{"id":2278,"date":"2023-07-10T10:25:00","date_gmt":"2023-07-10T10:25:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=2278"},"modified":"2023-07-11T04:19:16","modified_gmt":"2023-07-11T04:19:16","slug":"rumah-industrial-minimalis-kekinian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/rumah-industrial-minimalis-kekinian\/","title":{"rendered":"Desain Rumah Industrial Minimalis yang Tampil Unik dan Kekinian"},"content":{"rendered":"\n<p>Memiliki <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/rumah-industrial-minimalis-kekinian\/\">rumah industrial minimalis<\/a> mungkin bukan impian semua orang. Tidak seperti gaya minimalis biasa, sentuhan industrial memerlukan keberanian karena identik dengan interior yang banyak digunakan pada kafe. Khusus untuk hunian, konsep ini belum terlalu lazim digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu gaya yang paling khas dari industrial adalah penggunaan dinding beton ekspos. Alih-alih menutupi dinding dengan warna-warni khusus, gaya industrial menampilkan beton yang \u2018telanjang\u2019 dan natural. Lantas, seperti apa penggunaan konsep ini dalam bangunan residensial? Salah satu contoh rumah industrial minimalis yang layak dipelajai adalah <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/mw-by-j-residence\">MW by J Residence<\/a> berikut ini!<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_33_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1'><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/rumah-industrial-minimalis-kekinian\/#Simpel_Sekaligus_Atraktif\" title=\"Simpel Sekaligus Atraktif\">Simpel Sekaligus Atraktif<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/rumah-industrial-minimalis-kekinian\/#Terdiri_dari_Dua_Bangunan_Utama\" title=\"Terdiri dari Dua Bangunan Utama\">Terdiri dari Dua Bangunan Utama<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/rumah-industrial-minimalis-kekinian\/#Interior_dengan_Kesan_Industrial_yang_Kental\" title=\"Interior dengan Kesan Industrial yang Kental\">Interior dengan Kesan Industrial yang Kental<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/rumah-industrial-minimalis-kekinian\/#Perabotan_yang_Memadukan_Kedua_Gaya\" title=\"Perabotan yang Memadukan Kedua Gaya\">Perabotan yang Memadukan Kedua Gaya<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Simpel_Sekaligus_Atraktif\"><\/span><strong>Simpel Sekaligus Atraktif<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/yx8jy7cz9iEtu5ncFIuJRHizKszBwv31yaoijzQqo7DPse1yTTGoVYd4q5GoIwoSJMZEn-F1fjHlAB8A_bYudC_Eyk4635UDtD7kDZMg5FbFuvEoBnC_vn_DsJNJMJ807EDcoYhNlAhU1xqBOJMfKA\" alt=\"Eksterior yang kental akan sentuhan minimalis karya Rdma via Arsitag\"\/><figcaption><em>Eksterior yang kental akan sentuhan minimalis karya Rdma via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/mw-by-j-residence\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>MW by J Residence ini merupakan sebuah rumah tinggal yang didesain oleh Rdma. Berada di Kawasan Bojongloa Kidul, Bandung, rumah ini didesain dengan konsep yang minimalis, namun tetap atraktif. Ini bahkan bisa langsung dirasakan orang yang melintas di depannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengandalkan warna putih dengan sentuhan hitam di berbagai bagian, eksterior rumah terlihat seperti kotak kubus biasa. Namun, keberadaan jendela-jendela besar yang menampilkan isi di dalamnya menjadi daya tarik yang akan membuat orang penasaran. Pencahayaan yang kuning temaram tampak kontras dengan luar bangunan yang putih. Ini justru membuat keduanya tampil saling melengkapi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Terdiri_dari_Dua_Bangunan_Utama\"><\/span><strong>Terdiri dari Dua Bangunan Utama<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/BQzEMxHw0-a0WbZ496exNsK1F5_1k4QGV99KdeBDL5fkmZVqqLlThglS6s8tU4RvmwdeJG3t1yGWknEPtTiXOIlTmzx2jCNgx21J3ucNAQJD8w5YGaA6Gj18YbIli1HUZZPp8T43Zzce2TPeVjEPVg\" alt=\"Dua bangunan utama yang menyusun hunian karya Rdma via Arsitag\"\/><figcaption><em>Dua bangunan utama yang menyusun hunian karya Rdma via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/mw-by-j-residence\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Tidak seperti rumah kebanyakan yang biasanya memilih satu unit bangunan utama, MW by J Residence hadir dengan dua blok yang terlihat berpisah namun sebenarnya saling terhubung. Di tengah-tengah kedua blok, ada lorong sekaligus taman <em>outdoor<\/em> yang seolah memisahkan kedua bangunan.