Desain Kantor Industrial Kekinian Bagi Kaum Milenial

Desain Kantor Industrial Kekinian Bagi Kaum Milenial | Foto artikel Arsitag
Cover: Studio TonTondi Tangerang karyaAntony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon tahun 2007 (Sumber: arsitag.com)

Secara terminologi, kantor adalah tempat bekerja. Tetapi dalam kenyataannya, kantor bukan sekedar tempat bekerja untuk menuangkan semua ide dan kreativitas. Banyaknya pekerjaan dan deadline yang harus diselesaikan menuntut desain kantor yang mampu ‘memancing’ ide-ide brilian. Desain kantor yang baik juga harus memberi suasana nyaman bagi pekerjanya agar selalu fit dan tidak cepat merasa lelah sehingga kinerjanya menjadi baik. Selain itu, aliran ruang kantor harus menciptakan kebersamaan agar kerjasama antar pekerja dapat terjalin dengan apik.

Di zaman milenial ini, desain kantor industrial menjadi digandrungi karena menampilkan estetika yang unik dari kejujuran karakteristik bahan bangunannya. Kejujuran dari desain industrial diharapkan dapat menciptakan etos kerja yang jujur dan memunculkan ide-ide yang orisinil. Sebenarnya apa ciri-ciri desain industrial? Bagaimana pula desain kantor kekinian bagi kaum milenial? Artikel ini akan mencerahkannya untuk Anda sekaligus memberikan inspirasi desain kantor industrial kekinian bagi kaum milenial.

Ekspos Pipa, Balok, dan Langit-langit

Maverick Interior di Jakarta karya Jerry M. Febrino tahun 2012 (Sumber: arsitag.com)

Maverick Interiordi Jakarta karyaJerry M. Febrino tahun 2012(Sumber: arsitag.com)

Ekspos pipa/ducting, balok, dan langit-langit yang terbuka menjadi ciri khas desain industrial. Elemen struktural dan mekanikal yang diekspos menjadi unsur estetika yang jujur, sekaligus mempermudah pengawasan dan pemeliharaannya.

Baca juga: 7 Desain Kantor Cozy yang Super Nyaman

Perpaduan Beton, Kayu, dan Logam

Ampera Six Building di Jakarta karya CHRYSTALLINE artchitect tahun 2012 (Sumber: arsitag.com)

Ampera Six Buildingdi Jakarta karyaCHRYSTALLINE artchitect tahun 2012 (Sumber: arsitag.com)

Keunikan karakter beton yang terkesan kaku dan kokoh dengan warna abu-abunya, kayu yang terkesan nyaman dan membumi, serta kesan modern dan elegan dari kilauan logam, akan memberikan dampak signifikan bagi desain kantor industrial.

The Studio of Adikara Nusa Pratama di Taman Griya Jimbaran karya A & Partners tahun 2014 (Sumber: arsitag.com)

The Studio of Adikara Nusa Pratamadi Taman Griya Jimbaran karyaA & Partnerstahun 2014 (Sumber: arsitag.com)

Kekuatan karakter yang ditampilkan dari kesederhanaan serat kayu berpadu apik dan mewah dengan logam yang dicat hitam. Keduanya memberikan kesan kokoh, jujur, dan elegan pada pintu The Studio of Adikara Nusa Pratama.

Baca juga: Mengeksplorasi Keindahan Bahan Bangunan Sederhana

Dinding

Galileo Breezeway di Jakarta Pusat karya hmparchitects tahun 2013 (Sumber: arsitag.com)
Galileo Breezewaydi Jakarta Pusat karya hmparchitects tahun 2013 (Sumber: arsitag.com)

Saat merancang Galileo Breezeway, arsitek harus menemukan ide brilian untuk memaksimalkan masuknya cahaya alami dan memanfaatkan aliran udara alami. Keberadaan jalusi dari logam setinggi dinding menjadi jawaban dari tantangan ini.  Selain itu, material untuk dinding sengaja dipilih dari beton, baja, dan kaca. Selain untuk memaksimalkan pencahayan dan penghawaan alami, juga untuk mencirikan desain industrialnya.

SPPI Office di Tebet, Jakarta Selatan karya Delution Architect tahun 2016 (Sumber: arsitag.com)

SPPI Officedi Tebet, Jakarta Selatan karya Delution Architect tahun 2016 (Sumber: arsitag.com)

Dinding bata ekspos menjadi pilihan bahan untuk dinding SPPI Office. Kekhasan visualisasi bata ekspos yang atraktif membuat bahan ini mudah beradaptasi dengan bahan lainnya dengan berbagai gaya arsitektur.

Baca juga: Dinding Bata yang Tak Lekang oleh Waktu

Lantai

BBDO Indonesia Office karya Delution Architect tahun 2015 (Sumber: arsitag.com)

BBDO Indonesia OfficekaryaDelution Architecttahun 2015 (Sumber: arsitag.com)

BBDO Indonesia Office menginginkan kantor bernuansa berbeda dan dinamis, serta dapat ‘memancing’ ide-ide kreatif karyawannya. Itulah sebabnya, Delution Architect merancang desain yang unik, eyecatching, dan berfilosofi kreatif dalam keseluruhan elemen desain interiornya. Meja kerja, lantai, furnitur, lampu, pintu, dinding, hingga lighting berkonsep industrial yang unik dan terkesan mengalir.

