12 Desain Interior Gereja yang Unik dan Menawan

12 Desain Interior Gereja yang Unik dan Menawan | Foto artikel Arsitag

Cover: Temppeliaukio Church di Helsinki hasil karya Timo dan Tuomo Suomalainen (Sumber: disneypark.com)

Bangunan gereja sudah ada sejak ribuan tahun lalu seiring lahirnya kekristenan. Dalam kurun waktu 2000 tahun ini, sudah banyak bangunan gereja didirikan, mulai dari desain sederhana sampai yang spektakuler. Semua hasil karya manusia ini ditujukan untuk menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan dan mengondisikan bangunan gereja agar para jemaat dapat beribadah dengan khidmat. Di antara banyaknya bangunan gereja yang tersebar di seluruh belahan dunia, ada beberapa bangunan gereja dengan desain yang unik dan menawan. Bangunan gereja ini tidak hanya mampu membawa suasana khidmat bagi jemaat dan menunjukkan kebesaran Tuhan, namun juga diakui sebagai hasil karya arsitektur yang luar biasa. Dari segi bentuk, tata letak, pencahayaan, sirkulasi udara, material, ornamen, bahkan perletakan bangunan terhadap lokasi, detail gereja-gereja ini sangat menakjubkan. Hasil karya manusia yang didasari ketulusan dan kasih akan Tuhan berhasil menciptakan desain interior gereja yang unik dan menawan.

Baca juga: Desain Interior Ruang Keluarga Bertema Natal yang Penuh Kehangatan

1. Temppeliaukio Church di Helsinki

Kubah tembaga sebagai perlindungan, penghangat, dan sarana akustik yang luar biasa (Sumber: architecturaldigest.com)

Kubah tembaga sebagai perlindungan, penghangat, dan sarana akustik yang luar biasa (Sumber: architecturaldigest.com)

Gereja yang juga dikenal sebagai Rock Church ini selesai dibangun pada tahun 1969. Dindingnya terbuat batu karang alami dengan altar dari lempengan batu Zaman Es. Desain interiornya cukup dramatis, penggabungan estetika modern dan bahan natural. Kubahnya berlapis tembaga dengan 180 jendela sebagai penahan kubah dan pencahayaan alami. Bentuk kubah yang oval melambangkan tempat perlindungan yang memberi kenyamanan dan kehangatan. Bentuk ini juga berfungsi sebagai akustik yang luar biasa fungsional.  

Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Desain Rumah Arsitektur Minimalis Modern

2. Paroki Roh Kudus, Katedral Denpasar, Bali

Paroki Roh Kudus, paroki dari Gereja Katolik Roma , dibangun sejak 15 Agustus 1993 dan memulai misa pertama tahun 1998 (Sumber: flickr.com)

Paroki Roh Kudus, paroki dari Gereja Katolik Roma , dibangun sejak 15 Agustus 1993 dan memulai misa pertama tahun 1998 (Sumber: flickr.com)

Arsitektur Katedral Denpasar unik dan menawan karena menggabungkan unsur etnik Bali yang sarat budaya agama Hindu dalam penciptaan suasana yang mendukung kegiatan rohani keKristenan. Unsur arsitektur Bali tampak jelas menghiasai pilar-pilar dan dinding dalam gereja. Arsitektur Katedral Denpasar tidak hanya menampilkan nilai seni yang tinggi, tetapi juga menunjukkan kebersamaan dalam kebhinekaan.

