{"id":2329,"date":"2023-07-21T09:22:44","date_gmt":"2023-07-21T09:22:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=2329"},"modified":"2023-07-21T09:22:48","modified_gmt":"2023-07-21T09:22:48","slug":"desain-taman-belakang-rumah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-taman-belakang-rumah\/","title":{"rendered":"Ide Desain Taman Belakang Rumah untuk Ngumpul Bareng Teman"},"content":{"rendered":"\n<p>Berkumpul bersama teman-teman tentu menjadi aktivitas yang menyenangkan. Tak heran, jika tempat-tempat nongkrong seperti resto atau kafe menjamur dan selalu ramai pengunjung. Namun, tentunya untuk nongkrong di luar akan memiliki keterbatasan. Selain tidak bisa bebas karena merupakan tempat umum, Anda juga harus mengeluarkan biaya ekstra. Lantas, mengapa tidak menyediakan tempat ngumpul bareng teman di <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/rumah-mini-yang-maksimal\">rumah<\/a> sendiri?<\/p>\n\n\n\n<p>Ya, tempat berkumpul bareng teman-teman bisa Anda sediakan di taman belakang rumah. Akan tetapi, apakah Anda masih bingung dengan desainnya? Jika iya, berikut beberapa contoh desain taman belakang untuk berkumpul yang bisa menjadi inspirasi.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_33_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1'><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-taman-belakang-rumah\/#1_Memberi_area_lapang_untuk_ragam_aktivitas\" title=\"1. Memberi area lapang untuk ragam aktivitas \">1. Memberi area lapang untuk ragam aktivitas <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-taman-belakang-rumah\/#2_Warna-warna_alam_yang_membuat_betah\" title=\"2. Warna-warna alam yang membuat betah \">2. Warna-warna alam yang membuat betah <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-taman-belakang-rumah\/#3_Suasana_alam_dengan_kolam_ikan\" title=\"3. Suasana alam dengan kolam ikan \">3. Suasana alam dengan kolam ikan <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-taman-belakang-rumah\/#4_Tambahkan_kanopi\" title=\"4. Tambahkan kanopi \">4. Tambahkan kanopi <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-taman-belakang-rumah\/#5_Memandang_pulau_buatan_dari_teras\" title=\"5. Memandang pulau buatan dari teras \">5. Memandang pulau buatan dari teras <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-taman-belakang-rumah\/#6_Membawa_suasana_cafe_di_taman_rumah\" title=\"6. Membawa suasana cafe di taman rumah \">6. Membawa suasana cafe di taman rumah <\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Memberi_area_lapang_untuk_ragam_aktivitas\"><\/span><strong>1. Memberi area lapang untuk ragam aktivitas<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/987\/taman-belakang-rumah-1.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain taman belakang rumah<\/em><em>,<\/em> <em>k<\/em><em>arya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/og-architects\"><em>OG Architects<\/em><\/a><em>,<\/em> <em>via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/chris-jennifer-villa\/photo\/9210\"><em>arsitag.com<\/em><\/a><br><\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda suka mengadakan <em>barbeque party<\/em>, menyediakan area terbuka di taman adalah keharusan. Area lapang ini bisa dibuat dengan lantai perkerasan, atau akan lebih baik lagi jika ditanami rumput. Sedangkan, untuk memberi kesan rimbun dan alami, pohon peneduh dan <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/dekorasi-tanaman-hias-untuk-ruang-tamu-yang-lebih-welcoming\">tanaman hias<\/a> bisa diletakkan di sekelilingnya. Rancangan taman tropis seperti ini juga akan membuat area taman belakang rumah terasa lebih luas dan lega.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Warna-warna_alam_yang_membuat_betah\"><\/span><strong>2. Warna-warna alam yang membuat betah<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/987\/taman-belakang-rumah-2.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain taman belakang rumah<\/em><em>,<\/em><em> karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/i-n-s-p-i-r-a-t-i-o\"><em>I<\/em><em>nspiratio<\/em><\/a><em>,<\/em> <em>via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/lebak-bulus-house-interior\/photo\/40293\"><em>arsitag.com<\/em><\/a><br><\/p>\n\n\n\n<p>Warna pada sebuah desain sangatlah penting. Tiap warna dan kombinasinya akan memberi kesan yang berbeda. Jika peruntukan suatu ruang adalah untuk berkumpul, bersantai, atau nongkrong, warna-warna yang sejuk dan menenangkan adalah pilihannya. Terkait dengan taman rumah, maka pilihan warna-warna alam seperti hijau dan cokelat akan sangat tepat. Selain untuk memanjakan mata, memadukan warna hijau dan cokelat juga akan membuat suasana taman terasa lebih segar. Hal inilah yang akan membuat teman-teman betah untuk berkumpul di taman belakang rumah Anda.<br><\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>Baca juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/desain-taman-rumah-tropis-minimalis-yang-segar-dan-estetis\">Desain Taman Rumah Tropis Minimalis yang Segar dan Estetis<\/a><\/strong><\/em><br><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Suasana_alam_dengan_kolam_ikan\"><\/span><strong>3. Suasana alam dengan kolam ikan<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/987\/taman-belakang-rumah-3.