{"id":931,"date":"2022-12-20T05:05:52","date_gmt":"2022-12-20T05:05:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=931"},"modified":"2022-12-20T05:05:56","modified_gmt":"2022-12-20T05:05:56","slug":"gambar-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/gambar-kerja\/","title":{"rendered":"Membangun Rumah Tahap 9: Gambar Kerja"},"content":{"rendered":"\n<p>Gambar kerja merupakan gambar acuan yang digunakan untuk merealisasikan ide perancangan ke dalam wujud fisik.&nbsp; Gambar kerja harus dipahami oleh semua yang terlibat dalam proses pembangunan. Dalam prosesnya, kontraktor pelaksana lapangan akan meminta gambar kerja kepada arsitek untuk dijadikan acuan dalam pelaksanaan proyek. Gambar kerja akan membantu kontraktor mewujudkan fisik bangunan sesuai ide arsitek mulai dari awal sampai akhir. Dengan bantuan gambar kerja yang detail dan akurat,&nbsp; kontraktor akan mudah merealisasikan bangunan dengan tepat tanpa harus diawasi terus oleh arsitek.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam gambar kerja, arsitek menyajikan dokumen pelaksanaan dalam bentuk gambar-gambar kerja dan tulisan spesifikasi dan syarat-syarat teknik pembangunan yang jelas, lengkap dan teratur, serta perhitungan kuantitas pekerjaan dan perkiraan biaya pelaksanaan pembangunan yang jelas, tepat, dan terinci.&nbsp; Setelah diperiksa dan mendapat persetujuan dari pengguna jasa, gambar kerja dianggap sebagai rancangan akhir dan siap digunakan untuk proses selanjutnya.&nbsp;<em>(sumber :&nbsp; www.iai-jakarta.org)<\/em>&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/66\/750x563xgbr-2.png.pagespeed.ic.IuHRxlkZp0.png\" alt=\"Gambar kerja harus dilengkapi dengan keterangan nama proyek, nama klien, nama arsitek, dan keterangan gambar lainnya (sumber : slideshare)\"><\/p>\n\n\n\n<p><em>Gambar kerja harus dilengkapi dengan keterangan nama proyek, nama klien, nama arsitek, dan keterangan gambar lainnya (sumber : slideshare)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Gambar Kerja berisi :<\/p>\n\n\n\n<ol><li>Block Plan<\/li><li>Site Plan<\/li><li>Denah, Tampak, Potongan, dan Potongan Struktural<\/li><li>Rencana Pondasi, Sloof, dan Detail<\/li><li>Rencana Balok lantai dan Detail<\/li><li>Rencana Atap, Plafong, dan Detail<\/li><li>Rencana Pola Lantai dan Detail Pemasangan<\/li><li>Perletakan Pintu dan Jendela beserta Detail<\/li><li>Rencana Air Bersih, Sanitasi, dan Detail<\/li><li>Rencana Furniture dan Detail<\/li><li>Rencana Elektrikal dan Titik Lampu<\/li><li>Gambar-gambar rencana lainnya beserta detail yang diperlukan untuk menjelaskan bentuk, dimensi, dan detail konstruksinya.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Gambar kerja dibuat untuk memperoleh kejelasan teknik pelaksanaan konstruksi, supaya konsep rancangan yang tergambar dan dimaksud dalam \u2018Pengembangan Desain\u2019 dapat diwujudkan secara fisik dengan mutu yang baik.&nbsp;<em>(sumber :&nbsp; www.iai-jakarta.org)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/66\/750x660xgbr-3.png.pagespeed.ic.f3q1no3Uih.png\" alt=\"Detail pintu dan jendela, lengkap dengan jumlahnya (sumber : khedanta.wordpress.com)\"><\/p>\n\n\n\n<p><em>Detail pintu dan jendela, lengkap dengan jumlahnya (sumber : khedanta.wordpress.com)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dari gambar kerja juga harus bisa diperoleh kejelasan kuantitatif, agar biaya dan waktu pelaksanaan pembangunan dapat dihitung dengan seksama dan dapat dipertanggungjawabkan.&nbsp;<em>(sumber :&nbsp; www.iai-jakarta.org)<\/em>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Gambar kerja juga diperlukan untuk melengkapi kejelasan teknis dalam bidang administrasi pelaksanaan pembangunan dan memenuhi persyaratan yuridis yang terkandung dalam dokumen pelelangan dan dokumen perjanjian\/kontrak kerja konstruksi.