{"id":447,"date":"2022-10-24T10:13:22","date_gmt":"2022-10-24T10:13:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=447"},"modified":"2022-10-24T10:13:24","modified_gmt":"2022-10-24T10:13:24","slug":"selasar-bangunan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/selasar-bangunan\/","title":{"rendered":"8 Ide Desain agar Selasar Tidak Membosankan"},"content":{"rendered":"\n<p>Selasar sebagai jalan penghubung antar ruang tidak harus menjemukan. Sulaplah menjadi ruang spesial dengan memanfaatkan karya seni, koleksi buku, pencahayaan, dan berbagai ide lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/255\/hallway-with-rug.jpg\"><br><em>Sumber : Semelsnow interior<\/em><br><\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Karpet. <\/strong>Pemanfaatan karpet berpola horizontal pada selasar yang panjang akan membuat kesan lebih lebar.&nbsp; Jika tidak mendapatkan karpet yang cukup panjang, jahitlah beberapa karpet untuk menyatukannya.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/255\/gallery-hallway.jpg\"><br>Sumber :&nbsp;<em>decoist<\/em><br><\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Galeri foto dan lukisan.<\/strong>&nbsp;Memiliki selasar yang panjang berarti memiliki banyak ruang untuk men<em>display<\/em> koleksi foto dan lukisan menjadi galeri pribadi. &nbsp;Padukanlah warna cat dinding dan <em>frame<\/em> untuk menciptakan kesan minimalis.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/255\/cabinet-hallway.jpg\"><br>Sumber :&nbsp;house to home<br><\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. Kabinet.&nbsp;<\/strong>Selasar yang cukup lebar bisa digunakan untuk meletakkan kabinet yang cukup panjang.&nbsp; Perpaduan kabinet, pencahayaan, karpet, dan berbagai lukisan menghilangkan kesan selasar yang biasanya membosankan, sekaligus selasar menjadi fungsional.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/255\/hallways-lighting.jpg\"><br>Sumber :&nbsp;pinterest.design rulz<br><\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. Pencahayaan.<\/strong>&nbsp; Tidak bisa dipungkiri lagi, pencahayaan&nbsp; merupakan elemen arsitektur yang penting. Apalagi dalam selasar yang tidak berjendela, desain pencahayaan menjadi keharusan.&nbsp; <em>Downlighting<\/em> yang tepat akan semakin menonjolkan dan memperindah material dinding, lantai, dan plafond yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/255\/wainscosting-hallway.jpg\"><br>Sumber :&nbsp;pinterest<br><\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Panel dinding.&nbsp;<\/strong>Panel dinding pada selasar menjadi elemen desain dekoratif yang penting, sekaligus melindungi dinding dari kerusakan akibat benturan , apalagi area ini sering dilewati. Padu padankanlah warna panel dengan dinding untuk memberi kesan kontras ataupun komplementer.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/255\/bookcase-hallway.jpg\"><br>Sumber :&nbsp;Soma Architekci<br><\/p>\n\n\n\n<p><strong>6. Rak buku.<\/strong>Para pecinta buku, tidak pernah punya ruang yang cukup untuk menyimpan koleksi buku-bukunya.&nbsp; Selasar dapat difungsikan untuk memenuhi keinginan membaca tanpa harus \u2018jauh-jauh\u2019 pergi ke ruang baca untuk mengambil buku.&nbsp; Manfaatkanlah selasar untuk perluasan perpustakaan pribadi . &nbsp;Setidaknya, koleksi buku akan berada di tiga ruang sekaligus, dua ruang atau bisa lebih yang dihubungkan dengan selasar, dan selasar itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/255\/mural-Hallway.jpg\"><br>Sumber :&nbsp;eazywallz<br><\/p>\n\n\n\n<p><strong>7. Murals (lukisan dinding).<\/strong>&nbsp;Pilihlah tema mural untuk melukis dinding selasar menjadi lebih \u2018hidup\u2019 dan tidak monoton.&nbsp; Tema lukisan bisa memanfaatkan elemen garis agar selasar lebih luas. Pilihlah warna yang terang untuk mencerahkan.&nbsp; Tema lain seperti tema edukasi dan tema alam juga bisa dimanfaatkan untuk memperindah selasar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/255\/mirror-hallway.jpg\"><br>Sumber :&nbsp;Faye Toogod<br><\/p>\n\n\n\n<p><strong>8. Cermin dengan <em>frame<\/em>.&nbsp;<\/strong>Jika Anda menginginkan selasar berkesan seperti galeri, tetapi belum tahu tema gambar yang ingin ditampilkan, pergunakanlah cermin dengan <em>frame<\/em>.&nbsp; Nantinya keberadaan cermin bisa dimanfaatkan sebagai perletakan foto\/lukisan, atau pun menambah pencahayaan dan kesan lebih luas di selasar yang kecil dan panjang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber :<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>www.houzz.com<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selasar sebagai jalan penghubung antar ruang tidak harus menjemukan. Sulaplah menjadi ruang spesial dengan memanfaatkan karya seni, koleksi buku, pencahayaan, dan berbagai ide lainnya. Sumber : Semelsnow interior 1. Karpet. Pemanfaatan karpet berpola horizontal pada selasar yang panjang akan membuat kesan lebih lebar.&nbsp; Jika tidak mendapatkan karpet yang cukup panjang, jahitlah beberapa karpet untuk menyatukannya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":448,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[119,136],"tags":[364,365,363],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/447"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=447"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/447\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":449,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/447\/revisions\/449"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=447"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=447"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=447"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}