Gapura Paroki Roh Kudus sarat budaya khas Bali berhiaskan patung malaikat dengan sayap menyerupai sayap garuda (Sumber: koleksi pribadi Evan Kriswandi)

Gapura Paroki Roh Kudus sarat budaya khas Bali berhiaskan patung malaikat dengan sayap menyerupai sayap garuda (Sumber: koleksi pribadi Evan Kriswandi)

Eksterior Katedral Denpasar yang bersahaja menyatu dengan lingkungan di Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur (Sumber: koleksi pribadi Evan Kriswandi)

Eksterior Katedral Denpasar yang bersahaja menyatu dengan lingkungan di Desa Sumerta Kelod, Denpasar Timur (Sumber:koleksi pribadi Evan Kriswandi)

Baca juga: Bagaimana Cara Memadukan Arsitektur Rumah Bali Dengan Gaya Modern

3. Las Lajas Sanctuary di Ipiales, Kolombia

Sanctuary Las Lajas di Kolombia karya Lucindo Espinosa dan J. Gualberto Pérez (Sumber: wondermondo)

Sanctuary Las Lajas di Kolombia karya Lucindo Espinosa dan J. Gualberto Pérez (Sumber: wondermondo)

Sanctuary Las Lajas terletak di sebuah ngarai Guáitara di pegunungan selatan Kolombia. Lokasi ini dipercaya sebagai tempat penampakan Bunda Maria di hadapan seorang ibu dan anaknya di tengah badai pada abad ke-18. Las Lajas selesai dibangun pada tahun 1916-1949. Gereja ini dipenuhi banyak mural yang menggambarkan berbagai kepercayaan masyarakat sekitar tentang hubungan manusia dengan Sang Pencipta.. 

4. Notre-Dame du Haut di Ronchamp, Perancis

Notre-Dame du Haut di Perancis karya Le Corbusier (Sumber: archdaily)

Notre-Dame du Haut di Perancis karya Le Corbusier (Sumber: archdaily)

Notre-Dame du Haut merupakan salah satu karya terbaik Le Corbusier pada tahun 1954. Bangunan gereja Katolik ini berada di lokasi lama yang hancur pada Perang Dunia II. Konsep desain terinspirasi dari lokasinya yang berada di atas menghadap desa Ronchamp, dengan bentuk atap menyerupai cangkang kepiting. Desain interior mengedepankan konsep kesederhanaan, dengan jendela ‘acak’ yang diposisikan sesuai arah cahayanya, atap melengkung yang menaungi altar dan mimbar, dan jendela sempit di dinding yang berbatasan dengan atap (clerestory).

Baca juga: Membangun Rumah Tahap 4: Analisis Site/Tapak Bangunan

Seni arsitektur modern yang memediasi jemaat untuk merefleksi diri (Sumber: archdaily)

Seni arsitektur modern yang memediasi jemaat untuk merefleksi diri (Sumber: archdaily)

Desain Notre-Dame du Haut sangat unik karena tidak mencirikan gaya arsitektur tertentu. Notre-Dame du Haut yang juga dikenal sebagai Ronchamp, tidak mengikuti detail gaya modern, gaya khas karya Le Corbusier, maupun gaya arsitektur internasional. Namun, Le Corbusier menciptakan desain interior yang berfungsi untuk kebutuhan peribadatan agar para jemaat bisa merefleksi diri. Jendela sengaja diposisikan secara acak untuk menciptakan efek cahaya yang mengunggah hati untuk mendekat dan berserah kepada Tuhan.

Baca juga: Desain Skylight yang Membuat Rumah Minimalis Anda Bermandikan Cahaya Alami

5. Korean Presbyterian Church di Oakland, New Jersey

Korean Presbyterian Church di New Jersey, Amerika karya Arcari dan Iovino Architects (Sumber: architizer)

Korean Presbyterian Church di New Jersey, Amerika karya Arcari dan Iovino Architects (Sumber: architizer)

Gereja yang juga sebuah kampus bagi paroki ini selesai dibangun tahun 2011. Di lahan seluas 24 hektar, tempat peribadatan dirancang dengan deretan dinding menyerupai sirip dan plafond dari 26 buah kayu solid yang digantung berkontur untuk meningkatkan kualitas akustik. Sirip-sirip dinding ini juga memberikan efek pencahayaan fungsional yang unik dan menawan, untuk interior maupun eksterior.

