Bagaimana Cara Memadukan Arsitektur Rumah Bali dengan Gaya Modern

Bagaimana Cara Memadukan Arsitektur Rumah Bali dengan Gaya Modern | Foto artikel Arsitag
Cover: Rumah Tinggal Sanur Bali karya Han Awal & Partners (Sumber: arsitag.com)

Keunikan kekayaan budaya Indonesia yang harmonis dengan alam membentuk keberagaman arsitektur yang luar biasa indah, nyaman, dan fungsional. Demikian pula dengan Arsitektur Bali. Sebagai daerah di Indonesia yang sudah sangat dikenal dunia, Arsitektur Bali menjadi contoh kekayaan dan kekhasan arsitektur Indonesia yang menggugah kreativitas untuk memadukannya dengan gaya modern. Lalu bagaimana cara memadukan arsitektur rumah Bali dengan gaya modern

Kamar tidur di Villa Bougainville karya IMAJI ARCHITECT tahun 2016  (Sumber: arsitag.com)

Kamar tidur diKamar tidur di Villa Bougainville karya IMAJI ARCHITECT tahun 2016  (Sumber: arsitag.com)

Filosofi Arsitektur Bali

Arsitektur Bali sangat dipengaruhi unsur agama Hindu, mulai dari organisasi ruang sejak awal gerbang sampai tata letak ruang, serta detail ukirannya. Secara garis besar, arsitektur Bali dirancang dengan 7 filosofi, yaitu:

  1. Tri Hata Karana: menciptakan harmoni dan keseimbangan antara 3 unsur kehidupan – manusia (atma), alam (angga), dan dewa-dewa (khaya).
  2. Tri Mandala: aturan pembagian ruang dan zonasi
  3. Sanga Mandala: seperangkat aturan pembagian ruang dan zonasi berdasarkan arah
  4. Tri Angga: konsep atau hierarki antara alam yang berbeda
  5. Tri Loka: mirip dengan Tri Angga tetapi dengan alam yang berbeda
  6. Asta Kosala Kosali: 8 pedoman desain arsitektur tentang simbol, kuil, tahapan, dan satuan pengukuran
  7. Arga Segaraaxis suci antara gunung dan laut

The Sanctoo Villa karya IMAJI Architect tahun 2015 (Sumber: arsitag.com)

The Sanctoo VillaThe Sanctoo Villakarya IMAJI Architect tahun 2015 (Sumber: arsitag.com)

Resort dengan konsep hutan tropis dan perpaduan budaya Bali, Toraja, dan Dayak memberikan gaya modern yang terintegrasi dengan keindahan lanskap hutan tropis Indonesia dan menjadikan Sungai Woo sebagai axis-nya.

Ciri Khas Arsitektur Bali

1.  Harmoni dengan Alam  

Chris & Jennifer Villa seluas 180m2 karya OG Architects (Sumber: arsitag.com)

Chris & Jennifer VillaChris & Jennifer Villa seluas 180m2 karya OG Architects(Sumber: arsitag.com)

Konsep harmonisasi dengan alam menjadi karakter dan watak dasar arsitektur Bali. Keharmonisan ini diperkuat melalui pemanfaatan material batu alam, ukiran kayu, dan bambu. Material alami ini diharapkan dapat menciptakan keharmonisan antara manusia dengan lingkungan, antar sesama manusia, dan kedekatan manusia dengan Sang Pencipta.

Halaman belakang Chris & Jennifer Villa mengaplikasikan konsep ini dengan jelas. Keharmonisan dengan alam ditampilkan dengan batu alam sebagai lantai area duduk, pohon pisang kipas sebagai point of interest taman belakang, dan pemanfaatan sedikit tanaman untuk menunjukkan kesan kesederhanaan dan konsep modern minimalis.

Jumlah dan deretan kursi kayu sengaja dirancang untuk menunjukkan keharmonisan dari kebersamaan dengan sesama manusia, yang sama-sama menghadap taman untuk mengagumi keindahan taman dan langit ciptaan Tuhan.

