8 Desain Kantor Kekinian yang Membuat Anda Betah Bekerja di Sana

8 Desain Kantor Kekinian yang Membuat Anda Betah Bekerja di Sana | Foto artikel Arsitag
Cover: Maverick Interior karya Jerry M. Febrino (Sumber: arsitag.com)

Kantor sebagai tempat sebagian besar orang menghabiskan waktu untuk menuangkan ide-idenya, seharusnya dibuat seefektif dan senyaman mungkin. Semua elemen yang ada di dalam kantor, mulai dari furnitur dan peralatan kantor, besaran ruang dan perletakan perabot yang memungkinkan pergerakan yang nyaman, sampai pemilihan warna, pencahayaan, dan sirkulasi udara yang tepat, harus mendukung kinerja setiap pegawai di dalam kantor itu.  Artikel ini menyajikan beberapa desain kantor kekinian yang membuat Anda betah bekerja di sana.

Taman Vertikal di Maverick Interior karya Jerry M. Febrino (Sumber: arsitag.com)
Taman Vertikal di Maverick Interior karya Jerry M. Febrino (Sumber: arsitag.com)

1. Desain Kantor Kreatif

Jerry M. Febrino mengusung konsep gudang untuk area kantor sebagai perlambang penuhnya ide-ide dalam gudang pemikiran manusia yang kreatif. Ruang-ruang dikondisikan seperti sebuah kontainer yang seharusnya berada di luar ruang. Ide ini dimaksudkan untuk membawa keleluasaan luar ruang ke dalam kantor.

Maverick Interior karya Jerry M. Febrino (Sumber: arsitag.com)

Maverick Interior karya Jerry M. Febrino (Sumber: arsitag.com)

Area istirahat juga dibuat senyaman mungkin dengan dukungan bean bag, langit-langit dari teralis yang sengaja direndahkan, dan lampu bohlam warna kuning yang menghangatkan.

Maverick Interior karya Jerry M. Febrino tahun 2012 (Sumber: arsitag.com)

Maverick Interior karya Jerry M. Febrino tahun 2012 (Sumber: arsitag.com)

Vertical garden selain menambah keasrian, juga memperkuat kesan kebebasan lingkungan alam. Desain kantor seperti ini diharapkan dapat membebaskan para pegawai dari keterkungkungan dan merasa betah bekerja di sana.

Maverick Interior  di Jakarta, karya Jerry M. Febrino (Sumber: arsitag.com)

Maverick Interior  di Jakarta, karya Jerry M. Febrino (Sumber: arsitag.com)

2.  Desain Kantor Serasa Rumah

PGN Office karya Andramatin tahun 2015 (Sumber: arsitag.com)

PGN Office karya Andramatintahun 2015 (Sumber: arsitag.com)

Kursi antik model sedan dengan sandaran yang nyaman diletakkan di ruang tamu kantor. Kursi ini akan membuat klien merasa rileks dan bisa lebih terbuka dalam mengemukakan kebutuhan mereka.

PGN Office di Bintaro, karya Andramatin (Sumber: arsitag.com)

PGN Office di Bintaro, karya Andramatin(Sumber: arsitag.com)

Area kerja didesain formal untuk mengoptimalkan kinerja sambil tetap memberikan kenyamanan dengan plafon dan rumah lampu rendah berwarna coklat dan hitam.

3. Desain Kantor Penuh Memori  

Ruang kerja drafter di Sonny Sutanto Architects New Office  karya  Sonny Sutanto Architects (Sumber: arsitag.com)
Ruang kerja drafter di Sonny Sutanto Architects New Office  karya  Sonny Sutanto Architects(Sumber: arsitag.com)

Kantor baru SSA dikondisikan untuk tetap membawa kenyamanan kantor lama. Ukuran ruang dan memori dari furniture kantor lama diharapkan membuat pegawai yang sudah setia selama 13 tahun tetap betah di kantor baru.

Lobby Sonny Sutanto Architects New Office  karya  Sonny Sutanto Architects tahun 2016 (Sumber: arsitag.com)

Lobby Sonny Sutanto Architects New Office  karya  Sonny Sutanto Architectstahun 2016(Sumber: arsitag.com)

Foto-foto hasil kerja saat masih di kantor lama menghias dinding kantor baru. Foto-foto ini diharapkan memberi semangat dan ide-ide baru dari kebanggaan akan keberhasilan di masa lalu untuk memicu kesuksesan yang akan datang.

