Tips dan Trik Mempersiapkan Tempat untuk Bisnis Co-working Space

Tips dan Trik Mempersiapkan Tempat untuk Bisnis Co-working Space | Foto artikel Arsitag
Maverick Office, tempat untuk bisnis co-working space yang asyik untuk kinerja yang efektif (Sumber: arsitag.com)
 

Co-working space bukan sekedar desain atau pun furnitur di dalamnya. Interior desain harus menciptakan interaksi yang kuat dan dinamis antara ruang kerja dan pekerja di dalamnya. Interaksi yang kuat akan merangsang kinerja yang baik dan menghasilkan ide-ide cemerlang. Dinamisasi ruang berarti mampu menciptakan ruang yang nyaman untuk bekerja sendiri dan produktif dalam tim dengan rekan kerja lainnya.

Bagaimana interior desain untuk bisnis co-working space yang baik dan mampu menciptakan atmosfer kerja yang nyaman serta merangsang kreativitas pekerjanya? Mari kita intip tips dan triknya!
 

1. Luas Area Kerja yang Berkembang

Co-working space bergaya industrial modern dengan fleksibilitas ruang dan furniture, karya Teddy Koo (Sumber: arsitag.com)Co-working space bergaya industrial modern dengan fleksibilitas ruang dan furniture, karya Teddy Koo (Sumber: arsitag.com)
 

Sebuah co-working space yang baik harus fleksibel terhadap setiap perubahan dan keadaan tak terduga. Mungkin waktu awal start-up atau bisnis dibangun, dengan modal yang belum terlalu besar dan pekerja yang belum terlalu banyak, luas area kerja tidak perlu terlalu besar. Namun, seiring berkembangnya bisnis dan semakin banyaknya jumlah pekerja, area yang ada harus mampu mengantisipasi perkembangan ini.

Dinamisasi dan efektifitas ruang untuk kerja sama yang kompak dan kinerja yang produktif di Maverick Office, karya Jerry M. Febrino (Sumber: arsitag.com)Dinamisasi dan efektifitas ruang untuk kerja sama yang kompak dan kinerja yang produktif di Maverick Office, karya Jerry M. Febrino (Sumber: arsitag.com)
 

Sewaktu memilih tempat untuk memulai bisnis, jangan dimulai dengan “Nanti saja, jika bisnis sudah berkembang, tinggal pindah ke tempat lain yang lebih luas.” Namun, mulailah dengan berpikir jauh ke depan. Ingatlah, yang perlu dipersiapkan adalah tempat yang dapat berkembang, bukan tempat yang harus luas. Berkembang tidak harus berarti bertambah luas, tetapi bisa diatur agar awalnya nyaman untuk sedikit pekerja, namun juga nyaman untuk pertambahan jumlah pekerja.
 

2. Furnitur yang Fleksibel

2. Furnitur yang Fleksibel
Fleksibilitas menciptakan co-working space BBDO Indonesia Office yang nyaman dan produktif (Sumber: arsitag.com)
 

Setiap ruang kerja dengan para pekerja yang memiliki latar berbeda namun tugas spesifik yang saling berkaitan, harus mampu menciptakan area privasi yang memudahkan konsentrasi, sekaligus area bersama untuk mengkolaborasikan semua ide.

Ruang kerja Sonny Sutanto Architects New Office di Sunter, Jakarta Utara (Sumber: arsitag.com)Ruang kerja Sonny Sutanto Architects New Office di Sunter, Jakarta Utara (Sumber: arsitag.com)
 

Co-working space yang baik harus mengkombinasikan ruang kerja privat dan terbuka, menyeimbangkan pos kerja masing-masing dengan ketersediaan area kerja fleksibel untuk rekan kerja. Furniture multifungsi dengan fleksibilitas pengaturan sangat membantu menciptakan co-working space yang dapat memenuhi dinamisasi dan kenyamanan.  
 

3. Ruang dengan Pencahayaan dan Sirkulasi Udara yang Baik

3. Ruang dengan Pencahayaan dan Sirkulasi Udara yang Baik
Pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik meningkatkan kinerja di BBDO Indonesia Office (Sumber: arsitag.com)
 

Pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik akan menciptakan ruang hemat energi yang nyaman dan meningkatkan kinerja. Terang alami dari jendela ataupun skylight lebih baik dari terang lampu karena cahayanya tidak cepat melelahkan mata. Jika memungkinkan, posisikan bukaan atau jendela untuk mendapatkan cahaya matahari pagi agar ruangan lebih sehat. Manfaatkan pula view di sekitar yang dapat memancing ide atau melepaskan kepenatan saat bekerja.

Perhatikan pula aliran udara atau angin dari lingkungan sekitar. Ingat, yang diperlukan adalah sirkulasi udara yang baik, bukan polusi udara dari lingkungan sekitar yang mungkin kurang baik, atau angin yang terlalu kencang yang menerbangkan berkas-berkas pekerjaan.
 

4. Pemilihan Warna dan Tekstur yang Tepat  

Perpaduan warna dan tekstur menjadi elemen interior desain yang penting untuk menciptakan kesan visual ruang sempit menjadi luas, ruang sumpek menjadi nyaman dan menstimulasi kinerja kreatif.

Inovasi ACE Paints, dengan proses tinting, memungkinkan terciptanya berbagai warna menawan yang tahan lama, ramah lingkungan, dan cepat kering, untuk menciptakan co-working space dengan warna berkualitas premium sesuai kebutuhan.

Dinamisasi warna dan tekstur memicu ide-ide kreatif dan inovatif (Sumber: acepaints.acehardware.co.id)Dinamisasi warna dan tekstur memicu ide-ide kreatif dan inovatif (Sumber: acepaints.acehardware.co.id) 
 

ACE Paints terbuat dari 100% akrilik lateks dengan daya lekat tinggi untuk berbagai permukaan sehingga minim cipratan, bahkan untuk pengecat pemula. Dengan jaminan hasil merata dan halus, tahan noda, gores, gosok, serta mudah dibersihkan dan tanpa bau tak sedap, ruangan bisa langsung digunakan setelah pengecatan. Kualitas warna premium yang tidak lengket, tahan jamur, dan warna tidak mudah pudar.

Kreativitas kombinasi dan perpaduan warna dan tekstur meningkatkan kualitas ruang (Sumber: thepaintstudio.com)Kreativitas kombinasi dan perpaduan warna dan tekstur meningkatkan kualitas ruang (Sumber: thepaintstudio.com)
 

Warna dan tekstur pengecatan tidak perlu terpaku pada satu jenis saja. Variasikan berbagai metode pengecatan untuk menciptakan dinamisasi suasana area bisnis yang tetap menunjukkan identitasnya sebagai tempat formal untuk bekerja, namun memungkinkan pengembangan inovasi. Persiapkan tempat untuk bisnis co-working space saat ini yang terus berkembang di masa depan dengan antisipasi bisnis sekarang dan masa mendatang.

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Joyce Meilanita

Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.