Beli Rumah Developer atau Pakai Arsitek?

Beli Rumah Developer atau Pakai Arsitek? | Foto artikel Arsitag
Cover: Ilustrasi antara developer dan arsitek (Sumber: arsitag.com)
 

Saat seseorang telah memiliki kemampuan finansial untuk memenuhi salah satu kebutuhan pokoknya, yaitu papan/rumah, ia dihadapkan pada dua pilihan, yaitu membeli rumah dari pengembang/developer, atau memakai jasa arsitek untuk mendesain rumahnya sendiri. Kedua pilihan itu ada kelebihan dan kekurangannya. Hal ini sebenarnya sama saja dengan ketika ia ingin memenuhi kebutuhan pokok lainnya, yaitu sandang/pakaian. Ia juga dihadapkan pada dua pilihan, yaitu membeli baju di toko/department store, atau memakai jasa penjahit/tailor untuk mendesainkan baju yang sangat pas dan eksklusif hanya untuknya.

Salah satu maket dalam sebuah pameran properti (Sumber: sinarharapan.co)Salah satu maket dalam sebuah pameran properti (Sumber: sinarharapan.co)
 

Orang yang memilih membeli rumah dari developer sebenarnya sama saja dengan orang yang pergi ke department store untuk membeli pakaian. Kelebihannya adalah praktis. Orang tinggal datang, pilih, bayar, dan bawa pulang. Demikian juga orang yang membeli rumah dari developer. Mereka tinggal memilih dari berbagai macam tipe yang tersedia di pasaran, mulai dari tipe klasik, modern, minimalis, kontemporer, klasik minimalis, sampai klasik minimalis modern kontemporer (entah apa maksudnya). Asal ada duit, rumah yang kita inginkan bisa langsung kita tempati saat itu juga. “Tinggal bawa koper,” kata Bapak-bapak marketting-nya di TV dengan penuh semangat.

Namun, umumnya kekurangan dari membeli baju di toko adalah masalah ukuran. Belum tentu model baju yang disukai memiliki ukuran yang pas karena baju tersebut diproduksi di pabrik dengan beberapa kategori ukuran tertentu saja. Ditambah lagi, biasanya juga ada masalah harga. Terkadang model baju yang kita inginkan belum tentu harganya terjangkau. Masalah lain lagi adalah, seringkali kita bertemu dengan orang lain yang memiliki pakaian yang sama persis dengan pakaian kita. Hal ini lumrah karena pakaian di department store diproduksi massal sehingga cukup besar kemungkinannya bertemu dengan orang yang memakai baju yang sama. Bagi sebagian orang, hal ini bukan masalah, tetapi bagi sebagian orang lainnya, rasanya agak malu apabila ternyata pakaian yang dikenakan adalah pakaian "pasaran". Ini juga kekurangan dari membeli rumah developer. Rumah itu belum tentu cocok dengan yang kita inginkan, entah dari modelnya, atau spesifikasi materialnya, warnanya, kapasitasnya, besar kecilnya ruangan, ada tidaknya ventilasi, taman, dan lain sebagainya.

Contoh perumahan developer,Contoh perumahan developer, Candibinangun Residence (Sumber: arsitag.com)
 

Apabila ada banyak faktor yang mempengaruhi cocok tidaknya pakaian, ada jauh lebih banyak faktor lagi yang mempengaruhi cocok tidaknya sebuah rumah. Apalagi, rumah ini biasanya kita huni tidak hanya satu dua hari, tetapi bertahun-tahun, bahkan bisa sampai seumur hidup. Masalah lain yaitu rumah developer juga diproduksi massal sehingga rumah kita dengan rumah tetangga biasanya mirip atau persis sama. Hampir tidak ada keunikan tersendiri yang menjadi ciri khas rumah kita.