Ruang kerja Sonny Sutanto Architects New Office karya Sonny Sutanto Architects (Sumber: arsitag.com)

Ruang kerja Sonny Sutanto Architects New Officekarya Sonny Sutanto Architects(Sumber: arsitag.com)

Garis horizontal dan vertikal pada furnitur dan langit-langit sengaja dikondisikan untuk mengarahkan perspektif dari koridor. Pilihan bentuk dan warna geometri memperjelas pembagian ruang dan mengakomodasi aktivitas-aktivitas tertentu.

4.  Desain Kantor Modern dan Asri

Studio TonTon karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon tahun 2007 (Sumber: arsitag.com)

Studio TonTon karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon tahun 2007 (Sumber: arsitag.com)

Kantor sekaligus studio arsitektur ini berlokasi di Paramount Hill Golf - GGB No. 35 Gading Serpong, Tangerang. Studio seluas 860 m² ini menampilkan semua konsep yang dibutuhkan seorang arsitek untuk mewujudkan sebuah desain.

Ruang Kerja Studio TonTon karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon (Sumber: arsitag.com)

Ruang Kerja Studio TonTon karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon(Sumber: arsitag.com)

Mulai dari kejelasan struktur yang ditampilkan dari ekspos rangka baja, desain, dan besaran ruang serta furnitur yang mendukung kebutuhan efektifitas kerja, sampai keasrian deretan bambu hias sebagai perwakilan keserasian dengan lingkungan alam.

Deretan bambu hias di Studio TonTon karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon (Sumber: arsitag.com)

Deretan bambu hias di Studio TonTon karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon(Sumber: arsitag.com)

5.  Desain Kantor di Rumah

Sebagian orang merasa nyaman jika bekerja di rumah dan menjadikan rumahnya sekaligus sebagai kantor. Yang menjadi permasalahan adalah cara memisahkan area kantor yang publik dengan area rumah yang privat.

RAW Office karya RAW Architecture (Sumber: arsitag.com)

RAW Office karya RAW Architecture (Sumber: arsitag.com)

Secara cerdik, kantor lama RAW Architecture seluas 150m2 dilokasikan dalam garasi rumah. Tercermin dari namanya, finishing kantor ini menampilkan keindahan finishing kasar dengan pemanfaatan material alami.

RAW Office karya RAW Architecture (Sumber: arsitag.com)

RAW Office karya RAW Architecture (Sumber: arsitag.com)

Ukuran ruang sengaja dirancang sesuai efisiensi kerja untuk menciptakan rasa kebersamaan dalam pekerjaan desain maupun proyek arsitektur. RAW Office menjadi contoh kantor kecil di rumah yang mencoba mengeksplorasi desain dalam keadaan ruang terbatas di Jakarta.

RAW Office karya RAW Architecture (Sumber: arsitag.com)

RAW Office karya RAW Architecture (Sumber: arsitag.com)

Luas kantor yang terbilang sempit ini masih menyediakan sebuah ruang pertemuan dengan perpustakaan “Omah” yang dipercantik dengan guratan plywood. Lengkung langit-langit selebar 2,4 m seluruhnya terbuat dari pywood prefabrikasi.

6.  Desain Kantor Bernuansa Alam

Home Sweet Office karya Han Awal & Partners tahun 2008 (Sumber: arsitag.com)

Home Sweet OfficekaryaHan Awal & Partners tahun 2008 (Sumber: arsitag.com)

Konsep kantor yang digagas Han Awal & Partners adalah Home Sweet Office.  Unsur kayu berupa balok dan batang kayu, kursi rotan, pepohonan, serta unsur air dimanfaatkan optimal agar desain kantor ini bernuansa alam dan dapat membawa kenyamanan serasa di rumah.

Home Sweet Office karya Han Awal & Partners tahun 2008 (Sumber: arsitag.com)

Home Sweet OfficekaryaHan Awal & Partners tahun 2008 (Sumber: arsitag.com)

Rak pajang hasil karya arsitektur sengaja ditampilkan sebagai pengingat hasil kerja keras yang sudah dijalani dan penyemangat untuk lebih tekun dan kreatif di masa mendatang.

