{"id":658,"date":"2022-11-17T09:58:28","date_gmt":"2022-11-17T09:58:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=658"},"modified":"2022-11-17T09:58:31","modified_gmt":"2022-11-17T09:58:31","slug":"dapur-shabby-chic-mungil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/dapur-shabby-chic-mungil\/","title":{"rendered":"Desain Dapur Shabby Chic Mungil Bernuansa Vintage Nan Cantik"},"content":{"rendered":"\n<p>Jika Anda menyukai gaya-gaya <em>vintage<\/em>, klasik, dan tidak biasa, Anda mungkin pernah mendengar mengenai <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/desain-shabby-chic-yang-elegan-dan-feminin\"><em>shabby chic<\/em><\/a>. Gaya interior ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1980-an. Saat itu, istilah <em>shabby chic<\/em> diciptakan pertama kali oleh desainer Rachel Ashwell untuk menggambarkan gaya dekorasinya yang khas. Dia akhirnya menjadikan <em>shabby chic<\/em> sebagai merek dagang tersendiri. Dalam gaya <em>shabby chic<\/em>, warna putih dan krem sering kali dipadukan dengan material kayu alami untuk kesan yang elegan.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Shabby chic<\/em> lebih dari sekadar gaya dalam spektrum dekorasi. Bagi para pencintanya, gaya ini adalah sebuah filosofi di mana Anda menggunakan dekorasi yang nyaman dan praktis. Inti dari <em>shabby chic<\/em> adalah menghindari konsumerisme. Tak heran, jika Anda akan banyak menemukan elemen tua yang jadul termasuk dalam desain dapur <em>shabby chic.<\/em> Simak beberapa contohnya dalam kompilasi desain dapur <em>vintage<\/em> dan cantik berikut ini!<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_33_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1'><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/dapur-shabby-chic-mungil\/#Dapur_Klasik_dengan_Sentuhan_Material_Kayu\" title=\"Dapur Klasik dengan Sentuhan Material Kayu \">Dapur Klasik dengan Sentuhan Material Kayu <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/dapur-shabby-chic-mungil\/#Dapur_dengan_Rak_Bergaya_Vintage\" title=\"Dapur dengan Rak Bergaya Vintage \">Dapur dengan Rak Bergaya Vintage <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/dapur-shabby-chic-mungil\/#Dapur_Shabby_Chic_dengan_Bata_Ekspos\" title=\"Dapur Shabby Chic dengan Bata Ekspos \">Dapur Shabby Chic dengan Bata Ekspos <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/dapur-shabby-chic-mungil\/#Dapur_dengan_Dinding_Lusuh_yang_Estetik\" title=\"Dapur dengan Dinding Lusuh yang Estetik \">Dapur dengan Dinding Lusuh yang Estetik <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/dapur-shabby-chic-mungil\/#Dapur_Antik_dengan_Elemen_Fabric_Klasik\" title=\"Dapur Antik dengan Elemen Fabric Klasik \">Dapur Antik dengan Elemen Fabric Klasik <\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dapur_Klasik_dengan_Sentuhan_Material_Kayu\"><\/span><strong>Dapur Klasik dengan Sentuhan Material Kayu<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/1040\/dapur-shabby-chic-1.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain dapur dengan rak kayu shabby chic, foto Edgar Castrejon, via unsplash.com<\/em><br><\/p>\n\n\n\n<p>Desain <em>shabby chic<\/em> identik dengan penggunaan material kayu yang telanjang dan dibiarkan apa adanya. Di dapur ini, rak-rak kayu yang kental dengan kesan <em>shabby chic<\/em> menghiasi dapur bernuansa putih. Perlengkapan makan bergaya klasik mendukung tampilan keseluruhan <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/ide-kreatif-desain-backsplash-dapur-yang-unik-dan-cantik\">desain dapur cantik<\/a> ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dapur_dengan_Rak_Bergaya_Vintage\"><\/span><strong>Dapur dengan Rak Bergaya <em>Vintage<\/em><\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/1040\/dapur-shabby-chic-2.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Lemari vintage nan cantik, foto Annie Spratt, via unsplash.com<\/em><br><\/p>\n\n\n\n<p>Selain warna putih, Anda tentu saja tetap boleh memasukkan unsur yang lebih gelap ke dalam dapur <em>shabby chic<\/em> Anda. Salah satunya dengan menggunakan lemari tua bergaya <em>vintage<\/em>. Meski warnanya hitam, namun keberadaan lemari ini justru meningkatkan kesan klasik yang estetik di dalam dapur <em>vintage<\/em>.<br><\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>Baca juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/6-tips-meng-upgrade-dapur-rumah-untuk-anda-yang-mulai-sering-masak-di-rumah\">6 Tips Meng-Upgrade Dapur Rumah untuk Anda yang Mulai Sering Masak di Rumah<\/a><\/strong><\/em><br><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dapur_Shabby_Chic_dengan_Bata_Ekspos\"><\/span><strong>Dapur <em>Shabby Chic<\/em> dengan Bata Ekspos<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/1040\/dapur-shabby-chic-3.