{"id":3142,"date":"2024-03-21T11:49:52","date_gmt":"2024-03-21T11:49:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=3142"},"modified":"2024-03-21T14:02:14","modified_gmt":"2024-03-21T14:02:14","slug":"master-plan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/master-plan\/","title":{"rendered":"Pengertian Lengkap Master Plan: Definisi, Fungsi dan Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Rencana induk<\/em> <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/citragrand-township-at-cibubur\" target=\"_blank\"><em>Citragrand Township At Cibubur<\/em><\/a><em> karya DNV Studio via Arsitag<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam bisnis perumahan, istilah master plan sangat penting untuk dipahami. Pada master plan tergambar rencana keseluruhan dari pengembangan suatu proyek perumahan, termasuk juga pengaturan jalan, taman, hingga fasilitas umum.<\/p>\n\n\n\n<p>Agar Anda bisa lebih memahami peran master plan secara lengkap, simak penjelasannya berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_33_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1'><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/master-plan\/#Definisi_Master_Plan_Rencana_Induk\" title=\"Definisi Master Plan (Rencana Induk)\">Definisi Master Plan (Rencana Induk)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/master-plan\/#Ciri-Ciri_Master_Plan\" title=\"Ciri-Ciri Master Plan\">Ciri-Ciri Master Plan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/master-plan\/#Perbedaan_Master_Plan_dengan_Site_Plan\" title=\"Perbedaan Master Plan dengan Site Plan\">Perbedaan Master Plan dengan Site Plan<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3'><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/master-plan\/#1_Skala\" title=\"1. Skala\">1. Skala<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/master-plan\/#2_Fokus\" title=\"2. Fokus\">2. Fokus<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/master-plan\/#3_Keterlibatan_Stakeholder\" title=\"3. Keterlibatan Stakeholder\">3. Keterlibatan Stakeholder<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/master-plan\/#4_Waktu_Tinjauan\" title=\"4. Waktu Tinjauan\">4. Waktu Tinjauan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/master-plan\/#5_Dokumen_Multimedia\" title=\"5. Dokumen Multimedia\">5. Dokumen Multimedia<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/master-plan\/#Dasar_Hukum_Master_Plan\" title=\"Dasar Hukum Master Plan\">Dasar Hukum Master Plan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/master-plan\/#Fungsi_Master_Plan\" title=\"Fungsi Master Plan\">Fungsi Master Plan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/master-plan\/#Contoh_Master_Plan\" title=\"Contoh Master Plan\">Contoh Master Plan<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Definisi_Master_Plan_Rencana_Induk\"><\/span><strong>Definisi Master Plan (Rencana Induk)<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Master plan adalah sebuah konsep perancangan tata ruang yang berguna untuk memberikan gambaran utuh dari keseluruhan proyek yang akan dibuat. Biasanya, rencana induk ini disusun oleh pengembang saat akan mulai membangun suatu proyek kawasan perumahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam dokumen ini tercantum perencanaan kawasan perumahan secara lengkap, mulai dari sarana, prasarana, letak fasilitas umum, pengaturan jalan, dan infrastruktur lainnya. Master plan biasanya berbentuk lembaran kertas atau file digital.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-Ciri_Master_Plan\"><\/span><strong>Ciri-Ciri Master Plan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Apa saja ciri-cirinya? Berikut di antaranya.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Pada rencana induk tercantum konsep pembangunan secara keseluruhan, mencakup desain perkotaan, lanskap, infrastruktur, layanan, sirkulasi, penggunaan lahan sekarang dan masa depan, dalam jangka panjang, menengah, dan jangka pendek, serta bentuk bangunan.<\/li>\n\n\n\n<li>Terdiri dari gambar 2 dan 3 dimensi, teks, diagram, statistik, laporan, peta, dan foto udara yang menggambarkan dengan detail bagaimana kondisi suatu lokasi akan dikembangkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Master plan biasanya ditinjau setiap 2 tahun sekali.<\/li>\n\n\n\n<li>Menjelaskan tentang metode pengembangan kawasan dan menggambarkan strategi yang akan digunakan untuk menjalankan proyek, termasuk rencana ekonomi dalam proses implementasinya.<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki pendekatan terstruktur dan bisa menciptakan kerangka kerja yang jelas untuk mengembangkan suatu wilayah.<\/li>\n\n\n\n<li>Dibuat oleh pemilik tanah, kontraktor, pengembang perumahan, otoritas lokal, dan agen peremajaan kawasan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Master_Plan_dengan_Site_Plan\"><\/span><strong>Perbedaan Master Plan dengan Site Plan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Master plan dan site plan adalah dua jenis perencanaan yang berbeda dalam skala dan fokusnya. Berikut adalah perbedaan antara master plan dan site plan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Skala\"><\/span><strong>1. Skala<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Master Plan: <\/strong>Merencanakan pengembangan suatu wilayah besar, seperti kota, kawasan industri, atau kompleks perumahan. Skala master plan lebih luas dan menyeluruh.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Site Plan: <\/strong>Merencanakan pengembangan pada tingkat yang lebih terbatas, seperti pembangunan suatu situs atau lahan tertentu. Skala site plan lebih terfokus.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Fokus\"><\/span><strong>2. Fokus<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Master Plan:<\/strong> Berfokus pada gambaran umum dan strategi pengembangan jangka panjang. Melibatkan zonasi, penggunaan lahan, infrastruktur, dan aspek-aspek holistik lainnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Site Plan: <\/strong>Berfokus pada detail spesifik suatu lokasi, termasuk tata letak bangunan, ruang terbuka, dan infrastruktur di dalam situs tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Keterlibatan_Stakeholder\"><\/span><strong>3. Keterlibatan Stakeholder<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Master Plan: <\/strong>Melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pengembang, pelaku ekonomi, masyarakat, dan sektor terkait lainnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Site Plan: <\/strong>Melibatkan pemilik tanah, arsitek, insinyur, dan pihak terkait langsung dengan pembangunan properti tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Waktu_Tinjauan\"><\/span><strong>4. Waktu Tinjauan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Master Plan: <\/strong>Lebih jangka panjang dan dapat ditinjau kembali setiap beberapa tahun untuk memastikan relevansi dan keberlanjutan dalam perubahan lingkungan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Site Plan:<\/strong> Lebih jangka pendek dan dapat diperbarui lebih sering tergantung pada perkembangan proyek dan kebutuhan perencanaan yang lebih detail.