{"id":891,"date":"2022-12-15T07:39:57","date_gmt":"2022-12-15T07:39:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=891"},"modified":"2023-08-08T03:46:07","modified_gmt":"2023-08-08T03:46:07","slug":"pagar-batu-alam-templek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/pagar-batu-alam-templek\/","title":{"rendered":"Desain Pagar Batu Alam Minimalis yang Tampil Kokoh dan Adem"},"content":{"rendered":"\n<p>Pagar merupakan bagian dari rumah yang tidak hanya berfungsi sebagai pembatas dan pengaman, tetapi juga sebagai elemen estetika. Oleh karenanya, ada banyak pilihan bentuk dan jenis pagar dari berbagai bahan, termasuk batu alam. Ya, <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/batu-alam-sebagai-bahan-bangunan\">batu alam sudah lama dikenal sebagai elemen bangunan<\/a>. Memiliki peminatnya sendiri, pemanfaatan batu alam sebagai pagar memberikan kesan tersendiri pada tampilan rumah secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tampilan kokoh dan kuat dari batu alam menjadi daya tarik yang cocok untuk berbagai model rumah. Tampilan naturalnya juga memberi kesan adem yang khas. Menariknya, ada banyak jenis material batu alam yang bisa menjadi pilihan, seperti batu andesit, batu paras, batu candi, batu andaman, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, jika Anda tertarik untuk menggunakan batu alam sebagai elemen pagar, berikut beberapa ide desain pagar batu alam minimalis yang akan memberi tampilan kokoh dan adem.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_33_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1'><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/pagar-batu-alam-templek\/#1_Ide_warna_dengan_batu_alam\" title=\"1. Ide warna dengan batu alam \">1. Ide warna dengan batu alam <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/pagar-batu-alam-templek\/#2_Bercorak_dengan_batu_templek\" title=\"2. Bercorak dengan batu templek \">2. Bercorak dengan batu templek <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/pagar-batu-alam-templek\/#3_Kesan_alami_yang_kokoh\" title=\"3. Kesan alami yang kokoh \">3. Kesan alami yang kokoh <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/pagar-batu-alam-templek\/#4_Minimalis_dengan_batu_alam_putih\" title=\"4. Minimalis dengan batu alam putih \">4. Minimalis dengan batu alam putih <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/pagar-batu-alam-templek\/#5_Batu_andesit_yang_gagah\" title=\"5. Batu andesit yang gagah \">5. Batu andesit yang gagah <\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/pagar-batu-alam-templek\/#6_Kreasi_desain_pagar_dengan_batu_templek\" title=\"6. Kreasi desain pagar dengan batu templek \">6. Kreasi desain pagar dengan batu templek <\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Ide_warna_dengan_batu_alam\"><\/span><strong>1. Ide warna dengan batu alam<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/1076\/pagar-batu-alam-minimalis-1.jpeg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain rumah karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/dphs-architects\"><em>DP+HS Architects<\/em><\/a><em>,<\/em> <em>via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/si-house\/photo\/12027\/photo\/12027\"><em>arsitag.com<\/em><\/a><br><\/p>\n\n\n\n<p>Batu alam tidak selalu identik dengan warna hitam atau abu. Beberapa jenis batu alam memiliki warna lain yang tak kalah menarik seperti warna oranye, <em>pink<\/em>, merah, hingga kehijauan. <a href=\"https:\/\/artikel.rumah123.com\/jenis-jenis-batu-alam-yang-bagus-untuk-dinding-rumah-55911\">Beberapa jenis batu alam<\/a> yang dimaksud ialah seperti batu palimanan, batu sabak, dan koral. Batu alam yang berwarna seperti ini bisa menjadi pilihan tepat agar pagar rumah terlihat lebih hidup dan tentunya menyesuaikan dengan kesan yang ingin dihadirkan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Bercorak_dengan_batu_templek\"><\/span><strong>2. Bercorak dengan batu templek<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/1076\/pagar-batu-alam-minimalis-2.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain exterior residential karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/han-awal-partners\"><em>Han Awal &amp; Partners<\/em><\/a><em>,<\/em> <em>via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/rumah-tinggal-di-hang-tuah\/photo\/15390\"><em>arsitag.com<\/em><\/a><br><\/p>\n\n\n\n<p>Batu templek kerap dijadikan pilihan para arsitek untuk menambah estetika dinding. Keunikan dari pilihan batu ini ialah bentuknya yang tidak beraturan sehingga penyusunannya butuh teknik khusus. Hal ini menjadikan pengaplikasian batu templek akan membuat dinding pagar terlihat natural nan menarik mata.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, untuk memberi keunikan yang lebih lagi, Anda bisa mencontoh ide desain karya Han Awal &amp; Partners di atas. Batu templek dipilih dengan beberapa warna sehingga ketika disatukan membentuk corak yang khas. Konsep pagar batu alam minimalis seperti ini sangat cocok untuk rumah bergaya tradisional hingga <a href=\"https:\/\/hot.liputan6.com\/read\/4849320\/kontemporer-adalah-berkaitan-dengan-masa-kini-pahami-penggunaannya-dalam-seni\">kontemporer<\/a>.<br><\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>Baca juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/desain-pagar-rumah-mewah-minimalis-modern\">Ide Desain Pagar Rumah Mewah Minimalis Modern Super Keren<\/a><\/strong><\/em><br><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kesan_alami_yang_kokoh\"><\/span><strong>3. Kesan alami yang kokoh<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/1076\/pagar-batu-alam-minimalis-3.