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsep hunian dengan dua blok sudah banyak digunakan orang, meski praktiknya di Indonesia masih sangat jarang. Namun, ini sangat menguntungkan bagi Anda yang memiliki aktivitas di rumah (misalnya memiliki bisnis atau usaha). Memilih rumah dengan 2 bangunan ini memungkinkan Anda memisahkan kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan dan hal-hal pribadi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Interior_dengan_Kesan_Industrial_yang_Kental\"><\/span><strong>Interior dengan Kesan Industrial yang Kental<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/kRnDiu3XRdEZlqx2sGVsobfPNY5WCBvTxGdGn1TZynMRjOaAWLRD0wutrWlhYfCHjXFSPrIRkD2aeqEfmjZjP1pp915IayEXQusgeoB4WyyphizLQcOveZEb5dJuxcTtYmQCExrfFCUbNp7DT5c3kg\" alt=\"Interior yang didominasi beton ekspos karya Rdma via Arsitag\"\/><figcaption><em>Interior yang didominasi beton ekspos karya Rdma via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/mw-by-j-residence\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Jika dari bagian luar dinding putihnya memancarkan nuansa minimalis yang kental, hal yang sebaliknya akan Anda rasakan saat memasuki hunian satu ini. Dinding-dindingnya dibiarkan dengan warna <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-meja-dapur-beton\/\">beton<\/a> yang asli. Sementara, material besi yang menjadi penyusun anak tangga dan pintu, hadir dengan balutan warna hitam yang elegan. Sesekali, material kayu terlihat dari beberapa bagian rumah termasuk furnitur.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perabotan_yang_Memadukan_Kedua_Gaya\"><\/span><strong>Perabotan yang Memadukan Kedua Gaya<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/f6Zqh9O73-rxEK6WMVV6LLyhDfohaUN6PjXBJ22m98wZX1RiP0-LkQssNYJ88qjjz-TPBMU9-6yo-NpEOrRtryHE-AR_2fbLTMdZMLUif7SBhNrsWgqtcHA02NVo3uv5It3qn_3d1yDKqQLcIwh0XA\" alt=\"Perabotan minimalis dengan warna-warna industrial karya Rdma via Arsitag\"\/><figcaption><em>Perabotan minimalis dengan warna-warna industrial karya Rdma via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/mw-by-j-residence\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Saat mendesain rumah, memilih perabotan kadang menjadi momok tersendiri. Salah pilih, Anda bisa saja mengacaukan konsep yang ada. Namun, hal itu tidak akan Anda temukan di MW by J Residence ini. Furnitur yang dipilih benar-benar mewakili konsep rumah yang minimalis namun dengan sentuhan industrial.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda akan menemukan sofa dan <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/desain-meja-makan-minimalis-simpel\">meja<\/a> dengan warna hitam dan abu-abu yang dominan. Dari segi desain, gayanya tetap mencerminkan nuansa minimalis. Warna-warna kayu yang sesekali muncul memberikan kesan hangat tersendiri.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/hT1G3dUbUyuLIecahp7VJsPKMShoR7LCTrkdQLt6iQbXvNwywIcZOcC1G71aIuTOHOodCkruI0sR-cFz_OJoxoZNUuC0d2tUu4C-s7xDH0bEWZaDuXRlsjNfTwHnK_6gB883pXG6TbrfHDLPT5IYZw\" alt=\"Pencahayaan yang maksimal untuk siang dan malam hari karya Rdma via Arsitag\"\/><figcaption><em>Pencahayaan yang maksimal untuk siang dan malam hari karya Rdma via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/mw-by-j-residence\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Faktor lain yang membuat rumah ini semakin apik adalah <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/manfaat-penting-pencahayaan-alami-untuk-rumah-yang-perlu-anda-ketahui\">pencahayaannya<\/a>. Jika di siang hari Anda akan mendapatkan sinar matahari melimpah melalui jendela-jendela besarnya, di malam hari ada lampu-lampu temaram yang akan menerangi. Perpaduannya membuat hunian ini layak jadi inspirasi bagi Anda yang mendambakan tempat tinggal minimalis industrial yang unik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memiliki rumah industrial minimalis mungkin bukan impian semua orang. Tidak seperti gaya minimalis biasa, sentuhan industrial memerlukan keberanian karena identik dengan interior yang banyak digunakan pada kafe. Khusus untuk hunian, konsep ini belum terlalu lazim digunakan. Salah satu gaya yang paling khas dari industrial adalah penggunaan dinding beton ekspos. Alih-alih menutupi dinding dengan warna-warni khusus, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2280,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[171,300,136],"tags":[1082,1083],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2278"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2278"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2278\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2282,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2278\/revisions\/2282"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2280"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2278"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2278"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2278"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}