{"id":975,"date":"2022-12-20T06:53:28","date_gmt":"2022-12-20T06:53:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/?p=975"},"modified":"2022-12-20T06:53:32","modified_gmt":"2022-12-20T06:53:32","slug":"desain-industrial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-industrial\/","title":{"rendered":"Konsep Desain Arsitektur Industrial"},"content":{"rendered":"\n<p>Gaya arsitektur industrial awalnya merambah desain interior dan arsitektur Eropa akibat banyaknya bangunan bekas pabrik yang tidak lagi digunakan. Agar tidak terbengkalai, maka dilakukan penyesuaian agar gedung-gedung ini bisa dijadikan hunian yang layak dan nyaman. Akan tetapi, walaupun dilakukan beberapa penyesuaian, karakter asli bangunan sengaja tidak dihilangkan.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Gaya arsitektur industrial awalnya merambah desain interior dan arsitektur Eropa akibat banyaknya bangunan bekas pabrik yang tidak lagi digunakan. Agar tidak terbengkalai, maka dilakukan penyesuaian agar gedung-gedung ini bisa dijadikan hunian yang layak dan nyaman. Akan tetapi, walaupun dilakukan beberapa penyesuaian, karakter asli bangunan sengaja tidak dihilangkan.\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/284\/pict-1.jpg\">Sumber: www.impressiveinteriordesign.com<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/article\/8-desain-coffee-shop-keren-yang-bikin-betah-nongkrong-berlama-lama\"><strong>Konsep industrial<\/strong><\/a>&nbsp;biasanya menggunakan warna-warna monokromatik dan terkesan maskulin. Beberapa material yang digunakan juga cenderung kasar seperti logam dan baja yang sengaja diekspos untuk menunjukkan karakternya. Material yang digunakan juga memakai bahan-bahan yang didaur ulang atau bahan industri seperti kaca, besi, dan alumunium yang diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan elemen interior yang menarik.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Kolom-kolom atau struktur atap sering dibiarkan terlihat dengan jelas, beberapa ada yang di-finishing, tetapi ada juga yang unfinish. Salah satu yang paling terlihat dari gaya industrial adalah ekspos tampilan batu bata. Ada pula batu bata yang dicat dengan warna cerah seperti putih atau warna teduh seperti abu-abu. Pemakaian lantai beton juga sering diterapkan untuk memberi kesan kuat.\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/284\/pict-2.jpg\"><br>Sumber: tumblr.com<br><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kolom-kolom atau struktur atap sering dibiarkan terlihat dengan jelas, beberapa ada yang di-<em>finishing,&nbsp;<\/em>tetapi ada juga yang&nbsp;<em>unfinish.<\/em>&nbsp;Salah satu yang paling terlihat dari gaya industrial adalah ekspos tampilan batu bata. Ada pula batu bata yang dicat dengan warna cerah seperti putih atau warna teduh seperti abu-abu. Pemakaian lantai beton juga sering diterapkan untuk memberi kesan kuat.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Furnitur yang digunakan cenderung tanpa finishing dan lebih menunjukkan warna aslinya. Furnitur berbahan kayu biasanya tidak dicat, melainkan hanya dipolitur untuk mengantisipasi rayap. Furnitur berbahan besi, alumunium, dan stainless juga tidak dicat sama sekali, tetapi dibiarkan apa adanya seperti layaknya material asli\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/284\/pict-3.jpg\">Sumber: pinterest.com<br><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Furnitur yang digunakan cenderung tanpa&nbsp;<em>finishing<\/em>&nbsp;dan lebih menunjukkan warna aslinya. Furnitur berbahan kayu biasanya tidak dicat, melainkan hanya dipolitur untuk mengantisipasi rayap. Furnitur berbahan besi, alumunium, dan&nbsp;<em>stainless&nbsp;<\/em>juga tidak dicat sama sekali, tetapi dibiarkan apa adanya seperti layaknya material asli<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Gaya ini biasanya didesain fungsional dengan latar belakang teknik yang kuat. Material yang terlihat apa adanya menampilkan nuansa yang berkaitan dengan dunia industri. Desain ini biasanya digunakan oleh para penghuni rumah yang menginginkan suasana hunian dengan tampilan rough dan maskulin.\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/284\/pict-4.jpg\"><br>Sumber: www.bloglovin.com<br><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Gaya ini biasanya didesain fungsional dengan latar belakang teknik yang kuat. Material yang terlihat apa adanya menampilkan nuansa yang berkaitan dengan dunia industri. Desain ini biasanya digunakan oleh para penghuni rumah yang menginginkan suasana hunian dengan tampilan&nbsp;<em>rough<\/em>&nbsp;dan maskulin.