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain taman belakang rumah<\/em><em>,<\/em><em> karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/arkitektid\"><em>Arkitekt.id<\/em><\/a><em>,<\/em> <em>via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/setraduta-kencana\/photo\/69591\"><em>arsitag.com<\/em><\/a><br><\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun berupa kolam buatan, keberadaannya akan mengubah suasana taman belakang rumah Anda. Keberadaan elemen air akan membuat iklim mikro terasa lebih sejuk. Ikan yang berenang di dalamnya juga sekaligus menjadi atraksi yang membuat suasana kolam terasa lebih semarak. Teman-teman Anda yang berkumpul di sana pun akan lebih betah, karena bisa berinteraksi dengan ikan-ikan yang ada. Tak lupa, suara gemericik air akan memberi ketenangan layaknya di alam terbuka. Selain itu, jika lahan taman belakang rumah Anda terbatas, kreasi taman vertikal seperti karya Arkitekt.id di atas bisa menjadi solusinya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Tambahkan_kanopi\"><\/span><strong>4. Tambahkan kanopi<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/987\/taman-belakang-rumah-4.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain taman belakang rumah<\/em><em>,<\/em><em> karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/i-n-s-p-i-r-a-t-i-o\"><em>I<\/em><em>nspiratio<\/em><\/a><em>,<\/em> <em>via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/lebak-bulus-house-interior\/photo\/40298\"><em>arsitag.com<\/em><\/a><br><\/p>\n\n\n\n<p>Terik matahari hingga rintik hujan adalah alasan yang sering membuat kegiatan berkumpul <em>outdoor<\/em> urung dilakukan. Sebagai solusi, Anda bisa memasang kanopi di taman belakang. Apalagi, saat ini ada banyak pilihan tipe kanopi sehingga bisa disesuaikan dengan nuansa yang ingin dibangun. Seperti apa yang dilakukan Inspiratio dalam desain taman <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/lebak-bulus-house-interior\">Lebak Bulus House<\/a> di atas. Tampak kanopi kaca berstruktur kayu ini menjadi satu kesatuan dengan desain bangku dan lantainya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Memandang_pulau_buatan_dari_teras\"><\/span><strong>5. Memandang pulau buatan dari teras<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/987\/taman-belakang-rumah-5.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain taman belakang rumah<\/em><em>,<\/em><em> karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/rakta-studio\"><em>Rakta Studio<\/em><\/a><em>,<\/em> <em>via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/am-house-5\/photo\/68530\"><em>arsitag.com<\/em><\/a><br><\/p>\n\n\n\n<p>Alih-alih membuat kolam ikan biasa, bagaimana jika Anda juga membuat pulau buatan di tengah kolam? Ya, ide desain Rakta Studio ini sangat bisa menjadi inspirasi di taman belakang rumah Anda agar tampil berbeda. Pulau buatan ini akan menjadi <em>focal point<\/em> dengan menanam pohon kamboja atau pohon hias lainnya. Sedangkan sebagai tempat berkumpul, Anda bisa memanfaatkan sisa area taman atau dengan memanfaatkan teras yang ada.<br><\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>Baca juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/inspirasi-desain-taman-belakang-rumah-mungil-yang-super-keren\">Inspirasi Desain Taman Belakang Rumah Mungil yang Super Keren<\/a><\/strong><\/em><br><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Membawa_suasana_cafe_di_taman_rumah\"><\/span><strong>6. Membawa suasana <em>cafe<\/em> di taman rumah<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/987\/taman-belakang-rumah-6.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain taman belakang rumah<\/em><em>,<\/em><em> karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/woso-studio\"><em>Woso Studio<\/em><\/a><em>,<\/em> <em>via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/rumah-tulodong-bawah-viii-extension\/photo\/89481\"><em>arsitag.com<\/em><\/a><br><\/p>\n\n\n\n<p>Siapa yang tidak tertarik untuk memiliki taman belakang rumah seperti karya Woso Studio di atas? Taman terasa sangat nyaman layaknya di kafe-kafe kekinian. Tanaman yang rimbun memberi kesan sejuk dan segar yang melengkapi desain rumah tropis. Apalagi, keberadaan <em>vertical garden<\/em> menjadikan taman terlihat lebih hijau sekaligus estetik. Pemberian elemen kayu pada lantai dan bangku juga menambah keindahan taman ini sehingga nyaman untuk ditempati.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/inspirasi-desain-taman-mungil-yang-cantik-dan-menyejukan-rumah-anda\">desain taman<\/a> mana yang menarik perhatian dan cocok diaplikasikan di rumah Anda?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berkumpul bersama teman-teman tentu menjadi aktivitas yang menyenangkan. Tak heran, jika tempat-tempat nongkrong seperti resto atau kafe menjamur dan selalu ramai pengunjung. Namun, tentunya untuk nongkrong di luar akan memiliki keterbatasan. Selain tidak bisa bebas karena merupakan tempat umum, Anda juga harus mengeluarkan biaya ekstra. Lantas, mengapa tidak menyediakan tempat ngumpul bareng teman di rumah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2330,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[340,118,108],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2329"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2329"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2329\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2331,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2329\/revisions\/2331"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2330"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}