Home Sweet Office karya Han Awal & Partners (Sumber: arsitag.com)

Home Sweet OfficekaryaHan Awal & Partners (Sumber: arsitag.com)

Sistem pencahayaan lampu yang indah di malam hari, bukan sekedar mempercantik bangunan, tetapi untuk memberikan suasana nyaman dan tenang agar para pekerja lembur dapat menenangkan pikiran dan bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaannya.

7.  Desain Kantor Modern yang Nyaman  

DMHQ  karya Aboday Architect  tahun 2008 (Sumber: arsitag.com)

DMHQ  karya Aboday Architect  tahun 2008 (Sumber: arsitag.com)

Dilihat dari bentuk dan tampilan eksteriornya, kantor ini bergaya arsitektur modern futuristik, sebagai jati dirinya yang terus maju sesuai perkembangan jaman. Namun ternyata, pemiliknya yang merupakan seorang usahawan wanita muda, menginginkan ruang kantor yang tidak terlalu formal dan lebih fleksibel.

Baca juga: Mengenal Arsitektur Futuristik

DMHQ  di Jakarta, karya Aboday Architect  (Sumber: arsitag.com)

DMHQ di Jakarta, karyaAboday Architect  (Sumber: arsitag.com)

Beliau menginginkan taman menjadi penghubung antar area kerja, sebagai batas samar antara area indoor dan outdoor, menciptakan pancaran sinar matahari di sela dedaunan, dan membawa keasrian lingkungan hijau ke dalam ruang kerja.

8.  Desain Kantor Lega dan Berseni

Front Office BBDO Indonesia karya Delution Architect tahun 2015 (Sumber: arsitag.com)

Front Office BBDO Indonesia karya Delution Architect tahun 2015 (Sumber: arsitag.com)

Pada BBDO Indonesia, kantor sebagai ruang formal yang harus nyaman sudah terpancar mulai dari desain front office-nya. Kantor bergaya kontemporer, industrial, dan modern ini bernuansa sangat berbeda dan dinamis untuk memancing ide-ide kreatif dari pegawainya. Ketinggian rumah lampu yang dibuat bergelombang menampilkan kesan mengalir saat menyambut para tamunya.

Detail ukiran kayu pada meja recepsionist  BBDO Indonesia karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)

Detail ukiran kayu pada meja recepsionist  BBDO Indonesia karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)

Bagian depan meja recepsionist didesain bernuansa Indonesia dengan elemen cap batik stempel yang diolah menjadi kulit meja. Desain ini untuk menegaskan BBDO juga memiliki karakter lokal Indonesia walaupun berpusat di New York.

Ruang Komunal di BBDO Indonesia Office karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)

Ruang Komunal di BBDO Indonesia Office karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)

Setelah melewati recepsionist, sebuah ruang komunal sebagai area untuk berdiskusi santai, terbentuk dari kursi-kursi puff dengan rupa seperti tangga yang dapat disusun sesuai keperluan pengguna. 

Ruang Meeting kecil di BBDO Indonesia Office karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)

Ruang Meeting kecil di BBDO Indonesia Office karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)

Ruang meeting kecil memiliki konsep semi lesehan seperti kultur orang Jepang, sehingga setiap pegawainya dapat berdiskusi dengan nyaman tanpa harus menggunakan ruang meeting utama.  

Boardroom BBDO Indonesia Office karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)

Boardroom BBDO Indonesia Office karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)

Di balik area komunal terdapat boardroom utama yang disamarkan oleh elemen dekoratif kayu 3 warna.

Head Office di BBDO Indonesia Office karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)

Head Office di BBDO Indonesia Office karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)

Ruang pimpinan menggunakan konsep boxes yang diaplikasikan dengan kayu parket dan kaca clear. Material ini sengaja dipilih agar pimpinan tetap memiliki privasi, namun dapat memantau anak buahnya.

BBDO Indonesia Office seluas 950 m2 karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)

BBDO Indonesia Office seluas 950 m2 karya Delution Architect (Sumber: arsitag.com)

Setiap ruang dalam BBDO Indonesia Officememiliki konsep lighting berbeda-beda yang disesuaikan dengan konsep yang ingin ditampilkan. Secara keseluruhan kantor ini menggunakan konsep industrial kontemporer. Seluruh konsep ini tertuang dengan baik untuk menciptakan ruang kerja yang nyaman dan desain kantor kekinian yang membuat betah bekerja di sana.

Baca juga:

Kawasan Central Business District (CBD)

Biaya Pekerjaan Interior

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Joyce Meilanita

Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.