{"id":1983,"date":"2023-05-08T10:30:00","date_gmt":"2023-05-08T10:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=1983"},"modified":"2023-05-10T05:53:27","modified_gmt":"2023-05-10T05:53:27","slug":"apartemen-modern-kontemporer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/apartemen-modern-kontemporer\/","title":{"rendered":"Interior Apartemen Modern Kontemporer"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Ruangan utama pada apartemen modern kontemporer, Karya Hadivincent Architects Via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/jl-residence\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Apartemen modern kontemporer adalah apartemen dengan <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-apartemen-lighting-keren\/\">desain<\/a> yang menggabungkan antara konsep modern dan kontemporer. Gaya modern mengacu pada gaya minimalis yang muncul sejak awal abad ke-20, sementara gaya kontemporer lebih bersifat <em>up to date<\/em> alias kekinian. Kombinasi dari kedua gaya desain tersebut memiliki beberapa karateristik seperti pemilihan warna gelap sebagai warna dasar,\u00a0 garis tegas dan jelas, desain yang minimalis, memiliki kesan lapang dan terbuka, serta pemanfaatan ruang negatif.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/jl-residence\">Apartemen modern kontemporer yang ada di Jakarta ini<\/a> terlihat lebih istimewa dengan desain <em>lighting <\/em>yang super keren.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_33_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1'><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/apartemen-modern-kontemporer\/#Warna_Dasar_Hitam_yang_Tangguh\" title=\"Warna Dasar Hitam yang Tangguh\">Warna Dasar Hitam yang Tangguh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/apartemen-modern-kontemporer\/#Panel_Kayu_yang_Earthy_dan_Hangat\" title=\"Panel Kayu yang Earthy dan Hangat\">Panel Kayu yang Earthy dan Hangat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/apartemen-modern-kontemporer\/#Kamar_Tidur_Mungil_nan_Elegan\" title=\"Kamar Tidur Mungil nan Elegan\">Kamar Tidur Mungil nan Elegan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/apartemen-modern-kontemporer\/#Pemanfaatan_Ruang_secara_Maksimal\" title=\"Pemanfaatan Ruang secara Maksimal\">Pemanfaatan Ruang secara Maksimal<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Warna_Dasar_Hitam_yang_Tangguh\"><\/span><strong>Warna Dasar Hitam yang Tangguh<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-38-1024x683.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1989\" srcset=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-38-1024x683.png 1024w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-38-300x200.png 300w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-38-768x512.png 768w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-38.png 1266w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption><em>Marmer hitam dengan urat putih menjadi warna dasar pada ruangan, Karya Hadivincent Architects Via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/jl-residence\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Hitam menjadi warna dasar dan dominan pada apartemen modern kontemporer ini. <em>Open space <\/em>pada area ini terlihat menggabungkan antara ruang makan dan ruang santai. Area ruang makan didominasi total oleh <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/pesona-dapur-minimalis-hitam-super-keren\/\">warna hitam<\/a> dengan sentuhan urat putih pada meja makan dan meja dapur.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"682\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-34-682x1024.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1985\" srcset=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-34-682x1024.png 682w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-34-200x300.png 200w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-34.png 762w\" sizes=\"(max-width: 682px) 100vw, 682px\" \/><figcaption><em>Lampu gantung dengan bentuk dan warna kontras dengan elemen lain dalam ruang makan, Karya Hadivincent Architects Via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/jl-residence\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Sentuhan <em>lighting <\/em>yang keren hadir dalam bentuk lampu gantung kontemporer yang sekilas terlihat seperti batu-batu yang mengambang di atas sana. Uniknya, lampu gantung ini tersusun dari dua warna yaitu emas dan putih yang elegan, kontras dengan warna marmer hitam pada meja makan dan meja dapur di bawahnya. Keunikan tersebut membuat lampu gantung ini menjadi <em>highlight <\/em>dari ruangan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Panel_Kayu_yang_Earthy_dan_Hangat\"><\/span><strong>Panel Kayu yang Earthy dan Hangat<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-36-1024x683.