Konsep Desain Arsitektur Industrial

Konsep Desain Arsitektur Industrial | Foto artikel Arsitag
cover : www.impressiveinteriordesign.com

Gaya arsitektur industrial awalnya merambah desain interior dan arsitektur Eropa akibat banyaknya bangunan bekas pabrik yang tidak lagi digunakan. Agar tidak terbengkalai, maka dilakukan penyesuaian agar gedung-gedung ini bisa dijadikan hunian yang layak dan nyaman. Akan tetapi, walaupun dilakukan beberapa penyesuaian, karakter asli bangunan sengaja tidak dihilangkan.

Gaya arsitektur industrial awalnya merambah desain interior dan arsitektur Eropa akibat banyaknya bangunan bekas pabrik yang tidak lagi digunakan. Agar tidak terbengkalai, maka dilakukan penyesuaian agar gedung-gedung ini bisa dijadikan hunian yang layak dan nyaman. Akan tetapi, walaupun dilakukan beberapa penyesuaian, karakter asli bangunan sengaja tidak dihilangkan.Sumber: www.impressiveinteriordesign.com

Gaya industrial biasanya menggunakan warna-warna monokromatik dan terkesan maskulin. Beberapa material yang digunakan juga cenderung kasar seperti logam dan baja yang sengaja diekspos untuk menunjukkan karakternya. Material yang digunakan juga memakai bahan-bahan yang didaur ulang atau bahan industri seperti kaca, besi, dan alumunium yang diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan elemen interior yang menarik.

Kolom-kolom atau struktur atap sering dibiarkan terlihat dengan jelas, beberapa ada yang di-finishing, tetapi ada juga yang unfinish. Salah satu yang paling terlihat dari gaya industrial adalah ekspos tampilan batu bata. Ada pula batu bata yang dicat dengan warna cerah seperti putih atau warna teduh seperti abu-abu. Pemakaian lantai beton juga sering diterapkan untuk memberi kesan kuat.
Sumber: tumblr.com

 

Kolom-kolom atau struktur atap sering dibiarkan terlihat dengan jelas, beberapa ada yang di-finishing, tetapi ada juga yang unfinish. Salah satu yang paling terlihat dari gaya industrial adalah ekspos tampilan batu bata. Ada pula batu bata yang dicat dengan warna cerah seperti putih atau warna teduh seperti abu-abu. Pemakaian lantai beton juga sering diterapkan untuk memberi kesan kuat.

Furnitur yang digunakan cenderung tanpa finishing dan lebih menunjukkan warna aslinya. Furnitur berbahan kayu biasanya tidak dicat, melainkan hanya dipolitur untuk mengantisipasi rayap. Furnitur berbahan besi, alumunium, dan stainless juga tidak dicat sama sekali, tetapi dibiarkan apa adanya seperti layaknya material asliSumber: pinterest.com

 

Furnitur yang digunakan cenderung tanpa finishing dan lebih menunjukkan warna aslinya. Furnitur berbahan kayu biasanya tidak dicat, melainkan hanya dipolitur untuk mengantisipasi rayap. Furnitur berbahan besi, alumunium, dan stainless juga tidak dicat sama sekali, tetapi dibiarkan apa adanya seperti layaknya material asli

Gaya ini biasanya didesain fungsional dengan latar belakang teknik yang kuat. Material yang terlihat apa adanya menampilkan nuansa yang berkaitan dengan dunia industri. Desain ini biasanya digunakan oleh para penghuni rumah yang menginginkan suasana hunian dengan tampilan rough dan maskulin.
Sumber: www.bloglovin.com

 

Gaya ini biasanya didesain fungsional dengan latar belakang teknik yang kuat. Material yang terlihat apa adanya menampilkan nuansa yang berkaitan dengan dunia industri. Desain ini biasanya digunakan oleh para penghuni rumah yang menginginkan suasana hunian dengan tampilan rough dan maskulin.

Berikut adalah elemen-elemen dasar dari desain industrial:

Lantai
Sumber: www.vtwonen.nl

 

Lantai

Pada elemen dasar interior, material yang digunakan adalah lantai parket atau lantai acian, dan tidak menggunakan lantai keramik atau lantai granit.

