Mengenal Jenis-jenis Batako

Mengenal Jenis-jenis Batako | Foto artikel Arsitag

Batako merupakan salah satu bahan bangunan penyusun untuk dinding. Sama seperti paving block, batako berasal dari bata concrete atau bata beton yang dalam Bahasa teknik sering disebut dengan bataton. Bata ini dibuat dengan campuran pasir, semen, kericak, dan air. Batako dicetak melalui proses pemadatan menjadi bentuk balok-balok dengan ukuran tertentu. Proses pengerasan batako tidak melalui pembakaran, dan batako dapat dipelihara dengan menempatkannya di tempat yang lembab atau tidak terkena matahari langsung dan hujan.

Berdasarkan bahan bakunya, batako dapat dibedakan menjadi 2, antara lain:

batako putih (Sumber: andalan68.wordpress.com)Jenis batako putih (Sumber: andalan68.wordpress.com)

1. Batako trass atau putih.

Batako putih terbuat dari campuran trass, batu kapur, dan air, sehingga juga sering disebut sebagai batu cetak kapur trass. Trass sendiri merupakan jenis tanah yang berasal dari lapukan batu-batu gunung berapi dengan warna putih atau putih kecoklatan. Ukuran batako trass yang ada di pasaran biasanya memiliki panjang 20 cm-30 cm, tebal 8 cm-10 cm dan tinggi 14 cm-18 cm

Jenis batako press / batako semen (Sumber: rootmedia.blogspot.co.id)

Jenis batako press / batako semen (Sumber: rootmedia.blogspot.co.id)

2. Batako semen

Batako ini dibuat dari campuran semen dan pasir. Ukuran dari batako semen juga lebih beragam dibanding batako putih. Batako ini juga biasanya mempunyai dua atau tiga lubang di sisinya untuk diisi oleh adukan pengikat. Nama lain dari batako semen adalah batako press, yang dibedakan lagi menjadi 2 macam, yaitu press mesin dan press tangan. Ukuran batako semen yang ada di pasaran memiliki panjang 36 cm-40 cm, tinggi 18 cm-20 cm dan tebal 8 cm-10 cm.

Rumah dengan dinding batako (Sumber: vharapan.co.id)Rumah dengan dinding batako (Sumber: vharapan.co.id)

Kelebihan batako:

  • Ukurannya lebih besar daripada bata merah sehingga membutuhkan lebih sedikit batako dan material perekat saat pembangunan
  • Ukurannya cenderung sama dan cetakannya lebih rapi dibandingkan bata merah
  • Ukurannya yang lebih besar dapat menghemat waktu dan tenaga saat pembangunan
  • Lebih mudah dipotong dengan rapi
  • Kedap air sehingga meminimalisir perembesan air hujan
  • Lebih ringan dibandingan bata merah (karena ada rongga di bagian tengahnya)

Kekurangan batako:

  • Mudah retak
  • Mudah dilubangi dan pecah karena terdapat rongga di bagian tengahnya
  • Menyerap panas sehingga membuat ruangan lebih panas

Proses pembuatan batako (Sumber: beritadaerah.co.id)Proses pembuatan batako (Sumber: beritadaerah.co.id)

Untuk mendapatkan kualitas batako yang paling baik, kita harus mengetahui cara memilih batako yang benar. Sebenarnya kualitas batako yang paling baik adalah yang dibuat dengan menggunakan mesin. Sebelum membeli, Anda juga sebaiknya perlu menanyakan pada penjual atau produsen mengenai komposisi bahan yang digunakan untuk membuat batako. Komposisi campuran batako yang paling baik adalah pasir 75%, semen 20%, dan air 5%. Komposisi ini adalah standar baku yang telah ditetapkan oleh Departemen Pekerjaan Umum tahun 1986.

Kepadatan dan komposisi adonan yang tepat juga dapat dilihat dari tampilan pori-porinya. Batako dengan kualitas baik memiliki tampilan pori-pori yang lebih padat, tertutup rapat, dan tidak menimbulkan rongga-rongga di permukaan dan lapisan luarnya. Permukaannya juga terlihat rata dan halus. Bagian pinggir batako juga harus terlihat lancip dan terasa tajam saat dipegang.

Cara memasang batako (Sumber: youtube.com)Cara memasang batako (Sumber: youtube.com)

Cara memasang batako:

  • Letakkan adukan semen ke tempat yang akan dipasang batako, cukup untuk satu batako dulu.
  • Letakkan batako di atas adonan semen secara perlahan dengan ujung batako sedikit mendorong adonan.
  • Sesuaikan posisi batako dengan gerakan menggeser bukan mengangkat.
  • Ulangi cara tersebut pada tiap pemasangan batako hingga selesai satu baris
  • Agar pemasangan lebih lurus (dan harus lurus agar tidak mudah roboh) gunakan tali untuk meluruskan dengan cara mengikat tali tersebut di kedua ujung tembok.
  • Semua siar vertikal, siar antar dinding, dan kolom maupun blok harus terisi penuh.
  • Sesuaikan ketebalan adukan siar pada kisaran 1 cm dengan variasai 3 mm.
  • Setelah pemasangan batako pada dinding selesai, tutupi dinding tersebut dengan terpal atau penutup lainnya agar terlindung dari hujan dan terik matahari.
  • Berikan percikan air setiap hari selama 1-2 hari.
  • Terakhir, lindungi dinding dari pengaruh cuaca dengan memplester dinding.

Kontraktor yang baik dapat membantu anda dalam pemasangan batako sehingga lebih tahan lama, kuat dan efisien. Untuk mencari kontraktor-kontraktor berkualitas anda dapat mencarinya di arsitag.com .

Untuk harga, sebenarnya tergantung pada tempat Anda membelinya, karena setiap daerah atau setiap produsen bisa memiliki harga yang berbeda-beda. Namun, ada patokan sederhana yang dapat Anda gunakan untuk menerka berapa harga batako yang Anda butuhkan (harga per Januari 2017).

Baca juga:

Baca juga:

Mengenal Wood Plastic Composite (WPC)

Membangun Rumah Tahap 10: Perhitungan RAB

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Shabrina Alfari

Shasa was born in Jakarta 9th April 1994. She graduated from University of Indonesia in 2016, majored in German Language and Studies. She really loves to read about anything, from novel, fiction, poets and etc. After graduated, she enjoys writing about many different topics and now she currently works as a Content Writer.