2.  Ukiran di batu dan kayu   

Dinding berukir di Villa Bougainville karya IMAJI ARCHITECT tahun 2016  (Sumber: arsitag.com)Dinding berukir di Villa Bougainville karya IMAJI ARCHITECT tahun 2016  (Sumber: arsitag.com)

Dinding berukir di Villa Bougainville karya IMAJI ARCHITECT tahun 2016  (Sumber: arsitag.com)

Ukiran Bali mendapat pengaruh dari agama Hindu Majapahit. Awalnya ukiran ini diletakkan di tempat ibadah, namun seiring perkembangan zaman, patung dengan pahatan unik menjadi gaya arsitektur yang identik dengan Bali.

3.  Zonasi ruang yang rapi  

Chris & Jennifer Villa  karya OG Architects tahun 2014 (Sumber: arsitag.com)

Chris & Jennifer VillaChris & Jennifer Villa  karya OG Architects tahun 2014 (Sumber: arsitag.com)

Keseimbangan pembagian ruang diperoleh dari penerapan filosofi Tri Angga dengan tiga tingkatan, yaitu utama, madya, dan nista.

Penerapan Tri Angga dalam konsep modern mengalami pergeseran menjadi ruang publik, semi publik, dan ruang pribadi. Chris & Jennifer Villa menerapkannya dengan urutan yang sama. Halaman sebagai ruang publik, teras antara halaman dan kamar tidur sebagai area semi publik dengan kursi kayu panjang di kaki ranjang sebagai pembatas area semi publik, dan tempat tidur pada area pribadi.

Ruang open-plan di Chris & Jennifer Villa  karya OG Architects tahun 2014 (Sumber: arsitag.com)

Ruang open-plan diRuang open-plan di Chris & Jennifer Villa  karya OG Architects tahun 2014 (Sumber: arsitag.com)

Open-plan ruang keluarga dan ruang makan di Chris & Jennifer Villa  karya OG Architects (Sumber: arsitag.com)Open-plan ruang keluarga dan ruang makan di Chris & Jennifer Villa  karya OG Architects (Sumber: arsitag.com)

Open-plan ruang keluarga dan ruang makan di Chris & Jennifer Villa  karya OG Architects(Sumber: arsitag.com)

Langit-langit dengan rangka kayu sebagai ciri khas arsitektur Bali berpadu serasi dengan gaya modern open-plan dengan tetap memperlihatkan zonasi yang rapi antara ruang keluarga dan ruang makan.

Gerbang Villa Bougainville karya IMAJI ARCHITECT (Sumber: arsitag.com)

GerbangGerbangVilla Bougainville karya IMAJI ARCHITECT(Sumber: arsitag.com)

Tidak hanya zonasi ruang yang rapi di bagian interior, sejak pintu gerbang, kerapian ini sudah tampak jelas. Jalan sebagai area publik, tangga yang menjadi area semi publik, dan pintu gerbang sebagai tanda memasuki ruang yang lebih pribadi.

Baca juga: 11 Desain Teras Rumah Mewah yang Cantik

Aspek Utama Arsitektur Bali

1.  Sistem ventilasi yang baik

Kamar tidur dengan jendela besar menghadap taman di The Sanctoo Villa karya IMAJI Architect (Sumber: arsitag.com)
Kamar tidur dengan jendela besar menghadap taman diKamar tidur dengan jendela besar menghadap taman di The Sanctoo Villakarya IMAJI Architect(Sumber: arsitag.com)

Arsitektur Bali menggunakan jendela besar atau ruang di antara atap dan dinding bangunan untuk sirkulasi udara yang baik. Kamar tidur The Sanctoo Villa dengan dinding yang dipenuhi ukiran pada kepala ranjang memiliki jendela besar yang menghadap taman kecil.

Area mandi terbuka di Tanjung Villa karya OG Architects (Sumber: arsitag.com)Area mandi terbuka di Tanjung Villa karya OG Architects (Sumber: arsitag.com)
Area mandi terbuka di Tanjung Villa karya OG Architects(Sumber: arsitag.com)

Kamar mandi sebagai ruang pribadi yang memerlukan sistem penghawaan yang baik, sengaja dirancang tanpa atap dengan bambu sebagai gerbang pelindungnya. Batu alam digunakan agar lantai tidak licin, sekaligus perlambang keharmonisan dengan alam tropis.

