
Pemanfaatan lahan sisa menjadi sebuah hunian berupa rumah mungil merupakan sebuah solusi praktis bagi sebuah keluarga untuk memiliki tempat beristirahat yang nyaman di tengah padatnya kesibukan kota besar. Ide ini sukses diwujudkan dalam bentuk desain hunian Bungur House oleh Splusd Design Bureau. Sebuah lahan kosong di belakang tempat usaha telah bertranformasi menjadi bangunan layak huni dengan kenyamanan maksimal.
Table of Contents

Bentuk lahan yang tidak teratur atau asimetris tidak menjadi halangan dalam membuat desain rumah mungil tersebut. Desain yang dipergunakan mengubah ketidakteraturan menjadi keuntungan. Optimalisasi setiap jengkal lahan memastikan hunian tetap fungsional serta memiliki ruang gerak yang leluasa. Hasilnya adalah sebuah ruang tinggal yang dinamis dan cocok dengan gaya hidup kaum urban.

Fungsionalitas menjadi kunci utama dari desain rumah mungil ini. Terlepas dari ukuran yang terbatasi, hunian ini memiliki semua area dasar yang dibutuhkan dalam sebuah rumah yang meliputi dua kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang keluarga, ruang kerja, serta taman mungil yang membawa nuansa alam ke dalam bangunan.

Penerangan maksimal mendapat perhatian penting dalam hunian. Atap skylight di atas area ruang makan menuju ruang keluarga memastikan seluruh area terlihat terang. Hal ini turut berperan dalam membangun nuansa lapang dalam ukuran hunian yang terbatas. Aspek terbuka ini juga didukung oleh penggunaan warna putih sebagai warna utama ruangan serta adanya bukaan yang menghubungkan ruang makan dan dapur.

Penggunaan ornamen sangat terbatas dan lebih menekankan pada fungsionalitas. Ornamen pada ruangan hadir dalam bentuk lukisan dinding, tekstur dari dinding beton ekspos pada salah satu sisi ruangan, serta penggunaan kursi dan meja makan vintage yang kontras dengan elemen modern lainnya.

Bagian utama dari desain Bungur House adalah dinding glass block ini. Material ini sengaja dipilih karena mampu menghapuskan kesan kaku batas antara setiap ruangan, sehingga transisi dari satu area ke area lain terasa lebih mulus. Di sisi lain, material semi transparan ini tetap memberikan privasi bagi penghuninya. Penambahan pot tanaman hijau yang menempel pada dinding kaca tersebut membawa nuansa alam yang sejuk ke dalam seluruh area.

Penambahan taman mungil di sudut ruang keluarga mempertegas upaya untuk membawa sentuhan alam yang sejuk ke dalam hunian. Sudut taman tersebut menyatu manis dengan desain ruang keluarga yang fungsional. Dari segi pemilihan warna, terlihat pengulangan warna tanah dalam beberapa variasi pada dinding aksen, sofa, karpet dinding, dan karpet lantai. Secara keseluruhan, perpaduan semua elemen tersebut membawa atmosfer nyaman, seakan-akan berada dalam hunian yang sudah berdiri sejak lama.

Kamar tidur utama hunian ini menggabungkan beberapa elemen menarik di dalamnya. Pada salah satu sisi, dinding kamar menggunakan material glass block modern semitransparan. Sementara di sisi lain, dinding kamar menggunakan keramik setengah badan ala vintage warna hitam. Perpaduan elemen yang kontras tersebut membawa harmonisasi tersendiri dalam ruangan yang membuka langsung ke arah ruang keluarga dan taman mungil di depannya.
Desain rumah mungil ini menggabungkan banyak unsur di dalamnya. Perpaduan yang melibatkan unsur modern dari penggunaan glass block, unsur industrialis dari dinding beton ekspos, hingga unsur vintage dari penggunaan furnitur dengan gaya jadul. Kombinasi semua unsur tersebut menciptakan sebuah desain kontemporer yang terasa nyaman dan mampu menjawab kebutuhan dari penghuninya.