Keramik Sebagai Bahan Bangunan

Keramik Sebagai Bahan Bangunan | Foto artikel Arsitag

Keramik merupakan perpaduan antara senyawa logam dan bukan logam. Kata keramik sendiri berasal dari kata keramikos yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan burn stuff (benda-benda yang dibakar) yang menunjukkan bahwa sifat-sifat material keramik yang ingin diperoleh, dapat dicapai melalui proses pembakaran pada temperatur tinggi.

Pada dasarnya, keramik bersifat sangat keras, mudah pecah, isolator (baik elektrikal maupun thermal), kaku, dan stabilitasnya sangat tinggi. Secara umum, keramik juga mempunyai kekuatan tekan yang lebih baik dibandingkan kekuatan tariknya.

Pola susunan keramik (Sumber: andrewmcpake.com)Pola susunan keramik (Sumber: andrewmcpake.com)

Jenis-Jenis Keramik

Untuk berbagai macam jenis keramik yang umum kita temui di pasaran adalah sebagai berikut:

1. Keramik lantai biasa

Jenis keramik lantai biasa merupakan jenis keramik yang paling banyak kita temui. Jenis keramik ini dapat ditemukan di semua toko bangunan, bahkan di toko bangunan kecil di daerah sekitar rumah kita. Ukuran keramik biasa sangat lengkap, mulai dari ukuran persegi 30 hingga 80 cm.

2. Keramik lantai teraso

Keramik lantai teraso saat ini adalah jenis keramik yang banyak dicari dan disukai oleh beberapa pengembang dan pecinta rumah bergaya etnik dan klasik. Pada umumnya, ukuran keramik teraso adalah 20x20 cm. Jenis keramik teraso ini dapat memberikan nuansa etnik dan tradisional bila dipasang di rumah. Saat ini, jenis keramik lantai teraso paling banyak dipasang di restoran dan villa dengan nuansa klasik tradisional.

3. Homogeneous tile

Keramik jenis homogeneous tile merupakan keramik tiruan granit yang dibuat pabrik. Keramik ini dibuat semirip mungkin dengan granit atau marmer. Biasanya keramik jenis ini dibuat dengan ukuran besar dan jarang diproduksi dalam ukuran kecil. Pengguna terbesar dari keramik lantai jenis ini adalah gedung-gedung pusat perbelanjaan, apartemen, dan bangunan lain yang ingin terlihat mewah dengan biaya minim.

4. Keramik granit alam

Jenis keramik granit biasanya digunakan oleh kalangan menengah ke atas. Dari segi keindahannya, keramik ini cukup untuk membuat rumah lebih asri, lebih anggun dan elegan. Jenis keramik ini merupakan hasil tambang, jadi harganya juga terbilang paling mahal dibandingkan dengan jenis keramik lainnya.

5. Keramik mozaik

Keramik ini merupakan sebuah ubin ukuran kecil, biasanya tidak lebih dari 6 cm. Lempengan dari keramik ini memiliki ketebalan 5,4 mm dan pola bewarna diterapkan pada sisi sebaliknya yang terlihat dari keramik transparan. Desain ini memberikan efek optik yang tidak dapat diperoleh dari ubin lainnya.

Keramik dapur (Sumber: www.messiya.com)Keramik dapur (Sumber: www.messiya.com)

Kelebihan dari Keramik

  • Ubin keramik terbuat dari bahan alami sehingga tidak beracun dan tidak menyebabkan alergi
  • Permukaan halus dari ubin keramik mencegah penumpukan bakteri dan jamur
  • Tahan terhadap air dan kelembaban
  • Tahan terhap noda
  • Mudah dibersihkan
  • Tahan lama dan bebas perawatan
  • Memiliki kekuatan yang tinggi
  • Tidak mudah terbakar dan tidak menyalurkan api
  • Tidak berubah warna dari waktu ke waktu
  • Bisa menjadi unsur dekorasi pada rumah
  • Pilihan modelnya banyak dan beragam
  • Harganya pun beraneka ragam (harga tentunya menjamin kualitas keramik)

