{"id":743,"date":"2022-11-24T08:24:54","date_gmt":"2022-11-24T08:24:54","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=743"},"modified":"2022-11-24T08:24:58","modified_gmt":"2022-11-24T08:24:58","slug":"desain-interior-salon-kecil-minimalis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-interior-salon-kecil-minimalis\/","title":{"rendered":"Desain Interior Nail Salon Kecil Minimalis yang Super Cantik"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam industri apa pun, desain interior menjadi bagian yang sangat penting saat ini. Demi tampil <em>stand-out<\/em>, berbagai bisnis lebih berani menampilkan desain elegan yang berbeda dari yang lain. Salah satu contoh yang akan dibahas dalam artikel ini adalah desain interior salon <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/two-cents\">Project Two Cents<\/a> yang dikerjakan oleh Co+In Collaborative Lab.<\/p>\n\n\n\n<p>Salon kuku dengan desain interior feminin yang khas ini berada di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Menampilkan detail yang kaya, seperti apa suasana di dalam salon dan apa yang membuatnya berbeda dibanding salon-salon lain yang ada di ibu kota?<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_33_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1'><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-interior-salon-kecil-minimalis\/#Lepas_dari_Stereotip_Salon_Kecantikan_Ala_Ibu_Kota\" title=\"Lepas dari Stereotip Salon Kecantikan Ala Ibu Kota \">Lepas dari Stereotip Salon Kecantikan Ala Ibu Kota <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-interior-salon-kecil-minimalis\/#Tetap_Menampilkan_Kesan_Feminin\" title=\"Tetap Menampilkan Kesan Feminin \">Tetap Menampilkan Kesan Feminin <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-interior-salon-kecil-minimalis\/#Interior_Chic_dengan_Kayu_dan_Logam_untuk_Finishing\" title=\"Interior Chic dengan Kayu dan Logam untuk Finishing \">Interior Chic dengan Kayu dan Logam untuk Finishing <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-interior-salon-kecil-minimalis\/#Warna-warna_Netral_Pancarkan_Kesan_Elegan\" title=\"Warna-warna Netral Pancarkan Kesan Elegan \">Warna-warna Netral Pancarkan Kesan Elegan <\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lepas_dari_Stereotip_Salon_Kecantikan_Ala_Ibu_Kota\"><\/span><strong>Lepas dari Stereotip Salon Kecantikan Ala Ibu Kota<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/1007\/desain-nail-salon-1.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Menghadirkan nuansa salon yang berbeda, karya Co+In Collaborative Lab, via <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/two-cents\">arsitag.com<\/a><\/em><br><\/p>\n\n\n\n<p>Setiap mengunjungi salon kecantikan, Anda mungkin akan menangkap kesan yang mirip satu sama lain. Lewat Two Cents Project ini, Co+In Collaborative Lab ingin mendobrak stereotip tersebut dengan menghadirkan suasana yang lebih kalem dengan kafe di dalamnya. Sebagai tempat yang berada di kawasan paling ramai di ibu kota, Two Cents adalah tempat yang menawarkan ketenangan bagi para pengunjungnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ide utama yang ingin diusung oleh Co+In Collaborative Lab adalah tentang bagaimana menghargai hal-hal kecil yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Tak heran, jika di dalam <em>nail salon<\/em> Jakarta ini Anda akan menemukan banyak sekali detail dan elemen desain dalam ruang termasuk bentuk, grafik, bahkan <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/punya-kata-kata-mutiara-favorit-coba-pajang-di-dinding-seperti-ini\">kalimat-kalimat kutipan.<\/a><br><\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>Baca juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/desain-tempat-waxing-kekinian-waxhaus\">Desain Tempat Waxing Kekinian yang Fresh dan Cozy<\/a><\/strong><\/em><br><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tetap_Menampilkan_Kesan_Feminin\"><\/span><strong>Tetap Menampilkan Kesan Feminin<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/1007\/desain-nail-salon-2.