Desain Rumah Split Level dengan Skylight Super Keren

Desain Rumah Split Level dengan Skylight Super Keren | Foto artikel Arsitag
Desain rumah karya Semiotic Arsitekvia Archdaily.com
 

Keunikan desain rumah split level memiliki tampilan luar tampak seperti rumah berlantai dua. Padahal, rumah yang akan kita ulas kali ini sesungguhnya memiliki 7 level lantai dengan ketinggian yang berbeda-beda. Fasadnya yang unik berupa atap metal asimetris menjadi identitas yang khas. Spesialnya lagi, rumah yang berada di Pekayon, Bekasi Barat ini berdiri di atas lahan dengan lebar muka 7 meter dan panjang 15 meter. Wow, bagaimana mungkin?

Desain Rumah Split Level yang Memaksimalkan Ruang
Desain interior rumah karya Semiotic Arsitek via Archdaily.com

Desain interior rumah karya Semiotic Arsitekvia Archdaily.com
 

Penghuni rumah merupakan keluarga muda dengan tiga anak. Tentu saja, seluruh anggota keluarga membutuhkan ruang yang cukup untuk beraktivitas dengan nyaman. Karena itulah konsep split level diterapkan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Konsep split level memungkinkan hunian memiliki banyak lantai dengan level ketinggian yang berlainan untuk membedakan ruang. Adapun beberapa tangga digunakan sebagai penghubung antarlevel lantai.

Desain rumah split level karya Semiotic Arsitek via Archdaily.com

Desain rumah split level karya Semiotic Arsitekvia Archdaily.com
 

Pada desain rumah split level ini, lantai pada level 1 difungsikan sebagai dapur sekaligus ruang makan. Sedangkan, lantai di level 2 digunakan sebagai ruang keluarga. Sementara itu, lantai-lantai yang berada pada level lebih tinggi berikutnya dipakai sebagai kamar tidur utama, kamar tidur anak, dan area servis. Dengan menerapkan konsep split level, hunian ini memiliki total luas banguan 247m2, dengan 7 level lantai pada ketinggian yang berbeda-beda. Terbilang luas, bukan?

Desain ruang keluarga dan ruang makan rumah karya Semiotic Arsitek via Archdaily.com

Desain ruang keluarga dan ruang makan rumah karya Semiotic Arsitek via Archdaily.com
 

Skylight Super Keren sebagai Jalan Masuk Cahaya Alami
Desain skylight rumah karya Semiotic Arsitek via Archdaily.com

Desain skylight rumah karya Semiotic Arsitekvia Archdaily.com
 

Konsep split level dengan ruangan-ruangan yang didominasi warna putih dan berlantai kayu telah mampu membuat rumah ini tampak keren. Namun, sang arsitek tampaknya belum puas dan menambahkan skylight, sehingga desain rumah split level ini semakin super keren!

Gambar potongan skematik karya Semiotic Arsitek via Archdaily.com

Gambar potongan skematik karya Semiotic Arsitekvia Archdaily.com
 

Desain skylight dipasang pada bagian tengah atap bangunan. Skylight ini menjadi jalan masuk cahaya alami dan menjaga sirkulasi udara tetap baik untuk seluruh level lantai yang ada. Khusus untuk ruangan-ruangan yang dilengkapi jendela, keberadaan skylight membuat ruangan semakin terasa terang dan udara pun lebih segar.

Baca juga: Intip, Cantiknya Rumah Supermungil 16 Meter Persegivia Kompas.com
 

Tangga Modern dengan Sentuhan Industrial
Desain tangga rumah karya Semiotic Arsitek via Archdaily.com

Desain tangga rumah karya Semiotic Arsitekvia Archdaily.com
 

Selain penerapan split level dengan skylight, adanya sentuhan industrial semakin menambah keren rumah minimalis modern dua lantai ini. Sentuhan industrial dihadirkan melalui desain tangga rumah yang menggunakan material besi pada rangka, dan dipadukan material kayu pada anak tangga. Sedangkan, untuk pagar tangganya menggunakan wiremesh. Kombinasi ini memberikan tampilan estetik yang sangat cantik.

Desain tangga kayu dan railing jaring, rumah karya Semiotic Arsitek via Archdaily.com

Desain tangga kayu dan railing jaring, rumah karya Semiotic Arsitekvia Archdaily.com
 

Kombinasi material tangga yang menghasilkan tampilan nan estetik semakin sempurna dengan pemilihan model tangga yang tepat. Keuntungannya, model tangga U Shape seperti ini tidak membutuhkan ruang yang terlalu banyak. Bentuknya yang berbelok arah sangat cocok dipakai pada ruang yang terbatas. Selain itu, tangga pun bisa dengan mudah dibuat mengarah ke kanan atau ke kiri sesuai kebutuhan.

Baca juga: Yuk, Kenali Istilah Split Level dalam Desain Rumah
 

Material Kaca Bening dan Wiremesh sebagai Pembatas
Desain void rumah karya Semiotic Arsitek via Archdaily.com

Desain void rumah karya Semiotic Arsitekvia Archdaily.com
 

Konsep split level di rumah kemudian dipadukan dengan konsep open space. Pembatasan ruang tidak menggunakan tembok beton, melainkan memakai material kaca bening dan wiremesh. Hasilnya, setiap ruangan terasa lebih lapang, terang, dan terbuka. Para penghuni bisa melakukan aktivitas di ruang yang berbeda tanpa benar-benar merasa terpisah atau berjarak.

Desain dinding kaca rumah karya Semiotic Arsitek via Archdaily.com

Desain dinding kaca rumah karya Semiotic Arsitek via Archdaily.com
 

Berkaca dari hunian ini, konsep split level yang dipadukan dengan penggunaan skylight sangat efektif membuat rumah terkesan luas sekaligus hemat energi. Desain rumah split level ini juga telah membuktikan bahwa dengan lahan yang terbatas, semua ruang yang dibutuhkan keluarga bisa diwujudkan. Nah, apakah Anda tertarik menerapkan konsep serupa?

Photos: Sandi Baratama & Niko Adiatma

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Puji Lestari

Penulis lepas yang telah menulis beragam artikel dengan berbagai tema. Senang menulis dengan ide yang kreatif, informatif, dan bermanfaat.