{"id":1978,"date":"2023-05-05T10:00:00","date_gmt":"2023-05-05T10:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=1978"},"modified":"2023-05-05T10:13:28","modified_gmt":"2023-05-05T10:13:28","slug":"mengenal-bahan-bangunan-dasar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/mengenal-bahan-bangunan-dasar\/","title":{"rendered":"Mengenal Bahan Bangunan Dasar untuk Membangun Rumah"},"content":{"rendered":"\n<p>Bahan bangunan adalah unsur penting dalam suatu proyek pembangunan, baik itu gedung, rumah, maupun infrastruktur lainnya. Tanpa bahan bangunan yang berkualitas, sebuah bangunan tidak akan dapat dibangun dengan kuat dan tahan lama. Maka dari itu, mengenal bahan bangunan sangat penting agar Anda tidak salah dalam memilih bahan bangunan berkualitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah dalam pembahasan ini, kita akan mengenal bahan bangunan dasar yang umumnya selalu digunakan untuk membangun rumah. Ada apa saja ya? Yuk, simak!<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_33_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1'><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/mengenal-bahan-bangunan-dasar\/#1_Beton_Material_Bangunan_Murah_dan_Kokoh\" title=\"1. Beton: Material Bangunan Murah dan Kokoh\">1. Beton: Material Bangunan Murah dan Kokoh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/mengenal-bahan-bangunan-dasar\/#2_Batu_Bata_Material_Bangunan_dari_Tanah_Liat_yang_Dibakar\" title=\"2. Batu Bata: Material Bangunan dari Tanah Liat yang Dibakar\">2. Batu Bata: Material Bangunan dari Tanah Liat yang Dibakar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/mengenal-bahan-bangunan-dasar\/#3_Batako_Material_Bangunan_Ekonomis_dan_Efisien\" title=\"3. Batako: Material Bangunan Ekonomis dan Efisien\">3. Batako: Material Bangunan Ekonomis dan Efisien<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/mengenal-bahan-bangunan-dasar\/#4_Batu_Alam_Bahan_Bangunan_Alami_yang_Estetik\" title=\"4. Batu Alam: Bahan Bangunan Alami yang Estetik\">4. Batu Alam: Bahan Bangunan Alami yang Estetik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/mengenal-bahan-bangunan-dasar\/#5_Kayu_Bahan_Bangunan_Alami_Ramah_Lingkungan\" title=\"5. Kayu: Bahan Bangunan Alami Ramah Lingkungan\">5. Kayu: Bahan Bangunan Alami Ramah Lingkungan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/mengenal-bahan-bangunan-dasar\/#6_Kaca_Material_Bangunan_Modern_Tembus_Cahaya\" title=\"6. Kaca: Material Bangunan Modern Tembus Cahaya\">6. Kaca: Material Bangunan Modern Tembus Cahaya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/mengenal-bahan-bangunan-dasar\/#7_Keramik_Finishing_Bangunan_yang_Terjangkau\" title=\"7. Keramik: Finishing Bangunan yang Terjangkau\">7. Keramik: Finishing Bangunan yang Terjangkau<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/mengenal-bahan-bangunan-dasar\/#8_BesiBaja_Material_Bangunan_Modern_Super_Kokoh\" title=\"8. Besi\/Baja: Material Bangunan Modern Super Kokoh\">8. Besi\/Baja: Material Bangunan Modern Super Kokoh<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Beton_Material_Bangunan_Murah_dan_Kokoh\"><\/span>1. <strong>Beton: Material Bangunan Murah dan Kokoh<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/c22d1d39-d934-47a0-9c20-329c4adfd0cb.jpeg\" alt=\"\" \/><figcaption><em>Rumah dengan fasad beton ekspos karya <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/ts-villa-i\/photo\/110477\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Dhanie &amp; Sal<\/em><\/a><em> via Arsitag<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Beton adalah material bangunan yang terbuat dari komposisi semen, air, agregat kasar (seperti kerikil atau batu pecah), dan agregat halus (seperti pasir) yang dicampur bersama dan kemudian direkatkan dengan kuat menjadi satu kesatuan yang keras dan solid. Beton sering digunakan sebagai bahan konstruksi pada berbagai proyek bangunan, seperti jembatan, gedung bertingkat, jalan raya, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Beton memiliki sifat yang solid dan tahan lama serta relatif gampang untuk dibentuk dan dibuat dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Karena kekuatannya, beton biasanya memiliki peranan sebagai struktur utama bangunan, baik itu sebagai pondasi maupun sebagai kolom dan balok penopang bangunan. Selain itu, beton juga dapat dipoles dan dicat untuk memberikan tampilan yang lebih menarik pada bangunan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bila ingin tahu lebih detail tentang material bangunan beton, pelajari di sini: <a target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/konstruksi-beton-untuk-gaya-industrial-yang-keren\">Konstruksi Beton untuk Gaya Industrial yang Keren<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Batu_Bata_Material_Bangunan_dari_Tanah_Liat_yang_Dibakar\"><\/span>2. Batu <strong>Bata: Material Bangunan dari Tanah Liat yang Dibakar<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/425752a4-1b53-465f-8164-3b84fe857af1.jpeg\" alt=\"\" \/><figcaption><em>Penggunaan batu bata untuk fasad rumah