{"id":647,"date":"2022-11-17T09:25:38","date_gmt":"2022-11-17T09:25:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=647"},"modified":"2022-11-17T09:25:42","modified_gmt":"2022-11-17T09:25:42","slug":"coffee-shop-suasana-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/coffee-shop-suasana-jepang\/","title":{"rendered":"Desain Coffee Shop dengan Suasana Jepang yang Super Kawaii"},"content":{"rendered":"\n<p>Interior ala Jepang sangat diminati di berbagai belahan dunia. Tidak hanya untuk hunian, desain kafe lucu ala Jepang juga semakin banyak diadopsi di tanah air, termasuk <em>coffee shop<\/em>. Karena desainnya yang simpel, <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/desain\">desain<\/a> kafe kopi gaya Jepang terbilang cukup mudah ditemukan, terutama pada kafe-kafe mungil. Salah satunya bisa Anda lihat dari desain <em>coffee shop<\/em> Kopi Konnichiwa.<\/p>\n\n\n\n<p>Berlokasi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Kopi Konnichiwa didesain oleh <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/asn-desain-indonesia\">ASN Desain Indonesia.<\/a> Dengan bangunan yang berukuran kecil, sang desainer berusaha membagi <em>space<\/em> tanpa membuatnya terlihat sumpek.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_33_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1'><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/coffee-shop-suasana-jepang\/#Dominasi_Warna_Netral_dengan_Sentuhan_Alami\" title=\"Dominasi Warna Netral dengan Sentuhan Alami \">Dominasi Warna Netral dengan Sentuhan Alami <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/coffee-shop-suasana-jepang\/#Menggunakan_Biru_sebagai_Highlight\" title=\"Menggunakan Biru sebagai Highlight \">Menggunakan Biru sebagai Highlight <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/coffee-shop-suasana-jepang\/#Lantai_Kedua_dengan_Konsep_Mezanin\" title=\"Lantai Kedua dengan Konsep Mezanin \">Lantai Kedua dengan Konsep Mezanin <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/coffee-shop-suasana-jepang\/#Zen_Garden_Mini\" title=\"Zen Garden Mini \">Zen Garden Mini <\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dominasi_Warna_Netral_dengan_Sentuhan_Alami\"><\/span><strong>Dominasi Warna Netral dengan Sentuhan Alami<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/830\/kafe-kopi-gaya-jepang-1.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Warna dan komponen alami yang dominan, interior karya ASN Desain Indonesia, via <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/kopi-konnichiwa-3\">arsitag.com<\/a><\/em><br><\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu ciri khas desain interior Jepang yang bisa dengan mudah dikenali adalah penggunakan material kayu. Hal ini juga bisa ditemukan di Kopi Konnichiwa. Saat masuk, Anda akan disambut dengan warna-warna kayu yang khas. Selain <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/produk\/dekorasi-rumah\">dekorasi<\/a>, perabotan juga didominasi oleh material kayu. Sebuah ranting kayu yang sudah mati sengaja ditempatkan di tengah sebagai dekorasi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/830\/kafe-kopi-gaya-jepang-2.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Suasana nyaman di dalam kafe karya ASN Desain Indonesia, via <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/kopi-konnichiwa-3\">arsitag.com<\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Meja kayu yang menjadi bagian utama kafe tampak memanjang dari bagian depan ke arah belakang. Bang-bangku bulat dengan warna senada kayu siap menyambut tamu. Kalau ingin yang lebih privat, pelanggan bisa memilih duduk di deretan bangku pada sisi kiri kafe yang menghadap ke dinding.<br><\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>Baca juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/desain-coffeeshop-industrial-minimalis-kekinian-ala-studio-kota-architecture?utm_source=arsitagarticle&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=arsitagarticle\">Desain Coffeeshop Industrial Minimalis Kekinian Ala Studio Kota Architecture<\/a><\/strong><\/em><br><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menggunakan_Biru_sebagai_Highlight\"><\/span><strong>Menggunakan Biru sebagai <em>Highlight<\/em><\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/830\/kafe-kopi-gaya-jepang-3.