&nbsp;<em>(sumber :&nbsp; www.iai-jakarta.org)<\/em>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Block Plan<\/em><\/strong>&nbsp;&nbsp;adalah gambar dua dimensi yang menunjukkan detail dari rencana yang akan dilakukan terhadap sebuah kavling tanah, termasuk rencana jalan, listrik, utilitas air bersih dan air kotor, fasilitas umum, dan fasilitas sosial.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/66\/750x600xgbr-4.jpg.pagespeed.ic.eIFBOcv4Ho.jpg\" alt=\"Gambar Kerja Block Plan menunjukkan perletakan bangunan pada tapak berikut topografinya (sumber : google.co.id)\"><\/p>\n\n\n\n<p><em>Gambar Kerja Block Plan menunjukkan perletakan bangunan pada tapak berikut topografinya (sumber : google.co.id)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Pada&nbsp;<em>block<\/em><em>&nbsp;plan<\/em>, harus tercantum keterangan skala, keterangan gambar, nama jalan, arah jalur lalu lintas, arah mata angin, vegetasi, perletakan dan nama bangunan di sekitarnya. Pintu masuk bangunan berada pada bagian bawah gambar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Site Plan<\/em><\/strong>adalah tata letak suatu elemen desain yang ditempatkan dalam sebuah bidang menggunakan media yang sebelumnya sudah dikonsep terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/66\/750x600xgbr-5.jpg.pagespeed.ic.u173IApIXs.jpg\" alt=\"Gambar kerja Site Plan menunjukkan kedudukan tiap ruang terhadap tapak (sumber : google.co.id)\"><\/p>\n\n\n\n<p><em>Gambar kerja Site Plan menunjukkan kedudukan tiap ruang terhadap tapak (sumber : google.co.id)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dari&nbsp;<em>site<\/em><em>&nbsp;plan<\/em>, bisa diketahui akses ruang dari tapak, perletakan ruang dan hubungannya dengan ruang lain dan dengan tapak, juga&nbsp;<em>view<\/em>&nbsp;yang didapat setiap ruang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Denah&nbsp;<\/strong>adalah tampak atas bangunan yang dipotong horizontal (biasanya setinggi 1 m dari ketinggian 0,00 bangunan), untuk memperlihatkan bagian lantai bangunan.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/66\/750x533xgbr-6.jpg.pagespeed.ic.wwomy47pUS.jpg\" alt=\"Gambar kerja denah (sumber : fabianostner.files.wordpress.com)\"><\/p>\n\n\n\n<p><em>Gambar kerja denah (sumber : fabianostner.files.wordpress.com)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Denah menjelaskan secara detail dengan keterangan skala, ukuran ruang, nama ruang, ketinggian ruang, bukaan pada ruang, perletakan furnitur di dalam ruang, arah mata angin sebagai acuan perletakan ruang di dalam tapak, serta garis potongan dan arah pandangnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Potongan \/&nbsp;<em>Section<\/em><\/strong>menjelaskan gambar suatu bangunan yang dipotong vertikal untuk memperlihatkan isi atau bagian dalam dari bangunan tersebut. Bagian bangunan yang dipotong serta arah pandangnya disertakan dalam denah agar keseluruhan dapat dibaca secara komprehensif. Pada gambar potongan juga diperlihatkan struktur bangunan dan dimensi ketinggian ruang.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/66\/750x533xgbr-7.jpg.pagespeed.ic.IgHQJWSMBC.jpg\" alt=\"Gambar kerja potongan (sumber : fabianostner.files.wordpress.com)\"><\/p>\n\n\n\n<p><em>Gambar kerja potongan (sumber : fabianostner.files.wordpress.com)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Semua gambar kerja harus diberi keterangan sejelas-jelasnya. Pada gambar potongan, ketinggian ruang, skala, dan material tidak boleh terlupakan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Potongan Struktural &nbsp;<\/strong>menjelaskan struktur yang digunakan termasuk dimensi , jarak perletakannya, dan bahan yang digunakan. Gambar potongan juga bisa berupa perpektif tiga dimensi.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/66\/xgbr-8.jpg.pagespeed.ic.JElOrKizte.jpg\" alt=\"Gambar kerja potongan memperlihatkan detail struktur mulai dari sampai sambungan (sumber : i2.wp.com)\"><\/p>\n\n\n\n<p><em>Gambar kerja potongan memperlihatkan detail struktur mulai dari sampai sambungan (sumber : i2.wp.com)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Gambar potongan juga bisa berupa perpektif tiga dimensi.