Siaran Pers Studio Air Putih @Batubata

Siaran Pers Studio Air Putih @Batubata | Foto artikel Arsitag
Cover: @Batubata karya Studio Air Putih (Sumber: Studio Air Putih)
 

Biro Arsitektur Denny Gondo dan Desain Interior Joke Roos yang bergabung sejak tahun 2003 dengan nama Studio Air Putih, merayakan rasa syukurnya. Ucapan syukur tersebut dipanjatkan atas rangkaian suka dan duka dalam perjalanan Studio Air Putih dengan dibukanya ruang kerja baru yang dinamai @Batubata di kawasan Serpong.

“Butuh waktu 15 tahun bagi kami untuk bisa sampai pada tahapan ini. Bermodalkan Doa, ketulusan kerja dan rasa syukur, kami memulai langkah pertama sebagai arsitek dan interior designer dengan segala keterbatasannya, sampai akhirnya bisa memiliki sebuah tempat kerja kecil di tahun 2005,” ucap Denny dalam pengantar buku tentang ruang kerja sekaligus karya arsitekturalnya yang sangat otentik dan ikonik. Studio Air Putih sebuah nama tempat kami bekerja dan berkarya, akhirnya harus berbenah diri karena kapasitasnya yang kurang memadai aktivitas kami yang dinamis. Atas pertimbangan ini, kami berusaha untuk mencari alternatif tempat kerja yang berujung pada bangunan baru yang kami namakan @Batubata.”

“Butuh waktu 15 tahun bagi kami untuk bisa sampai pada tahapan ini. Bermodalkan Doa, ketulusan kerja dan rasa syukur, kami memulai langkah pertama sebagai arsitek dan interior designer dengan segala keterbatasannya, sampai akhirnya bisa memiliki sebuah tempat kerja kecil di tahun 2005,” ucap Denny dalam pengantar buku tentang ruang kerja sekaligus karya arsitekturalnya yang sangat otentik dan ikonik. Studio Air Putih sebuah nama tempat kami bekerja dan berkarya, akhirnya harus berbenah diri karena kapasitasnya yang kurang memadai aktivitas kami yang dinamis. Atas pertimbangan ini, kami berusaha untuk mencari alternatif tempat kerja yang berujung pada bangunan baru yang kami namakan @Batubata.”
@Batubata karya Studio Air Putih (Sumber: Studio Air Putih)
 

Bersamaan dengan pembukaan ruang kerja tersebut, juga diluncurkan buku yang mendokumentasikan proses pembangunan karya arsitektur yang materi bangunannya didominasi oleh batu bata merah. “Tanpa mengurangi rasa hormat dan menggurui, buku ‘Batubata’ ini dibuat sebagai catatan dan dokumentasi terhadap desain yang dikerjakan atau barangkali bisa memberikan sedikit gambaran mengenai konsep, pemikiran, inspirasi, kesulitan desain dan konstruksi atau hal hal lainnya yang terjadi selama pembangunannya,” tambah Denny lagi.

Buku “Batubata” karya Studio Air Putih (Sumber: Studio Air Putih)
Entrance @Batubata karya Studio Air Putih (Sumber: Studio Air Putih)
 
Entrance @Batubata karya Studio Air Putih (Sumber: Studio Air Putih)
Buku “Batubata” karya Studio Air Putih (Sumber: Studio Air Putih)
 

Batu bata sebagai material utama dalam pembuatan bangunan ini memiliki karakter yang kuat dan khas; terutama bagaimana cara Studio Air Putih menyajikan komposisi pola yang disiplin dan rapi, dan tetap membentuk bidang dengan tekstur yang ikonik. Di saat mengitari area tersebut, tidak sulit untuk menemukan warna merah yang khas dari material batu bata sehingga memberikan impresi unik pada kesuluruhan bangunan ini. Kantor ini menerapkan tatanan bangunan-bangunan yang tersebar, sehingga menghasilkan ruang tengah terbuka yang luas dan asri yang terpancar dari pohon-pohon rindang di sekitar ruang tersebut. Hal yang paling menarik dari komposisi penyajian sekat antar ruangannya adalah bagaimana cahaya matahari memasuki bangunan ini. Komposisi cerdas penyajian antar sekat ruangan menghasilkan refleksi bayangan sinar matahari yang indah, memberikan pengalaman yang berbeda-beda, pada waktu yang berbeda.

Batu bata sebagai material utama dalam pembuatan bangunan ini memiliki karakter yang kuat dan khas; terutama bagaimana cara Studio Air Putih menyajikan komposisi pola yang disiplin dan rapi, dan tetap membentuk bidang dengan tekstur yang ikonik. Di saat mengitari area tersebut, tidak sulit untuk menemukan warna merah yang khas dari material batu bata sehingga memberikan impresi unik pada kesuluruhan bangunan ini. Kantor ini menerapkan tatanan bangunan-bangunan yang tersebar, sehingga menghasilkan ruang tengah terbuka yang luas dan asri yang terpancar dari pohon-pohon rindang di sekitar ruang tersebut. Hal yang paling menarik dari komposisi penyajian sekat antar ruangannya adalah bagaimana cahaya matahari memasuki bangunan ini. Komposisi cerdas penyajian antar sekat ruangan menghasilkan refleksi bayangan sinar matahari yang indah, memberikan pengalaman yang berbeda-beda, pada waktu yang berbeda.
Courtyard @Batubata karya Studio Air Putih (Sumber: Studio Air Putih)
 

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Ahmad Djuhara mendeskripsikan tata ruang @Batubata, dengan kalimat yang mudah dicerna. Semua diberi ruang dan tempat yang cukup & cocok. “Semua senang, semua bekerja. Komposisinya sempurna, sinar matahari masuk ke semua ruang dengan nyaman dan cerdas. Homo Ludens, manusia bermain, akan senang di sini untuk menjadi Homo Faber, manusia bekerja. Waktu menjadi terancam untuk terabaikan karena arsitekturnya memanjakan,” kata Ahmad dalam buku @Batubata. Atas identitas yang otentik inilah @Batubata meraih penghargaan IAI Award 2018.

Teras @Batubata karyaTeras @Batubata karya Studio Air Putih (Sumber: Studio Air Putih)
 

“Pada jalan panjang karier mereka berdua yang sudah melewati beberapa tahapan, kantor batu bata ini menjadi penanda penting dengan penerimaan IAI Award 2018 sebagai penghormatan dan pengakuan dari sejawat arsitek se-Indonesia. Sosok bangunan ini menyajikan semua yang diperlukan untuk memenangkan penghargaan itu. Kesempurnaan, kesungguhan, dan kedalaman pemahaman arsitektur menjadikannya tonggak yang penting dalam perjalanan arsitektur pasangan ini. Batu bata dari tanah mendapatkan panggungnya yang mulia sebagai pembentuk ruang arsitektur. Bangunan ini mungkin sudah menunaikan tugasnya menjadi manifesto Denny dan Joke dalam arsitektur,” tutup Ahmad Djuhara.

Selasar @Batubata karyaSelasar @Batubata karya Studio Air Putih (Sumber: Studio Air Putih)

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Praditya

Praditya adalah media relation officer dari Studio Air Putih