{"id":616,"date":"2022-11-16T08:09:57","date_gmt":"2022-11-16T08:09:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=616"},"modified":"2022-11-16T08:10:01","modified_gmt":"2022-11-16T08:10:01","slug":"indoor-dan-outdoor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/indoor-dan-outdoor\/","title":{"rendered":"Bagaimana Cara Menciptakan Hubungan Indoor dan Outdoor"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Menciptakan aliran yang \u2018lembut\u2019. <\/strong>Pintu berporos (<em>pivot door<\/em>)&nbsp; dapat menjadi pintu masuk yang <em>\u2018<\/em>keren\u2019, ditambah lagi dengan tidak adanya perbedaan ketinggian lantai yang mencolok antara <em>indoor<\/em> dan <em>outdoor<\/em>. Komposisi ini semakin mempererat hubungan keduanya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/indoor-dan-outdoor-1024x683.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-617\" srcset=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/indoor-dan-outdoor-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/indoor-dan-outdoor-300x200.jpeg 300w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/indoor-dan-outdoor-768x512.jpeg 768w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/indoor-dan-outdoor.jpeg 1500w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/si-house\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/arsitagx-master-article\/article-photo\/7\/gbr-2-S-I-House.jpeg\" alt=\"\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/si-house\"><em>Indoor dan outdoor diperjelas dengan adanya perbedaan material lantai, namun dihubungkan dengan tinggi lantai yang sama pada S + I House karya DP + HS Architects (sumber : arsitag.com)<\/em><\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Bahan kaca dipakai pada pintu masuk utama dan kanopi pada <em>outdoor.<\/em> Pintu gerbang dan taman kecil sebagai bagian <em>outdoor<\/em> dihubungkan dengan teras yang <em>semi-indoor<\/em> dengan jalan setapak dari blok beton.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tambahkan jendela sudut. <\/strong>Jangan terpaku pada pemikiran bahwa ruang harus dibatasi oleh dinding batu. Bagian pojok ruang antara dua dinding bisa dihubungkan dengan jendela sudut.&nbsp;Pemandangan <em>outdoor<\/em> yang disajikan dari jendela sudut ini akan menjadi pusat perhatian untuk ruang <em>indoor<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/revahouse\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/arsitagx-master-article\/article-photo\/7\/gbr-3.png\" alt=\"\"\/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/revahouse\"><em>Pemandangan taman bermain yang diperlihatkan dari jendela sudut di kamar tidur anak Reva House karya Revano Satria (sumber : arsitag.com)<\/em><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Buatlah akses masuk dari taman.<\/strong> Jalan setapak dan tangga bisa dibuat dari batu alam yang menghubungkan taman dan kolam dengan ruang keluarga dan ruang tamu. Ruang tidak perlu selalu dibatasi dinding masif. Tirai bambu (kerei) juga bisa menjadi pembatas yang sekaligus menghubungkan ruang dengan taman di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/villa-indah-manis-bali\"><em>Villa Indah Manis Bali, Indonesia karya Agung Budhi Raharsa (sumber : arsitag.com)<\/em> &nbsp;<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Material dan warna lantai <em>indoor<\/em> bisa memakai material dengan warna yang sama atau pun senada dengan <em>outdoor<\/em>, untuk semakin mempererat koneksi keduanya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sediakan taman kecil untuk kamar mandi. <\/strong>&nbsp;Tidak perlu taman berukuran besar untuk menciptakan sensasi taman untuk ruang di dalam rumah. Di dalam kamar mandi bisa ditempatkan tanaman dalam pot kecil atau bunga potong dalam vas.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/rumah-sudut\"><em>Rumah Sudut karya Lewin Nuramin Widjaja (sumber : arsitag.com)<\/em><\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Di bagian luar bisa diletakkan tanaman atau rumpun pohon yang agak tinggi untuk tetap menjaga privasi, namun tetap memberikan pemandangan hijau yang menyejukkan. &nbsp;Untuk menambah privasi, bisa ditambahkan tirai pada jendela.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Buatlah kanopi untuk <em>outdoor<\/em><\/strong><strong>.