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/66\/750x949xgbr-10.jpg.pagespeed.ic.quBxfX8-fz.jpg\" alt=\"Potongan Struktural dalam tiga dimensi (sumber : vermonttimberworks.com)\"><\/p>\n\n\n\n<p><em>Potongan Struktural dalam tiga dimensi (sumber : vermonttimberworks.com)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tampak\u00a0<\/strong>menggambarkan wujud luar fisik bangunan secara dua dimensi.\u00a0 Gambar tampak dapat digambar secara\u00a0<em>plain<\/em>\u00a0atau ditambah efek bayangan untuk mempertegas dimensi atau maju mundurnya bidang pada bangunan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada gambar tampak akan disajikan dimensi bangunan, proporsi, gaya arsitektur, warna dan material bangunan, serta estetika bangunan. Arah gambar tampak bisa disesuaikan dengan arah mata angin, atau pun<em>&nbsp;view<\/em>&nbsp; tertentu yang ingin ditampilkan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Gambar detail&nbsp;<\/strong>menyajikan berbagai gambar kerja secara lebih detail lagi. Misalnya gambar detail struktur pondasi, detail sambungan kayu pada kuda-kuda, sampai detail desain furniture.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"750\" height=\"534\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/image-87.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-936\" srcset=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/image-87.jpeg 750w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/image-87-300x214.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"750\" height=\"534\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/image-86.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-935\" srcset=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/image-86.jpeg 750w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/image-86-300x214.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"750\" height=\"534\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/image-85.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-934\" srcset=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/image-85.jpeg 750w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/image-85-300x214.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"750\" height=\"537\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/image-84.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-933\" srcset=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/image-84.jpeg 750w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/image-84-300x215.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/project\/kitchen-desain\"><em>Gambar detail ruang dapur karya Bene Interior Design (sumber : arsitag.com)<\/em><\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"453\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/image-3.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-932\" srcset=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/image-3.png 640w, https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/image-3-300x212.png 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/66\/xgbr-16-Detail-Tangga.png.pagespeed.ic.8IfdMncpC1.jpg\" alt=\"Gambar detail struktur tangga pada rumah tinggal di BSD, Tangerang Selatan (sumber : hsproject.blogspot.co.id)\"><\/p>\n\n\n\n<p><em>Gambar detail struktur tangga pada rumah tinggal di BSD, Tangerang Selatan (sumber : hsproject.blogspot.co.id)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Gambar kerja sangat diperlukan dan sangat berpengaruh pada :<\/p>\n\n\n\n<p>1.&nbsp; &nbsp;<strong>Kekuatan bangunan<\/strong>&nbsp;karena dimensi, perletakan, dan bahan bangunan sudah diperhitungkan dan<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;dijelaskan dengan rinci.