Desain Pagar Tembok Minimalis untuk Privasi yang Estetis

Desain Pagar Tembok Minimalis untuk Privasi yang Estetis | Foto artikel Arsitag

Pagar tembok estetis, karyaRAKTA STUDIO,via arsitag.com
 

Pagar tembok minimalis kerap menjadi pilihan karena dianggap memiliki banyak keunggulan. Selain mudah dalam perawatan, pagar tembok juga bisa dikombinasikan dengan material lain seperti besi, kayu, batu alam, dan masih banyak lagi. Selain itu, pagar tembok juga cocok untuk penghuni yang ingin rumahnya lebih privasi.

Namun, sering kali menjadi kekhawatiran banyak orang ialah pagar tembok akan terkesan membosankan dan tidak estetis. Lantas, apakah benar demikian? Berikut beberapa contoh pagar tembok minimalis yang nyatanya tetap estetis untuk privasi rumah Anda.

1. Panel beton yang kokoh
Pagar beton ekspos, karya RAKTA STUDIO, via arsitag.com

Pagar beton ekspos, karyaRAKTA STUDIO,via arsitag.com
 

Menghadirkan kesan kokoh, beton ekspos berupa susunan panel beton ini bisa menjadi alternatif yang menarik. Desain pagar minimalis tetap terlihat artistik dengan penambahan elemen penunjang berupa pencahayaan dan tanaman di planter box. Secara fungsi, pagar tembok masif seperti ini juga sangat tepat untuk Anda yang ingin kesan privasi pada hunian.

2. Pagar beton dan wiremesh untuk gaya industrial
Pagar gaya industrial, karya RAKTA STUDIO, via arsitag.com

Pagar gaya industrial, karyaRAKTA STUDIO,via arsitag.com
 

Anda yang menyukai desain bergaya industrial, bisa mengambil inspirasi dari pagar minimalis karya Rakta Studio di atas. Pagar beton tidak berdiri sendiri, melainkan dikolaborasi dengan pagar besi model wiremesh. Konsep pagar industrial seperti ini membuat pagar rumah terasa lebih atraktif atau tidak kaku, ketimbang hanya memasang pagar beton saja. Sedangkan, untuk menjaga privasi ke arah dalam rumah, area pagar wiremesh bisa diberi tanaman jenis screen.
 

Baca juga: Ide Desain Pagar Taman Minimalis Keren untuk Halaman Rumah
 

3. Menarik dengan tekstur batu putih
Pagar tembok batu alam, karya Monokroma Architect, via arsitag.com

Pagar tembok batu alam, karyaMonokroma Architect,via arsitag.com
 

Menggunakan pagar beton secara utuh atau tanpa aksen material lain, mungkin akan membuat tampilan hunian menjadi membosankan. Mengatasi hal tersebut, memberikan tekstur pada permukaan beton bisa dilakukan. Tekstur ini bisa dihadirkan melalui penempelan batu alam di permukaan semen. Contoh batu alam yang bisa dipakai ialah batu alam Bali warna putih, batu gamping, atau batu kapur putih. Selain memberikan tekstur sehingga tampilan pagar tidak monoton, material seperti ini juga akan membuat lingkungan terasa lebih sejuk dibanding hanya menggunakan semen ekspos.

4. Artistik melalui permainan pola dan material
Pagar artistik, karya Das Quadrat, via arsitag.com

Pagar artistik, karyaDas Quadrat,via arsitag.com
 

Pagar rumah karya Das Quadrat di atas terbilang sangat menarik dan artistik. Bagaimana tidak, alih-alih hanya membuat pagar tembok biasa, arsitek justru memberi permainan pola bentuk menjadi potongan-potongan pagar vertikal berbeda ukuran. Hal ini tentu membuat pagar terlihat jauh lebih atraktif. Bahkan, jika diperhatikan kembali, pagar tembok ini juga dipadukan dengan material kaca buram dan polycarbonate. Material ini memberi efek translucent yang menjadikan cahaya masih bisa tembuh ke arah dalam, tetapi tidak begitu transparan.

5. Permainan tekstur pada pagar tembok
Pagar tembok, karya MINT-DS, via arsitag.com

Pagar tembok, karyaMINT-DS,via arsitag.com
 

Melakukan permainan tekstur pada beton tentu akan menjadikan pagar hunian menjadi lebih menarik dan artistik. Seperti pada proyek IS House di Kemang, Jakarta Selatan karya Mint-DS di atas. Tampak pagar tembok memiliki dua tekstur berbeda dari dua material berbeda pula. Bagian atas yang berwarna lebih terang merupakan tembok semen, sedangkan bagian bawah yang yang lebih dominan merupakan batu alam. Penempelan batu alam pada pagar tembok ini memberi tekstur kasar sehingga pagar terlihat lebih estetis.
 

Baca juga: Desain Pagar Rumah Minimalis Sederhana Namun Menawan
 

6. Pagar minimalis berwarna hitam
Pagar tembok warna hitam, karya Ivan Priatman Architecture, via arsitag.com

Pagar tembok warna hitam, karyaIvan Priatman Architecture,via arsitag.com
 

Warna hitam dipilih arsitek Ivan Priatman untuk pagar minimalis dari rumah yang justru berwarna dominasi putih. Warna hitam yang dipilih tampaknya menjadi daya tarik tersendiri, karena justru membuat tampilan arsitektur rumah lebih menonjol. Meskipun berwarna gelap, pagar tembok dikolaborasikan dengan pagar besi hollow sehingga siluet atau tekstur tanaman di taman rumah tetap terlihat dari luar. Hal ini menjadikan pagar yang terkesan monoton menjadi lebih menarik perhatian.

Wah, ternyata pagar tembok minimalis tetap bisa atraktif dan estetis bukan? Semoga informasi ini bermanfaat dan bisa membantu Anda memilih pagar tembok yang cocok untuk hunian Anda.

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Tarmizi

Penulis adalah lulusan Arsitektur Lanskap yang juga menggemari dunia penulisan sejak bangku kuliah. Kegemarannya ini membuat penulis aktif sebagai freelancer untuk menulis konten di berbagai website. Ilmu seni, arsitektur, dan tanaman yang didapat selama mengenyam pendidikan juga menjadi modal untuk tulisan-tulisannya.



Hubungi ARSITAG