{"id":2235,"date":"2023-06-30T11:26:00","date_gmt":"2023-06-30T11:26:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=2235"},"modified":"2023-06-30T11:33:11","modified_gmt":"2023-06-30T11:33:11","slug":"taman-minimalis-batu-kerikil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/taman-minimalis-batu-kerikil\/","title":{"rendered":"Inspirasi Taman Minimalis dengan Batu Kerikil"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/U3esJg_ttPikx1aRFPq3VVa6FW_S3tcqPab25kUdAFmdzIInJgaASAMMJIdQg-ewgDZL2jNncoGdnNQm4UthF9qqdoErH5DRufPZE6EiiaULgRH6yQR77DiXL-3IA9qVXhM-ui5plU1gtSSkw4Crwg\" alt=\"Taman MO House Karya DFORM via Arsitag\" \/><figcaption><em>Taman MO House Karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/dform\"><em>DFORM<\/em><\/a><em> via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/mo-house-1\/photo\/64138\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kebanyakan orang menginginkan taman di rumahnya. Namun, tidak semuanya memiliki <em>skill<\/em> dan waktu untuk merawat. Alhasil, banyak taman yang terbengkalai dan bahkan akhirnya dihilangkan menjadi perkerasan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Merawat taman memang gampang-gampang susah. Bagi yang tidak terbiasa dan tidak memiliki waktu, keberadaan taman dengan banyak tanaman justru bisa merusak pemandangan. Belum lagi masalah lain seperti becek dan kotor akan menjadi bahan kerepotan tersendiri. Namun dengan berbagai alasan itu, apakah artinya tidak perlu ada taman?<\/p>\n\n\n\n<p>Masalah <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/12-cara-cerdik-mendesain-taman-yang-mudah-perawatannya\">perawatan<\/a>, kebersihan, dan kerapian taman sejatinya bisa diatasi. Pilihan tema taman kering misalkan, akan membuat taman menjadi minim perawatan. Penggunaan material seperti batu dan kerikil tidak hanya akan menjadi solusi masalah, tetapi juga tetap memberi nilai estetika.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai referensi, berikut beberapa <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/taman-minimalis-batu-kerikil\">inspirasi taman minimalis<\/a> dengan batu kerikil yang membuat taman terlihat bersih dan estetik.<\/p>\n\n\n\n<ol><li><strong>Taman Kering ala Meksiko&nbsp;<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/vLym7RQ2M89Z6wcKVG3bE6XTPhBUd86z77yRx-oZHj1ut2zCtlt7bKHgqzPKrH61Kx0cU0nkgGWvpBEAluiufPndxPBeLRqbJgyLRP9UTD5bU_dmtaISuIFcWigLcuXLORq_lsGp2TfHTOMIImv5qw\" alt=\"Taman FJ House Karya Studiogra\/ph Architects via Arsitag\" \/><figcaption><em>Taman FJ House Karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/studiograph-architects\"><em>Studiogra\/ph Architects<\/em><\/a><em> via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/fj-house-1\/photo\/112009\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Tema <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/taman-kering-atau-dry-garden\">taman kering<\/a> yang menarik untuk Anda terapkan ialah taman meksiko. Taman ini dicirikan dengan penggunaan <em>hardscape <\/em>berupa batu dan kerikil serta <em>softscape <\/em>berupa tanaman kaktus. Batu dan kerikil bisa dikombinasikan tekstur dan warnanya membentuk pola. Sedangkan, untuk kaktus, jenis kaktus koboi bisa dikatakan wajib sebagai penciri, dan jenis kaktus lain sebagai pendampingnya. Selain kaktus, tanaman karakter tandus seperti pandan juga bisa diaplikasikan untuk memberi kesan lebih teduh. Taman kering dengan kaktus seperti ini tentu saja minim perawatan, bahkan tidak perlu penyiraman.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"2\"><li><strong>Taman Kerikil untuk Berbagai Aktivitas<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/8ajBzg-2QBfgE7DxX0ldY0oFfFRS9zCLUFfLW7bsMzVzhyYD4scGqnPwwQ8Hf65c8JAL6tiYCBZYp3y3heQySLVgAlBAZNQUZOUmSGr9xmbr1m_EsioDHZUQ9qztRM5mbtxyVd_YKDUngrDy_blDCg\" alt=\"Taman Kantor di Cirangrang Karya DinardiThen Studio via Arsitag\" \/><figcaption><em>Taman Kantor di Cirangrang Karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/dinardithen-studio\"><em>DinardiThen Studio<\/em><\/a><em> via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/office-at-cirangrang-bandung\/photo\/76737\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Taman dengan <em>groundcover<\/em> berupa kerikil adalah pilihan tepat jika Anda sering melalukan kegiatan berkumpul atau aktivitas luar ruang. Alih-alih membuat perkerasan, penggunaan kerikil akan lebih ramah lingkungan karena resapan air tetap tersedia. Hamparan kerikil tentu akan membuat area taman menjadi lebih luas dan bersih. Aksen tanaman bisa diletakkan di sisi atau sudut taman, serta pohon rindang untuk naungan agar taman tidak terlalu gersang.