AA Residence Desain Rumah Industrial dengan Sentuhan Vintage yang Tampil Kece

AA Residence Desain Rumah Industrial dengan Sentuhan Vintage yang Tampil Kece | Foto artikel Arsitag

Cover : AA Residence, Rumah Industrial Vintage yang Keren dan Kece (Sumber: arsitag.com)
 

Rumah industrial vintage sarat ide dan makna. Ciri khas desain industrial yang identik dengan ekspos karakter material besi, kayu, dan batu, diterapkan bersama konsep vintage yang terkesan “jadul”. Keduanya memiliki kekuatan karakter desain yang unik dan tampil kece saat dipadukan bersama.

AA Residence, sebuah rumah yang dibangun di daerah Cimanggis, Jakarta Selatan pada tahun 2016, dirancang dengan konsep industrial. Kehadiran sentuhan vintage membuatnya menjadi karya arsitektur hunian yang ikonik.

1. Desain Rumah Industrial dengan Eksterior yang Unik

1. Desain Rumah Industrial dengan Eksterior yang Unik
Kontainer sebagai bagian rumah industrial vintage (Sumber: bitte-design.com)
 

Desain rumah yang menerapkan konsep industrial sudah memiliki keunikan tersendiri, apalagi ditambah sentuhan vintage. Tak bisa dipungkiri, kecerdikan Bitte Design Studio dalam memadukan keduanya, telah melahirkan AA Residence, hunian nyaman yang tampil kece.

Tampilan eksteriornya saja sudah kental dengan gaya industrial dan vintage. Sebuah kontainer diubah menjadi kamar tidur yang dilengkapi area untuk menonton TV dan area bermain musik. Bersama massa bangunan area kerja di sebelahnya dan carport di bawahnya yang didominasi raw finishing acian beton, kontainer bercat biru doff ini menjadi simbol gaya industrial sekaligus menjadi ikon unik eksterior rumah ini.

Batu alam kerikil bulat yang menghiasi tembok pagar dan menopang pagar besi kawat ayam, ditambah lagi tanaman yang menghiasi atap kanopi teras, membawa ingatan kembali ke zaman 70-an.
 

Baca juga: 10 Inspirasi Desain Carport Rumah Minimalis yang Elegan
 

2. Desain Rumah Industrial dengan Sejuta Ide Vintage yang Unik

2. Desain Rumah Industrial dengan Sejuta Ide Vintage yang Unik
Barang-barang antik bernilai estetis untuk tampilan vintage di rumah bergaya industrial (Sumber: bitte-design.com) 
 

Ide vintage bisa berupa pemanfaatan barang-barang atau perabotan kuno yang tren pada masanya, bisa juga perabotan modern dengan washed look atau efek cat mengelupas. Bagian depan vespa dijadikan sandaran kursi meja kerja, bersanding dengan meja kerja dari kayu yang di-finishing kasar. Keindahan urat kayu berpadu dengan kaki besi, menjadi jembatan gaya industrial vintage dan modern.

Instalasi perpipaan dari kuningan yang dipasang di dinding dan plafon beton acian kasar, sangat kental dengan gaya industrial vintage. Kesan industrial semakin diperkuat dengan tembok bata ekspos tanpa acian.

Foto hitam putih dan kolase berita-berita penting masa lalu yang dibingkai, dapat menambah kesan vintage, sekaligus pengingat pentingnya peristiwa yang pernah terjadi.
 

Baca juga: Ingin punya rumah bergaya industrial minimalis? Lihat karya Woso Studio berikut ini!
 

3. Warna Desain Interior Industrial yang Menawan  

Warna gaya industrial biasanya didominasi warna abu-abu beton, abu-abu gelap atau hitam bebatuan alam, coklat kayu, dan merah bata. Warna-warna ini memberikan kenyamanan dari kesan menyatu dengan alam yang ditampilkannya.

Teras bergaya industrial dengan sentuhan vintage (Sumber: bitte-design.com)Teras bergaya industrial dengan sentuhan vintage (Sumber: bitte-design.com)
 

Pohon Liang Liu / Babylon willow (Salix babylonica), sejenis pohon willow dengan daun-daun mungil berjuntai ke bawah meneduhkan area masuk ke pintu utama rumah. Pohon berbunga kuning kecil yang juga dikenal sebagai “janda merana” ini, menjadi penghalang pandangan langsung dari luar ke dalam, melindungi, dan memberi privasi untuk area indoor.

Teras bergaya industrial vintage ini juga sebagai penghubung area indoor dengan outdoor, menampilkan warna-warna alam yang memberi efek visual serta perasaan ruang yang lebih lega dan kenyamanan karena penyatuan dengan alam.
 

Baca juga: 11 Desain Teras Rumah Mewah yang Cantik
 

4. Ekspos Struktur dan Pesona Dinding Bata Ekspos pada Interior Industrial

Keindahan ekspos struktur dan dinding bata ekspos sebagai elemen estetika (Sumber: arsitag.com)Keindahan ekspos struktur dan dinding bata ekspos sebagai elemen estetika (Sumber: arsitag.com) 
 

Ekspos struktur baja di plafon, tulangan tiang besi cor yang sengaja dibiarkan terekspos, dinding bata ekspos, dan lantai semen, menjadi penanda kuatnya konsep industrial di rumah yang rampung tahun 2016 ini.

Desain meja makan unik dengan sentuhan washed look untuk kesan vintage yang kece (Sumber: arsitag.com)Desain meja makan unik dengan sentuhan washed look untuk kesan vintage yang kece (Sumber: arsitag.com) 
 

Meja dari susunan papan kayu dengan kursi kayu panjang model ‘warteg’ menjadi elemen penyatu gaya industrial dan vintage. Kulkas model tahun 70-an berwarna merah menyala,  kabinet dinding washed look, dan deretan foto hitam putih dalam bingkai hitam, menjadi keberhasilan tampilan vintage dalam ruang ini.
 