Baca juga: 5 Cara Kreatif Menciptakan Ruang Tanpa Dinding

Cahaya lampu memancar dari sirip-sirip jendela Korean Presbyterian Church (Sumber: architecturaldigest)

Cahaya lampu memancar dari sirip-sirip jendela Korean Presbyterian Church (Sumber: architecturaldigest)

6. Gereja Katedral di Jakarta, Indonesia

Katedral di Jakarta karya Pastor Antonius Dijkmans, SJ yang diteruskan oleh Marius J Hulswit tahun 1899–1901 (Sumber: dolandolen.com)

Katedral di Jakarta karya Pastor Antonius Dijkmans, SJ yang diteruskan oleh Marius J Hulswit tahun 1899–1901 (Sumber: dolandolen.com)

Keindahan desain eksteriornya selalu memicu rasa penasaran untuk mengintip desain interior bangunan gereja berarsitektur Neo-Gothic ini. Meski sudah berusia lebih dari 100 tahun, bangunan gereja ini sangat memukau dengan berbagai relief yang detail di sepanjang dindingnya. Sejak 1905, interior gereja dilengkapi mimbar dengan atap menyerupai kulit kerang, sebagai pemantul suara agar seluruh jemaat dapat mendengar khotbah dengan jelas.

Gereja Katedral Jakarta bernama resmi Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga, De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming (Sumber: adriarani.blogspot)

Gereja Katedral Jakarta bernama resmi Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga, De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming (Sumber: adriarani.blogspot)

Interior Gereja Katedral dengan denah berbentuk salib ini sangat megah. Pilar-pilar kokoh setinggi 17 m yang menopang atap dan membentuk sebuah lorong. Material plafon kayu jati menunjukkan kekokohan, keindahan, dan menciptakan suasana hangat penuh keakraban.

7. The Cathedral of Christ the Light di Oakland

The Cathedral of Christ the Light karya Skidmore, Owings & Merrill LLP tahun 2002-2008 (Sumber: pinimg)

The Cathedral of Christ the Light karya Skidmore, Owings & Merrill LLP tahun 2002-2008 (Sumber: pinimg)

Katedral yang terletak pusat kota Oakland ini berarti tempat perlindungan, penghiburan, pembaharuan spiritual, dan ketenangan batin. Gambar Yesus setinggi 17 meter (58 kaki) yang terbentuk dari 94.000 perforasi kaca dapat dilihat dari dalam maupun luar bangunan. Gambar ini menciptakan perasaan takjub akan kebesaran Tuhan. Secara konsep, pendekatan non-linear digunakan untuk menghormati sejarah 2.000 tahun gereja tanpa pemaksaan sudut pandang yang spesifik dengan arsitektur dan desain kontemporer, serta ornamen multi-budaya yang tak lekang oleh waktu. 

The Cathedral of Christ the Light karya SOM yang juga merancang Burj Dubai (Sumber: archdaily)

The Cathedral of Christ the Light karya SOM yang juga merancang Burj Dubai (Sumber: archdaily)

Seperti namanya, The Cahedral of Christ the Light memanfaatkan cahaya sebagai fenomena sakral. Pencahayaan di siang hari sepenuhnya memanfaatkan cahaya alami, yang dengan terangnya memasuki ruang melalui material-material sederhana, terutama kayu, kaca, dan beton.

Gambar Yesus menjadi bagian interior dan eksterior The Cathedral of Christ the Light (Sumber: archdaily.com)

Gambar Yesus menjadi bagian interior dan eksterior The Cathedral of Christ the Light (Sumber: archdaily.com)

8. Hallgrímskirkja church di Reykjavík, Islandia

Hallgrímskirkja church di puncak bukit Skólavörðuholtið karya Gudjon Samuelsson tahun 1937 (Sumber: thousandwonders)

Hallgrímskirkja church di puncak bukit Skólavörðuholtið karya Gudjon Samuelsson tahun 1937 (Sumber: thousandwonders)

Pilar-pilar terbentuk dari batuan basal yang diambil dari sekitar air terjun Svartifoss di Islandia. Lanskap alami Islandia menginspirasi keseluruhan desain interior dan eksterior. Gereja Lutheran ini menampilkan organ pipa raksasa hasil rancangan Johannes Klais of Bonn sebagai “point of interest” dalam interior. Berat organ lebih dari 25 ton, tinggi 15 m, 4 manual dan pedal, 102 tingkat, 72 perhentian, dan 5275 pipa.