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Dokumen_Multimedia\"><\/span><strong>5. Dokumen Multimedia<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Master Plan: <\/strong>Menggunakan berbagai media seperti gambar, teks, diagram, dan laporan untuk menggambarkan visi dan rencana pengembangan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Site Plan:<\/strong> Lebih terfokus pada detail teknis dan tata letak fisik, sering kali menggunakan peta, diagram, dan gambar arsitektur yang sangat spesifik.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dasar_Hukum_Master_Plan\"><\/span><strong>Dasar Hukum Master Plan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Pembuatan rencana induk juga diatur oleh dasar hukum yang kuat. Jadi, tidak bisa dibuat sembarangan karena ada aturan yang perlu ditaati untuk memastikan pengembangan yang berkelanjutan. Berikut beberapa dasar hukum yang menjadi acuan pembuatannya.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional<\/li>\n\n\n\n<li>Undang-undang Nomor 26 Tahun 2004 tentang Jalan<\/li>\n\n\n\n<li>Undang-undang Nomor 38 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang<\/li>\n\n\n\n<li>Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Persampahan<\/li>\n\n\n\n<li>Undang-undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman<\/li>\n\n\n\n<li>Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah<\/li>\n\n\n\n<li>Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Master_Plan\"><\/span><strong>Fungsi Master Plan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Rencana induk memiliki fungsi penting dalam proses pengembangan kawasan perumahan. Berikut adalah fungsi utamanya:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Memberikan gambaran akurat kepada calon konsumen tentang kondisi suatu lokasi dan perkembangan kawasan tersebut di masa depan.<\/li>\n\n\n\n<li>Rencana induk yang menjadi panduan sistematis bagi pengembang dalam menjalankan proyek.<\/li>\n\n\n\n<li>Pegangan saat terjadi renovasi atau perubahan rencana selama pengembangan kawasan.<\/li>\n\n\n\n<li>Membantu dalam pembagian lahan yang sesuai secara permanen.<\/li>\n\n\n\n<li>Memberikan gambaran tentang besaran alokasi biaya pembangunan proyek.<\/li>\n\n\n\n<li>Menjadi sumber panduan untuk menemukan solusi saat terjadi masalah.<\/li>\n\n\n\n<li>Memberikan keterangan mengenai geografis suatu wilayah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Master_Plan\"><\/span><strong>Contoh Master Plan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti apa sih contohnya? Berikut adalah contoh rencana induk yang bisa jadi gambaran.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Slide2-3-1024x683.jpg\" alt=\"Contoh rencana induk ITB Jatinangor karya DAP Studio via Arsitag\" class=\"wp-image-3144\" srcset=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Slide2-3-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Slide2-3-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Slide2-3-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Slide2-3.jpg 1323w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Contoh rencana induk <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/masterplan-itb-jatinangor\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>ITB Jatinangor<\/em><\/a><em> karya DAP Studio via Arsitag<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Slide3-3-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3148\" srcset=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Slide3-3-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Slide3-3-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Slide3-3-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/Slide3-3.jpg 1323w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Contoh master plan <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/nusa-penidaconceptual-master-plan\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Nusa Penida<\/em><\/a><em> karya IdeReka Studio via Arsitag<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Sekarang sudah jelas kan mengenai apa itu master plan? Bagi Anda calon konsumen, penting untuk melihat master plan agar mengetahui perkembangan kawasan yang akan dihuni di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bila Anda sedang menimbang-nimbang apakah ingin membeli rumah di kawasan perumahan atau membangun sendiri, yuk simak kelebihan &amp; kekurangannya di video ini:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe title=\"Bangun Sendiri vs Beli Rumah Developer: Mana yang Lebih Baik?\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/kAdYhwWBtcw?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rencana induk Citragrand Township At Cibubur karya DNV Studio via Arsitag Dalam bisnis perumahan, istilah master plan sangat penting untuk dipahami. Pada master plan tergambar rencana keseluruhan dari pengembangan suatu proyek perumahan, termasuk juga pengaturan jalan, taman, hingga fasilitas umum. Agar Anda bisa lebih memahami peran master plan secara lengkap, simak penjelasannya berikut ini. Definisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":3143,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1017,967],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3142"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3142"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3142\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3149,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3142\/revisions\/3149"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3143"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3142"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3142"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3142"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}