Membangun Rumah Tahap 12: Pembangunan

Membangun Rumah Tahap 12: Pembangunan | Foto artikel Arsitag

Semua gambar kerja dan perhitungan RAB telah dibuat dan diperhitungkan dengan rinci dan lengkap.  Kontraktor  pelaksana dan penyedia bahan bangunan serta peralatannya juga sudah dipilih dengan cermat. Sekarang, rencana pembangunan sudah siap dilaksanakan. Namun, ada satu hal lagi yang perlu dilakukan sebelum melakukan pembangunan, yaitu perijinan.  Tanpa perijinan (IMB) yang resmi, tahap pembangunan tidak bisa terlaksana. Walaupun dipaksakan, pembangunan tanpa perijinan akan berakibat fatal, bahkan pembongkaran paksa. Akibatnya, malah semua tahap mulai dari desain sampai pemiihan kontraktor akan menjadi sia-sia dan  dana terbuang percuma.  Bahkan, bisa jadi tahap pembangunan tidak akan terlaksana sama sekali. Jadi, kita harus mengurus IMB sebelum memulai tahap pembangunan.

Proyek pembangunan tahap konstruksi (sumber : kaltim.prokal.co)

Proyek pembangunan tahap konstruksi (sumber : kaltim.prokal.co)

Pengerjaan Sipil

Setelah memiliki IMB atau paling tidak IP pondasi / IP pendahuluan, tahap awal pembangunan (konstruksi) sudah bisa dimulai sambil menunggu sertifikat IMB sekitar 20-30 hari kemudian.  

Tahap awal pembangunan adalah pengerjaan sipil yang berkaitan dengan struktur bangunan.  Tahap ini  menjadi bagian paling krusial dari tahap pembangunan karena sangat menentukan bentuk dan kekuatan bangunan.  

Proses pembangunan bisa dimulai setelah ada IMB (sumber : bontang.prokal.co)

Proses pembangunan bisa dimulai setelah ada IMB (sumber : bontang.prokal.co)

Pengerjaan sipil ini ada 10 tahap.

  1. Pengukuran

dilakukan untuk menentukan posisi bangunan dan batas-batasnya. Setelah itu, bowplank dipasang untuk menentukan titik-titik dari bangunan. Pengukuran juga dilakukan terhadap pekerjaan galian yang berkaitan dengan pengerjaan pondasi.

Proses pengukuran lahan (sumber : pengukuran-topografi.blogspot.co.id)

Proses pengukuran lahan (sumber : pengukuran-topografi.blogspot.co.id)

  1. Persiapan awal pembangunan

mencakup pembersihan lahan, persiapan sarana dan peralatan kerja, serta persiapan lantai kerja.

Proses pembersihan lahan (sumber : purbolaras.wordpress.com)

Proses pembersihan lahan (sumber : purbolaras.wordpress.com)

  1. Pengerjaan Pondasi

dimulai dengan penggalian tanah, pengurugan, perataan dan pemadatan tanah, hingga pemasangan pondasi sesuai gambar kerja.

Proses penggalian tanah dan pengurugan (sumber : purbolaras.wordpress.com)

Proses penggalian tanah dan pengurugan (sumber : purbolaras.wordpress.com)

  1. Pengerjaan struktur beton dan pembesian 

berupa pembuatan balok-balok struktur dengan beton bertulang (sloof, kolom, dan ringbalk) termasuk pemasangan steger sebagai alat bantu penahan struktur.  

Persiapan rangka besi untuk struktur (sumber : purbolaras.wordpress.com)

Persiapan rangka besi untuk struktur (sumber : purbolaras.wordpress.com)

Proses pengecoran pondasi (sumber : purbolaras.wordpress.com)

Proses pengecoran pondasi (sumber : purbolaras.wordpress.com)

Pembangunan kolom-kolom dan balok struktur (sumber : purbolaras.wordpress.com)

Pembangunankolom-kolom dan balok struktur (sumber : purbolaras.wordpress.com)

  1. Pengerjaan dinding dan plesteran (acian)

menggunakan bahan dan ukuran yang harus disesuaikan dengan gambar kerja.  Untuk dinding bata, ketinggian pengerjaan harian maksimal setinggi 1 m agar dinding kuat dan tidak melengkung.  Ketebalan dan komposisi plesteran juga disesuaikan dengan gambar kerja.

Pengerjaan dinding (sumber : lh3.googleusercontent.com)

Pengerjaan dinding (sumber : lh3.googleusercontent.com)

  1. Pekerjaan kusen pintu dan jendela

meliputi proses pembuatan, perakitan, dan pemasangan kusen serta daun pintu, jendela, dan akses sirkulasi lainnya.  Untuk kusen kayu, pengerjaan dilakukan bersamaan pekerjaan dinding. Untuk kusen alumunium, pengerjaan dilakukan setelah dinding rapi.

