{"id":2558,"date":"2023-09-06T10:00:00","date_gmt":"2023-09-06T10:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=2558"},"modified":"2023-09-06T10:01:19","modified_gmt":"2023-09-06T10:01:19","slug":"tips-membangun-rumah-tahan-gempa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/tips-membangun-rumah-tahan-gempa\/","title":{"rendered":"7 Tips Membangun Rumah Sederhana Tahan Gempa"},"content":{"rendered":"\n<p>Sudah tahu belum kalau letak geografis Indonesia berada di wilayah <em><a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-6444291\/apa-itu-ring-of-fire-penyebab-indonesia-rawan-dilanda-gempa#:~:text=Ring%20of%20Fire%20adalah%20sebutan,gempa%20bumi%20hingga%20gunung%20meletus.\">Ring of Fire<\/a><\/em> atau Cincin Api Pasific, yaitu pertemuan antara tiga lempeng tektonik dunia. Hal inilah yang menyebabkan wilayah Indonesia sangat rentan terkena bencana alam gempa bumi. Anda pasti pernah kan mengalami gempa bumi, paling tidak sekali seumur hidup?<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/a2cb51e0-03fa-418b-a2a5-545e47ad3305.jpeg\" alt=\"Ilustrasi ring of fire di mana Indonesia termasuk di dalamnya, via Wikipedia\" \/><figcaption><em>Ilustrasi ring of fire di mana Indonesia termasuk di dalamnya, via Wikipedia<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Hal inilah yang menyebabkan kebutuhan akan rumah tahan gempa menjadi semakin penting untuk menjaga keamanan masyarakat. Sekarang dalam artikel ini kita bahas yuk, <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/konsep-desain-arsitektur\/\">tips membangun rumah<\/a> tahan gempa beserta syarat dan contohnya di negara kita.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_33_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1'><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/tips-membangun-rumah-tahan-gempa\/#Mengenal_Rumah_Tahan_Gempa\" title=\"Mengenal Rumah Tahan Gempa\">Mengenal Rumah Tahan Gempa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/tips-membangun-rumah-tahan-gempa\/#Syarat_Membuat_Rumah_Tahan_Gempa\" title=\"Syarat Membuat Rumah Tahan Gempa\">Syarat Membuat Rumah Tahan Gempa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/tips-membangun-rumah-tahan-gempa\/#Tips_Membangun_Bangunan_Tahan_Gempa\" title=\"Tips Membangun Bangunan Tahan Gempa\">Tips Membangun Bangunan Tahan Gempa<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/tips-membangun-rumah-tahan-gempa\/#1_Konsultasikan_dengan_Ahli\" title=\"1. Konsultasikan dengan Ahli\">1. Konsultasikan dengan Ahli<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/tips-membangun-rumah-tahan-gempa\/#2_Pilih_Desain_yang_Tahan_Gempa\" title=\"2. Pilih Desain yang Tahan Gempa\">2. Pilih Desain yang Tahan Gempa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/tips-membangun-rumah-tahan-gempa\/#3_Gunakan_Bahan_Konstruksi_yang_Tahan_Gempa\" title=\"3. Gunakan Bahan Konstruksi yang Tahan Gempa\">3. Gunakan Bahan Konstruksi yang Tahan Gempa<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/tips-membangun-rumah-tahan-gempa\/#4_Perkuat_Struktur_Bangunan\" title=\"4. Perkuat Struktur Bangunan\">4. Perkuat Struktur Bangunan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/tips-membangun-rumah-tahan-gempa\/#5_Perhatikan_Pondasi\" title=\"5. Perhatikan Pondasi\">5. Perhatikan Pondasi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/tips-membangun-rumah-tahan-gempa\/#6_Perhatikan_Detail_Konstruksi\" title=\"6. Perhatikan Detail Konstruksi\">6. Perhatikan Detail Konstruksi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/tips-membangun-rumah-tahan-gempa\/#7_Lakukan_Pengujian_dan_Pemantauan\" title=\"7. Lakukan Pengujian dan Pemantauan\">7. Lakukan Pengujian dan Pemantauan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/tips-membangun-rumah-tahan-gempa\/#Contoh_Rumah_Tahan_Gempa_di_Indonesia\" title=\"Contoh Rumah Tahan Gempa di Indonesia\">Contoh Rumah Tahan Gempa di Indonesia<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/tips-membangun-rumah-tahan-gempa\/#1_RISHA_Rumah_Instan_Sederhana_Sehat\" title=\"1. RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat)\">1. RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/tips-membangun-rumah-tahan-gempa\/#2_RIKO_Rumah_Instan_Konvensional\" title=\"2. RIKO (Rumah Instan Konvensional)\">2. RIKO (Rumah Instan Konvensional)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/tips-membangun-rumah-tahan-gempa\/#3_RIKA_Rumah_Instan_Kayu\" title=\"3. RIKA (Rumah Instan Kayu)\">3. RIKA (Rumah Instan Kayu)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/tips-membangun-rumah-tahan-gempa\/#4_Barrataga_Bangunan_Rumah_Rakyat_Tahan_Gempa\" title=\"4. Barrataga (Bangunan Rumah Rakyat Tahan Gempa)\">4. Barrataga (Bangunan Rumah Rakyat Tahan Gempa)<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengenal_Rumah_Tahan_Gempa\"><\/span>Mengenal Rumah Tahan Gempa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Rumah tahan gempa adalah bangunan yang dirancang dan dibangun dengan menggunakan teknik dan bahan <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/material-baja-ringan\/\">konstruksi khusus <\/a>untuk mampu bertahan dan mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi. Tujuan utama dari hunian tahan gempa adalah melindungi penghuninya dari bahaya dan ancaman yang timbul akibat getaran dan gaya yang dihasilkan selama terjadinya bencana.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/1e32d207-bd8f-4c50-853c-7e929b572c48.jpeg\" alt=\"Ilustrasi gaya yang diterima rumah ketika terkena gempa via Flickr\" \/><figcaption><em>Ilustrasi gaya yang diterima rumah ketika terkena gempa via <\/em><a href=\"https:\/\/www.flickr.com\/photos\/106574022@N04\/11449078163\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Flickr<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Prinsip desain bangunan tahan gempa mempertimbangkan faktor-faktor seperti lokasi geografis, karakteristik tanah, serta sifat-sifat gempa yang mungkin terjadi di daerah tersebut. Bangunan ini biasanya memiliki struktur yang lebih kuat, fleksibel untuk meredam getaran, dan mampu menyerap energi yang dihasilkan oleh gempa bumi melalui penggunaan teknik rekayasa struktural yang canggih.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, bangunan anti gempa juga menggunakan bahan konstruksi yang memiliki ketahanan tinggi terhadap gaya-gaya dinamis yang dihasilkan oleh bencana tersebut. Contohnya, penggunaan struktur beton bertulang, baja struktural, sistem dinding penahan, dan pengikat yang kuat antara elemen struktural bangunan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya rumah tahan gempa, diharapkan risiko kerusakan struktural dan kehilangan nyawa akibat gempa dapat diminimalisir. Rumah tahan bencana ini juga memainkan peran penting dalam usaha pemulihan pascagempa karena dapat mempercepat proses rehabilitasi dan meminimalkan dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Syarat_Membuat_Rumah_Tahan_Gempa\"><\/span>Syarat Membuat Rumah Tahan Gempa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/2c8921d4-bdaa-49f6-b070-9987b74bacbc.jpeg\" alt=\"Syarat minimal dan standar baku bangunan tahan gempa via Kemenpupr\" \/><figcaption><em>Syarat minimal dan standar baku bangunan tahan gempa via Kemenpupr<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi saat akan membangun bangunan tahan gempa. Hal ini meliputi denah, struktur, bobot, hingga pondasi bangunan. Berikut detailnya.<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Denah dan struktur bangunan harus dibuat dengan sederhana dan simetris<\/li><li>Penempatan dinding-dinding penyekat dan lubang pintu atau jendela diusahakan harus simetris terhadap sumbu-sumbu denah bangunan<\/li><li>Bidang dinding sebaiknya membentuk kotak-kotak tertutup<\/li><li>Tinggi bangunan tidak boleh melebihi empat kali dari lebar bangunan<\/li><li>Bobot (kombinasi beban) dan volume bangunan harus ringan<\/li><li>Dibangun secara monolit<\/li><li>Pondasi dan struktur bawah bangunan harus dibuat dengan kuat<\/li><li>Atap dibuat seringan mungkin<\/li><li>Pengadukan struktur beton bertulang harus dilakukan dengan baik dan mengikuti rasio tertentu, yaitu 1 semen: 2 pasir: 3 kerikil: 1\/2 air<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/acbb0b35-b332-46d5-9920-2f22186df649.jpeg\" alt=\"Pembuatan