karya <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/dj-house-3\/photo\/130343\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Studie<\/em><\/a><em> via Arsitag<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Batu bata adalah bahan bangunan yang terbuat dari tanah liat atau bahan lain yang mudah dibentuk, kemudian dibakar hingga berwarna kemerah-merahan dalam suhu tinggi hingga mengeras dan menjadi kokoh. Batu bata biasanya digunakan sebagai bahan utama untuk pembuatan dinding pada bangunan, baik itu rumah tinggal, gedung bertingkat, atau infrastruktur lainnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/43d27b5f-b111-49cd-979d-c555d1a42c7f.jpeg\" alt=\"\" \/><figcaption><em>Bangunan dari batu bata merah via Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Batu bata merah memiliki sifat yang tahan terhadap api dan kelembaban, serta mampu menjaga suhu udara di dalam bangunan. Batu bata juga gampang dibentuk dan diukur sehingga memudahkan proses pembangunan bangunan. Selain itu, batu bata juga ramah lingkungan karena terbuat dari bahan alami dan dapat didaur ulang.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk informasi tentang batu bata lebih lanjut, silakan baca artikel ini: <a target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/kenali-jenis-dan-fungsi-batu-bata\">Kenali Fungsi dan Jenis Batu Bata<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Batako_Material_Bangunan_Ekonomis_dan_Efisien\"><\/span>3. <strong>Batako: Material Bangunan Ekonomis dan Efisien<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/1944cb2c-bab1-4e40-b525-8c93561c5984.jpeg\" alt=\"\" \/><figcaption><em>Bahan bangunan batako via <\/em><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/photos\/FWShcTBnqjo\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Unsplash<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Batako adalah bahan bangunan berbentuk balok yang terbuat dari campuran semen, pasir, dan agregat yang dicetak menggunakan mesin cetak batako dan kemudian dikeringkan dengan cara dijemur atau di oven untuk mengeras dan menjadi padat. Batako sering digunakan sebagai material bangunan alternatif pengganti batu bata konvensional dalam konstruksi dinding pada bangunan, terutama untuk konstruksi bangunan bertingkat dan bangunan dengan ukuran yang lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Batako memiliki sifat yang tahan terhadap kelembaban, tidak mudah terbakar, serta relatif tidak sulit dalam proses pemasangan. Batako juga dianggap lebih efisien dan ekonomis dalam penggunaannya karena dapat dicetak dengan cepat dan dapat menghasilkan konstruksi dinding yang lebih rata serta memiliki daya tahan yang cukup kuat.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca artikel <a target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/mengenal-jenis-batako\">Mengenal Jenis-jenis Batako<\/a> untuk mempelajari material bangunan ini beserta perkiraan harga-harga di pasarannya secara lebih mendetail<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Batu_Alam_Bahan_Bangunan_Alami_yang_Estetik\"><\/span><strong>4. Batu Alam: Bahan Bangunan Alami yang Estetik<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/bfe6191a-9771-4e2f-a390-f937b06d661d.jpeg\" alt=\"\" \/><figcaption><em>Pagar dan fasad batu alam karya <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/s-house-24\/photo\/121069\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Yo Design Architect<\/em><\/a><em> via Arsitag<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Batu alam adalah bahan bangunan yang terbentuk secara alami dari hasil pembentukan geologi yang terjadi selama ribuan tahun di bawah tanah. Batu alam terdiri dari berbagai jenis mineral dan dapat memiliki warna serta pola yang bervariasi, tergantung dari kondisi geologis tempat batu tersebut terbentuk. Batu alam biasanya digunakan sebagai bahan bangunan dekoratif, seperti pada bagian dinding, lantai, atau ornamen pada taman.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/3504de27-5d33-41f8-a536-a942165cb8f5.jpeg\" alt=\"\" \/><figcaption><em>Batu alam marmer untuk dinding dan lantai kamar mandi karya <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/hp-house-5\/photo\/130519\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Rakta Studio<\/em><\/a><em> via Arsitag<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Batu alam memiliki kekuatan dan ketahanan yang tinggi, serta tampilan yang indah dan natural, sehingga sangat populer digunakan untuk memberikan kesan yang elegan dan eksklusif pada bangunan. Namun, penggunaan batu alam juga memerlukan biaya yang lebih mahal dibandingkan dengan bahan bangunan lainnya serta membutuhkan perawatan khusus dari penghuni rumah agar tetap awet dan tahan lama.