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1987\" srcset=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-36-1024x683.png 1024w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-36-300x200.png 300w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-36-768x512.png 768w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-36.png 1266w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption><em>Ruang santai pada apartemen dengan dua dinding yang berbeda, Karya Hadivincent Architects Via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/jl-residence\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Ruang santai yang berada pada satu area dengan ruang makan dalam apartemen ini didesain dengan warna yang lebih terang sebagai penyeimbang. Dinding yang tersusun dari jejeran panel kayu sebagai membangun kesan hangat ditengah dominasi hitam. Sofa panjang abu-abu dengan karpet hitam dan <em>low table <\/em>menjadi inti dari area tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ruang santai yang berbentuk memanjang ini berakhir pada jendela dan pintu kaca yang menjadi sumber masuknya cahaya matahari sekaligus membuka pemandangan keluar sana. Panel kayu hitam panjang secara vertikal pada salah satu sisinya memperkuat ilusi ruangan dengan ukuran yang memanjang. Kekontrasan warna pada kedua sisi dinding serta urat putih pada panel TV merupakan dekorasi utama dalam ruangan, tanpa perlu adanya tambahan dekor lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kamar_Tidur_Mungil_nan_Elegan\"><\/span><strong>Kamar Tidur Mungil nan Elegan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-35-1024x683.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1986\" srcset=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-35-1024x683.png 1024w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-35-300x200.png 300w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-35-768x512.png 768w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-35.png 1266w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption><em>Kamar tidur dengan material marmer hitam yang serupa dengan ruangan lain dalam apartemen, Karya Hadivincent Architects Via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/jl-residence\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kamar tidur dalam apartemen modern kontemporer ini memiliki ukuran yang mungil, tetapi tetap terlihat elegan. Sekali lagi, dominasi warna hitam dengan urat putih kembali muncul dalam ruangan sebagai <em>headboard <\/em>tempat tidur serta pada lemari sudut <em>built-in.&nbsp; <\/em>Penggunaan <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/panel-kayu-dinding\/\">dinding panel kayu<\/a> kembali terlihat di ruangan ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Meja mungil panjang berbentuk U yang berakhir di sisi kepala tempat tidur dapat dipergunakan sebagai tempat untuk menyimpan barang-barang sang pemilik. Sementar di bagian atas meja ditambahkan pipa panjang sebagai tempat gantungan hanger.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber <em>lighting <\/em>yang tersembunyi&nbsp; di balik panel <em>headboard <\/em>dan lemari sudut mengajak siapapun yang melihat untuk fokus pada kedua area tersebut. Untuk mendapatkan sumber penerangan alami, sang pemilik apartemen tinggal membuka korden pada sisi tempat tidurnya. Dengan begini, seluruh bagian kamar akan mendapatkan penerangan yang cukup.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pemanfaatan_Ruang_secara_Maksimal\"><\/span><strong>Pemanfaatan Ruang secara Maksimal<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-39-1024x683.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1990\" srcset=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-39-1024x683.png 1024w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-39-300x200.png 300w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-39-768x512.png 768w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/image-39.png 1266w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption><em>Meja kerja pada celah mungil di kamar tidur lengkap dengan rak gantung, Karya Hadivincent Architects Via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/jl-residence\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Ukuran apartemen yang cenderung mungil membuat setiap ruang yang ada perlu dimanfaatkan secara maksimal. Pada kamar tidur kedua dalam <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/desain\/apartemen\">apartemen<\/a> modern kontemporer ini, celah mungil pada sudut kamar diubah menjadi meja dengan penambahan rak gantung melayang. Elemen-elemen seperti dinding panel kayu dan marmer hitam dengan urat putih kembali hadir dalam ruangan ini. <em>Recessed lighting <\/em>juga tetap menjadi pilihan utama untuk meng-<em>highlight <\/em>sudut-sudut tertentu dalam ruangan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ruangan utama pada apartemen modern kontemporer, Karya Hadivincent Architects Via Arsitag Apartemen modern kontemporer adalah apartemen dengan desain yang menggabungkan antara konsep modern dan kontemporer. Gaya modern mengacu pada gaya minimalis yang muncul sejak awal abad ke-20, sementara gaya kontemporer lebih bersifat up to date alias kekinian. Kombinasi dari kedua gaya desain tersebut memiliki beberapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1994,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[153,119,300,136],"tags":[1008,1009,1007],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1983"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1983"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1983\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1995,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1983\/revisions\/1995"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1994"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1983"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1983"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1983"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}