Konstruksi Beton untuk Gaya Industrial yang Keren

Konstruksi Beton untuk Gaya Industrial yang Keren | Foto artikel Arsitag
Ruang makanRuang makan AA Residence karya Bitte Design Studio tahun 2016(Sumber: arsitag.com)

Dari namanya saja, konstruksi beton seharusnya berperan dalam struktur bangunan. Namun, kecerdikan seorang arsitek dapat menjadikan konstruksi beton menjadi gaya industrial yang keren. Beton sebagai salah satu material yang bisa memperkuat kesan alami, selain keren untuk dijadikan gaya industrial, juga hemat waktu dan biaya dalam pengerjaannya. Artikel ini akan menampilkan ekspos konstruksi beton untuk gaya industrial yang keren dalam berbagai area fungsional.

Tampilan Eksterior

Tampilan eksterior AA Residence karya Bitte Design Studio (Sumber: arsitag.com)

Tampilan eksteriorTampilan eksterior AA Residence karya Bitte Design Studio(Sumber: arsitag.com)

Tampilan eksterior sebagai kesan pertama sebuah bangunan akan mencirikan keadaan interior dan fungsi bangunan secara keseluruhan. Tampilan eksterior sebuah rumah akan berbeda dengan tampilan eksterior kantor, toko, pasar, gedung pemerintahan, dan sebagainya.

Bitte Design Studio berhasil memberikan tampilan eksterior yang keren dengan ekspos konstruksi beton untuk gaya industrial pada AA Residence. Kesan industrial semakin diperkuat dengan pemanfaatan kontainer sebagai ruang fungsional.   

H & I House karya G+G Architect Studio tahun 2014 (Sumber: arsitag.com)

H & I HouseH & I House karya G+G Architect Studio tahun 2014 (Sumber: arsitag.com)

Tampak depan karya G+G Architect Studio (Sumber: arsitag.com)

Tampak depanTampak depan karya G+G Architect Studio(Sumber: arsitag.com)

Konstruksi beton pada struktur teras H & I House sengaja diekspos untuk memberikan kesan natural yang dipadukan dengan balok kayu pada atap teras dan tanaman di sekitarnya. 

Wanderlust Coffee Shop karya Vindo Design tahun 2015 (Sumber: arsitag.com)

Wanderlust Coffee ShopWanderlust Coffee Shop karya Vindo Design tahun 2015(Sumber: arsitag.com)

Wanderlust Coffee Shop menarik konsumennya dengan tampilan gaya industrial dari dinding dengan ekspos acian semen, jendela besar, pintu kaca, dan rolling door bercat coklat kopi.

Kamar Tidur

Industrial Style Apartment karya Rinto Katili tahun 2015 (Sumber: arsitag.com)

Industrial Style ApartmentIndustrial Style Apartment karya Rinto Katili tahun 2015 (Sumber: arsitag.com)

Sang arsitek,  Rinto Katili, sangat kreatif dalam merancang kamar tidur untuk pasangan muda di sebuah apartemen kecil dengan gaya industrial. Dinding beton di belakang tempat tidur sengaja diekspos dan berpadu keren dengan lampu dan nakas yang sengaja digantung untuk memperkuat kesan industrial yang cerdik.

Inspace Studio Showroom karya Inspace Studio (Sumber: arsitag.com)

Inspace Studio ShowroomInspace Studio Showroom karya Inspace Studio(Sumber: arsitag.com)

Desain showroom kamar tidur ini dapat menjadi contoh pemanfaatan dinding beton untuk gaya arsitektur industrial, modern, dan Scandinavian. Warna abu-abu beton, biru gelap, merah terang, coklat kayu, dan putih berpadu serasi dalam menciptakan kamar tidur yang keren ini.

Ruang Makan

H & I House karya G+G Architect Studio tahun 2014 (Sumber: arsitag.com)

H & I HouseH & I House karya G+G Architect Studio tahun 2014 (Sumber: arsitag.com)

Ruang makan sebagai salah satu ruang fungsional yang menuntut kenyamanan untuk kebersamaan seluruh penggunanya, ternyata dapat pula didesain dengan gaya industrial dari konstruksi beton.  G+G Architect Studio menciptakan gaya industrial, modern, dan tropikal bersuasana nyaman ini dari kesan alami yang ditampilkan oleh unsur kayu dan batu. Langit-langit dengan warna kayu yang gelap diimbangi oleh void dan jendela besar yang menambah cahaya bagi ruang. Kesan industrial dari ekspos dinding beton diperkuat dengan ekspos struktur baja pada tiang, sloof, struktur atap, serta rangka meja dan kursi makan.