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel <a target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/batu-alam\/\">Batu Alam sebagai Bahan Bangunan<\/a> akan membantu Anda mengenal jenis bahan bangunan ini lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Kayu_Bahan_Bangunan_Alami_Ramah_Lingkungan\"><\/span>5. <strong>Kayu: Bahan Bangunan Alami Ramah Lingkungan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/f4c38ff9-594d-469e-bdf7-22c80fd4912b.jpeg\" alt=\"\" \/><figcaption><em>Bahan bangunan kayu untuk lantai, pintu, dan plafon karya <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/st-moritz-residence-ii\/photo\/173659\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>HelloEmbryo<\/em><\/a><em> via Arsitag<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kayu adalah salah satu bahan bangunan alami yang sering digunakan dalam pembangunan, baik itu untuk konstruksi rumah, furnitur, atau benda-benda lainnya. Kayu berasal dari bagian dalam batang pohon dan terdiri dari serat-serat yang bersusun membentuk lapisan yang padat dan kokoh.<\/p>\n\n\n\n<p>Material bangunan kayu mempunyai kekuatan dan keawetan yang tinggi, serta gampang diolah dan dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, konstruksi kayu juga memberikan kesan yang alami dan indah pada bangunan atau furnitur yang dibuat darinya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/f601e51d-1aea-45aa-9d8e-08a99949afe5.jpeg\" alt=\"\" \/><figcaption>Kisi-kisi kayu untuk fasad bangunan karya <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/albizzia-house\/photo\/67085\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Aaksen<\/a> via Arsitag<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kayu tersedia dalam berbagai jenis dan kualitas, tergantung pada jenis pohon, umur, serta lokasi asal pohon tersebut. Namun, penggunaan kayu dalam pembangunan juga memerlukan perawatan khusus, terutama untuk menjaga keawetan dan mencegah serangan hama atau jamur yang dapat merusak kayu tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Variasi dari material kayu bisa berupa triplek atau multiplek, papan MDF, bambu, dan kayu sintetik (yang dicampur dengan material beton dan gypsum untuk menambah ketahanannya).<\/p>\n\n\n\n<p>Pelajari tentang beragam material bangunan kayu di bagian ini: <a target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/kayu\">Mengenal Jenis-jenis Material Kayu<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Kaca_Material_Bangunan_Modern_Tembus_Cahaya\"><\/span>6. <strong>Kaca: Material Bangunan Modern Tembus Cahaya<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/42847d6e-2992-444d-ac2c-25e7d21e3f96.jpeg\" alt=\"\" \/><figcaption><em>Rumah dengan dinding kaca karya <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/il-house-1\/photo\/69231\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Rakta Studio<\/em><\/a><em> via Arsitag<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kaca adalah bahan bangunan yang terbuat dari campuran antara pasir silika, soda, batu kapur, dan bahan-bahan tambahan lainnya yang dipanaskan hingga meleleh dan kemudian dibentuk menjadi lempengan datar dengan ketebalan yang bervariasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kaca sering berfungsi sebagai bahan penutup pada jendela, pintu, atau fasad bangunan karena memiliki sifat yang transparan, memungkinkan sinar matahari masuk ke dalam bangunan dan memberikan tampilan yang modern dan elegan. Selain itu, kaca juga tahan terhadap cuaca dan api serta relatif gampang untuk dibersihkan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/a4cfed27-b3eb-46fc-be0e-69e5bc508ffb.jpeg\" alt=\"\" \/><figcaption><em>Kaca blok (glass block) sebagai salah satu varian material kaca pada karya <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/paperhome\/photo\/152631\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Aaksen<\/em><\/a><em> via Arsitag<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kaca tersedia dalam berbagai jenis dan kualitas, tergantung pada kebutuhan pengguna dan lokasi penggunaannya. Namun, penggunaan kaca juga mempunyai kelemahan, yaitu rentan terhadap keretakan dan pecah jika terkena benturan atau tekanan yang berlebihan. Oleh karena itu, perlu dilakukan perawatan khusus agar kaca tetap awet dan tahan lama.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel <a target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/kaca-sebagai-bahan-bangunan\">Kaca sebagai Bahan Bangunan<\/a> ini dapat Anda pelajari untuk informasi lebih lanjut tentang bahan konstruksi bangunan ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Keramik_Finishing_Bangunan_yang_Terjangkau\"><\/span>7. <strong>Keramik: <em>Finishing <\/em>Bangunan yang Terjangkau<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/6cf7ccf7-66d7-4299-a6c2-279a0e99292a.jpeg\" alt=\"\" \/><figcaption><em>Material bangunan keramik untuk kamar mandi karya <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/synthesis-show-suite\/photo\/82625\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>HelloEmbryo<\/em><\/a><em> via Arsitag<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Keramik adalah bahan bangunan yang terbuat dari campuran antara tanah liat, kaolin, pasir, dan bahan-bahan tambahan lainnya yang dicetak dan kemudian dipanaskan pada suhu tinggi untuk menghasilkan bahan keras dan solid.