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain rumah karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/hbarsitekplus\"><em>HbArsitekPlus<\/em><\/a><em>,<\/em> <em>via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/sagan-house-1\/photo\/10761\"><em>arsitag.com<\/em><\/a><br><\/p>\n\n\n\n<p>Susunan batu alam yang membentuk <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/desain-pagar-tembok-minimalis-estetis\">dinding pagar minimalis<\/a> seperti pada foto di atas memang sangat cantik. Susunan batu alam dengan permukaan yang tidak rata tersebut &nbsp;juga memberi kesan kokoh dan kuat. Namun begitu, kesan sejuk juga bisa dirasakan karena tampilan naturalnya. Salah satu jenis batu alam yang bisa disusun seperti ini ialah andesit. Keunggulan dari batu alam andesit sendiri ialah tahan cuaca dan tidak mudah berlumut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Minimalis_dengan_batu_alam_putih\"><\/span><strong>4. Minimalis dengan batu alam putih<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/1076\/pagar-batu-alam-minimalis-4.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain pagar batu alam<\/em> <em>karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/fine-team-studio\"><em>Fine Team Studio<\/em><\/a><em>,<\/em> <em>via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/permata-mediterania-residence\/photo\/34209\/photo\/34209\"><em>arsitag.com<\/em><\/a><br><\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda menginginkan pagar berwarna putih untuk desain minimalis pada hunian, batu alam juga bisa menjadi elemen pengisinya. Jenis batu alam yang memiliki warna cenderung putih ialah batu paras dan paliaman. Meskipun tidak sepenuhnya putih, namun justru ini akan membuat tampilan pagar lebih terkesan alami. Tekstur kasar pada batu juga akan membuat desain minimalis menjadi lebih atraktif.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Batu_andesit_yang_gagah\"><\/span><strong>5. Batu andesit yang gagah<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/1076\/pagar-batu-alam-minimalis-5.jpeg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain exterior rumah karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/design-intervention\"><em>Design Intervention<\/em><\/a><em>,<\/em> <em>via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/taman-ratu-house\/photo\/2540\"><em>arsitag.com<\/em><\/a><br><\/p>\n\n\n\n<p>Kesan gagah, kuat, dan kokoh sangat identik dengan batu alam andesit. <a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-5934904\/apa-itu-batu-andesit-mengenal-batu-andesit-kandungan-hingga-kegunaan\">Batu andesit<\/a> memang menjadi batu alam paling kokoh di antara jenis lainnya. Teksturnya yang kasar akan memberi tampilan visual yang berbeda sehingga pagar tidak terkesan monoton. Hal ini bisa dilihat pada contoh pengaplikasiannya pada karya rumah di atas. Tampak batu alam yang membentuk pagar minimalis ini memberi aksen berbeda pada tampilan depan rumah.<br><\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>Baca juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/desain-pagar-rumah-minimalis-sederhana-namun-menawan\">Desain Pagar Rumah Minimalis Sederhana Namun Menawan<\/a><\/strong><\/em>&nbsp;<br><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Kreasi_desain_pagar_dengan_batu_templek\"><\/span><strong>6. Kreasi desain pagar dengan batu templek<\/strong><br><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3.ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/1076\/pagar-batu-alam-minimalis-6.jpg\"><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Desain pagar rumah karya<\/em> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/profile\/evonil-architecture\"><em>Evonil Architecture<\/em><\/a><em>,<\/em> <em>via <\/em><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/residence-industri\/photo\/13011\"><em>arsitag.com<\/em><\/a><br><\/p>\n\n\n\n<p>Batu templek untuk permukaan dinding pagar mungkin akan terlihat biasa saja. Namun dengan sedikit kreasi, <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/desain-pagar-rumah-minimalis-sederhana-namun-menawan\">desain pagar<\/a> akan menjadi lebih menarik. Seperti apa yang dilakukan oleh Evonil Architecture pada karyanya di atas. Tampak pagar dinding yang berlapis batu templek tidak terlihat kaku karena adanya aksen jeruji di bagian atas. Desain ini terbilang fleksibel atau bisa diaplikasikan di berbagai konsep hunian.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah beberapa ide desain pagar batu alam minimalis yang akan membuat hunian terkesan lebih kokoh dan adem. Semoga informasi ini bisa menjadi inspirasi Anda untuk berkreasi di rumah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/desain\/rumah\/minimalis\">Rumah Minimalis dengan Estetika Tinggi<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pagar merupakan bagian dari rumah yang tidak hanya berfungsi sebagai pembatas dan pengaman, tetapi juga sebagai elemen estetika. Oleh karenanya, ada banyak pilihan bentuk dan jenis pagar dari berbagai bahan, termasuk batu alam. Ya, batu alam sudah lama dikenal sebagai elemen bangunan. Memiliki peminatnya sendiri, pemanfaatan batu alam sebagai pagar memberikan kesan tersendiri pada tampilan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":892,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[300,318],"tags":[645,644,643],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/891"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=891"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/891\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2456,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/891\/revisions\/2456"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/892"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=891"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=891"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=891"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}