2.  Fondasi yang Kokoh 

Filosofi Tri Loka mengandaikan rumah seperti tubuh manusia dengan kaki sebagai dasar yang kuat.

Tanjung Villa karya OG Architects tahun 2009 (Sumber: arsitag.com)Tanjung Villa karya OG Architects tahun 2009 (Sumber: arsitag.com)

Tanjung Villa karya OG Architects tahun 2009 (Sumber: arsitag.com)

Area suite di Tanjung Villa dengan gaya modern kontemporer tropikal ini menunjukkan dengan jelas struktur bangunan dengan arsitektur Bali. Tiang-tiang struktural yang diekspos menjadi perlambang tulang-tulang manusia yang memperkokoh bangunan. Bagian kepala diwujudkan dengan bentuk langit-langit yang menempel ke atap dengan ekspos kaso dan reng sebagai kekuatan dan elemen estetika yang memperlihatkan keindahan dari kesederhanaan yang jujur.

Baca juga: Mengekspos Kepolosan Material dan Elemen Arsitektural

3.  Halaman yang Luas  

Suasana menjelang malam di halaman dan Bale Bengong Villa Kajou  di Seminyak, Bali karya OG Architects (Sumber: arsitag.com)Suasana menjelang malam di halaman dan Bale Bengong Villa Kajou  di Seminyak, Bali karya OG Architects (Sumber: arsitag.com)

Suasana menjelang malam di halaman dan Bale Bengong Villa Kajou di Seminyak, Bali karya OG Architects(Sumber: arsitag.com)

Harmonisasi dengan alam membutuhkan halaman yang cukup luas agar dapat berkomuniksai dengan alam sekitarnya.  Pohon dengan batang unik berpadu indah dengan pola jalan beton diselingi rumput dan pondok berikut bale bengong dari kayu.

Baca juga: 9 Model Rumah Unik Karya Arsitek Indonesia Masa Kini

4.  Tembok Penjaga  

Tembok jalan masuk The Sanctoo Villa karya IMAJI Architect (Sumber: arsitag.com)

Tembok jalan masukTembok jalan masuk The Sanctoo Villakarya IMAJI Architect(Sumber: arsitag.com)

Dalam Arsitektur Bali, tembok lebih berperan spiritual selain fungsi utamanya untuk keamanan dan privasi dari pandangan luar. Secara spiritual, tembok tinggi dipercaya dapat menangkal ilmu hitam dan roh jahat. Bentuk kotak dari batu alam berhiaskan pohon palem, pisang-pisangan, dan deretan bambu hias pada tembok jalan masuk The Sanctoo Villa, berhasil memadukan arsitektur rumah Bali dengan gaya modern.

Pintu masuk utama Villa Bougainville karya IMAJI ARCHITECT tahun 2016  (Sumber: arsitag.com)

Pintu masuk utamaPintu masuk utamaVilla Bougainville karya IMAJI ARCHITECT tahun 2016  (Sumber: arsitag.com)

Sebelum memasuki pintu utama, pola jalan blok beton sengaja dirancang berada di tengah kolam dengan filosofi air yang membersihkan segala unsur jahat, dan diapit tembok batu alam sebagai penjaganya.

Sebenarnya, tujuan gaya arsitektur tradisional dan modern adalah sama-sama untuk memberikan kenyamanan yang fungsional untuk manusia penggunanya. Keduanya juga menerapkan keindahan arsitektur dengan keindahan elemen yang berfungsi optimal. Jadi, tidaklah sulit memadukan arsitektur Bali atau pun arsitektur tradisional lainnya dengan gaya modern. Lagi-lagi, pengetahuan, kepiawaian, dan dedikasi sang arsiteklah yang dapat menjawab semua tantangan untuk memadukan berbagai gaya arsitektur.

Baca juga:

Material Batu Alam Untuk Tampak Depan Rumah Minimalis Yang Elegan

Batu Alam Sebagai Bahan Bangunan

Beberapa Ide Desain Kreatif Untuk Rumah Anda :

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Joyce Meilanita

Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.