Perumahan developer tentunya didesain oleh arsitek juga, tetapi yang menentukan modelnya bukan pembeli dan bentuknya relatif sama dalam satu komplek. ContohnyaPerumahan developer tentunya didesain oleh arsitek juga, tetapi yang menentukan modelnya bukan pembeli dan bentuknya relatif sama dalam satu komplek. Contohnya Villa Tamansari karya DAP Architect (Sumber: arsitag.com)
 

Sebaliknya, orang yang memilih untuk memakai jasa arsitek itu sama dengan orang yang memakai jasa penjahit untuk mendesain bajunya. Kendalanya biasanya adalah masalah waktu. Tidak seperti baju dari department store yang bisa kita ambil dan pakai saat itu juga, menjahit baju di penjahit biasanya membutuhkan waktu beberapa hari hingga jadi. Apabila tingkat kerumitannya sulit bisa jadi beberapa minggu. Ini tidak bisa instan. Akan tetapi, kelebihannya: pakaian dari penjahit biasanya akan pas sekali dengan ukuran tubuh kita, tidak kekecilan atau kebesaran, karena penjahit tersebut mengukur dahulu ukuran tubuh kita sampai sedetil-detilnya. Selain itu, kita bisa meminta model yang eksklusif, tidak pasaran, yang bisa jadi hanya kita sendiri yang punya sehingga tidak mungkin bertemu dengan orang yang memakai baju yang sama di jalan.

Salah satu sketsa rumah dari arsitek Ari Widio (Sumber: monokroma-architect.com)Salah satu sketsa rumah dari arsitek Ari Widio (Sumber: monokroma-architect.com)
 

Inilah juga kelebihan apabila kita ingin memakai jasa arsitek. Rumah kita tidak akan sama dengan rumah tetangga sebelah karena didesain khusus untuk kita. Tingkat kecocokan bisa lebih tinggi dibandingkan apabila kita membeli rumah dari developer. Semua kriteria rumah yang kita inginkan bisa dibantu diwujud-nyatakan secara khusus (customized) oleh seorang arsitek handal. Tetapi, tentu saja ada pula kekurangannya.  Sama seperti menjahitkan pakaian, memakai jasa arsitek tidak bisa instan. Perlu ada waktu yang cukup lama. Biasanya ini bisa memerlukan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Itupun belum dihitung waktu yang dibutuhkan untuk mencari arsitek yang cocok karena dari banyak arsitek yang ada, mencari yang benar-benar cocok dan dapat mewujudkan rumah impian kita merupakan tantangan tersendiri. Hal ini memang tidak praktis. Tetapi, apabila kita mendapatkan arsitek yang cocok, kita bisa mendapatkan rumah yang benar-benar eksklusif hanya bagi kita sendiri.

Cijantung HouseCijantung House yang didesain oleh Monokroma Architect (Sumber: arsitag.com)
 

Apakah memakai jasa arsitek pasti lebih mahal daripada membeli rumah developer? Tidak juga. Sama seperti memakai jasa penjahit tidak selalu lebih mahal daripada membeli baju di toko. Justru dengan memakai jasa penjahit kita bisa memilih jenis kain sendiri yang harganya sesuai dengan anggaran kita, tetapi bisa dijahit mirip-mirip atau setara dengan baju-baju bermerek yang jauh lebih mahal di toko. Mahal tidaknya, kita bisa atur sendiri. Demikian juga dengan memakai jasa arsitek. Bahkan para arsitek itupun dapat membantu kita untuk mendesain rumah dengan material yang sesuai dengan budget kita, namun dengan bentuk dan model yang elegan dan memiliki keunikan tersendiri sehingga mengundang decak kagum kawan dan kerabat yang berkunjung.  
 

Baca juga:

Yu Sing, Arsitek Rumah Murah Yang Sederhana dan Idealis

Yuk, Mengintip Arsitektur Rumah Super Minimalis Karya Sontang Siregar

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Evan Kriswandi

Evan is a Master of Urbanism student in the University of Sydney, Australia under Australia Awards Scholarship. He is the Chief Editor of Arsitag.com. He has published printed publication such as UPH Architecture Archive 2014:Hierarchy and a documentary movie "24 Jam" about architecture education in Indonesia, which is aired on UPH Architecture Youtube Channel.