5. Dominasi Material Alam pada Desain Rumah Industrial

Jika ada yang beranggapan gaya industrial lebih dekat ke gaya hidup modern yang tidak peduli lingkungan, anggapan itu salah. Gaya industrial justru memanfaatkan material alam dengan tampilan setengah jadi (raw finishing). Keindahan dari kekuatan karakter setiap bahan ditampilkan menjadi estetika arsitektur.

Ruang open-plan bergaya industrial vintage (Sumber: bitte-design.com)Ruang open-plan bergaya industrial vintage (Sumber: bitte-design.com)
 

Meja dan kursi kayu yang terlihat agak kasar, justru tampil menawan dengan urat kayu dan potongan yang tidak dihaluskan. Warna abu-abu beton dengan tekstur kasar melambangkan kejujuran fungsi sebagai bahan pelapis dinding, lantai, dan plafon.
 

6. Tata Pencahayaan yang Baik untuk Desain Rumah Industrial

Sebenarnya, setiap karya arsitektur harus dilengkapi tata pencahayaan yang baik, secara alami atau pun buatan. Tata pencahayaan yang baik akan mendukung fungsi, membantu menonjolkan elemen tertentu, dan membuat ruang lebih sehat.

Dinding kaca sebagai sumber pencahayaan alami (Sumber: bitte-design.com)Dinding kaca sebagai sumber pencahayaan alami (Sumber: bitte-design.com)
 

Massa bangunan AA Residence bagian atas ini terbuat dari kontainer. Sisi samping kiri dan belakang tetap tertutup seperti aslinya, sedangkan bagian depan dan kanan, yang menghadap jalan raya, terbuka dan diganti dinding kaca.

Selain sebagai sumber cahaya alami, dinding kaca menjadi akses menuju rooftop garden yang cukup luas.

Area olahraga di rumah industrial vintage (Sumber: bitte-design.com)Area olahraga di rumah industrial vintage (Sumber: bitte-design.com) 
 

Rangka utama kontainer tetap dipertahankan dan dijadikan rangka jendela kaca. Jendela ini juga dilengkapi roller blind untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk dan menjaga privasi terutama di malam hari.
 

Baca juga: 10 Elemen agar Area Olahraga di Rumah Lebih Nyaman
 

Tata lampu apik yang mempercantik eksterior (Sumber: bitte-design.com)Tata lampu apik yang mempercantik eksterior (Sumber: bitte-design.com)
 

Tata lampu up-lighting dan down-lighting, selain sebagai pencahayaan, juga menonjolkan keindahan tanaman di malam hari.
 

7. Taman Minimalis Bergaya Retro

Bayangkan suasana tahun 1970 hingga 1980-an, menikmati pemandangan dan semilir angin, sambil duduk bercengkerama di kursi kayu panjang! Suasana seperti itu yang didapat saat duduk di teras AA Residence.  

Bayangkan suasana tahun 1970 hingga 1980-an, menikmati pemandangan dan semilir angin, sambil duduk bercengkerama di kursi kayu panjang! Suasana seperti itu yang didapat saat duduk di teras AA Residence.
Taman minimalis di teras (Sumber: bitte-design.com)
 

Pohon Liang Liu / Babylon willow (Salix babylonica), sejenis pohon willow dengan daun-daun mungil berjuntai ke bawah meneduhkan area masuk ke pintu utama rumah. Pohon eksotis ini tingginya bisa mencapai 20-25 meter dan usianya sekitar 40-75 tahun.  Pohon yang daunnya seperti menangis ini tumbuh dengan baik di dataran rendah atau pun tinggi, dalam suhu panas dan dingin. Lantai teras dilapis alas papan kayu diselingi tatanan gravel. Keduanya berpadu menciptakan taman minimalis bergaya retro yang rapi dan unik.
 

8. Rooftop Garden yang Nyaman

Bagian atas AA Residence dimanfaatkan sebagai rooftop garden yang luas dan nyaman. Aneka tanaman tropis mempercantik dan meneduhkan taman di atas atap ini.

Taman di atap (Sumber: arsitag.com)Taman di atap (Sumber: arsitag.com)
 

Suplir, pakis sarang burung, sirih gading, dan tanaman anggrek menjadi suplai oksigen dan bagian penting penciptaan suasana vintage yang keren dan nyaman.

Taman bergaya vintage yang nyaman di atap rumah (Sumber: bitte-design.com)Taman bergaya vintage yang nyaman di atap rumah (Sumber: bitte-design.com)
 

Pohon weeping willow yang tumbuh dari lantai dasar menjadi penyatu lantai bawah dan atas, sekaligus menjadi ‘tirai’ yang dengan ‘lembut’ menjaga privasi taman di lantai atas. Coba bayangkan jika deretan pot besar diletakkan di dak untuk menutupi area taman! Tentu secara visual akan tampak dipaksakan. Keberadaan weeping willow menjadi solusi cerdik menjaga privasi sambil tetap memberi kelegaan visual agar rooftop terkesan lebih luas.

Pintu lipat folding door untuk tampilan industrial vintage yang hemat ruang (Sumber: bitte-design.com)Pintu lipat folding door untuk tampilan industrial vintage yang hemat ruang (Sumber: bitte-design.com)
 

Rumah yang nyaman bukan rumah mewah yang penuh barang-barang mahal. Rumah yang nyaman dapat mewadahi setiap kegiatan anggota keluarga dengan baik, mengakrabkan hubungan antar anggota keluarga, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap momen berharga yang terjadi di dalamnya.

AUTHOR

Joyce Meilanita

Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.