Perbedaan Interior Designer dengan Interior Decorator

Perbedaan Interior Designer dengan Interior Decorator | Foto artikel Arsitag

Banyak orang mengira ‘interior designer’ dan ‘interior decorator’  itu sama saja. Padahal kedua profesi ini cukup berbeda.  Ini bukan sekedar perbedaan terminologi, tetapi fokus pelayanan yang diberikan keduanya juga berbeda.  

Perbedaan Interior Designer dengan Interior DecoratorInterior Bottega Ristorante karya Einstein & Associates (Sumber: arsitag.com)

Siapakah interior designer itu ?

Ada banyak aspek khusus dalam bangunan atau ruang yang perlu didesain mendetail. Biasanya, arsitek sebagai perancang bangunan akan meminta bantuan desainer khusus untuk merancang setiap bagian ruang dengan sedetail mungkin. Arsitek perlu bantuan interior designer, arsitek lanskap, desainer pencahayaan, dan desainer khusus lainnya.

Lingkup kerja interior designer biasanya berfokus pada satu ruang atau satu bagian ruang saja untuk memberikan kesan khusus pada ruang atau bagian ruang itu. Interior designer berperan untuk menciptakan area fungsional, aman,  nyaman, efisien, dan estetis yang mendukung fungsi ruang itu.

Para interior designer   mempelajari dan mengaplikasikan kemampuan detailnya tentang :  

  • desain pencahayaan
  • jenis, sifat, tekstur, dan warna bahan, serta pemanfaatannya
  • teori dan sejarah desain
  • sistem dan teknologi bangunan
  • desain yang tahan lama dan tidak ketinggalan zaman
  • desain yang bermanfaat dan mudah diakses
  • manajemen proyek
  • Kode dan standar yang berlaku di wilayah atau negara masing-masing

Para interior designer juga mampu berkomunikasi baik dengan profesional lain di bidang yang berkaitan,  mulai dari arsitek sampai pedagang kain di pasar grosir. Kemampuan ini sangat diperlukan agar semua ide desain dapat terimplementasi dengan baik dan optimal.

Pemilihan furnitur dari barang daur ulang menciptakan interior unik dan estetis pada AA Residence di Cimanggis karya Bitte Design Studio (sumber : arsitag.com)Pemilihan furnitur dari barang daur ulang menciptakan interior unik dan estetis pada AA Residence di Cimanggis karya Bitte Design Studio (sumber : arsitag.com)

Siapakah arsitek interior itu ?

Banyak desainer yang menyebut dirinya sebagai arsitek interior.  Para arsitek interior bisa saja arsitek terlatih yang memfokuskan dirinya pada bidang interior, atau memang lulusan ‘interior architecture’ seperti dari fakultas arsitektur di Universitas Indonesia atau Monash University.  

Ruang Tidur bergaya Scandinavian karya La.casa.  Interior designer ruang ini memperhatikan detail ruang mulai dari lantai, kusen dan daun jendela, sampai furnitur dan pemilihan warnanya. (sumber : arsitag.com)Ruang Tidur bergaya Scandinavian karya La.casa.  Interior designer ruang ini memperhatikan detail ruang mulai dari lantai, kusen dan daun jendela, sampai furnitur dan pemilihan warnanya. (sumber : arsitag.com)

Siapakah interior decorator ?

Hal yang dipelajari dan dikerjakan para interior decorator  memang mirip dengan interior designer. Namun, pekerjaan mereka tidak berhubungan dengan memindahkan dinding, penginstalasian, atau perencanaan sistem keamanan dan utilitas. Para interior decorator benar-benar fokus untuk mendekorasi elemen arsitektur yang memang sudah ada.  Interior decorator adalah para spesialis estetika, dan biasanya bergelar diploma.

Detail tangga dan dinding yang unik dan estetis di Na Residence, Solo karya Alvin Tjitrowirjo (sumber : arsitag.com)Detail tangga dan dinding yang unik dan estetis di Na Residence, Solo karya Alvin Tjitrowirjo (sumber : arsitag.com)

Siapakah interior stylist ?

Memang definisinya masih kurang jelas, namun interior stylist  adalah mereka yang mendekorasi interior tanpa melalui pendidikan formal di bidang interior.  Para interior stylist bisa dari kalangan yang memang berbakat, berpengalaman, atau memang lulusan jurusan yang berhubungan dengan dekorasi dan estetika.

Para interior stylist sangat ahli dalam mempercantik interior, dan seringkali keahlian mereka diperlukan agen real estate untuk mempercantik rumah contoh agar menarik pembeli.  Para interior stylist juga berperan dalam mempercantik dan mengatur interior untuk sesi pemotretan.

Perbedaan Interior Designer dengan Interior Decorator

Gading Residence di Kelapa Gading karya Cosmas Gozali . Arsitek  juga mampu mendesain interior ruang dengan detail untuk mengoptimalkan fungsi ruang (sumber : arsitag.com)

Cara memilih interior designer dan interior decorator yang cocok

Sebenarnya menemukan interior designer dan interior decorator  tidaklah sulit, namun jika ingin menemukan yang berbakat dan profesional di bidangnya, beberapa hal ini harus dilakukan.

  1. Carilah para profesional yang karyanya Anda sukai.
  2. Pilih setidaknya tiga item dan cek kisaran harga yang sesuai dengan dana yang dimiliki.
  3. Periksa kualitas dan kredibilitas para kandidat designer.
  4. Pilihlah designer  yang memiliki ‘chemistry’ yang paling cocok.

Interior ruang W House di Tulodong Jakarta karya Studio Air Putih. Dinding untuk display lukisan memperlihatkan  kerjasama arsitek dengan designer interiornya. (sumber : arsitag.com)Interior ruang W House di Tulodong Jakarta karya Studio Air Putih. Dinding untuk display lukisan memperlihatkan  kerjasama arsitek dengan designer interiornya. (sumber : arsitag.com)

Kesimpulan

Interior designer  adalah sarjana lulusan desain interior.  Pekerjaan mereka berhubungan dengan semua aspek yang berkaitan dengan interior, agar semua elemen ruang tepat perletakannya,  saling menyatu, dan bermanfaat secara optimal.

Interior decorator  adalah diploma lulusan desain. Pekerjaan mereka adalah mempercantik interior ruang yang sudah ada (tidak membongkar, menambah, atau mengurangi struktur ruangan) dan berhubungan dengan pengecatan dan pelapisan furnitur, dinding, dan lantai, serta bahan kain.

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Joyce Meilanita

Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.