Desain Taman Minimalis yang Teduh

Taman minimalis seringkali berkesan datar dan membosankan karena kesederhanaannya.  Sebenarnya, taman minimalis bisa dirancang menjadi taman keluarga yang teduh dan menyejukkan. Pada prinsipnya, taman minimalis memaksimalkan pemanfaatan ruang terbuka dengan perawatan seminimal dan sehemat mungkin.  Beberapa trik sederhana berikut akan membantu perancangan taman minimalis yang teduh, nyaman, dan minim perawatan .

1.  Buat batasan

Keminimalisan harus dimulai dari kejelasan batas karena desain minimalis berfokus pada pemilihan elemen yang paling maksimal pemanfaatannya.  Manfaatkan pagar,  dinding, ataupun pola batuan untuk menciptakan batas visual yang jelas.

Taman di belakang Rumah Miring karya Andyrahman Architect (sumber : arsitag.com)

Jalan dari batu koral di sepanjang dinding rumah bersama dinding pagar menjadi batas taman rumput dengan pohon ketapang kencana sebagai pohon peneduhnya.

2.  Manfaatkan warna-warna netral 

Warna-warna netral yang alami cenderung menyejukkan dan mudah dipadukan dengan berbagai unsur.  Warna abu-abu dari semen, kuning gading dari batu alam, beningnya air berpadu serasi dengan hijau dedaunan.

Taman dengan kolam pada S + I House karya DP + HS Architects (sumber : arsitag.com)

Dinding batu alam, lantai cetak dari adukan semen, kolam, rumput, dan bambu kuning (Phyllostachys sulphurea) sudah cukup menjadi taman minimalis yang menyejukkan dan  mencerahkan suasana.

3.  Minimalisir material

Pemanfaatan jenis material yang tidak terlalu banyak, akan mempermudah menciptakan kesan sederhana , harmonis, dan elegan. 

Taman minimalis yang elegan pada MM House karya TonTon Studio (sumber : arsitag.com)

Pohon pakis sebagai ciri tanaman tropis Indonesia menjadi ikon pada taman minimalis yang hanya memanfaatkan rumput jepang dan batu kali sebagai materialnya.  Material-material sederhana ini mampu menciptakan suasana teduh untuk ruang keluarga dan teras.

4.  Ciptakan pola baru

Pola modern minimalis yang sederhana seperti bentuk segi empat dengan bahan dan warna alami dari batu ataupun kayu akan memperkuat kesan minimalis.

Villa Indah Manis Bali karya Agung Budhi Raharsa (sumber : arsitag.com)

Batu palimanan (sandstone) menjadi jalan lintas taman dengan rumput sebagai ‘karpetnya’. Keduanya  memperkuat kesan minimalis dan mampu berpadu dengan unsur trasidional pada bangunan.     

5. Batasi jenis tanaman

Pada taman minimalis, jumlah tanaman bisa diminimalisir, namun tetap menjadi unsur utama. Tanaman berfungsi sebagai ‘jantung’ taman yang membawa keteduhan pada tapak.  Batasi pemakaian pada tiga jenis tanaman saja.  Ulangi pola perletakannya jika perlu.   Keterbatasan jenis tanaman ini malah akan menciptakan pola warna senada yang indah, sekaligus mudah perawatannya.

Taman minimalis di Rumah UB karya Parama Dharma (sumber : arsitag.com)

Tanaman pakis, soka, dan sansiviera bisa menjadi pilihan jenis tanaman yang selalu hijau dan mudah perawatannya.  Sansiviera juga dikenal mampu menghasilkan oksigen dalam jumlah banyak.

6. Padukan tanaman dengan warna senada

Ciptakan taman minimalis yang harmonis dan menyatu dengan memanfaatkan jenis tanaman berwarna senada.  Warna hijau tanaman bisa menjadi kontras yang menyatu dengan lansekap taman dengan kayu dan bebatuan.

Taman di depan rumah Puri Botanical karya Parama Dharma (sumber : arsitag.com)

Kerumunan tanaman perdu brokoli hias (Brassica oleracea var italica) dipadukan dengan Iris pseudacorus yang berbentuk menyerupai padi dengan bunga warna kuning mungil yang cantik.

7.  Tambahkan elemen air sebagai pengontrol suara dan gerakan

Pada desain taman minimalis yang mengikutsertakan elemen air,  rancangannya harus menyatu sebagai bagian dari taman dan bukan sekedar ornamen saja. Keberadaan elemen air ini haruslah menambah kesan teduh pada taman dengan gemericik air yang memberikan ketenangan.

Gemericik air dari gentong di kolam taman Villa Indah Manis Bali karya Agung Budhi Raharsa (sumber : arsitag.com)

Kolam dengan gentong pancuran, teratai, dan bambu air sebagai bagian dari taman minimalis menciptakan keteduhan dan ketenangan. 

8. Tentukan tujuan dan manfaatkan setiap elemen yang ada

Sama seperti konsep utama desain minimalis yang mengutamakan ketegasan garis dan kejelasan tujuan, taman minimalis juga demikian.  Keindahan muncul dari perpaduan detail garis pada setiap elemen yang dimanfaatkan, mulai dari jenis tanaman sampai pola jalan di taman.

Taman minimalis di Garrel Street, Australia (sumber : stylisheve.com)

Taman minimalis yang tertata rapi dengan pemilihan jenis tanaman yang tepat akan memberikan keindahan, kesejukan, sekaligus kemudahan perawatannya.  Terapkan trik-trik ini dalam desain taman minimalis dan dapatkan kehidupan modern yang harmonis dengan alam.

Baca juga:

Desain Pagar Rumah Minimalis Sederhana Namun Menawan

12 Cara Cerdik Mendesain Taman Yang Mudah Perawatannya

Konsultasikan kebutuhan anda disini, tanpa biaya dan tidak mengikat.

Help Me Find Pro

AUTHOR

Joyce Meilanita

Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.