{"id":3715,"date":"2024-12-30T11:53:42","date_gmt":"2024-12-30T11:53:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=3707"},"modified":"2026-01-09T05:05:50","modified_gmt":"2026-01-09T05:05:50","slug":"rumah-1-lantai-di-jaksel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/rumah-1-lantai-di-jaksel\/","title":{"rendered":"Tertutup dari Luar, Terbuka dari Dalam - Rumah 1 Lantai di Jaksel"},"content":{"rendered":"\r\n<p><em>Fasad depan hunian dengan pagar tinggi yang menjamin privasi, Desain oleh KALA via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/bi-house-1\"><em>A<\/em><\/a><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/bi-house-1\"><em>rsitag<\/em><\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Rumah tertutup yang mampu menjaga privasi dari pandangan mata orang yang lewat merupakan sebuah konsep ideal dalam membangun sebuah hunian. Namun, penerapan konsep ini tidak serta merta berujung pada rumah yang terlihat dan terasa sumpek serta gelap. <\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Sebuah rumah lantai 1 di kawasan Jakarta Selatan yang diberi nama Bi House menunjukkan konsep rumah tertutup tapi terbuka yang mengutamakan privasi sekaligus kenyamanan penghuni. Mari kita lihat lebih jauh desain rumah mungil yang satu ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_33_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1'><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/rumah-1-lantai-di-jaksel\/#Garasi_dan_Teras_Mungil_yang_Estetik\" title=\"Garasi dan Teras Mungil yang Estetik\">Garasi dan Teras Mungil yang Estetik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/rumah-1-lantai-di-jaksel\/#Lorong_Samping_Hunian\" title=\"Lorong Samping Hunian\">Lorong Samping Hunian<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/rumah-1-lantai-di-jaksel\/#Open_Space_Ruang_Keluarga_dengan_Dua_Bukaan\" title=\"Open Space Ruang Keluarga dengan Dua Bukaan\">Open Space Ruang Keluarga dengan Dua Bukaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/rumah-1-lantai-di-jaksel\/#Dapur_dalam_Balutan_Warna_Pastel\" title=\"Dapur dalam Balutan Warna Pastel\">Dapur dalam Balutan Warna Pastel<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/rumah-1-lantai-di-jaksel\/#Pintu_Rahasia_dalam_Hunian\" title=\"Pintu Rahasia dalam Hunian\">Pintu Rahasia dalam Hunian<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/rumah-1-lantai-di-jaksel\/#Ruang_Musik_Mungil\" title=\"Ruang Musik Mungil\">Ruang Musik Mungil<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/rumah-1-lantai-di-jaksel\/#Ruang_Kerja_nan_Nyaman\" title=\"Ruang Kerja nan Nyaman\">Ruang Kerja nan Nyaman<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/rumah-1-lantai-di-jaksel\/#Kamar_Mandi_Hitam_Putih\" title=\"Kamar Mandi Hitam Putih\">Kamar Mandi Hitam Putih<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Garasi_dan_Teras_Mungil_yang_Estetik\"><\/span><strong>Garasi dan Teras Mungil yang Estetik<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-1-tertutup-tapi-terbuka-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3710\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Kursi merah di atas lantai bata dan latar belakang dinding aksen bata, Desain oleh KALA via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/bi-house-1\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Hunian dengan luas bangunan 140 m<sup>2<\/sup> ini memiliki garasi dan <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/teras-rumah-minimalis\/\">teras<\/a> mungil yang cantik. Lantai dasar garasi dan teras dari susunan batu bata sekilas memberi kesan industrial. Kursi kayu merah mencolok menjadi tempat untuk bersantai sejenak dengan jaminan privasi berkat dinding dan pagar garasi tinggi di depan hunian. Dinding aksen di belakang kursi dari susunan batu bata membuat tampilannya jauh lebih menarik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-2-tertutup-tapi-terbuka-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3711\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Teras mungil di balik dinding aksen bata dengan rak penyimpanan alas kaki, Desain oleh KALA via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/bi-house-1\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dinding aksen bata terbagi menjadi dua bagian, dengan satu sisi bata yang tersusun rapat dan sisi lainnya dengan susunan berongga sebagai sumber cahaya untuk teras mungil yang ada di belakangnya. Teras ini menjadi tempat transit sementara untuk menyimpan alas kaki sebelum memasuki hunian.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lorong_Samping_Hunian\"><\/span><strong>Lorong Samping Hunian<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-3-tertutup-tapi-terbuka-683x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3712\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Lorong panjang samping hunian dengan atap transparan dan lantai semen ekspos, Desain oleh KALA via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/bi-house-1\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dinding hunian tidak dibuat rapat dengan pagar tembok. Sebuah lorong panjang menjadi jalan kecil dan dimanfaatkan sebagai akses cahaya matahari dengan penggunaan atap bening di atasnya. Dinding pagar tembok kamprot dan lantai beton ekspos dilengkapi dengan saluran air terlihat seragam dalam balutan warna abu-abu yang serupa. Pada sisi dinding hunian terdapat deretan jendela yang membuka dengan leluasa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Open_Space_Ruang_Keluarga_dengan_Dua_Bukaan\"><\/span><strong>Open Space Ruang Keluarga dengan Dua Bukaan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-4-tertutup-tapi-terbuka-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3713\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Teras kecil lantai kayu dan pintu geser kaca yang membuka ke ruang keluarga, Desain oleh KALA via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/bi-house-1\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Pada lorong samping hunian terdapat pintu kaca besar yang membuka ke arah ruang keluarga. Lantai kayu cokelat gelap di depan pintu kaca menjadi transisi sebelum masuk ke dalam ruangan. <em>Sectional sofa <\/em>dengan beberapa tambahan kursi lain ditata berhadapan dengan TV yang menempel pada dinding-dinding berpanel.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-5-tertutup-tapi-terbuka-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3714\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Bukaan besar berbentuk pintu kaca geser dengan taman hijau kecil, Desain oleh KALA via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/bi-house-1\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Tepat di sisi lain ruangan terdapat bukaan besar lainnya berupa sebuah pintu kaca geser yang membuka ke arah taman hijau mungil. Kedua bukaan ini memberikan akses cahaya matahari dan udara segar yang tidak terbatas. Hal ini mempertegas konsep hunian yang terlihat tertutup tapi terbuka.