsp;Playground \">7.Membangun&nbsp;Playground <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-taman-bermain-anak\/#8Berpetualang_di_Taman_Rumah\" title=\"8.Berpetualang di Taman Rumah \">8.Berpetualang di Taman Rumah <\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1Taman_Bermain_di_Lahan_Sempit\"><\/span><strong>1.Taman Bermain di Lahan Sempit<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/710\/tempat-bermain-di-rumah-1.jpg\" alt=\"Desain taman bermain anak dengan ayunan karya Little Miracle Designs, via littlemiracledesigns.com\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain taman bermain anak dengan ayunan karya Little Miracle Designs, via littlemiracledesigns.com<\/em><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Memiliki area taman yang terbatas bukan menjadi alasan untuk tidak bisa berkreasi. Anda bisa membuat taman bermain anak di rumah dengan menyediakan ayunan. Oleh karena cuaca Indonesia cukup terik saat siang, Anda disarankan membuat ayunan di bawah pergola. Area di bawah pergola ini memastikan tempat bermain di bawah naungan, sehingga anak-anak bisa lebih nyaman beraktivitas untuk waktu yang lama.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2Rumput_Luas_untuk_Menghindari_Cedera\"><\/span><strong>2.Rumput Luas untuk Menghindari Cedera<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/710\/tempat-bermain-di-rumah-2.jpg\" alt=\"Desain taman bermain anak dengan hamparan rumput karya Pippa Schofield, via thespruce.com\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain taman bermain anak dengan hamparan rumput karya Pippa Schofield, via thespruce.com<\/em><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda memiliki anak-anak yang masih cukup kecil seperti usia balita, pertimbangan material&nbsp;<em>groundcover<\/em>&nbsp;sangat penting. Menggunakan rumput adalah pilihan yang paling direkomendasikan karena bisa mengurangi risiko cedera. Agar pergerakan mereka lebih leluasa, sebaiknya membuat taman dengan area rumput yang cukup luas. Sedangkan, untuk mainan dan tanaman bisa ditata di sisi pinggir dan sudut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3Memanfaatkan_Sumber_Daya_Eksisting\"><\/span><strong>3.Memanfaatkan Sumber Daya Eksisting<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/710\/tempat-bermain-di-rumah-3.jpg\" alt=\"Desain taman bermain anak memanfaatkan pohon besar karya Shades of Green, via sunset.com\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain taman bermain anak memanfaatkan pohon besar karya Shades of Green, via sunset.com<\/em><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Memiliki pohon besar dan rindang di taman adalah keunggulan yang patut disyukuri. Selain sebagai pelindung panas terik, batang pohon dapat dimanfaatkan untuk mengikat ayunan. Tentunya, Anda juga harus memperhatikan kekuatan dahan yang dipilih. Perhatikan pula area sekitar ayunan agar anak-anak yang bermain tetap aman.<\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>Baca juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.idntimes.com\/life\/diy\/arsitagcom\/desain-teras-impian-c1c2\/full?utm_source=arsitagarticle&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=idntimesarticle\">7 Inspirasi Desain Teras Impian untuk Nongkrong Cantik di Rumah<\/a><\/strong>via IDN Times<\/em><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4Ala_Rumah_Pohon_di_Taman_Rumah\"><\/span><strong>4.Ala Rumah Pohon di Taman Rumah<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/710\/tempat-bermain-di-rumah-4.jpg\" alt=\"Desain taman bermain anak dilengkapi rumah pohon karya House in Habit, via sunset.com\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain taman bermain anak dilengkapi rumah pohon karya House in Habit, via sunset.com<\/em><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ide membuat taman bermain di halaman rumah tak selalu membutuhkan sebuah pohon. Tak harus benar-benar di atas pohon, Anda bisa membuat ruangan kecil ala rumah pohon dengan konsep bangunan panggung. Manfaatkan rumah pohon ini sebagai ruang baca, ruang istirahat, atau bahkan studio seni anak-anak. Keberadaan&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/bukan-rumah-pohon-tetapi-pohon-dalam-rumah\">rumah pohon<\/a>&nbsp;yang menarik tentu akan membuat anak-anak lebih betah bermain. Bahkan, di saat yang bersamaan membuat taman rumah Anda terlihat semakin unik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5Berkreasi_dengan_Perosotan\"><\/span><strong>5.Berkreasi dengan Perosotan<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/710\/tempat-bermain-di-rumah-5.jpg\" alt=\"Desain taman bermain anak dengan perosotan buatan karya Eldridge London, via redb.com\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain taman bermain anak dengan perosotan buatan karya Eldridge London, via redb.com<\/em><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Area