&nbsp;<\/strong>Kanopi memberi perlindungan untuk bagian <em>outdoor<\/em> yang terhubung dengan <em>indoor<\/em>. Kanopi tanpa dinding masif menjadi koneksi yang baik antara <em>indoor<\/em> dan <em>outdoor<\/em>, juga memberikan kenyamanan di saat hari hujan maupun matahari sangat terik.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/rumah-miring\"><em>Carport Rumah Miring karya Andyrachman Architect (sumber : arsitag.com)<\/em><\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Berikan pemandangan untuk area aktivitas.<\/strong>&nbsp;Ruang kerja di rumah, ruang belajar, dapur, bahkan&nbsp; ruang <em>gym <\/em>&nbsp;memerlukan pemandangan untuk menambah semangat dalam beraktivitas.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/an-opulent-modern-tropical\"><em>Ruang gym dengan pemandangan kolam renang dan taman karya Iwan Sastrawiguna (sumber : arsitag.com)<\/em><\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Di mana pun lokasi rumah berada, pastilah ada pemandangan yang bisa dimanfaatkan untuk \u2018menghidupkan\u2019 ruang. Kalau pun tidak ada, ciptakanlah taman kecil dalam pot atau pun pada dinding.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rancanglah ruang keluarga dengan pintu dan jendela. <\/strong>Manfaatkanlah sifat kaca yang tembus pandang untuk membawa keindahan <em>outdoor<\/em> ke dalam <em>indoor<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/revahouse\"><em>Dinding kaca dan pintu kaca pada Reva House karya Revano Satria (sumber : arsitag.com)<\/em><\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Dinding kaca tidak hanya untuk toko-toko di pusat perbelanjaan. Rumah dengan dinding kaca akan \u2018meniadakan\u2018 batasan antara area dalam dan area luar rumah, memberikan <em>view<\/em>&nbsp; yang maksimal dari keindahan ruang luar, dan membawa semangat untuk penghuni rumah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Hilangkan dinding pembatas. <\/strong>Bukaan di seluruh sisi rumah mulai dari lantai sampai langit-langit dengan pintu kaca lipat akan memberikan efek positif bagi ruang di dalam rumah. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kesegaran udara dan keceriaan dari kehangatan sinar matahari pagi, keindahan cahaya bulan, kerlap-kerlip bintang, serta gemerlap lampu di malam hari, pastilah membuat keseharian penghuni rumah menjadi berkesan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Harmonisasikan elemen indoor dan outdoor. <\/strong>Manfaatkan semua elemen arsitektural mulai dari garis, material, warna, serta pencahayaan untuk mempererat hubungan antara <em>indoor<\/em> dan <em>outdoor<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/arsitagx-master-article\/article-photo\/7\/gbr-10.jpg\" alt=\"\"\/><figcaption><em>Pintu masuk dengan desain tiang kontemporer dan tangga diapit bambu air (sumber : madebymood.com)<\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Rancanglah kesan ruang di dalam rumah yang tidak terbatas oleh dinding.&nbsp; Ciptakanlah hubungan dengan <em>outdoor<\/em> untuk mendapatkan kelegaan dan kenyamanan untuk setiap ruang di dalam rumah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menciptakan aliran yang \u2018lembut\u2019. Pintu berporos (pivot door)&nbsp; dapat menjadi pintu masuk yang \u2018keren\u2019, ditambah lagi dengan tidak adanya perbedaan ketinggian lantai yang mencolok antara indoor dan outdoor. Komposisi ini semakin mempererat hubungan keduanya. Indoor dan outdoor diperjelas dengan adanya perbedaan material lantai, namun dihubungkan dengan tinggi lantai yang sama pada S + I House [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":617,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[300],"tags":[469,470],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/616"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=616"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/616\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":618,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/616\/revisions\/618"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/617"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=616"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=616"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=616"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}