6 Tips Tepat dan Efektif Menyiram Tanaman Hias Anda

6 Tips Tepat dan Efektif Menyiram Tanaman Hias Anda | Foto artikel Arsitag

Foto olehSeverin Candrian,via unsplash.com

Penyiraman adalah bentuk perawatan tanaman yang paling dasar. Siapa pun yang memiliki tanaman, tentunya memahami bahwa tanaman membutuhkan air untuk bisa hidup. Namun meskipun sangat mendasar, apakah berarti menyiram tanaman bisa sembarangan? Nyatanya, ada tanaman yang justru mati karena penyiraman yang tidak tepat. Ada pula tanaman yang tampak tidak subur meskipun rajin di siram. Ya, ini artinya menyiram tanaman juga butuh trik khusus.

Lantas, seperti apa tips untuk menyiram tanaman? Berikut adalah 6 tips menyiram tanaman hias Anda secara tepat dan efektif.

1. Pagi sebagai Waktu Terbaik
Foto menyiram tanaman oleh Cassidy Philipps, via unsplash.com

Foto menyiram tanaman olehCassidy Philipps,via unsplash.com
 

Pagi hari adalah waktu paling tepat untuk menyiram tanaman. Pagi yang dimaksud adalah ketika matahari sudah terbit tetapi belum meninggi, yaitu sekitar pukul tujuh sampai sembilan. Waktu pagi ini sangat cocok karena sesuai dengan siklus pertumbuhan alami tanaman. Selain itu, karena matahari belum terik, air yang disiram memiliki waktu untuk menyerap sempurna ke dalam tanah. Ini artinya, akar  bisa mendapat asupan air dengan lebih leluasa.
 

Baca juga: Hal-Hal Penting untuk Menjaga Kesehatan Tanaman Indoor Anda
 

2. Menyiram Siang atau Malam, Apakah Efektif?
Foto oleh Jonathan Kemper, via unsplash.com

Foto olehJonathan Kemper,via unsplash.com
 

Meskipun efektif menyiram saat pagi di mana matahari tidak terik, tetapi bukan berarti menyiram saat malam hari adalah hal yang tepat. Memperhatikan waktu yang sesuai termasuk cara tepat menyiram tanaman. Menyiram saat malam bisa membuat air justru menggenang, karena tidak ada penguapan. Genangan air yang terlalu lama justru bisa memicu pertumbuhan jamur.

Lantas, bagaimana jika menyiram saat siang hari? Hal yang harus menjadi perhatian bukanlah siang harinya, tetapi cuacanya. Siang dalam kondisi normal berarti matahari dalam kondisi terik. Menyiram saat kondisi terik atau panas artinya membuat air cepat menguap, bahkan sebelum terserap tanah. Lebih dari itu, ketika siang hari ada kemungkinan suhu air juga meningkat. Jika air bersuhu hangat, justru bisa membuat daun, batang, dan akar tanaman rusak. Menyiram tanaman dengan benar salah satunya adalah dengan memperhatikan intensitas cahaya matahari seperti ini.

3. Prediksi Kapan Harus Menyiram
Foto oleh Filip Urban, via unsplash.com

Foto olehFilip Urban,via unsplash.com
 

Selain dilakukan secara rutin yaitu setiap pagi hari, menyiram tanaman juga bisa dilakukan dengan memprediksi kapan tanaman membutuhkan air. Caranya cukup sederhana, selain melihat kondisi kelembapan permukaan tanahnya, Anda bisa menusukkan jari ke dalam tanah. Rasakan apakah tanah masih cukup lembap atau sudah sangat kering. Ketika tanah terasa kering, penyiraman bisa dilakukan. Tetapi jika tanah masih terasa lembap, lebih baik untuk tidak disiram.

4. Kenali Karakter Tanaman
Foto oleh Laura Lauch, via unsplash.com

Foto olehLaura Lauch,via unsplash.com
 

Tanaman yang berbeda jenis akan memiliki karakter yang berbeda pula, termasuk kebutuhannya akan air. Anda perlu memahami cara merawat tanaman hias sesuai jenisnya. Untuk mengetahui apakah tanaman tersebut membutuhkan penyiraman sering atau jarang, adalah dengan mengetahui asal tanaman tersebut. Tanaman yang berasal dari iklim tropis, umumnya membutuhkan penyiraman intensif. Berbeda lagi jika tanaman berasal dari iklim kering, mereka tidak butuh disiram terlalu sering.

5. Siram Dekat Akar
Foto oleh The Creative Exchange, via unsplash.com

Foto olehThe Creative Exchange,via unsplash.com
 

Tak sedikit dari kita yang menyiram tanaman dengan mengguyurkan air ke semua permukaan tanaman. Padahal, sebenarnya yang paling membutuhkan air ialah akar. Artinya, akarlah yang selayaknya mendapat air dalam jumlah yang tepat. Oleh karena itu, cara terbaik adalah dengan menyiram ke arah tanah di dekat akar.

Menyiram area daun, batang, dan bunga tidak berarti salah. Tetapi jangan sampai berlebihan hingga ada air yang menggenang di sela-sela daun atau di dalam bunga. Adanya air di sela daun atau bunga ini bisa memicu pertumbuhan jamur. Jika cuaca terik pun, apabila penguapannya lama, air bisa menjadi panas dan membakar daun dan bunga.
 

Baca juga: Ide Mempercantik Interior Rumah dengan Kaktus Mungil yang Lucu
 

6. Sumber Air
Foto oleh Harry Grout, via unsplash.com

Foto olehHarry Grout,via unsplash.com
 

Selama ini, mungkin Anda berpikir bahwa semua air sama saja untuk penyiraman tanaman. Selagi air tersebut bersih, maka dianggap efeknya tidak berbeda. Padahal, sumber air untuk penyiraman akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman, apalagi tanaman hias.

Sumber air yang paling baik untuk menyiram adalah air hujan. Air hujan mengandung unsur nitrogen yang sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh optimal. Bagaimana dengan air ledeng? Sebenarnya air ledeng tidak bermasalah jika dipakai untuk menyiram. Tetapi, umumnya air ledeng cenderung basa atau ber-pH tinggi. Padahal, tanaman bisa tumbuh optimal di pH netral. Namun, tentu saja bila tanaman tidak bisa mendapatkan air hujan, menggunakan air ledeng tentunya tidak masalah daripada tidak disiram sama sekali.

Semoga tips ini bisa membantu Anda merawat tanaman hias kesayangan Anda dengan lebih baik.

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Tarmizi

Penulis adalah lulusan Arsitektur Lanskap yang juga menggemari dunia penulisan sejak bangku kuliah. Kegemarannya ini membuat penulis aktif sebagai freelancer untuk menulis konten di berbagai website. Ilmu seni, arsitektur, dan tanaman yang didapat selama mengenyam pendidikan juga menjadi modal untuk tulisan-tulisannya.



Hubungi ARSITAG