struktur bangunan anti gempa via Flickr\" \/><figcaption><em>Pembuatan struktur bangunan anti gempa via Flickr<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Membangun_Bangunan_Tahan_Gempa\"><\/span>Tips Membangun Bangunan Tahan Gempa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum membangun rumah tahan gempa, berikut adalah beberapa cara dan tips yang harus diperhatikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Konsultasikan_dengan_Ahli\"><\/span>1. Konsultasikan dengan Ahli<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dapatkan saran dan panduan dari ahli rekayasa struktural atau insinyur sipil yang berpengalaman dalam desain dan konstruksi bangunan tahan gempa. Mereka dapat membantu dalam merancang struktur yang kuat dan sesuai dengan kondisi gempa di lokasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pilih_Desain_yang_Tahan_Gempa\"><\/span>2. Pilih Desain yang Tahan Gempa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pilihlah desain rumah yang anti gempa dan sesuai dengan karakteristik gempa di daerah tersebut. Desain dengan bentuk simetris, struktur rangka yang kuat, dan distribusi beban yang seimbang dapat meredam getaran gempa sehinga meningkatkan ketahanan terhadap <em>earthquake<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Gunakan_Bahan_Konstruksi_yang_Tahan_Gempa\"><\/span>3. Gunakan Bahan Konstruksi yang Tahan Gempa<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Gunakan bahan bangunan yang memiliki sifat tahan gempa seperti beton bertulang, baja struktural, dan bahan lain yang dapat menyerap dan mengalihkan energi gempa dengan baik. Pastikan juga penggunaan dan <a href=\"https:\/\/semenmerahputih.com\/5-Bahan-Bangunan-Untuk-Konstruksi-Tahan-Gempa-48\">pilihan material<\/a> (jenis semen, pasir, batu, kerikil, tulangan besi, baja) berkualitas dan sesuai dengan standar yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Perkuat_Struktur_Bangunan\"><\/span>4. Perkuat Struktur Bangunan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pastikan struktur bangunan diperkuat dengan penggunaan balok dan kolom yang cukup kuat dan terhubung secara efektif. Sistem penahan getaran seperti dinding penahan, pelat untuk menyalurkan beban, atau penguat penahan gempa dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan struktur.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Perhatikan_Pondasi\"><\/span>5. Perhatikan Pondasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Desain dan konstruksi pondasi yang tepat sangat penting dalam membangun rumah tahan gempa. Pondasi harus mampu menahan gaya lateral dan menyesuaikan dengan gerakan tanah selama gempa. Gunakan pondasi yang kokoh, seperti pondasi dalam, pondasi cerucuk, atau pondasi pilar beton bertulang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Perhatikan_Detail_Konstruksi\"><\/span>6. Perhatikan Detail Konstruksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perhatikan juga detail konstruksi yang baik dan ketat dalam pemasangan elemen struktural, pengikat, dan sambungan struktural. Pastikan penggunaan paku, mur, tulangan besi, dan material pengikat lainnya sesuai dengan standar keselamatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Lakukan_Pengujian_dan_Pemantauan\"><\/span>7. Lakukan Pengujian dan Pemantauan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Lakukan pengujian struktur dan pemantauan reguler selama konstruksi dan setelahnya untuk memastikan keandalan dan ketahanan bangunan tahan gempa.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/8b48e5c6-1fab-43e9-9bb7-baf072f77edb.jpeg\" alt=\"Presiden Jokowi meninjau pembangunan rumah tahan gempa via media berita Infopublik, all rights reserved\" \/><figcaption><em>Presiden Jokowi meninjau pembangunan rumah tahan gempa via media berita Infopublik, all rights reserved<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Rumah_Tahan_Gempa_di_Indonesia\"><\/span>Contoh Rumah Tahan Gempa di Indonesia<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa contoh rumah tahan gempa yang direkomendasikan