Untuk merancang kantor bernuansa industrial, lantai beton yang dipoles dan kayu parket menjadi pilihan tepat yang praktis, ekonomis, dan berkarakter. Interaksi beton kasar dan kehangatan kayu parket memberikan efek menakjubkan nan elegan bagi konsep desain kantor industrial kekinian bagi kaum milenial.

Baca juga: 13 Cara untuk Merancang Ruang kerja di Rumah

Tangga

Galileo Breezeway di Jakarta Pusat karya hmparchitects tahun 2013 (Sumber: arsitag.com)

Galileo Breezewaydi Jakarta Pusat karya hmparchitects tahun 2013 (Sumber: arsitag.com)

Tangga baja dan beton pada Galileo Breezeway tampil keren dengan desain industrial unik yang modern. Area di bawah tangga dijadikan taman ‘zen’ dengan filosofi mendalam tentang kesederhanaan yang menenangkan jiwa.

Baca juga: Pemanfaatan Elemen Industrial dalam Perancangan Rumah

Pintu

The Studio of Adikara Nusa Pratama di Taman Griya Jimbaran karya A & Partners tahun 2014 (Sumber: arsitag.com)
The Studio of Adikara Nusa Pratamadi Taman Griya Jimbaran karyaA & Partnerstahun 2014 (Sumber: arsitag.com)

Pintu The Studio of Adikara Nusa Pratama didesain begitu apik dan elegan dari susunan papan dengan struktur baja dicat hitam. Serat kayu yang cantik dan warna hitam yang elegan, berpadu menyatu dengan beton acian kasar pada dinding dan lantai, menampilkan kekokohan yang jujur dan berkarakter.

Pilihan Warna untuk Desain Kantor Industrial

OMG Office di Jakarta karya Delution Architect tahun 2016 (Sumber: arsitag.com)
OMG Officedi Jakarta karyaDelution Architect tahun 2016 (Sumber: arsitag.com)

Sebenarnya, warna-warna asli dari setiap bahan yang diekspos dalam desain sudah menunjukkan kejujuran gaya industrial. Coklat kayu, abu-abu beton, dan hitam atau merah gelap dari logam sudah mencirikan desain industrial. Namun, gaya industrial tidak terbatas pada warna-warna itu saja. Tidak tertutup kemungkinan untuk memadukan berbagai warna dalam desain industrial, baik warna monokrom, maupun warna-warna kontras. Delution Architect membuktikannya dengan secara berani menginteraksi warna merah dan hitam, dan meneduhkannya dengan warna coklat koral dari batu alam hias dan kayu pada dinding dan pembatas area kerja OMG Office.

Pencahayaan Bergaya Industrial

BBDO Indonesia Office di Jakarta karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)

BBDO Indonesia Officedi Jakarta karyaDelution Architect (Sumber: arsitag.com)

Area kerja BBDO Indonesia Office menggunakan lampu TL yang disusun berbentuk maze, digantung di bawah plafond terbuka berhiaskan ducting ekspos.

SPPI Office di Tebet, Jakarta Selatan karya Delution Architect tahun 2016 (Sumber: arsitag.com)
SPPI Officedi Tebet, Jakarta Selatan karya Delution Architect tahun 2016 (Sumber: arsitag.com)

Alur unik dari sistem kabel lampu yang ‘berkeliaran’ bebas, selain memberi penerangan pada SPPI Office juga ikut memperkuat nuansa industrial.

Baca juga: 8 Cara Baru Mendesain Ruang Kerja di Rumah Minimalis Anda

Pembagian Ruang yang Jelas dalam Open-plan

Office at KCN di Jakarta karya Atelier Cosmas Gozali tahun 2009 (Sumber: arsitag.com)
Office at KCN di Jakarta karya Atelier Cosmas Gozali tahun 2009 (Sumber: arsitag.com)

Walau gaya industrial menekankan keterbukaan melalui open-plan, namun pembagian area harus jelas. Tujuan konsep open-plan adalah memberikan kesan lega, ekonomis, dan memudahkan kerjasama antar bagian.

Baca juga: Bagaimana Cara Membuat Aliran Ruang yang Nyaman

Taman

Galileo Breezeway di Jakarta Pusat karya hmparchitects tahun 2013 (Sumber: arsitag.com)

Galileo Breezewaydi Jakarta Pusat karya hmparchitects tahun 2013 (Sumber: arsitag.com)

Keberadaan taman di pintu masuk, di dalam area kantor, di atap, bahkan di bawah tangga, akan membawa kesegaran untuk jiwa dan raga para pekerja. Tidak perlu area taman yang terlalu luas, desain taman vertikal juga akan sangat bermanfaat dan bergaya kekinian.

Desain kantor industrial adalah soal mengekspos elemen-elemen bangunan, mulai dari elemen struktural, mekanikal, material dinding, lantai, tangga, bahkan pintu, dengan didukung sistem pencahayaan dan tata warna yang baik. Desain interior kantor industrial mengacu pada konsep open-plan dengan pembagian area kerja yang jelas, dengan kemudahan pengawasan, dan aliran ruang yang nyaman. Estetika didapat dari kejujuran memamerkan karakter material yang digunakan. Sentuhan ‘unfinished’ dari beton kasar, serat kayu, bata ekspos, dan logam berkarat mampu bersanding dengan furnitur modern dan memberikan kesan kreatif yang elegan untuk desain kantor industrial kekinian bagi kaum milenial.

Baca juga:

Vertical Garden, Solusi Taman untuk Keterbatasan Lahan

Mematahkan Mitos “Atap Hijau”

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Joyce Meilanita

Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.