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Fitur lengkung di berbagai bagian ruangan sebagai representasi dari kuku, karya Co+In Collaborative Lab, via <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/two-cents\">arsitag.com<\/a><\/em><br><\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai tempat yang jadi tujuan para wanita untuk mempercantik kukunya, desain interior di Two Cents Project tentu tetap menampilkan kesan yang manis. Struktur lengkung berulang kali digunakan untuk mewakili bentuk kuku, sekaligus menonjolkan fitur feminin pada setiap ruangan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/1007\/desain-nail-salon-3.jpeg\" alt=\"\"\/><figcaption><em>Pembatas untuk masing-masing area treatment, karya Co+In Collaborative Lab, via <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/two-cents\">arsitag.com<\/a><\/em><br><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Pembatas kaca dipasang untuk memisahkan area manikur dengan pedikur. Sementara, untuk suasana yang lebih privat, area pemasangan bulu mata sengaja dibuat terpisah. Sentuhan warna <em>pink<\/em> yang muncul di beberapa bagian ruangan seolah mempertegas kesan feminin dari salon ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Interior_Chic_dengan_Kayu_dan_Logam_untuk_Finishing\"><\/span><strong>Interior <em>Chic<\/em> dengan Kayu dan Logam untuk <em>Finishing<\/em><\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/1007\/desain-nail-salon-4.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Sentuhan akhir dari material kayu dan logam, ciptakan kesan hangat, karya Co+In Collaborative Lab, via <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/two-cents\">arsitag.com<\/a><\/em><br><\/p>\n\n\n\n<p>Koherensi dari semua komponen desain terlihat dari nuansa <em>chic<\/em> yang dihadirkan. Sentuhan akhir dengan menggunakan material kayu dan logam membangkitkan nuansa hangat. Sang desainer sendiri menggunakan bahan-bahan tersebut dengan memasukkannya ke berbagai elemen desain.<\/p>\n\n\n\n<p>Mulai dari partisi khusus, perabotan, kaki-kaki kursi, dan berbagai komponen lain yang membuat suasana interior menjadi semakin kaya.<br><\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>Baca juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/desain-butik-kontemporer-beton-ekspos\">Desain Butik Kontemporer dengan Tekstur Beton Ekspos Kekinian<\/a><\/strong><\/em><br><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Warna-warna_Netral_Pancarkan_Kesan_Elegan\"><\/span><strong>Warna-warna Netral Pancarkan Kesan Elegan<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/1007\/desain-nail-salon-5.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Penggunaan warna netral sebagai warna utama berikan kesan elegan, karya Co+In Collaborative Lab, via <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/two-cents\">arsitag.com<\/a><\/em><br><\/p>\n\n\n\n<p>Jika material kayu dan logam dimasukkan untuk sentuhan akhir, ada lagi yang tidak boleh dilewatkan. Yakni, peran warna-warna dasar yang menyusun salon ini. Untuk memancarkan kesan simpel namun elegan, warna-warna monokrom tampil mendominasi. Sebut saja dinding yang berwarna putih, lantai dan kursi dengan warna abu-abu, dan pintu serta <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/bagaimana-cara-kreatif-memajang-foto-sebagai-dekorasi-interior-rumah\">bingkai-bingkai foto<\/a> yang menghadirkan warna hitam.<\/p>\n\n\n\n<p>Perpaduannya dengan berbagai komponen termasuk dekorasi dan pajangan membuat Two Cents Project tampil begitu cantik. Membuat siapa pun merasa ingin singgah, baik untuk mempercantik diri atau sekadar duduk di kafenya sembari mengobrol dengan teman dekat. Tertarik berkunjung?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam industri apa pun, desain interior menjadi bagian yang sangat penting saat ini. Demi tampil stand-out, berbagai bisnis lebih berani menampilkan desain elegan yang berbeda dari yang lain. Salah satu contoh yang akan dibahas dalam artikel ini adalah desain interior salon Project Two Cents yang dikerjakan oleh Co+In Collaborative Lab. Salon kuku dengan desain interior [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":745,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[273,264],"tags":[555,554,556],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/743"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=743"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/743\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":746,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/743\/revisions\/746"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/745"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=743"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=743"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=743"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}