Baca juga: Mengekspos Kepolosan Material dan Elemen Arsitektural

SAPENG Art of Satay Resto karya Evonil Architecture tahun 2013 (Sumber: arsitag.com)

SAPENG Art of Satay RestoSAPENG Art of Satay Resto karya Evonil Architecture tahun 2013 (Sumber: arsitag.com)

Evonil Architecture berhasil merancang sebuah tempat hangout keren untuk para remaja kaum urban. Besaran ruang dalam café ini sengaja dirancang untuk membangkitkan kesan underground subway. Kesan artistik dari gaya industrial ditampilkan dari warna kontras abu-abu beton dengan aksen hitam. Lampu bohlam kuning yang digantung menonjol di sela-sela rangka baja menjadikan gaya industrial café ini semakin menarik dan keren.

Inspace Studio Showroom karya Inspace Studio tahun 2016 (Sumber: arsitag.com)

Inspace Studio ShowroomInspace Studio Showroom karya Inspace Studio tahun 2016 (Sumber: arsitag.com)

Kali ini Inspace Studio menampilkan gaya modern, Scandinavian, dan industrial yang keren pada ruang makan. Meja pantry diberi finishing ekspos acian semen dengan kursi kayu bulat tinggi berangka besi bercat hitam.

Detail kursi Inspace Studio Showroom karya Inspace Studio (Sumber: arsitag.com)

Detail kursiDetail kursi Inspace Studio Showroom karya Inspace Studio(Sumber: arsitag.com)

Konstruksi Beton untuk Gaya Industrial yang KerenH & I House di Cianjur karya G+G Architect Studio (Sumber: arsitag.com)

H & I House di Cianjur karya G+G Architect Studio(Sumber: arsitag.com)

Dinding rooster pada H & I House telah membuktikan bahwa gaya industrial tidak hanya bisa didapat dari konstruksi dinding beton masif saja. Dinding rooster ini juga menjadi aksen detail yang mempercantik di tengah kepolosan dinding beton masif pada ruang di belakangnya.

Ruang Keluarga

Konstruksi Beton untuk Gaya Industrial yang KerenRuang keluarga H & I House karya G+G Architect Studio tahun 2014 (Sumber: arsitag.com)

Ruang keluargaH & I House karya G+G Architect Studio tahun 2014 (Sumber: arsitag.com)

Untuk menghilangkan kesan monoton dan memberikan kesan modern tropikal pada gaya industrialnya,     G+G Architect Studio memanfaatkan warna-warna cerah dan kontras pada kain sofa, cushion, dan hiasan dindingnya.

Area Bercengkerama di Ruang Publik

Wanderlust Coffee Shop karya Vindo Design (Sumber: arsitag.com)

Wanderlust Coffee ShopWanderlust Coffee Shop karya Vindo Design(Sumber: arsitag.com)

Desain sebuah coffee shop menuntut kenyamanan agar pelanggannya betah dan ingin kembali lagi.   Vindo Design menampilkan suasana ini dengan merancang gaya industrial sekaligus modern dari kontras warna gelap dan cerah.

Konstruksi Beton untuk Gaya Industrial yang KerenInterior pop up industrial karya Gilang Maulana Dentiasa tahun 2015 (Sumber: arsitag.com)

Interior pop up industrial karya Gilang Maulana Dentiasa tahun 2015 (Sumber: arsitag.com)

Ternyata gaya industrial juga keren jika dipadukan dengan gaya pop up, modern, dan kontemporer. Area duduk pada ruang komersial ini menjadi bukti betapa kerennya ekspos tiang-tiang beton yang dipadukan dengan warna-warna kontras pada sofa dan dinding. Cahaya lampu gantung juga memperkuat tampilan setiap warna.

Baca juga: Bermain Warna? Siapa Takut ?

Area Toko

Kalibre karya DNV Studio tahun 2015 (Sumber: arsitag.com)

KalibreKalibre karya DNV Studio tahun 2015 (Sumber: arsitag.com)

Konstruksi beton pada area toko tidak hanya memberikan kesan ’langsung beli’ dari pabrik bagi pelanggannya, tetapi juga hemat biaya perawatan dan waktu pengerjaan bagi pemiliknya.

Kalibre karya DNV Studio (Sumber: arsitag.com)

KalibreKalibre karya DNV Studio(Sumber: arsitag.com)

Konstruksi beton untuk gaya industrial yang keren membuktikan ketidakterbatasan imajinasi dan kreativitas untuk menciptakan karya arsitektur dari berbagai material. Mari terus berkarya!

Baca juga :

8 Desain Kantor Kekinian yang Membuat Anda Betah Bekerja di Sana

Pemanfaatan Elemen Industrial dalam Perancangan Rumah

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Joyce Meilanita

Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.