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Dinding bata ekspos dengan sentuhan vintage, foto Charlotte May, via pexels.com<\/em><br><\/p>\n\n\n\n<p>Selama ini, bata ekspos selalu identik dengan gaya industrial. Namun, ternyata Anda pun bisa mengaplikasikannya dalam dapur bergaya <em>shabby chic<\/em>. Dalam desain dapur dan ruang makan <em>shabby chic<\/em> di atas misalnya, sang desainer memadukan banyak elemen kayu dengan bata ekspos yang unik. Dipadukan dengan beberapa aksesoris bergaya <em>vintage<\/em>, dapur ini mungkin adalah gaya yang Anda cari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dapur_dengan_Dinding_Lusuh_yang_Estetik\"><\/span><strong>Dapur dengan Dinding Lusuh yang Estetik<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/1040\/dapur-shabby-chic-4.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Dapur shabby chic dengan sentuhan kayu yang terkesan lusuh, foto Lara, via pexels.com<\/em><br><\/p>\n\n\n\n<p>Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, gaya <em>shabby chic<\/em> adalah tentang bagaimana sang desainer memanfaatkan barang-barang lama. Pemanfaatan barang-barang lama inilah yang kerap membuat desain dengan gaya <em>shabby chic<\/em> terkesan kumuh. Akan tetapi, ketika ditata dengan baik dan dipadukan dengan berbagai elemen tambahan, dapur akan tampil estetik seperti gaya <em>shabby chic<\/em> yang Anda impikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Desain dapur di atas misalnya, menggunakan perabotan dan <em>background<\/em> yang tampak sudah tua dan bernuansa dapur <em>rustic<\/em>. Berkat keberadaan beberapa perabotan yang baru, nuansa di dalamnya semakin terasa menyenangkan.<br><\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>Baca juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/kreasi-rak-dapur-lucu-untuk-rumah-mungil-kesayangan-anda\">Kreasi Desain Rak Dapur Lucu untuk Rumah Mungil Kesayangan Anda<\/a><\/strong><\/em><br><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dapur_Antik_dengan_Elemen_Fabric_Klasik\"><\/span><strong>Dapur Antik dengan Elemen <em>Fabric<\/em> Klasik<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/1040\/dapur-shabby-chic-5.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Dapur vintage yang syahdu, foto Radek Grzybowski, via unsplash.com<\/em><br><\/p>\n\n\n\n<p>Kalau Anda punya kain yang berasal dari rumah nenek, kesan tua dan klasik pasti akan langsung terasa saat melihatnya. Menghadirkan elemen semacam ini ke dalam dapur ampuh memberikan nuansa <em>shabby chic <\/em>tersendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Desain dapur di atas misalnya, menampilkan gaya <em>vintage<\/em> yang kental dengan beberapa lembar kain jadul sebagai dekorasi. Desainnya benar-benar jadi impian banyak orang yang menginginkan dapur klasik nan syahdu.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah beberapa inspirasi dapur <em>shabby chic<\/em> dengan <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/6-desain-interior-rumah-vintage-yang-unik-dan-menawan-1\">nuansa <em>vintage<\/em><\/a> yang sedap dipandang mata. Tertarik menggunakan salah satunya sebagai contoh?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika Anda menyukai gaya-gaya vintage, klasik, dan tidak biasa, Anda mungkin pernah mendengar mengenai shabby chic. Gaya interior ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1980-an. Saat itu, istilah shabby chic diciptakan pertama kali oleh desainer Rachel Ashwell untuk menggambarkan gaya dekorasinya yang khas. Dia akhirnya menjadikan shabby chic sebagai merek dagang tersendiri. Dalam gaya shabby [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":659,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[185,186],"tags":[512,514,513],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/658"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=658"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/658\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":660,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/658\/revisions\/660"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/659"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=658"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=658"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=658"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}