Selesai dibangun tahun 1986, Hallgrímskirkja Church menjulang setinggi 74,5 m sebagai ikon Hallgrímskirkja (Sumber: thousandwonders)

Selesai dibangun tahun 1986, Hallgrímskirkja Churchmenjulang setinggi 74,5 m sebagai ikon Hallgrímskirkja (Sumber: thousandwonders)

Hallgrímskirkja Church bergaya skandinavian modern yang sangat mengutamakan fungsi, dibangun dalam kurun waktu 41 tahun. Walau pun desainnya menimbulkan banyak kontroversial, namun Hallgrímskirkja Church tetap diakui sebagai salah satu gedung gereja terunik dan terindah di dunia.

Baca juga: 10 Dekorasi Interior Rumah Scandinavian yang Sedang Ngehits

9. Kizhi Pogost di Pulau Kizhi, Keralia,Russia

Kizhi Pogost, Gereja musim panas dan musim dingin di Keralia, Pulau Kizhi, Rusia (Sumber: architecturaldigest)

Kizhi Pogost, Gereja musim panas dan musim dingin di Keralia, Pulau Kizhi, Rusia (Sumber: architecturaldigest)

Kapel yang terletak di Pulau Kizhi di Danau Onega Rusia ini, terdiri dari sebuah kandang, atau pogost, yang berisi dua gereja, satu berasal dari abad ke-17 dan satu lagi dari abad ke-18, dan sebuah menara lonceng yang dibangun pada tahun 1862. Satu gereja ditujukan untuk penggunaan musim panas dan yang lainnya untuk musim dingin. Seluruhnya dibangun dari kayu hutan di Keralia

Kizhi Pogost diakui sebagai situs Warisan Dunia UNESCO dan satu dari delapan keajaiban dunia (Sumber: akg-images.co.uk)

Kizhi Pogost diakui sebagai situs Warisan Dunia UNESCO dan satu dari delapan keajaiban dunia (Sumber: akg-images.co.uk)

Bentuk ruang oktahedron ditopang oleh 20 struktur di empat penjuru mata angin. Pola kubah dan struktur pilar yang rumit ini menjadi unik karena tercipta dari karakteristik alami setiap jenis kayu berbeda yang dimanfaatkan untuk mendukung dan menutup kubah dengan lebih dari 30.000 kayu aspen herpes zoster yang dipasang erat di atas bingkai kubah.

Pilar Kizhi Pogost dari kayu hutan di Keralia (Sumber: pravoslavie)

Pilar Kizhi Pogost dari kayu hutan di Keralia (Sumber: pravoslavie)

10. Mathias Church di Budapest, Hongaria

Desain interior Matthias Church unik, menawan, dan sarat sejarah (Sumber: travelguides)

Desain interior Matthias Church unik, menawan, dan sarat sejarah (Sumber: travelguides)

Gereja Matthias dengan nama resmi The Church of Our Lady (Nagyboldogasszony templom) memiliki sejarah yang rumit dan panjang. Pada 1896, seorang arsitek, Frigyes Schulek, berandil besar dalam merestorasi Gereja Matthias. Schulek juga menambahkan pola berlian yang sangat indah pada atap dan beberapa patung yang menakjubkan. Interior gereja Matthias sangat megah dihiasi dengan warna-warni pola dan motif dari fragmen batu alami. Lukisan di dinding dibuat oleh dua pelukis bersejarah, Bertalan Székely dan Károly Lotz, yang juga merancang jendela kaca patri yang megah.