Pemasangan kusen jendela kayu (sumber : galmasciptagraha.com)

Pemasangan kusen jendela kayu (sumber : galmasciptagraha.com)

Pemasangan kusenkayu (sumber : sindokarya.com)

Pemasangan kusenkayu (sumber : sindokarya.com)

  1. Pekerjaan penutup atap

dimulai dengan pemasangan rangka atap (kuda-kuda, gording, nok, kaso, dan reng) hingga pemasangan penutup atap seperti genteng , asbes , bahan lainnya yang disesuaikan dengan gambar kerja, termasuk pemasangan alumunium foil untuk mengurangi panas ruangan jika dibutuhkan.

Pemasangan rangka atap baja ringan (sumber : proyeksipil.blogspot.co.id)

Pemasangan rangka atap baja ringan (sumber : proyeksipil.blogspot.co.id)

  1. Pekerjaan plumbing (pipa/saluran), instalasi air bersih, dan air kotor

dimulai dengan pemasangan pipa-pipa saluran air bersih, lalu pemasangan alat sanitasi seperti WC, wastafel, bathtub, pipa air panas, keran, shower, bidet,  dan bak penampungan air.

Instalasi pipa air bersih, air kotor, dan pipa pemadam kebakaran (sumber : alvaroteknik.blogspot.co.id)

Instalasi pipa air bersih, air kotor, dan pipa pemadam kebakaran (sumber : alvaroteknik.blogspot.co.id)

  1. Pekerjaan mekanikal dan elektrikal

termasuk pemasangan jaringan kabel listrik, kotak sekring, sakelar, stop kontak, dan titik-titik lampu. Pekerjaan ini sangat riskan, jadi harus dilakukan oleh tenaga teknis yang kompeten dan bisa diandalkan.

Instalasi kabel listrik dan titik lampu (sumber : paparaihan.weebly.com)

Instalasi kabel listrik dan titik lampu (sumber : paparaihan.weebly.com)

  1. Pemasangan plafond (langit-langit)

dilakukan setelah pekerjaan atap serta semua pekerjaan yang dipasang di atas plafond selesai.  Ini dilakukan agar plafond tidak bongkar pasang dan tidak rusak, terutama jika bahan plafond terbuat dari gypsum.

Pemasangan plafond gypsum (sumber : tukangbata.blogspot.co.id)

Pemasangan plafond gypsum (sumber : tukangbata.blogspot.co.id)

Pekerjaan Finishing

Tahap finishing bisa dimulai setelah seluruh pekerjaan sipil (struktural) selesai agar hasilnya lebih maksimal, tidak bongkar pasang, dan tidak rusak ataupun kotor.  Pekerjaan finishing membutuhkan pekerjaan yang lebih detail dan ingatlah bahwa setiap pekerjaan harus mengacu pada gambar kerja agar hasil pembangunan mendekati kesempurnaan.  Apabila ada perbedaan antara keadaan di lapangan dengan gambar kerja,  kontraktor sebaiknya segera berkonsultasi dengan arsitek maupun pemilik bangunan.

Pekerjaan finishing meliputi 2 tahap.

  1. Pemasangan penutup lantai

dilakukan setelah semua pekerjaan berat pada ruangan selesai agar tidak ada bahan atau pun peralatan yang jatuh ke lantai dan merusak material lantai.  Pemasangan penutup lantai termasuk keramik dinding harus benar-benar rata dan rapi.  Sudut kemiringan diperhitungkan dengan waterpass maupun penimbangan.  Lebar nat juga harus mengikuti gambar kerja agar hasil pengerjaan bisa maksimal dan terhindar dari nat yang terlalu besar atau pun pemotongan keramik yang tidak perlu.  

Pemasangan lantai keramik (sumber : jumpinjack-design.blogspot.com)

Pemasangan lantai keramik (sumber : jumpinjack-design.blogspot.com)

Pemasangan parket lantai (sumber : membangunbersama.com)

Pemasangan parket lantai (sumber : membangunbersama.com)

  1. Pekerjaan pengecatan interior dan eksterior

menjadi bagian akhir dari tahap finishing, termasuk pekerjaan pelitur jika ada.  Untuk pengecatan eksterior harus memperhatikan prakiraan cuaca agar hasil pengecatan bisa kering dengan maksimal.

Proses pengecatan dengan berbagai teknik untuk menghasilkan efek yang berbeda (sumber : hipwee.com)

Proses pengecatan dengan berbagai teknik untuk menghasilkan efek yang berbeda (sumber : hipwee.com)

Kelengkapan lain

Pekerjaan ini mencakup pemasangan pagar dan pintu pagar, pembuatan kanopi / pergola, penambahan area hijau atau taman, pembuatan garasi, dan atau pembuatan kolam renang.

Pembuatan pagar dan kanopi (sumber : tanggaputar.blogspot.co.id)

Pembuatan pagar dan kanopi (sumber : tanggaputar.blogspot.co.id)

Pembersihan  

Setelah semua tahap pembangunan selesai, keseluruhan area pembangunan termasuk lingkungan sekitarnya harus dibersihkan dari debu, kotoran, sampah, mau pun puing-puing sisa pembangunan. Konfirmasi kerjasama antara pihak kontraktor dengan pihak kebersihan lingkungan harus jelas.

AUTHOR

Joyce Meilanita

Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.