Desain Pagar Rumah Minimalis Sederhana Namun Menawan

Desain Pagar Rumah Minimalis Sederhana Namun Menawan | Foto artikel Arsitag

Pagar rumah minimalis bukan berarti sangat sederhana, tidak bervariasi, dan modelnya itu-itu saja.  Sebenarnya, istilah minimalis berarti pemanfaatan optimal untuk memaksimalkan fungsinya. Tidak ada batasan bentuk, tidak juga batasan bahan. Yang penting setiap elemen harus berfungsi dengan sebaik-baiknya. Artikel ini memberikan contoh pagar rumah minimalis yang bisa dijadikan referensi untuk memunculkan ide-ide kreatif lainnya.

1. Dominasi garis 

Dominasi deretan garis vertikal pada fasade pagar Int E House karya MODERNSPACE (sumber: arsitag.com)

Dominasi deretan garis vertikal pada fasade pagar Int E House karya MODERNSPACE (sumber: arsitag.com)

Kesederhanaan garis sebagai elemen dasar suatu bentuk ternyata memberikan sentuhan minimalis yang sederhana, namun elegan untuk pagar rumah. Tidak hanya berfungsi sebagai pengaman, pagar rumah minimalis juga mempertegas fasade rumah. Dominasi garis menjadi satu kesatuan dengan fasade  rumah, mempertegas, dan menyeimbangkannya.

Baca juga: Mengekspos Kepolosan Material dan Elemen Arsitektural  

Pagar besi dan tembok pagar membentuk garis horizontal panjang sebagai penyeimbang tinggi W_House karya Studio Air Putih (sumber: arsitag.com)

Pagar besi dan tembok pagar membentuk garis horizontal panjang sebagai penyeimbang tinggi W_House karya Studio Air Putih (sumber: arsitag.com)

2. Aksen untuk tampilan eksterior rumah

Pagar rumah minimalis MM House karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon (sumber: arsitag.com)

Pagar rumah minimalis MM House karya Antony Liu + Ferry Ridwan / Studio TonTon (sumber: arsitag.com)

Pagar rumah dapat dijadikan aksen untuk tampilan eksterior rumah minimalis yang memang konsep dasarnya adalah memanfaatkan bentuk-bentuk geometri yang lebih sederhana namun menawan.  Rumah minimalis dengan atap yang cenderung datar dan mendominasi garis horizontal akan seimbang dengan pagar rumah dengan dominasi garis vertikal. Selain itu, pagar bisa menjadi aksen di tengah-tengah dominasi kepolosan dinding, dan memposisikan fungsi pagar sebagai akses masuk utama.

Baca juga: Mengenal Detail-detail Modern yang Simple      

3. Menyatu dengan seluruh bangunan

3. Menyatu dengan seluruh bangunan

Pagar rumah minimalis Kawoeng House karya Das Quadrat (sumber: arsitag.com)
Pagar rumah minimalis Kawoeng House karya Das Quadrat (sumber: arsitag.com)

Tidak hanya menjadi aksen pada posisi tertentu saja, tapi pagar minimalis dapat menjadi keseluruhan fasade bangunan. Multi-fungsi sebagai akses masuk utama, sebagai pengaman, sekaligus mempertegas langgam minimalis pada keseluruhan bangunan. Ini berarti, sejak awal perencanaan, konsep dan langgam minimalis sudah sangat jelas sehingga arsitek mengikutsertakan konsep minimalis dalam keseluruhan bangunan.

Baca juga:Bagaimana Cara Mencari Arsitek

4. Pemanfaatan warna alami 

Pagar SA house  di Pasteur, Bandung karya Alradistadesign I Ifalen Ramadian memanfaatkan warna coklat kayu dan hitam batu alam (sumber: arsitag.com)

Pagar SA house  di Pasteur, Bandung karya Alradistadesign I Ifalen Ramadian memanfaatkan warna coklat kayu dan hitam batu alam (sumber: arsitag.com)

Warna pagar rumah minimalis umumnya mengaplikasikan warna-warna alami, seperti: putih, abu-abu beton, hitam, dan coklat, untuk memperkuat kesan minimalis yang ‘simple’ dan menyatu dengan alam.Warna hitam dan coklat ditujukan untuk memberi kesan kuat dan menjadi ‘pondasi’ yang memperkokoh bangunan.Sedangkan, warna putih dan abu-abu beton biasa digunakan untuk mengesankan bangunan yang ‘ringan’.