<\/p>\n\n\n\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_33_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" style=\"display: none;\"><label for=\"item\" aria-label=\"Table of Content\"><i class=\"ez-toc-glyphicon ez-toc-icon-toggle\"><\/i><\/label><input type=\"checkbox\" id=\"item\"><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1'><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-industrial\/#Berikut_adalah_elemen-elemen_dasar_dari_desain_industrial\" title=\"Berikut adalah elemen-elemen dasar dari desain industrial:\">Berikut adalah elemen-elemen dasar dari desain industrial:<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-industrial\/#Lantai\" title=\"Lantai\">Lantai<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-industrial\/#Kayu_lapuk\" title=\"Kayu lapuk\">Kayu lapuk<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-industrial\/#Sistem_bangunan\" title=\"Sistem bangunan\">Sistem bangunan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-industrial\/#Batu_bata\" title=\"Batu bata\">Batu bata<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-industrial\/#Pencahayaan\" title=\"Pencahayaan\">Pencahayaan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-industrial\/#Beton\" title=\"Beton\">Beton<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-industrial\/#Baja\" title=\"Baja\">Baja<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-industrial\/#Furnitur_daur_ulang\" title=\"Furnitur daur ulang\">Furnitur daur ulang<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-industrial\/#Warna\" title=\"Warna\">Warna<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/desain-industrial\/#Ornamen\" title=\"Ornamen\">Ornamen<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berikut_adalah_elemen-elemen_dasar_dari_desain_industrial\"><\/span><strong>Berikut adalah elemen-elemen dasar dari desain industrial:<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Lantai\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/284\/pict-5.jpg\"><br>Sumber: www.vtwonen.nl<br><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lantai\"><\/span><strong>Lantai<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Pada elemen dasar interior, material yang digunakan adalah lantai parket atau lantai acian, dan tidak menggunakan lantai keramik atau lantai granit.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Kayu lapuk\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/284\/pict-6.jpg\"><br>Sumber: indulgy.com<br><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kayu_lapuk\"><\/span><strong>Kayu lapuk<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Elemen lantai kayu menambah kesan nostaljik dan hangat pada rumah. Kayu juga dapat digunakan sebagai dinding panel, bingkai jendela, meja, atau sekedar hiasan.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Sistem bangunan\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/284\/b46f15a324338f85e60852150c62e36f.jpg\"><br>Sumber: decoratingyoursmallspace.com<br><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sistem_bangunan\"><\/span><strong>Sistem bangunan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Saluran pipa air, listrik, pemanas, ventilasi, dan pendingin udara biasanya dibiarkan terekspos pada bangunan pabrik-pabrik industrial. Namun, sudah banyak juga sekarang pabrik yang lebih mengedepankan fungsional bangunan sehingga elemen tersebut disembunyikan di dalam dinding. Akan tetapi, tidak semua saluran pipa cocok ditempatkan di dalam interior rumah. Gunakan pipa-pipa kecil sebagai tempat gantungan baju atau untuk menggantung perabotan di dapur Anda.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Batu bata\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/284\/pict-7.jpg\"><br>Sumber: blog.vkvvisuals.com<br><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Batu_bata\"><\/span><strong>Batu bata<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Batu bata sering sekali digunakan sebagai material bangunan dengan gaya industrial. Batu bata sendiri telah lama dikenal karena daya tahan dan umurnya yang panjang. Batu bata biasanya dibiarkan terlihat seperti aslinya dan tidak di<em>finishing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Pencahayaan\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/284\/pict-8.jpg\"><br>Sumber: tumblr.com<br><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pencahayaan\"><\/span><strong>Pencahayaan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Lampu yang digunakan biasanya berkesan industrial, mulai dari neon hingga lampu gantung yang sering digunakan untuk pabrik. Lampu gantung yang dicat dengan warna porselen atau yang menggunakan penutup alumunium menjadi ciri khas lampu dari pabrik-pabrik tua.