Banyak Raja Hongaria yang dinobatkan di Gereja Matthias (Sumber: wikimedia)

Banyak Raja Hongaria yang dinobatkan di Gereja Matthias (Sumber: wikimedia)

Salah satu highlights di dalam Gereja Matthias adalah altar utama, berhiaskan Triptych Neo-Gothic. Altar ini ada di Kapel Loreto, di bawah menara selatan, dilengkapi replika patung Baroque Madonna, yang aslinya berada di Desa Loreto di Italia. Monumen paling megah di Gereja Matthias adalah sepasang sarkofagus Raja Béla III dan istrinya, Anne de Châtillon di Kapel Trinitas. Desain interior Gereja Matthias juga dilengkapi beberapa relik dan harta, termasuk Piala Matthias dan replika mahkota Kerajaan Hongaria, yang aslinya dipamerkan di Gedung Parlemen Hongaria.

11. Sagrada Familia di Barcelona, Spanyol

Sagrada Familia karya  Antoni Gaudí yang diteruskan oleh Catalan architect (Sumber: sagradafamilia.org)

Sagrada Familia karya  Antoni Gaudí yang diteruskan oleh Catalan architect (Sumber: sagradafamilia.org)

Sagrada Familia sudah dibangun sejak 1882 dan pembangunannya direncanakan rampung pada 2026. Simbol Barcelona yang pembangunannya tertunda Perang Sipil Spanyol ini, dikunjungi lebih dari 2,5 juta orang setiap tahun. Gaudí, sang arsiteknya, meninggal pada tahun 1926 dalam kecelakaan trem dan dimakamkan di ruang bawah tanah Basilica Sagrada. Banyak yang beranggapan, Gaudí juga mengambil alih proyek Sagrada dari arsitek sebelumnya di tahun 1883 dan mengubahnya dengan gaya arsitekturnya, perpaduan Gothic dan Art Nouveau.

12. Thorncrown Chapel di Eureka Springs, Arkansas, USA

Thorncrown Chapel di Eureka Springs, Arkansas karya E. Fay Jones (Sumber: atlasobscura)

Thorncrown Chapel di Eureka Springs, Arkansas karya E. Fay Jones (Sumber: atlasobscura)

Thorncrown Chapel dibangun tahun 1980 dengan konsep Prairie School, sebuah konsep arsitektur yang dipopulerkan oleh Frank Lloyd Wright, panutan E. Fay Jones.

Keindahan Thorncrown Chapel yang menyatu dengan alam di sekelilingnya (Sumber: huffingtonpost)

Keindahan Thorncrown Chapel yang menyatu dengan alam di sekelilingnya (Sumber: huffingtonpost)

Kapel ini dikelilingi formasi batuan alami dan diposisikan di antara pepohonan. Keindahan hutan lebat di sekelilingnya dapat dinikmati dari dinding kaca yang tersusun dari 425 jendela seluas 557 m2 (6.000 ft2), dan langit-langit megah yang luas terbuat dari ekspos struktur baja ringan.

Ekspos struktur sebagai perkuatan yang melambangkan jamahan tangan Tuhan (Sumber: huffingtonpost)

Ekspos struktur sebagai perkuatan yang melambangkan jamahan tangan Tuhan (Sumber: huffingtonpost)

Pencahayaan di setiap tiang Thorncrown Chapel dengan pantulan menawan pada dinding kacanya (Sumber: huffingtonpost)

Pencahayaan di setiap tiang Thorncrown Chapel dengan pantulan menawan pada dinding kacanya (Sumber: huffingtonpost)

Gereja-gereja di mana pun, pada zaman kapan pun, dengan gaya arsitektur apa pun, semuanya didedikasikan untuk kemuliaan Tuhan. Setiap detail, baik interior mau pun eksterior dirancang untuk menciptakan suasana peribadahan yang khidmat dengan Tuhan; membawa manusia semakin dekat kepada Tuhan. Soli Deo Gloria!

Baca juga:

Arsitektur Islam yang Megah Nan Syahdu

Semangat ‘Baja’ dalam Arsitektur

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Joyce Meilanita

Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.