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Percikan warna biru yang menyegarkan suasana, karya ASN Desain Indonesia, via <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/kopi-konnichiwa-3\">arsitag.com<\/a><\/em><br><\/p>\n\n\n\n<p>Banyak desainer yang menggunakan warna-warna alami dan netral adakalanya gagal menciptakan desain yang menarik. Untuk menyiasatinya, ASN Desain Indonesia sengaja menggunakan percikan warna biru terang yang akan langsung terlihat saat tamu memasuki kafe. Keberadaan warna biru tidak hanya membuat ruangan <em>coffee shop<\/em> kekinian ini menjadi lebih <em>fresh<\/em>, tetapi juga terlihat lebih modern.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lantai_Kedua_dengan_Konsep_Mezanin\"><\/span><strong>Lantai Kedua dengan Konsep Mezanin<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/830\/kafe-kopi-gaya-jepang-4.jpeg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Tangga menuju area mezanin, karya ASN Desain Indonesia, via <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/kopi-konnichiwa-3\">arsitag.com<\/a><\/em><br><\/p>\n\n\n\n<p>Mezanin sudah sejak lama digunakan oleh para pemilik rumah yang kekurangan lahan tetapi butuh lebih banyak ruang. Bagi Anda yang punya dana mencukupi, mendirikan bangunan dua lantai mungkin adalah solusi. Namun, kalau bujet Anda terbatas, mezanin adalah opsi yang cukup efektif diterapkan jika Anda kekurangan ruang.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsep meninggikan lantai ke langit-langit untuk memberikan ruang kosong pada bagian bawahnya ini juga diterapkan oleh ASN Desain Indonesia di Kopi Konnichiwa. Dengan menggunakan pagar pembatas berwarna hitam, pengunjung yang berada di atas mezanin akan disuguhi pemandangan dari dalam dan luar kafe sekaligus.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk sampai ke atas mezanin, sebuah tangga dengan material kayu dipasang pada salah satu sisi kafe. Pot-pot berisi tanaman hijau di bawah tangga akan menjadi penyegar suasana yang akan menemani Anda bersantai di kafe mungil ini.<br><\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/nikmatnya-ngopi-di-kafe-unik-di-tengah-indahnya-belantara-alam?utm_source=arsitagarticle&amp;utm_medium=social&amp;utm_campaign=arsitagarticle\">Nikmatnya Ngopi di Kafe Unik di Tengah Indahnya Belantara Alam<\/a><\/strong><\/em><br><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Zen_Garden_Mini\"><\/span><strong><em>Zen Garden<\/em> Mini<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/830\/kafe-kopi-gaya-jepang-5.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Zen garden mini, desain coffee shop karya ASN Desain Indonesia, via <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/kopi-konnichiwa-3\">arsitag.com<\/a><\/em><br><\/p>\n\n\n\n<p>Satu lagi ciri khas Jepang yang tidak boleh Anda lewatkan dari <em>coffee shop<\/em> unik ini adalah <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/8-desain-taman-ala-zen-garden-jepang-untuk-rumah-minimalis-anda\"><em>zen garden<\/em><\/a> mini yang berada di lantai mezanin. Sebuah bak yang diisi pasir lengkap dengan batu-batuan di tengahnya akan membawa Anda pada nuansa ala Jepang yang sesungguhnya. Di bagian ini, Anda tidak akan menemukan kursi. Hanya ada meja yang dipasang menempel ke dinding karena memang area ini didesain untuk tempat duduk lesehan ala Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah membaca ulasan dari Kopi Konnichiwa, apakah Anda semakin tertarik dengan desain <em>coffee shop<\/em> ala Jepang? Untuk melihat langsung suasananya, Anda dapat langsung mengunjunginya. Siapa tahu, Anda jadi terinspirasi untuk menerapkan desain serupa ke kafe atau hunian milik Anda.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Interior ala Jepang sangat diminati di berbagai belahan dunia. Tidak hanya untuk hunian, desain kafe lucu ala Jepang juga semakin banyak diadopsi di tanah air, termasuk coffee shop. Karena desainnya yang simpel, desain kafe kopi gaya Jepang terbilang cukup mudah ditemukan, terutama pada kafe-kafe mungil. Salah satunya bisa Anda lihat dari desain coffee shop Kopi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":648,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[252,273],"tags":[504,506,505],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/647"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=647"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/647\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":649,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/647\/revisions\/649"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/648"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=647"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=647"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=647"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}