Desain Rumah Skandinavian Minimalis yang Adem dan Super Nyaman

Desain Rumah Skandinavian Minimalis yang Adem dan Super Nyaman | Foto artikel Arsitag

Desain rumah Skandinavian minimalis dengan warna netral sebagai warna dominan, karya Studio Saya, via Arsitag
 

Desain rumah Skandinavian minimalis mulai dikenal pada tahun 1950-an. Desain ini fokus pada gaya minimalis, garis tegas nan sederhana, kebersihan dan kerapian, dan juga fungsionalitas tanpa mengorbankan aspek estetika. Gaya desain ini mudah dikenali terutama dengan tampilannya yang terlihat lapang, bersih, dan bercahaya dengan sumber penerangan alami.

Desain ini memiliki penggemar di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia. Salah satu hunian yang menerapkan gaya desain ini adalah YM House yang berlokasi di Tangerang Selatan. Studio Saya, sebagai arsitek renovasi hunian ini, memberikan beberapa perubahan yang menegaskan konsep desain rumah Skandinavian minimalis, seperti yang terlihat berikut ini.

Open Space dengan Penerangan Alami
Bukaan berupa jendela kaca pada area open space, karya Studio Saya, via Arsitag

Bukaan berupa jendela kaca pada area open space, karya Studio Saya, via Arsitag
 

Area open space umum ditemukan dalam desain rumah Skandinavian minimalis. Hunian ini menerapkan desain open space yang ditempati oleh dapur, ruang makan, dan ruang keluarga. Disini terlihat area makan dan area ruang keluarga saling membelakangi satu sama lain. Penerangan alami di area ini bersumber dari dinding dan pintu kaca pada salah satu sisi ruangan yang membuka langsung ke area taman mungil.

Pemilihan warna netral dan lembut terlihat mendominasi area, dengan sentuhan dinding aksen abu-abu. Elemen alam berupa kayu yang menjadi salah satu ciri khas desain Skandinavia hadir dalam warna yang sama, namun dalam bentuk dan porsi berbeda pada setiap furniture dalam ruangan. Keberadaan elemen tersebut mengikat ruangan menjadi satu bagian walaupun masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.

Dapur mungil L-Shaped dan bukaan kecil pada dinding pembatas, karya Studio Saya, via Arsitag

Dapur mungil L-Shaped dan bukaan kecil pada dinding pembatas, karya Studio Saya, via Arsitag
 

Dapur dengan bentuk L melengkapi area tersebut. Dapur mungil memiliki elemen alam  kayu pada lower cabinet yang hadir dalam warna yang sama. Vas bunga dan pot mungil di area dapur memberikan sentuhan tropis dan membuatnya terasa lebih dekat dengan alam. Sebuah bukaan kecil antara area dapur dengan tangga menjadi penghubung antarkedua fungsi ruang, membuatnya menjadi satu area yang saling berhubungan.
 

Baca juga: Desain Arsitektur Rumah yang Menyatu dengan Lanskapnya
 

Pemanfaatan Ruang Kosong Bawah Tangga
Kamar mandi dengan jendela kaca di bawah tangga, karya Studio Saya, via Arsitag

Kamar mandi dengan jendela kaca di bawah tangga, karya Studio Saya, via Arsitag
 

Desain rumah Skandinavian minimalis ini menunjukkan pemanfaatan setiap area kosong seperti area bawah tangga yang difungsikan sebagai kamar mandi mungil dengan jendela kaca untuk memastikan penerangan maksimal. Sumber penerangan alami ini juga hadir di puncak tangga sehingga tidak ada satu sudut pun yang tidak tersentuh cahaya matahari.

Kamar Mandi Serba Putih
Frameless shower dalam kamar mandi putih, karya Studio Saya, via Arsitag

Frameless shower dalam kamar mandi putih, karya Studio Saya, via Arsitag
 

Warna putih dipilih menjadi tema dalam kamar mandi utama dalam desain rumah Skandinavian minimalis ini. Frameless shower area membuat ruangan terasa lapang dan elegan. Elemen kejutan hadir berupa pot tanaman mungil di sudut kamar mandi yang menjadi pemecah dominasi warna sekaligus sebagai sumber oksigen dalam ruangan.

Jendela kaca antara kamar mandi dan kamar tidur yang membuka akses secara visual, karya Studio Saya, via Arsitag

Jendela kaca antara kamar mandi dan kamar tidur yang membuka akses secara visual, karya Studio Saya, via Arsitag
 

Sebuah jendela kaca dengan bingkai kayu menjadi penghubung antara kamar tidur utama dengan kamar mandi putih tersebut. Hal ini semakin mempertegas kesan terbuka di area kamar tidur.
 

Baca juga: Renovasi Interior Rumah Model Japandi dengan Tekstur Beton dan Kayu yang Elegan
 

Lemari Pakaian Semi Transparan
Kisi-kisi kayu pada lemari pakaian model built-in yang memberi kesan semi-transparan, karya Studio Saya, via Arsitag

Kisi-kisi kayu pada lemari pakaian model built-in yang memberi kesan semi-transparan, karya Studio Saya, via Arsitag
 

Sebuah lemari pakaian model built-in dalam kamar tidur utama memiliki desain semi transparan. Kisi-kisi kayu yang menjadi pintu lemari pakaian memiliki fungsi ganda. Desainnya yang semi transparan membangun kesan lapang sekaligus memberi semangat kepada pemilik hunian untuk menjaganya agar tetap rapi dan indah dipandang.

Material alam kayu yang dipergunakan pada lemari pakaian sekaligus lemari TV ini memberi kesan hangat untuk waktu istirahat yang lebih nyaman dan berkualitas.

AUTHOR

Rahayu Lestariasih

Seorang Penulis lepas selama lebih dari 5 tahun dan telah menulis berbagai jenis artikel dengan topik yang berbeda. Menyukai dunia freelance yang dinamis