taman yang berkontur bukanlah kendala untuk menjadikannya sebagai taman bermain anak. Justru, lahan berkontur bermanfaat untuk melatih motorik anak-anak. Anda bahkan bisa berkreasi dengan memanfaatkan kontur tersebut sebagai perosotan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6Belajar_Menggambar_di_Taman\"><\/span><strong>6.Belajar&nbsp;Menggambar di Taman<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/710\/tempat-bermain-di-rumah-6.jpg\" alt=\"Desain taman bermain anak dilengkapi papan tulis karya Secret Garden, via thelittledesigncorner.com\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain taman bermain anak dilengkapi papan tulis karya Secret Garden, via thelittledesigncorner.com<\/em><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Anak-anak yang suka mencoret-coret dinding sebaiknya tidak dilarang, karena kegiatan itu baik untuk melatih kreativitas. Berkaitan dengan hal ini, sebuah taman rumah disulap oleh Secret Garden asal Australia menjadi area yang sangat nyaman untuk anak-anak belajar menggambar. Dengan memasang papan tulis besar di dinding taman, Anda telah memfasilitasi anak untuk bebas menggambar. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7Membangun_Playground\"><\/span><strong>7.Membangun&nbsp;<em>Playground<\/em><\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/710\/tempat-bermain-di-rumah-7.jpg\" alt=\"Desain taman bermain yang memacu aktivitas gerak anak di rumah karya The Garden Builders UK, via gardenbuilders.co.uk\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain taman bermain yang memacu aktivitas gerak anak di rumah karya The Garden Builders UK, via gardenbuilders.co.uk<\/em><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Taman rumah yang dipenuhi dengan mainan tentu menjadi impian anak-anak. Alih-alih membawa anak-anak ke&nbsp;<em>playground<\/em>&nbsp;perumahan atau mal, mengapa tidak untuk membuat sendiri&nbsp;<em>playground<\/em>&nbsp;tersebut di rumah? Menyulap taman rumah menjadi&nbsp;<em>playground<\/em>&nbsp;tentu akan membuat anak-anak lebih betah di rumah.<\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>Baca juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/7-ide-desain-outdoor-party-yang-seru-dan-menyenangkan-di-rumah-anda\">7 Ide Desain Outdoor Party Yang Seru Dan Menyenangkan Di Rumah Anda<\/a><\/strong><\/em><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8Berpetualang_di_Taman_Rumah\"><\/span><strong>8.Berpetualang di Taman Rumah<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/710\/tempat-bermain-di-rumah-8.jpg\" alt=\"Desain taman bermain anak dilengkapi wahana outbond, fotografer oleh Vicki Couchman Photography, via thetimes.co.uk\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain taman bermain anak dilengkapi wahana outbond, fotografer oleh Vicki Couchman Photography, via thetimes.co.uk<\/em><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mengusung konsep&nbsp;<em>adventure<\/em>, buatlah taman rumah sebagai taman bermain anak dengan konsep&nbsp;<em>outbond<\/em>. Gunakan material yang cukup sederhana seperti memanfaatkan jaring, ban bekas, hingga tali, dan kayu pohon. Tambahkan sebuah trampolin agar tempat bermain di rumah menjadi lebih seru.<\/p>\n\n\n\n<p>Menyulap taman rumah menjadi taman bermain anak yang seru memang menyenangkan. Namun, Anda juga harus bijak dalam memilih jenis permainan agar sesuai dengan usia anak. Perhatikan pula jenis&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/produk\/tanaman-hias\">tanaman<\/a>. Hindari memilih tanaman yang beracun, berduri, ataupun berbuah besar. Selain itu, hindari pula tanaman semak yang terlalu rimbun yang dikhawatirkan mengundang ular atau hewan berbahaya lain.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menyediakan sarana bermain anak di rumah tentunya akan bermanfaat menunjang tumbuh kembang anak. Selain itu, kesenangan mereka untuk bermain menjadikan suasana rumah menjadi lebih ceria dan semarak. Alih-alih sekadar membuat ruang bermain di dalam rumah, tak ada salahnya untuk Anda juga mengkreasikan\u00a0taman rumah\u00a0sebagai tempat mereka berekspresi. Apalagi, bermain di luar rumah akan lebih sehat karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1576,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[108,755,136],"tags":[906,907,909,908],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1570"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1570"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1570\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1578,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1570\/revisions\/1578"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1576"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1570"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1570"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1570"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}