Kayu lapuk
Sumber: indulgy.com

 

Kayu lapuk

Elemen lantai kayu menambah kesan nostaljik dan hangat pada rumah. Kayu juga dapat digunakan sebagai dinding panel, bingkai jendela, meja, atau sekedar hiasan.

Sistem bangunan
Sumber: decoratingyoursmallspace.com

 

Sistem bangunan

Saluran pipa air, listrik, pemanas, ventilasi, dan pendingin udara biasanya dibiarkan terekspos pada bangunan pabrik-pabrik industrial. Namun, sudah banyak juga sekarang pabrik yang lebih mengedepankan fungsional bangunan sehingga elemen tersebut disembunyikan di dalam dinding. Akan tetapi, tidak semua saluran pipa cocok ditempatkan di dalam interior rumah. Gunakan pipa-pipa kecil sebagai tempat gantungan baju atau untuk menggantung perabotan di dapur Anda.

Batu bata
Sumber: blog.vkvvisuals.com

 

Batu bata

Batu bata sering sekali digunakan sebagai material bangunan dengan gaya industrial. Batu bata sendiri telah lama dikenal karena daya tahan dan umurnya yang panjang. Batu bata biasanya dibiarkan terlihat seperti aslinya dan tidak difinishing.

Pencahayaan
Sumber: tumblr.com

 

Pencahayaan

Lampu yang digunakan biasanya berkesan industrial, mulai dari neon hingga lampu gantung yang sering digunakan untuk pabrik. Lampu gantung yang dicat dengan warna porselen atau yang menggunakan penutup alumunium menjadi ciri khas lampu dari pabrik-pabrik tua.

Beton
Sumber: karinecandicekong.com
 

Beton

Beton sering digunakan untuk bangunan pabrik-pabrik tua, baik untuk lantai maupun struktur bangunan. Beton banyak dipakai pada pabrik-pabrik industri abad ke 19 karena sifatnya yang kuat, rendah biaya, dan tahan lama.

Beton sering digunakan untuk bangunan pabrik-pabrik tua, baik untuk lantai maupun struktur bangunan. Beton banyak dipakai pada pabrik-pabrik industri abad ke 19 karena sifatnya yang kuat, rendah biaya, dan tahan lama.Sumber: www.decoist.com
 

Baja

Sering kita temukan tiang atau balok dengan material baja di dalam pabrik-pabrik industri. Material baja ini pun tidak repot-repot disembunyikan di dalam dinding dan dibiarkan terekspos di dalam ruangan. Tambahkan sentuhan industrial di rumah Anda dengan menggunakan aksesoris atau furnitur yang terbuat dari baja.

Furnitur daur ulang
Sumber: casavogue.globo.com
 

Furnitur daur ulang

Material bekas atau recycle sering digunakan dalam konsep arsitektur industrial. Kotak besi bekas, pipa bekas, perangkat-perangkat mekanis, ubin, dan benda-benda keras lainnya dapat menjadi pilihan untuk Anda menciptakan suasana industrial di rumah. Konstruksinya yang kuat dapat digunakan untuk dijadikan perabotan yang kreatif dan unik.

WarnaSumber: wohnzimmer.site
 

Warna

Beberapa material bangunan biasanya dibiarkan sama seperti aslinya atau dicat dengan warna yang sama agar terlihat monokrom. Namun pada bagian lain seperti furnitur atau hiasan, dapat menggunakan warna cerah.

Ornamen
Sumber: www.homedecorideas.eu

 

Ornamen

Bentuk ornamen atau pola yang ada pada desain industrialis tidak jauh berbeda dengan yang diterapkan pada desain modern dan minimalis, yaitu garis-garis tegas dan tegak lurus. Pola ini membuat desain industrialis tetap terlihat modern walaupun sering menggunakan material yang natural dan terkesan tua.

Sumber:

http://media.rooang.com/

https://1219251044dewamadeteguhsuradipa.wordpress.com/

http://rumahidolaku.com/

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Shabrina Alfari

Shasa was born in Jakarta 9th April 1994. She graduated from University of Indonesia in 2016, majored in German Language and Studies. She really loves to read about anything, from novel, fiction, poets and etc. After graduated, she enjoys writing about many different topics and now she currently works as a Content Writer.