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Beton\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/284\/pict-9.jpg\"><br>Sumber: karinecandicekong.com<br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Beton\"><\/span><strong>Beton<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Beton sering digunakan untuk bangunan pabrik-pabrik tua, baik untuk lantai maupun struktur bangunan. Beton banyak dipakai pada pabrik-pabrik industri abad ke 19 karena sifatnya yang kuat, rendah biaya, dan tahan lama.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Beton sering digunakan untuk bangunan pabrik-pabrik tua, baik untuk lantai maupun struktur bangunan. Beton banyak dipakai pada pabrik-pabrik industri abad ke 19 karena sifatnya yang kuat, rendah biaya, dan tahan lama.\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/284\/pict-10.jpg\">Sumber: www.decoist.com<br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Baja\"><\/span><strong>Baja<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Sering kita temukan tiang atau balok dengan material baja di dalam pabrik-pabrik industri. Material baja ini pun tidak repot-repot disembunyikan di dalam dinding dan dibiarkan terekspos di dalam ruangan. Tambahkan sentuhan industrial di rumah Anda dengan menggunakan aksesoris atau furnitur yang terbuat dari baja.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Furnitur daur ulang\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/284\/pict-11.jpg\"><br>Sumber: casavogue.globo.com<br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Furnitur_daur_ulang\"><\/span><strong>Furnitur daur ulang<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Material bekas atau&nbsp;<em>recycle<\/em>&nbsp;sering digunakan dalam konsep arsitektur industrial. Kotak besi bekas, pipa bekas, perangkat-perangkat mekanis, ubin, dan benda-benda keras lainnya dapat menjadi pilihan untuk Anda menciptakan suasana industrial di rumah. Konstruksinya yang kuat dapat digunakan untuk dijadikan perabotan yang kreatif dan unik.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Warna\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/284\/pict-12.jpg\">Sumber: wohnzimmer.site<br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Warna\"><\/span><strong>Warna<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Beberapa material bangunan biasanya dibiarkan sama seperti aslinya atau dicat dengan warna yang sama agar terlihat monokrom. Namun pada bagian lain seperti furnitur atau hiasan, dapat menggunakan warna cerah.<\/p>\n\n\n\n<p><img decoding=\"async\" alt=\"Ornamen\" src=\"https:\/\/arsitagx-master-article.s3-ap-southeast-1.amazonaws.com\/article-photo\/284\/pict-13.jpg\"><br>Sumber: www.homedecorideas.eu<br><br>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ornamen\"><\/span><strong>Ornamen<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Bentuk ornamen atau pola yang ada pada desain industrialis tidak jauh berbeda dengan yang diterapkan pada desain modern dan minimalis, yaitu garis-garis tegas dan tegak lurus. Pola ini membuat desain industrialis tetap terlihat modern walaupun sering menggunakan material yang natural dan terkesan tua.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>http:\/\/media.rooang.com\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gaya arsitektur industrial awalnya merambah desain interior dan arsitektur Eropa akibat banyaknya bangunan bekas pabrik yang tidak lagi digunakan. Agar tidak terbengkalai, maka dilakukan penyesuaian agar gedung-gedung ini bisa dijadikan hunian yang layak dan nyaman. Akan tetapi, walaupun dilakukan beberapa penyesuaian, karakter asli bangunan sengaja tidak dihilangkan. Sumber: www.impressiveinteriordesign.com Konsep industrial&nbsp;biasanya menggunakan warna-warna monokromatik dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":979,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[117,119],"tags":[662,663],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/975"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=975"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/975\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":980,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/975\/revisions\/980"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media\/979"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=975"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=975"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.arsitag.com\/media\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=975"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}