Baca juga: Kekuatan Hitam dalam Desain 

5. Tinggi pagar

Pagar rumah sederhana Hybrid House karya Parametr Architecture (sumber: arsitag.com)

Pagar rumah sederhana Hybrid House karya Parametr Architecture (sumber: arsitag.com)  

Tinggi pagar minimalis tentu saja harus disesuaikan dengan aturan pemerintah setempat, fungsi, dan keindahan arsitektural. Komposisi luas bidang pagar harus seimbang dengan bidang eksterior bangunan.  

Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Arsitektur Minimalis   

6. Bahan pagar minimalis

Pagar rumah minimalis F+W House  di  Jakarta Utara karya Dp+Hs Architects (sumber: arsitag.com)

Pagar rumah minimalis F+W House  di  Jakarta Utara karya Dp+Hs Architects (sumber: arsitag.com)

Sebenarnya tidak ada batasan bahan yang harus dipakai dalam desain pagar minimalis. Namun, pada umumnya besi, tembok beton cetak, tembok acian, dan papan kayu sering dipadukan untuk menampilkan kesan minimalis.

Perpaduan tembok dan bambu pada pagar F+W House  di  Jakarta Utara karya Dp+Hs Architects  (sumber: arsitag.com)

Perpaduan tembok dan bambu pada pagar F+W House  di  Jakarta Utara karya Dp+Hs Architects  (sumber: arsitag.com)

Untuk menambah kesan alami, tembok pagar minimalis bisa dipadukan dengan tanaman yang minimalis, seperti bambu jepang, bambu kuning, dan Golden moneywort.   

Golden moneywort menghiasi pagar The Minimal White House at Jimbaran Asri di Bali karya Julio Julianto (sumber: arsitag.com)

Golden moneywort menghiasi pagar The Minimal White House at Jimbaran Asri di Bali karya Julio Julianto (sumber: arsitag.com)

Baca juga: Desain Taman Minimalis yang Teduh

Pagar rumah minimalis Selat House karya Das Quadrat (sumber: arsitag.com)

Pagar rumah minimalis Selat House karya Das Quadrat (sumber: arsitag.com)

Bagian tikungan pagar minimalis pada rumah hoek sebaiknya menggunakan material dan desain yang peduli lingkungan. Kaca buram dan polycarbonate, yang memiliki efek ‘translucent’ yang tembus cahaya namun tidak transparan, akan memudahkan pandangan kendaraan yang akan berbelok. Selain itu, bahan ini mudah dipadukan dengan berbagai bahan lainnya.

Pagar rumah minimalis Selat House karya Das Quadrat (sumber: arsitag.com) yang sederhana namun menawan

Pagar rumah minimalis Selat House karya Das Quadrat (sumber: arsitag.com) yang sederhana namun menawan

Baca juga: Polycarbonate Material Pengganti Kaca yang Hemat Biaya

7. Perpaduan berbagai gaya arsitektur

Pagar rumah Tanjung Mas House bergaya minimalis rustik karya Dannies S. Ardi (sumber: arsitag.com)

Pagar rumah Tanjung Mas House bergaya minimalis rustik karya Dannies S. Ardi (sumber: arsitag.com)

Gaya arsitektur yang semakin hari semakin beragam, semakin membuka kreativitas para arsitek untuk memperkaya desain arsitektural. Begitu juga pada desain pagar rumah minimalis.  Gaya minimalis yang terkesan lebih modern, ternyata bisa dipadukan dengan gaya rustik yang terkesan lebih kuno.  Pagar tembok dari batu alam dan pintu pagar minimalis dari papan kayu, keduanya bisa berpadu apik karena sama-sama menekankan kesederhanaan dan kealamian.

Semoga artikel ini bisa menjadi referensi untuk semakin mengenal pagar rumah minimalis dan memunculkan berbagai ide kreatif lainnya dan membuat model pagar minimalis terbaru.Teruslah berimajinasi, berkreasi, dan berkarya!

Baca juga:

Membedah Istilah Rumah Minimalis  

Yuk, Mengenal Tren Warna Cat Rumah Minimalis 2017 yang Sederhana Tapi Elegan

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Joyce Meilanita

Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.