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/66\/750x357xgbr-17.jpg.pagespeed.ic.ogwBVbiP2l.jpg\" alt=\"Gambar detail struktur, bahan, dan pemasangan kuda-kuda (sumber : megatrussglobal.com)\"><\/p>\n\n\n\n<p><em>Gambar detail struktur, bahan, dan pemasangan kuda-kuda (sumber : megatrussglobal.com)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>2.&nbsp;&nbsp;<strong>Efisiensi pemakaian bahan dan biaya.<\/strong>&nbsp;Jumlah keseluruhan bahan bangunan dan cara pengerjaan<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; serta &nbsp;waktu &nbsp;yang dibutuhkan &nbsp;untuk &nbsp;penyelesaian &nbsp;desain sudah &nbsp;dipertimbangkan &nbsp;dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Jadi, &nbsp;bahan yang diperlukan sudah &nbsp;dihitung agar efisien.&nbsp; &nbsp;Gambar kerja juga dimanfaatkan untuk<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; menghitung biaya sebagai dasar Rencana Anggaran Bangunan (RAB).<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/66\/750x529xgbr-18.png.pagespeed.ic.3BgH2xiTOa.png\" alt=\"Gambar kerja detail pondasi (sumber : google.co.id)\"><\/p>\n\n\n\n<p><em>Gambar kerja detail pondasi (sumber : google.co.id)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>3.&nbsp;&nbsp;<strong>Pelaksanaan yang sistematis dan termonitor dengan baik<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dari gambar&nbsp; kerja sudah &nbsp;diketahui cara kerja &nbsp;dan &nbsp;urutan &nbsp;pelaksanaan &nbsp;pembangunan. &nbsp;Gambar<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; kerja berfungsi &nbsp;sebagai panduan saat pelaksanaan pembangunan di lapangan.&nbsp; Dari gambar kerja,<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; para &nbsp;pekerja &nbsp;bisa &nbsp;mengetahui &nbsp;maksud &nbsp;arsitek. &nbsp;&nbsp;Gambar &nbsp;kerja juga &nbsp;dipakai sebagai &nbsp;acuan saat<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; mengecek hasil pembangunan di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.arsitag.com\/proxy-s3-arsitagx-master-article\/article-photo\/66\/750x527xgbr-19.png.pagespeed.ic.S_-FEa2tB9.png\" alt=\"Gambar kerja sebagai syarat pembuatan IMB (sumber : designbangun)\"><\/p>\n\n\n\n<p><em>Gambar kerja sebagai syarat pembuatan IMB (sumber : designbangun)<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Arsitek akan membuat gambar kerja selengkap dan seakurat mungkin untuk memudahkan kontraktor sebagai pelaksana pembangunan.&nbsp; Gambar kerja yang detail dan jelas akan mempersingkat waktu dan biaya karena kontraktor bisa mengintepretasikannya dengan cepat dan benar.&nbsp; Gambar kerja juga merupakan perjanjian kerja dengan kontraktor.&nbsp; Apabila gambar kerja yang dibuat sudah detail dan jelas, namun kontraktor salah dalam pengerjaannya, pihak klien bisa mengajukan klaim kepada pihak kontraktor.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gambar kerja merupakan gambar acuan yang digunakan untuk merealisasikan ide perancangan ke dalam wujud fisik.&nbsp; Gambar kerja harus dipahami oleh semua yang terlibat dalam proses pembangunan. Dalam prosesnya, kontraktor pelaksana lapangan akan meminta gambar kerja kepada arsitek untuk dijadikan acuan dalam pelaksanaan proyek. Gambar kerja akan membantu kontraktor mewujudkan fisik bangunan sesuai ide arsitek mulai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":938,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[117,300],"tags":[656,657],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/931"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=931"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/931\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":939,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/931\/revisions\/939"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/938"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=931"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=931"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=931"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}