8 Ide Desain agar Selasar Tidak Membosankan

8 Ide Desain agar Selasar Tidak Membosankan | Foto artikel Arsitag
Cover : JS House Karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio Tonton (Sumber : arsitag.com)

Selasar sebagai jalan penghubung antar ruang tidak harus menjemukan. Sulaplah menjadi ruang spesial dengan memanfaatkan karya seni, koleksi buku, pencahayaan, dan berbagai ide lainnya.

1. Karpet. Pemanfaatan karpet berpola horizontal pada selasar yang panjang akan membuat kesan lebih lebar.  Jika tidak mendapatkan karpet yang cukup panjang, jahitlah beberapa karpet untuk menyatukannya.
Sumber : Semelsnow interior
 

1. Karpet. Pemanfaatan karpet berpola horizontal pada selasar yang panjang akan membuat kesan lebih lebar.  Jika tidak mendapatkan karpet yang cukup panjang, jahitlah beberapa karpet untuk menyatukannya.

2. Galeri foto dan lukisan. Memiliki selasar yang panjang berarti memiliki banyak ruang untuk mendisplay koleksi foto dan lukisan menjadi galeri pribadi.  Padukanlah warna cat dinding dan frame untuk menciptakan kesan minimalis.
Sumber : decoist
 

2. Galeri foto dan lukisan. Memiliki selasar yang panjang berarti memiliki banyak ruang untuk mendisplay koleksi foto dan lukisan menjadi galeri pribadi.  Padukanlah warna cat dinding dan frame untuk menciptakan kesan minimalis.

3. Kabinet. Selasar yang cukup lebar bisa digunakan untuk meletakkan kabinet yang cukup panjang.  Perpaduan kabinet, pencahayaan, karpet, dan berbagai lukisan menghilangkan kesan selasar yang biasanya membosankan, sekaligus selasar menjadi fungsional.
Sumber : house to home
 

3. Kabinet. Selasar yang cukup lebar bisa digunakan untuk meletakkan kabinet yang cukup panjang.  Perpaduan kabinet, pencahayaan, karpet, dan berbagai lukisan menghilangkan kesan selasar yang biasanya membosankan, sekaligus selasar menjadi fungsional.

4. Pencahayaan.  Tidak bisa dipungkiri lagi, pencahayaan  merupakan elemen arsitektur yang penting. Apalagi dalam selasar yang tidak berjendela, desain pencahayaan menjadi keharusan.  Downlighting yang tepat akan semakin menonjolkan dan memperindah material dinding, lantai, dan plafond yang digunakan.
Sumber : pinterest.design rulz
 

4. Pencahayaan.  Tidak bisa dipungkiri lagi, pencahayaan  merupakan elemen arsitektur yang penting. Apalagi dalam selasar yang tidak berjendela, desain pencahayaan menjadi keharusan.  Downlighting yang tepat akan semakin menonjolkan dan memperindah material dinding, lantai, dan plafond yang digunakan.

5. Panel dinding. Panel dinding pada selasar menjadi elemen desain dekoratif yang penting, sekaligus melindungi dinding dari kerusakan akibat benturan , apalagi area ini sering dilewati. Padu padankanlah warna panel dengan dinding untuk memberi kesan kontras ataupun komplementer.
Sumber : pinterest
 

5. Panel dinding. Panel dinding pada selasar menjadi elemen desain dekoratif yang penting, sekaligus melindungi dinding dari kerusakan akibat benturan , apalagi area ini sering dilewati. Padu padankanlah warna panel dengan dinding untuk memberi kesan kontras ataupun komplementer.

6. Rak buku.Para pecinta buku, tidak pernah punya ruang yang cukup untuk menyimpan koleksi buku-bukunya.  Selasar dapat difungsikan untuk memenuhi keinginan membaca tanpa harus ‘jauh-jauh’ pergi ke ruang baca untuk mengambil buku.  Manfaatkanlah selasar untuk perluasan perpustakaan pribadi .  Setidaknya, koleksi buku akan berada di tiga ruang sekaligus, dua ruang atau bisa lebih yang dihubungkan dengan selasar, dan selasar itu sendiri.
Sumber : Soma Architekci
 

6. Rak buku.Para pecinta buku, tidak pernah punya ruang yang cukup untuk menyimpan koleksi buku-bukunya.  Selasar dapat difungsikan untuk memenuhi keinginan membaca tanpa harus ‘jauh-jauh’ pergi ke ruang baca untuk mengambil buku.  Manfaatkanlah selasar untuk perluasan perpustakaan pribadi .  Setidaknya, koleksi buku akan berada di tiga ruang sekaligus, dua ruang atau bisa lebih yang dihubungkan dengan selasar, dan selasar itu sendiri.

7. Murals (lukisan dinding). Pilihlah tema mural untuk melukis dinding selasar menjadi lebih ‘hidup’ dan tidak monoton.  Tema lukisan bisa memanfaatkan elemen garis agar selasar lebih luas. Pilihlah warna yang terang untuk mencerahkan.  Tema lain seperti tema edukasi dan tema alam juga bisa dimanfaatkan untuk memperindah selasar.
Sumber : eazywallz
 

7. Murals (lukisan dinding). Pilihlah tema mural untuk melukis dinding selasar menjadi lebih ‘hidup’ dan tidak monoton.  Tema lukisan bisa memanfaatkan elemen garis agar selasar lebih luas. Pilihlah warna yang terang untuk mencerahkan.  Tema lain seperti tema edukasi dan tema alam juga bisa dimanfaatkan untuk memperindah selasar. 

8. Cermin dengan frame. Jika Anda menginginkan selasar berkesan seperti galeri, tetapi belum tahu tema gambar yang ingin ditampilkan, pergunakanlah cermin dengan frame.  Nantinya keberadaan cermin bisa dimanfaatkan sebagai perletakan foto/lukisan, atau pun menambah pencahayaan dan kesan lebih luas di selasar yang kecil dan panjang.
Sumber : Faye Toogod
 

8. Cermin dengan frameJika Anda menginginkan selasar berkesan seperti galeri, tetapi belum tahu tema gambar yang ingin ditampilkan, pergunakanlah cermin dengan frame.  Nantinya keberadaan cermin bisa dimanfaatkan sebagai perletakan foto/lukisan, atau pun menambah pencahayaan dan kesan lebih luas di selasar yang kecil dan panjang.


 

Sumber :

www.houzz.com

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Joyce Meilanita

Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.