Desain Arsitektur Masjid Kontemporer Karya Urbane yang Super Keren dan Elegan

Desain Arsitektur Masjid Kontemporer Karya Urbane yang Super Keren dan Elegan | Foto artikel Arsitag
Masjid kontemporer karya Urbane //arsitag.com
 

Masjid sebagai tempat ibadah umat Islam, kerap juga digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Fungsi masjid diharapkan dapat menjadi sarana penyelenggaraan perayaan hari besar umat Islam, kajian kitab suci, bakti sosial, hingga kegiatan komunitas lainnya. Desain masjid pun semakin beragam dan memiliki keunikan serta keindahan tersendiri. Mulai dari gaya etnik, minimalis, klasik, modern, hingga kotemporer. Tak hanya nyaman, arsitektur masjid pun dibuat dengan sangat baik sehingga mampu membuat siapa saja terkagum akan keindahan arsitekturnya. Hal ini contohnya tercermin pada arsitektur masjid kontemporer karya Urbane bernama Masjid Al Irsyad Kota Baru Parahyangan, yang berlokasi di Kabupaten Bandung Barat. Penasaran seperti apa desainnya?

1. Tidak adanya kubah
Masjid kontemporer karya Urbane // archdaily.com

Masjid kontemporer karya Urbane // archdaily.com
 

Hal pertama yang akan langsung menarik perhatian Anda dari bangunan masjid adalah tidak adanya keberadaan kubah. Padahal, hampir kebanyakan masjid di Indonesia memiliki ciri khas kubah di bagian atapnya. Namun, sebetulnya para arsitek telah menginformasikan bahwa kubah itu bukan identitas dari budaya atau agama. Jadi, keberadaan kubah bukanlah suatu keharusan saat merancang tempat ibadah agama Islam ini.

2. Batu bertumbuk berbentuk kaligrafi Islam pada fasad
Masjid kontemporer karya Urbane // arsitag.com

Masjid kontemporer karya Urbane // arsitag.com
 

Arsitektur Masjid Al Irsyad Kota Baru Parahyangan terbilang unik karena menggunakan susunan batu bertumpuk sebagai fasad utama. Formasi batu ini menciptakan efek tektonik yang menawan di bagian depan bangunan. Pemasangan batu bertumpuk di bagian fasad diatur secara teliti hingga membentuk teks atau tulisan kaligrafi Islam sebagai elemen grafis dan simbol pengingat salat. Tulisan kaligrafi juga menandakan identitas bangunan sebagai tempat beribadah umat Islam.

Baca juga: 4 Inspirasi Nuansa Warna Cokelat yang Hangat di Apartemen Mungilvia Cantika.com
 

3. Berbentuk bujur sangkar, mirip Ka’bah di Mekkah
Masjid kontemporer karya Urbane // archdaily.com

Masjid kontemporer karya Urbane // archdaily.com
 

Bangunan utama masjid menonjolkan bentuk bujur sangkar atau persegi. Struktur bujur sangkar ini dianggap paling efisien, sebab umat Islam beribadah dalam barisan lurus yang menghadap ke satu arah tertentu atau kiblat. Kolom struktural atau tiang di dalam masjid didesain secara khusus sehingga bentuk bangunan terlihat seperti tidak didukung oleh penopang apapun. Selain itu, bentuk bujur sangkar merepresentasikan dan menggambarkan bentuk Ka’bah, tempat paling suci di dalam agama Islam. Muslim dari seluruh dunia menghadap Ka’bah sebagai titik yang sama saat melaksanaan salat.

4. Menara untuk mengumandangkan panggilan salat
Masjid kontemporer karya Urbane // archdaily.com

Masjid kontemporer karya Urbane // archdaily.com
 

Masjid Al Irsyad Kota Baru Parahyangan dilengkapi struktur bangunan terpisah seperti tiang tinggi yang berada di sebelah bangunan utama. Struktur ini adalah menara yang juga merupakan elemen penting pendukung masjid. Pada zaman dahulu, menara digunakan untuk melakukan panggilan salat dari tempat yang tinggi agar terdengar oleh seluruh warga muslim setiap kali waktu salat telah tiba. Saat ini, menara masih memiliki fungsi yang sama, namun dilengkapi dengan pengeras suara. Tidak hanya itu saja, kini menara telah menjadi ikon bagi masjid. Adanya menara pun memudahkan siapa saja untuk mencari masjid, walaupun ia sedang berada di kejauhan.

5. Menyatu dengan alam
Masjid kontemporer karya Urbane // arsitag.com

Masjid kontemporer karya Urbane // arsitag.com
 

Masjid berkapasitas seribu orang ini juga dirancang seperti menyatu dengan alam. Material bebatuan yang ditumpuk berguna sebagai ventilasi alami tanpa perlu menggunakan tambahan AC. Suhu di sekitar masjid pun akan terasa lebih sejuk di saat musim panas karena masjid juga dikelilingi oleh air. Setiap orang yang berada di dalam masjid pun bisa melihat keluar melalui kisi-kisi di dinding dan menikmati pemandangan alam yang tersedia.

Baca juga: 7 Ide Desain Taman Minimalis di Dalam Rumahvia Kumparan.com
 

Masjid kontemporer karya Urbane // arsitag.com

Masjid kontemporer karya Urbane // arsitag.com
 

Arsitektur masjid kontemporer pada bangunan Masjid Al Irsyad Kota Baru Parahyangan membuktikan bahwa arsitektur Islam juga dapat berkembang mengikuti zaman modern. Desain masjid tadi juga dapat menjadi inspirasi Anda saat akan membuat mushola di rumah, lho.

Kesejukan ruangan masjid didapatkan dari desain minimalis yang membuka banyak akses sirkulasi udara, beserta minimnya furnitur dekorasi. Menawarkan ketenangan untuk kekhusyukkan ibadah orang-orang di dalamnya. Perasaan kedekatan dengan Sang Pencipta terbangkitkan dari keheningan di dalam ruangan masjid.

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Shabrina Alfari

Shasa was born in Jakarta 9th April 1994. She graduated from University of Indonesia in 2016, majored in German Language and Studies. She really loves to read about anything, from novel, fiction, poets and etc. After graduated, she enjoys writing about many different topics and now she currently works as a Content Writer.