<\/p>\n\n\n\n<p>Material ini sering digunakan sebagai bahan lantai atau dinding pada bangunan karena memiliki sifat yang tahan terhadap air, goresan, dan noda, serta mudah dalam perawatannya. Selain itu, keramik tersedia dalam berbagai jenis, warna, dan pola, sehingga memberikan fleksibilitas dalam penggunaannya untuk menciptakan tampilan yang indah dan menarik pada permukaan bangunan anda.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/2803cb7b-1e1c-4a2a-b233-76348f322ff7.jpeg\" alt=\"\" \/><figcaption><em>Keramik kamar mandi karya <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/urban-house-20\/photo\/90382\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Vindo Design<\/em><\/a><em> via Arsitag<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Penggunaan keramik juga dapat berfungsi memberikan efek yang sejuk pada ruangan, terutama pada iklim tropis yang cenderung panas. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan keramik pada lantai atau dinding memerlukan pengukuran dan pemasangan yang tepat untuk menghindari kerusakan dan ketidak-rataan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pelajari lebih lanjut tentang beragam jenis bahan bangunan keramik di sini: <a target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/keramik-sebagai-bahan-bangunan\">Keramik sebagai Bahan Bangunan<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_BesiBaja_Material_Bangunan_Modern_Super_Kokoh\"><\/span><strong>8. Besi\/Baja: Material Bangunan Modern Super Kokoh<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/76743a5e-4043-43ef-bf73-fddf1f241e7b.jpeg\" alt=\"\" \/><figcaption><em>Struktur metal untuk konstruksi bangunan karya <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/ibis-hotel-3\/photo\/99649\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Rumah Berkat Sejahtera<\/em><\/a><em> via Arsitag<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Besi\/baja adalah bahan bangunan yang terbuat dari logam atau metal yang tahan banting dan tahan lama. Baja sendiri merupakan jenis besi yang telah dicampur dengan karbon dan bahan tambahan lainnya untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanannya terhadap karat. <em>Stainless steel <\/em>adalah salah satu jenis material baja yang sudah dimodifikasi agar memiliki ketahanan karat sangat tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Material ini sering berfungsi sebagai bahan konstruksi dalam bangunan, seperti balok, kolom, atau rangka atap karena kekuatannya yang tinggi dan kemampuan menopang beban yang berat. Selain itu, besi\/baja juga digunakan sebagai bahan untuk pagar, pintu, jendela, dan tangga karena tahan terhadap tekanan dan gesekan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/e46db814-355c-48f1-991c-a8c6a99ee4d3.jpeg\" alt=\"\" \/><figcaption><em>Tangga dengan struktur baja karya <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/the-living-grotto\/photo\/109541\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Savala Associate<\/em><\/a><em> via Arsitag<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Penggunaan metal dalam konstruksi bangunan memerlukan perhitungan yang tepat terkait ukuran dan bentuknya agar dapat menopang beban dengan aman dan terhindar dari kerusakan. Namun, besi\/baja juga rentan terhadap karat dan korosi, sehingga perlu dilakukan perawatan khusus, seperti pelapisan dengan cat atau penggunaan bahan pelindung lainnya agar tetap tahan lama.<\/p>\n\n\n\n<p>Lihat contoh-contoh bangunan baja di sini: <a target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/semangat-baja-dalam-arsitektur\">Semangat Baja dalam Arsitektur<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Itulah tadi beberapa bahan bangunan dasar yang penting dalam proses pembangunan sebuah bangunan. Tanpa salah satunya bisa sangat berbahaya untuk kekokohan dan keawetan sebuah bangunan, lho.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bahan bangunan adalah unsur penting dalam suatu proyek pembangunan, baik itu gedung, rumah, maupun infrastruktur lainnya. Tanpa bahan bangunan yang berkualitas, sebuah bangunan tidak akan dapat dibangun dengan kuat dan tahan lama. Maka dari itu, mengenal bahan bangunan sangat penting agar Anda tidak salah dalam memilih bahan bangunan berkualitas. Nah dalam pembahasan ini, kita akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":1979,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[300,318,967],"tags":[1005,1004],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1978"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1978"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1978\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1981,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1978\/revisions\/1981"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1979"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1978"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1978"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1978"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}