
Dunia desain interior kini tidak lagi terpaku pada satu aturan baku. Tren hunian masa kini semakin bergerak ke arah yang lebih personal, di mana rumah bukan sekadar tempat berteduh, melainkan cerminan jiwa penghuninya. Di sinilah gaya desain eklektik atau eclectic hadir sebagai jawaban bagi mereka yang merasa satu gaya desain saja tidak cukup untuk menceritakan siapa mereka.
Mengapa gaya desain eklektik begitu diminati belakangan ini? Jawabannya sederhana: kebosanan terhadap keseragaman. Banyak orang ingin memadukan warisan masa lalu dengan kenyamanan masa kini. Gaya eclectic menawarkan kebebasan mutlak untuk berekspresi, menonjolkan karakter unik, dan merayakan kreativitas tanpa batas dengan memadukan berbagai elemen dari berbagai gaya dan era, sehingga menciptakan tampilan yang harmonis dan tidak berantakan. Setiap sudut rumah pun dapat memberikan kesan tertentu sesuai keinginan, mulai dari kesan luas, berani, hingga nuansa yang lebih personal dan kohesif.
Table of Contents

Secara sederhana, gaya desain eklektik adalah seni menggabungkan elemen-elemen dari berbagai era, gaya, dan aliran desain yang berbeda ke dalam satu ruang secara harmonis. Ini bukan sekadar mencampuradukkan barang sembarangan, melainkan sebuah proses kurasi yang bijak.
Dalam konteks desain interior modern, eklektik menjadi jembatan. Ia tidak menolak kemajuan zaman, tetapi justru merangkulnya sambil tetap menghargai estetika masa lalu atau budaya tertentu. Perbedaan mendasar antara desain eklektik dengan gaya lain (seperti minimalis yang kaku atau klasik yang penuh aturan) terletak pada "fleksibilitasnya". Jika gaya lain menuntut keseragaman, eklektik menuntut keseimbangan dalam keberagaman.
Gaya eklektik dalam desain interior lahir dari keinginan untuk memadukan berbagai gaya, elemen, dan material agar tercipta tampilan yang unik serta penuh karakter. Gaya desain eklektik menolak kekakuan satu aliran tertentu dan memberi kebebasan berekspresi, sehingga rumah dapat benar-benar mencerminkan kepribadian penghuninya. Sejak awal, desain eklektik dikenal sebagai pendekatan yang fleksibel, menggabungkan unsur lama dan baru dalam satu komposisi interior yang harmonis.
Seiring perkembangannya, desain interior eklektik identik dengan permainan palet warna, keberanian dalam penggunaan warna, serta penentuan focal point yang kuat. Aksen warna cerah, pola geometris, dan perpaduan furnitur dari berbagai era menjadi ciri khas yang memperkaya visual ruang. Dengan memilih satu warna utama sebagai pengikat, gaya desain ini tetap terasa seimbang, fungsional, dan nyaman, menjadikannya salah satu konsep interior design yang paling personal dan adaptif untuk hunian modern.
Apa yang membuat sebuah ruangan disebut bergaya eklektik? Elemen utamanya adalah kontras. Anda mungkin melihat meja kopi mid-century modern bersanding dengan sofa Chesterfield klasik, dihiasi dengan bantal bermotif tribal. Selain itu, penggunaan warna yang berani juga menjadi ciri khas gaya eklektik, menciptakan tampilan yang energik dan menarik perhatian di dalam ruangan.
Meskipun terlihat “bebas”, karakter visual gaya ini tetap terarah. Ciri khasnya adalah pengulangan (repetition) pada warna, bentuk, atau tekstur untuk mengikat perbedaan tersebut. Di sini, peran selera personal sangat krusial. Tidak ada dua ruang eklektik yang sama persis di dunia ini karena gaya ini murni lahir dari interpretasi dan koleksi pribadi pemiliknya.
Memadukan berbagai gaya agar tetap harmonis adalah tantangan terbesar dalam desain eklektik. Konsep dasarnya adalah mencari “benang merah”. Anda harus menemukan satu elemen pengikat bisa berupa warna, material, atau garis desain yang membuat berbagai furnitur atau furniture beda zaman itu terlihat “akrab”.
Keseimbangan antara bentuk, tekstur, dan fungsi sangat vital. Pemilihan furniture yang tepat sangat penting untuk menciptakan perpaduan gaya yang harmonis dan mendukung estetika serta fungsionalitas ruang. Misalnya, jika Anda memiliki meja kayu kasar (rustic), seimbangkan dengan kursi akrilik yang licin dan modern (sleek). Tujuannya adalah menjaga agar interior tidak terlihat acak atau berantakan. Ingat, eklektik adalah tentang kurasi, bukan penumpukan barang (clutter).
Desain eklektik sangat adaptif dengan interior masa kini. Ia mengambil prinsip kenyamanan dan fungsionalitas dari desain modern, lalu memberinya "jiwa" melalui ornamen klasik atau vintage. Sebagai contoh perpaduan gaya: bayangkan sebuah ruangan dengan arsitektur high-ceiling dan profil dinding klasik (gaya klasik), diisi dengan furnitur bergaris tegas dan minim profil (gaya modern), serta dihiasi karya seni abstrak yang berani (gaya kontemporer).
