Villa Indah: Pesona Desain Interior Skandinavian yang Penuh Kehangatan

Villa Indah: Pesona Desain Interior Skandinavian yang Penuh Kehangatan | Foto artikel Arsitag
Cover: Desain interior skandinavian Villa Indahdi Kebayoran Lama, Jakarta Selatan karya Damar Interior (Sumber: arsitag.com)

Keindahan dan kesederhanaan, dengan tampilan bersih yang nyaris tanpa ornamen, menjadi fokus desain interior skandinavian. Fungsi sebagai prioritas disandingkan dengan estetika yang elegan, untuk menciptakan desain interior yang homey dengan tampilan klasik, modern, dan stylish

Walau terinspirasi dari alam dan iklim Eropa  Utara, namun gaya skandinavian tetap bisa diterapkan di Indonesia. Bagaimana cara penerapan gaya skandinavian yang sesuai dengan alam dan iklim tropis Indonesia? Mari kita intip pesona desain interior skandinavian Villa Indah yang penuh kehangatan dan inspiratif!

Baca juga:Inspirasi Desain Arsitektur Rumah Tropis Minimalis karya HYJA

1. Menyatu dengan alam di tengah dominasi warna putih

Kayu gelondongan sebagai meja makan dan aksen ruang open-plan bergaya skandinavian (Sumber: arsitag.com)

Kayu gelondongan sebagai meja makan dan aksen ruang open-plan bergaya skandinavian (Sumber: arsitag.com)

Pesona desain interior skandinavian terletak pada kebersatuan dengan alam. Kehadiran meja makan besar dari kayu gelondongan memperkuat penyatuan dengan alam, memberi kesan hangat, sekaligus memberi warna dan menjadi aksen yang fungsional dalam ruang.  Warna coklat kayu menjadi peneduh yang memberi kenyamanan di tengah warna serba putih yang mendominasi dan menerangi seluruh ruang.

2. Jendela besar berperan penting sebagai pencahayaan alami

Jendela besar sebagai sumber pencahayaan alami. Ciri khas desain skandinavian yang fungsional  dan menyatu dengan alam (Sumber: arsitag.com)

Jendela besar sebagai sumber pencahayaan alami. Ciri khas desain skandinavian yang fungsional  dan menyatu dengan alam (Sumber: arsitag.com)

Jendela berukuran besar juga menjadi ciri khas gaya skandinavian. Cahaya matahari yang masuk dengan bebas menjadi pencahayaan alami yang menerangi keseluruhan ruang. Ditambah lagi, dominasi warna putih pada dinding, plafon, dan sofa yang memantulkan cahaya matahari, membuat tampilan interior skandinavian lebih terang bercahaya, stylish, dan memperkuat tampilan bersih yang menjadi karakternya.

3. Simpel dan fungsional

Dapur dengan warna putih dan coklat kayu yang simpel dan elegan (Sumber: arsitag.com)

Dapur dengan warna putih dan coklat kayu yang simpel dan elegan (Sumber: arsitag.com)

Karakter gaya skandinavian yang menekankan pada fungsi, menjadi faktor penentu bentuk, ukuran, bahan, dan warna perabotan yang benar-benar diperlukan. Tampilan sederhana dengan aksen garis-garis halus mempertegas gaya skandinavian yang simpel namun elegan. Secara cerdik, Damar Interior berhasil merancang desain interior dapur skandinavian yang keren, dengan hanya memanfaatkan dua warna netral putih dan coklat kayu, sebagai warna dominan. Jam dinding dengan bentuk yang simpel namun unik, menambah kesan penyatuan dengan alam dengan cara yang elegan.

4. Warna netral dan pastel yang lembut

Kamar tidur Villa Indah yang super cosy dan tetap sehat dengan pencahayaan alami (Sumber: arsitag.com)

Kamar tidur Villa Indah yang super cosy dan tetap sehat dengan pencahayaan alami (Sumber: arsitag.com)

Selain warna putih, warna-warna netral lain seperti abu-abu dan krem, dapat dipadukan untuk menciptakan interior berkarakter skandinavian, elegan, dan penuh kehangatan. Gorden warna abu-abu melambangkan warna bebatuan yang memberikan kenyamanan alami. Sarung bantal abu kebiruan menjadi warna pastel lembut yang memberi aksen pada kamar tidur Villa Indah.