Kekurangan dari Keramik

  • Kurang tahan terhadap guncangan dan benda-benda padat yang berat
  • Kurangnya elastisitas sehingga tidak dapat diletakkan pada permukaan melengkung
  • Pemasangannya membutuhkan tukang yang ahli
  • Terkesan dingin
  • Nat keramik sulit untuk dibersihkan
  • Mudah pecah
  • Mudah tergores
Keramik kamar mandi (Sumber: www.hgtv.com)Keramik kamar mandi (Sumber: www.hgtv.com)

Cara Memasang Keramik yang Benar

  1. Rendam keramik di dalam air. Hal ini dapat membuat keramik menjadi lebih elastis dan lebih mudah menempel saat pemasangan.
  2. Nat keramik harus dipasang longgar karena masing-masing keramik memiliki selisih 0,2-0,5 mm sehingga tidak saling bertubrukan.
  3. Oleskan adonan semen. Oleskan semen yang sudah dicampur sedikit air ke bawah keramik, untuk membuat daya rekat keramik ke adukan benar-benar lengket.
  4. Bersihkan dari kerikil. Adukan dan dasar lantai yang akan dipasang harus bersih dari kerikil, batu, atau ganjalan lainnya.
  5. Padatkan secara rata. Ketuk keramik yang baru dipasang dan pastikan tidak ada rongga dibagian dasarnya karena dapat membuat keramik lepas di kemudian hari.
  6. Periksa ketinggian keramik, apakah sudah sama rata dengan benang yang ditarik untuk menentukan ketinggian lantai.
  7. Nat keramik dipasang belakangan. Jangan pasang nat pada sisi keramik saat itu juga. Biarkan selama 2 atau 3 hari, agar sisa udara yang mengendap dapat keluar melalui nat yang belum ditutup.
  8. Jangan diinjak-injak. Amankan area keramik yang baru dipasang dari lalu lalang orang selama 2-3 hari.

Periksa kembali. Dalam sebuah areal pemasangan biasanya terdapat beberapa keramik yang kopong. Segera bongkar dan ulangi pemasangannya.

Keramik modern (Sumber: www.alibaba.com)Keramik modern (Sumber: www.alibaba.com)

Harga Kisaran Keramik Tahun 2016

1. Merk Platinum

Merk platinum merupakan salah satu merk yang banyak beredar di pasaran. Satu dus keramik terdiri dari 25 buah keramik. Warna yang ditawarkan sebagain besar berwarna hijau dan abu-abu. Harga yang bervariasi didasarkan pada ukuran dan motif.

  • Ukuran 20 x 20cm: Rp. 39.000 – Rp. 44.500
  • Ukuran 30 x 30cm: Rp. 36.000 – Rp. 50.000
  • Ukuran 60 x 60cm: Rp. 82.300-an

2. Merk Roman

Harga keramik dari merk roman juga dibedakan berdasarkan golongan serta ukuran dari keramik.

  • Ukuran 20 x 20cm: mulai dari Rp. 87.000
  • Ukuran 40 x 40cm: Rp. 97.000 – Rp. 112.000

Ukuran 20 x 20cm: mulai dari Rp. 87.000
    Ukuran 40 x 40cm: Rp. 97.000 – Rp. 112.000

Keramik Sebagai Bahan Bangunan

Sumber:

Sumber:

http://bangunrumahkpr.com

http://www.panellantai.info

http://bangunrenovasirumah.com

http://bahan.xyz

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Shabrina Alfari

Shasa was born in Jakarta 9th April 1994. She graduated from University of Indonesia in 2016, majored in German Language and Studies. She really loves to read about anything, from novel, fiction, poets and etc. After graduated, she enjoys writing about many different topics and now she currently works as a Content Writer.