Dalam desain eklektik, palet warna berfungsi sebagai "lem" atau pemersatu elemen interior yang beragam. Tanpa strategi warna yang matang, ruangan akan terasa kacau.
Strategi terbaik biasanya menggunakan warna netral (putih, krem, abu-abu) pada dinding dan lantai sebagai kanvas. Kemudian, warna aksen yang lebih berani dimasukkan melalui furnitur, karpet, atau dekorasi. Warna memiliki dampak psikologis besar; ia bisa meredam "keramaian" bentuk furnitur atau justru menonjolkan keunikannya.
Untuk menjaga keseimbangan, gunakan rumus 60-30-10 (60% warna dominan netral, 30% warna sekunder, 10% warna aksen). Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menggunakan terlalu banyak warna yang saling bertabrakan (clashing) tanpa adanya warna netral yang cukup untuk "mengistirahatkan" mata. Pilihlah satu warna dominan yang akan muncul berulang kali di berbagai sudut ruangan untuk menciptakan kohesi.
Focal point atau titik fokus adalah area pertama yang menarik perhatian mata saat seseorang memasuki ruangan. Dalam gaya desain eklektik yang kaya detail, focal point menjadi sangat penting sebagai jangkar.
Tanpa titik fokus, mata akan bingung harus melihat ke mana karena banyaknya elemen visual. Contoh elemen yang bisa dijadikan pusat perhatian antara lain dinding galeri (gallery wall) yang penuh lukisan atau foto sebagai karya seni, perapian antik, atau sebuah sofa berwarna mencolok di tengah ruangan.
Pilihlah hanya satu fokus utama dalam ruangan. Jika Anda memilih lukisan besar sebagai focal point, maka furnitur di sekitarnya harus bersifat mendukung, bukan bersaing. Hubungan antara focal point dan elemen dekorasi lainnya harus bersifat hierarkis; satu memimpin, yang lain melengkapi.
Penerapan desain interior eklektik bisa dimulai dari ruang tamu. Anda bisa memadukan sofa modern yang nyaman dengan kursi armchair warisan nenek yang telah diganti kainnya. Di ruang keluarga, rak buku bisa diisi dengan campuran buku, tanaman, dan suvenir travel dari berbagai negara.
Kunci penegas gaya ada pada furnitur dan dekorasi. Namun, selalu sesuaikan dengan ukuran ruang. Pada ruang kecil, jangan memaksakan furnitur oversized dari era Victorian yang memakan tempat; pilihlah esensinya saja, misalnya melalui cermin antik atau lampu gantung.
Pola geometris sering menjadi sahabat terbaik gaya eklektik. Mengapa? Karena garis-garis tegas geometris mampu memberikan struktur visual di tengah keberagaman bentuk furnitur. Contoh penggunaan yang efektif adalah menempatkan karpet bermotif geometris hitam-putih di bawah meja makan kayu vintage. Kontras ini justru memperkuat visual ruang menjadi lebih modern dan chic.
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah ketidaksabaran. Banyak orang membeli semua barang sekaligus tanpa mempertimbangkan proporsi. Kesalahan lainnya adalah melupakan negative space (ruang kosong). Tips untuk menghindari tampilan terlalu ramai adalah: "Edit, edit, dan edit." Jika sebuah barang tidak menambah keindahan atau fungsi, singkirkan. Konsistensi mood juga penting; jangan campurkan gaya yang terlalu bertolak belakang (misal: Zen Jepang dengan Glamour Hollywood) jika Anda belum mahir menyeimbangkannya.
Pada akhirnya, kelebihan utama gaya desain ini adalah kejujuran. Gaya eklektik cocok untuk hunian pribadi karena ia tumbuh bersama Anda. Ia mengizinkan Anda memajang oleh-oleh liburan, lukisan karya anak, dan furnitur impian dalam satu ruang. Hubungan desain eklektik dengan ekspresi diri sangat erat; ia menceritakan perjalanan hidup, selera, dan apa yang Anda cintai, menjadikan rumah benar-benar terasa seperti "rumah".
Gaya desain eklektik menawarkan kebebasan berekspresi tanpa mengorbankan keharmonisan ruang. Dengan memadukan berbagai gaya, era, warna, dan elemen dekorasi secara terkurasi, hunian dapat tampil unik, berkarakter, dan tetap nyaman. Kunci keberhasilan desain eklektik terletak pada keseimbangan, benang merah visual, serta keberanian menampilkan identitas personal dalam setiap sudut rumah. Jika Anda ingin menciptakan rumah yang benar-benar mencerminkan kepribadian Anda, mulailah menerapkan gaya desain eklektik secara bertahap hanya di Arsitag.
Baca Juga: Berapa Harga yang Perlu Disiapkan untuk Jasa Desainer Interior?