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"3\"><li><strong>Kesan Modern yang Fungsional<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/MsbH4i9Y5MavNfYdpiLrtvmPbktYLw5VKb4VflOUo5KJiFjQEteZoyFvm9o9BWBGhpmnHWN3hl5SUzWyp1CmWH9VXbHq-IJCGZWYnHOH4HZumEzWkY70YEV3xBS9_gSVBhalP0IaL9Xm3SYZ9YML-Q\" alt=\"Projek BM House Karya Rakta Studio via Arsitag\" \/><figcaption><em>Projek BM House Karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/rakta-studio\"><em>Rakta Studio<\/em><\/a><em> via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/bm-house\/photo\/75440\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Kerikil koral putih yang mengisi taman tidak hanya sebagai dekorasi yang cantik, tetapi juga fungsional. Peletakkannya dibatas dinding, jendela, pintu, atau teras dengan area taman, berguna untuk menghindari becek tanah. Ini juga berguna untuk menghindari kotor karena percikan air hujan yang turun dari atap.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"4\"><li><strong>Pengisi Taman Samping agar Lebih Luas<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/NHz97n6WiDXJI5VwUD8dCp0SeWhum7zxKOB-y-dR-2Qh4n7mnzedA2ky9gQR05nQfdNvGsG22-QCLVDmo3soiDRfXviwscH0KsgZxiDp1Ngp3p6BDV1F1dQNTgLQ_KAhFgw_uWQyxfsfyhEiS5P4ug\" alt=\"Pengisi Taman Samping agar Lebih Luas\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Jika Anda memiliki sisa lahan di samping rumah dan ingin mempertahankannya sebagai taman, penggunaan kerikil menjadi tepat. Kerikil akan membuat area sempit terlihat lebih bersih dan luas. Taman juga menjadi lebih fleksibel untuk difungsikan dalam berbagai keperluan. Alasan terpenting lainnya ialah area taman menjadi lebih bersih dan tanah tidak mengotori dinding, jendela, atau pintu. Sedangkan untuk pengisi tanaman, Anda bisa menggunakan tanaman pot agar mudah dipindahkan.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"5\"><li><strong>Taman Kerikil untuk <\/strong><strong><em>Courtyard<\/em><\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/bgVV1__fzlmT8t1mDgD7aHkn_XaP78Md6BNN9OBSHRdXcLyk7H7ayKHkWvS1dnfxsIFUDUTWiZyDTHW4TsptPgw9_aSoxENO6xDEMsINlQNX3kx7GjMf7Oxl6Aa0i05OGfMw0wkEorS1t5U038svog\" alt=\"Taman Kerikil untuk Courtyard\" \/><figcaption><em>Projek Richfield Co Karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/rdma\"><em>RDMA<\/em><\/a><em> via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/richfield-co\/photo\/16031\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Area <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/desain-ruang-keluarga-dengan-courtyard\"><em>courtyard<\/em><\/a> atau taman di tengah bangunan memiliki tantangan tersendiri untuk dijadikan taman. Cahaya matahari yang tidak <em>full<\/em> diterima, menjadikan tidak semua tanaman bisa tumbuh, termasuk rumput. Ya rumput akan mudah mati jika areanya ternaungi. Oleh karena itu, mengganti rumput dengan kerikil adalah yang hal paling simpel, murah, dan aplikatif.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"6\"><li><strong>Kerikil untuk Suasana Alami di Dalam Ruang<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/c4H7BSBr1Bc9QJnX-mcSQO_LAkMY7dcjuz6CGclK910iso-S-JAhpWSBpvaHwYGkP2cOEFXMG0ddweQaVdMkNvMFq_V0kJYATve6EqcY5FxmfVYjOQM18XE2ImGUUpWiRcbV7kvPmnY07NYnMVd8_g\" alt=\"Kerikil untuk Suasana Alami di Dalam Ruang\" \/><figcaption><em>Taman PerumahanProjek RJ House Karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/rakta-studio\"><em>Rakta Studio<\/em><\/a><em> via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/rj-house\/photo\/105898\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Ingin menghadirkan suasana natural ke dalam ruang tidak hanya dengan menempatkan tanaman sebagai dekorasi. Anda juga bisa membuat taman kering dengan menggunakan batu kerikil. Elemen batu sebagai bagian dari alam akan memberi nuansa natural yang berbeda bagi ruangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, desain taman dengan batu kerikil mana yang menarik perhatian Anda?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebanyakan orang menginginkan taman di rumahnya. Namun, tidak semuanya memiliki skill dan waktu untuk merawat. Alhasil, banyak taman yang terbengkalai dan bahkan akhirnya dihilangkan menjadi perkerasan.&nbsp; Merawat taman memang gampang-gampang susah. Bagi yang tidak terbiasa dan tidak memiliki waktu, keberadaan taman dengan banyak tanaman justru bisa merusak pemandangan. Belum lagi masalah lain seperti becek dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[300,318,264,118,108],"tags":[1075,1076,1077],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2235"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2235"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2235\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2241,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2235\/revisions\/2241"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2235"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2235"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2235"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}