di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_RISHA_Rumah_Instan_Sederhana_Sehat\"><\/span>1. RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/7621548b-d3a2-4f79-927c-82d08f2df47c.jpeg\" alt=\"Rekonstruksi rumah tahan gempa yang dibangun oleh Kemenpupr\" \/><figcaption><em>Rekonstruksi rumah tahan gempa yang dibangun oleh Kemenpupr<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>RISHA adalah jenis bangunan tahan gempa yang dibuat oleh Kementerian PUPR dengan konsep bongkar pasang. RISHA sudah teruji dapat tahan terhadap guncangan gempa 8 SR, loh. Proses pembangunannya menggabungkan panel-panel beton dengan baut, dan tidak membutuhkan semen atau bata. Rumah ini dapat dibuat dalam waktu singkat dan dapat menjadi solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, korban bencana, dan rumah darurat. Rumah ini juga banyak digunakan di Aceh setelah bencana gempa dan tsunami pada 2004 silam.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_RIKO_Rumah_Instan_Konvensional\"><\/span>2. RIKO (Rumah Instan Konvensional)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Masih dari Kemeterian PUPR, RIKO adalah bangunan tahan gempa yang dapat dibangun dalam waktu singkat. Rumah ini banyak digunakan sebagai rumah pengganti bagi korban gempa Lombok di tahun 2018 silam.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_RIKA_Rumah_Instan_Kayu\"><\/span>3. RIKA (Rumah Instan Kayu)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Konstruksi bangunan yang menggunakan kayu tergolong lebih mudah dibuat dan tahan gempa karena materilanya yang ringan. RIKA menggunakan teknologi LVL atau Laminated Veneer Lumber, yang mengolah kayu kelas rendah hingga memiliki kekuatan setara kayu kualitas kelas 1 yang tahan terhadap guncangan.RIKA memiliki banyak keunggulan seperti lebih kuat dari kayu asli, lebih ringan, ramah lingkungan, lebih murah, lebih tahan gempa, dan movable (knock down).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Barrataga_Bangunan_Rumah_Rakyat_Tahan_Gempa\"><\/span>4. Barrataga (Bangunan Rumah Rakyat Tahan Gempa)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Rumah yang digagas oleh pakar Rekayasa Kegempaan dari Universitas Islam Indonesia ini dibangun dengan nuansa tradisional, yang tahan terhadap gempa bumi. Filosofinya adalah menyelamatkan diri, sebagai respon dari gempa Joga tahun 2006 silam. Rangka Barrataga terbuat dari beton kolom, balok tepi atas, balok bawah, dan balok lantai yang dihubungkan oleh simpul khusus agar tidak patah saat gempa melanda.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.surferseo.art\/3b4eb956-e0b1-4d0c-abed-ef81ac407d81.jpeg\" alt=\"Bangunan tahan gempa di Cianjur, via Pakuanraya.com\" \/><figcaption><em>Bangunan tahan gempa di Cianjur, via Pakuanraya.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Penting banget loh memiliki rumah anti gempa agar hidup kita lebih tenang. Tertarik untuk mengaplikasikannya pada hunian Anda? Yuk, konsultasikan kebutuhan bangun Anda dengan profesional terbaik di <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/\">Arsitag<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sudah tahu belum kalau letak geografis Indonesia berada di wilayah Ring of Fire atau Cincin Api Pasific, yaitu pertemuan antara tiga lempeng tektonik dunia. Hal inilah yang menyebabkan wilayah Indonesia sangat rentan terkena bencana alam gempa bumi. Anda pasti pernah kan mengalami gempa bumi, paling tidak sekali seumur hidup? Hal inilah yang menyebabkan kebutuhan akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":2559,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[340,967,184],"tags":[1156,1155],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2558"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2558"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2558\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2569,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2558\/revisions\/2569"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2559"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2558"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2558"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2558"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}