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dapur_dalam_Balutan_Warna_Pastel\"><\/span><strong>Dapur dalam Balutan Warna Pastel<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-6-tertutup-tapi-terbuka-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3715\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Kitchen cabinet hijau pastel dan countertop putih yang penuh dengan peralatan dapur, Desain oleh KALA via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/bi-house-1\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dapur dalam hunian ini berada dalam satu ruangan yang sama dengan ruang keluarga. Hal menarik utama dalam area ini adalah <em>kitchen cabinet <\/em>dalam balutan warna hijau pastel yang super lembut, berpadu dengan elegannya pola marmer putih pada <em>countertop. S<\/em>istem <em>recessed lighting <\/em>memberikan penerangan lembut yang ideal untuk kegiatan memasak. Tambahan <em>spot light <\/em>di pojok atas menjadi salah satu <em>highlight <\/em>dari desain dapur ini.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pintu_Rahasia_dalam_Hunian\"><\/span><strong>Pintu Rahasia dalam Hunian<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-7-tertutup-tapi-terbuka-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3716\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Rak buku yang berfungsi sebagai pintu rahasia, Desain oleh KALA via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/bi-house-1\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dinding berpanel di ruang keluarga menyimpan sebuah kejutan berbentuk pintu rahasia. Pintu tersebut tersembunyi di balik rak buku yang ada tepat di samping kursi TV. Pintu ini membuka ke area kecil yang menyembunyikan beberapa ruang lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-8-tertutup-tapi-terbuka-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3717\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Area kecil di balik pintu rahasia, Desain oleh KALA via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/bi-house-1\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dari pintu rahasia terlihat beberapa pintu kayu geser yang membuka ke arah ruang lainnya. Dalam area yang terbatas seperti ini, pintu geser menjadi pilihan tepat karena tidak memakan ruang. Sementara itu, kombinasi warna cokelat kayu muda dan putih te<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>rang terlihat dominan sehingga area tersebut tidak terlihat padat dan sesak.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ruang_Musik_Mungil\"><\/span><strong>Ruang Musik Mungil<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-9-tertutup-tapi-terbuka-1024x731.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3718\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Ruang musik dengan lantai kayu dan dinding insulasi, Desain oleh KALA via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/bi-house-1\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Salah satu pintu membuka ke ruang musik mungil dengan dua buah piano dan dua lemari penyimpanan. Dinding dan plafon insulasi memastikan suara dari dalam ruangan tidak terdengar hingga keluar. Jendela pada sisi ruangan memberikan penerangan yang cukup di siang hari.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ruang_Kerja_nan_Nyaman\"><\/span><strong>Ruang Kerja nan Nyaman<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-10-tertutup-tapi-terbuka-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3719\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Ruang kerja dengan built-in furniture, Desain oleh KALA via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/bi-house-1\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Sebuah ruang kerja mungil dalam balutan warna putih lembut dan coklat kayu terlihat nyaman dan tenang. Lemari dan rak <em>built-in <\/em>menjadi tempat penyimpanan utama dalam ruangan. Meja kerja lengkap dengan <em>ergonomic chair <\/em>di tata berhadapan langsung dengan jendela untuk memberikan penerangan maksimal.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kamar_Mandi_Hitam_Putih\"><\/span><strong>Kamar Mandi Hitam Putih<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/Gambar-11-tertutup-tapi-terbuka-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3720\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Kamar mandi mungil dengan open shower, toilet, dan sink dalam balutan warna putih dan aksen hitam, Desain oleh KALA via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/bi-house-1\"><em>Arsitag<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Kamar mandi hunian didominasi oleh warna putih dengan sentuhan warna aksen hitam. <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-ruang-shower-estetik\/\">Area <em>open showe<\/em><\/a><em>r <\/em>dengan pembatas transparan membuat ruangan terlihat lapang. Lampu gantung kecil dengan lampu kuning di atas <em>sink area <\/em>menjadi <em>highlight <\/em>tersendiri di dalam lautan\u00a0 hitam dan putih ruangan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Konsep hunian yang terlihat tertutup dari luar namun terbuka di dalam dapat diwujudkan dengan menggunakan banyak bukaan. Keberadaan <em>skylight, <\/em>jendela kaca, serta konsep <em>open space <\/em>memungkinkan cahaya dan udara segar mengalir dengan leluasa ke seluruh penjuru hunian. Hasilnya adalah hunian yang terang, nyaman, dan tetap terjaga privasinya.<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fasad depan hunian dengan pagar tinggi yang menjamin privasi, Desain oleh KALA via Arsitag Rumah tertutup yang mampu menjaga privasi dari pandangan mata orang yang lewat merupakan sebuah konsep ideal dalam membangun sebuah hunian. Namun, penerapan konsep ini tidak serta merta berujung pada rumah yang terlihat dan terasa sumpek serta gelap. Sebuah rumah lantai 1 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4361,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[340,1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3715"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3715"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3715\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3730,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3715\/revisions\/3730"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4361"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3715"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3715"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3715"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}