Baca juga: Desain Interior Serba Putih Kekinian Karya High Street Studio

5. Efek visual yang signifikan

Penyatuan warna gelap dan warna pastel yang lembut pada furnitur di kamar tidur Villa Indah (Sumber: arsitag.com)

Penyatuan warna gelap dan warna pastel yang lembut pada furnitur di kamar tidur Villa Indah (Sumber: arsitag.com)

Kehadiran warna cerah ataupun warna gelap yang disandingkan dengan warna putih yang dominan, memberikan efek visual yang signifikan dan menjadikan ruang tampak lebih dinamis. Satu set lemari pakaian dan meja rias yang dicat hitam tampil rapi di bawah balok struktur. Urat-urat kayu lemari tampak serasi dengan lantai parket yang juga menampilkan keindahan urat kayu yang alami.

Baca juga: Tips Bermain dengan Warna Krem di Rumah Idaman Anda

6. Clean and simple lines yang mempesona

Garis-garis halus yang harus ada karena tuntutan fungsi furniture dan struktur (Sumber: arsitag.com)

Garis-garis halus yang harus ada karena tuntutan fungsi furniture dan struktur (Sumber: arsitag.com)

Clean and simple lines terutama pada perabotan akan memperkuat pesona desain interior skandinavian. Warna-warna dan tekstur alami menjadi aksesoris yang memperkuat gaya skandinavian, sederhana namun elegan.

Kamar mandi skandinavian dengan sedikit sentuhan tropis dari pilihan warna dan corak granit (Sumber: arsitag.com)

Kamar mandi skandinavian dengan sedikit sentuhan tropis dari pilihan warna dan corak granit (Sumber: arsitag.com)

Dominasi warna putih dan warna-warna lain yang cenderung lembut dan pastel, membuat ruang terasa lapang. Fixture kamar mandi seperti bathtub dan kloset yang serba putih juga memberikan kesan bersih. Lantai dan dinding granit dengan motif garis-garis halus serta tanaman pelengkap interior memperkuat kesan menyatu dengan alam.

6. Aksesoris yang fungsional

Bentuk lengkung yang fungsional dari fixture kamar mandi Villa Indah (Sumber: arsitag.com)

Bentuk lengkung yang fungsional dari fixture kamar mandi Villa Indah (Sumber: arsitag.com)

Konsep skandinavian yang menekankan pada fungsi, membuat setiap elemen yang diikutsertakan dalam desain harus fungsional dan tepat sasaran. Meskipun kecil dan diletakkan di pojok ruang, harus memberikan efek signifikan bagi seluruh ruang. Kloset, wastafel, dan cermin melengkung hadir di tengah bentuk-bentuk garis yang mendominasi kamar mandi Villa Indah, menjadi aksen yang harus ada karena fungsinya yang optimal.

Monstera deliciosa dan sirih gading, tanaman pelengkap interior yang mudah tumbuh di lingkungan tropis (Sumber: arsitag.com)

Monstera deliciosa dan sirih gading, tanaman pelengkap interior yang mudah tumbuh di lingkungan tropis (Sumber: arsitag.com)

Bentuk dan fungsi setiap elemen dalam desain interior skandinavian harus jelas dan optimal fungsinya, memberikan kenyamanan dari clean look setiap fixture dan furniturnya. Ikut sertanya elemen alami seperti kayu, batu alam, dan tanaman menyatukan elemen outdoor dan indoor yang menambah kesan homey.

Jadi, sebenarnya tidaklah sulit menerapkan konsep skandinavian untuk desain interior di daerah tropis Indonesia. Kejujuran elemen yang fungsional akan memberikan kenyamanan yang optimal. Inilah pesona desain interior skandinavian yang penuh kehangatan.

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Joyce Meilanita

Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.