Tips Membuat Desain Ruko

Tips Membuat Desain Ruko | Foto artikel Arsitag
Cover: Ruko Cianjur karya Himmatul Asyrofah (Sumber: arsitag.com)

Ruko merupakan singkatan dari rumah toko. Ruko sendiri merupakan sebutan bagi bangunan-bangunan di Indonesia yang umumnya bertingkat antara dua hingga lima lantai. Lantai-lantai bawah pada ruko digunakan sebagai tempat usaha ataupun semacam kantor, sedangkan lantai atasnya dimanfaatkan sebagai tempat tinggal.

Ruko biasanya memiliki penampilan yang sederhana dan sering dibangun bersama ruko-ruko lainnya yang mempunyai desain yang sama atau mirip sebagai suatu kompleks. Ruko banyak ditemukan di kota-kota besar di Indonesia dan biasa ditempati oleh warga kelas menengah.

Ruko Grandeur karya GP.Architect (Sumber: arsitag.com)

Ruko Grandeur karya GP.Architect (Sumber: arsitag.com)

Ruko memang merupakan solusi yang cukup baik untuk mengatasi kebutuhan rumah tinggal sekaligus tempat untuk mengembangkan usaha dari rumah. Dari mulai usaha jasa, sampai dengan usaha perdagangan, bisa dikembangkan melalui desain ruko, sehingga tercipta mobilitas dan efektivitas yang tinggi dari para pemakainya.

Tipologi dari ruko yang biasanya dikenal adalah:

  • Relatif sempit dengan massa bangunan yang memanjang ke belakang
  • Kedua sisinya masih saling berdekatan yang menyebabkan kualitas dalam bangunan relatif rendah

GEM City – 3 in 1 Warehouse karya TB Design Studio (Sumber: arsitag.com)

GEM City – 3 in 1 Warehouse karya TB Design Studio (Sumber: arsitag.com)

Tips Desain Ruko

1. Lebih dari satu

Saat ini ruko telah menjadi salah satu alternatif untuk membuka pusat atau kompleks perniagaan selain pasar atau pertokoan biasa. Kenapa bisa disebut kompleks? karena ruko tidak hanya terdiri dari satu bangunan saja, melainkan beberapa bangunan sekaligus.

GEM City – 3 in 1 Warehouse karya TB Design Studio (Sumber: arsitag.com)

GEM City – 3 in 1 Warehouse karya TB Design Studio (Sumber: arsitag.com)

2. Desainnya seragam

Ciri lainnnya, jika ruko berada pada satu kompleks perumahan maka konsep desain yang dibuat biasanya mempunyai gaya arsitektur yang sama dengan bangunan rumah lainnya. Contohnya, jika menggunakan gaya klasik atau minimalis, pasti ruko tersebut juga punya gaya yang tidak jauh berbeda. Namun, beberapa developer justru membuat konsep desain yang kontras dengan tujuan untuk memberikan tampilan yang lebih menonjol.

GEM City – 3 in 1 Warehouse karya TB Design Studio (Sumber: arsitag.com)

GEM City – 3 in 1 Warehouse karya TB Design Studio (Sumber: arsitag.com)

3. Biaya yang ekonomis

Pembuatan ruko juga harus memperhitungkan biaya yang dikeluarkan dengan cermat agar lebih ekonomis. Sebelum membuat desain, sebaiknya dilakukan analisa tapak terlebih dahulu. Fungsinya untuk menentukan nilai atau harga jual ruko tersebut agar nilai dari beberapa bangunan yang ada bisa dibandingkan.

GEM City – 3 in 1 Warehouse karya TB Design Studio (Sumber: arsitag.com)

GEM City – 3 in 1 Warehouse karya TB Design Studio (Sumber: arsitag.com)

4. Façade ruko

Bagian yang harus mendapat perhatian ekstra adalah fasad ruko. Elemen inilah yang akan menjadi daya tarik utama bangunan ruko. Orang sering menandai sebuah komplek ruko dengan gaya atau tampilan pada bagian depan atau fasad.

Water Park Square Shop House at Denpasar karya VInda Nurfitri (Sumber: arsitag.com)

Water Park Square Shop House at Denpasar karya VInda Nurfitri (Sumber: arsitag.com)

5. Bentuk ruko

Bangunan ruko biasanya terdiri dari dua atau tiga lantai. Bentuk dasarnya adalah balok yang diberi coak atau rongga di bagian tertentu. Selain itu, masing-masing ruko selalu ditandai dengan garis vertikal pada kolom. Jadi, batas antar ruko tidak berupa dinding atau pagar melainkan garis vertikal itu sendiri.

Bhayangkara Residence – Blora karya Arsatama Architect (Sumber: arsitag.com)

Bhayangkara Residence – Blora karya Arsatama Architect (Sumber: arsitag.com)

6. Lokasi

Lokasi merupakan hal terpenting untuk pemilihan tempat ruko yang strategis. Dalam memilih lokasi, diperlukan analisis tapak terlebih dahulu, yaitu semacam riset kecil untuk menentukan apakah sebuah lokasi layak untuk dijadikan sebagai tempat usaha atau tidak.

Pinyuh Icon Complex karya David Atmacendana (Sumber: arsitag.com)

Pinyuh Icon Complex karya David Atmacendana (Sumber: arsitag.com)

7. Ukuran ruko

Pada umumnya, tidak ada aturan mengenai standar resmi ukuran sebuah ruko. Akan tetapi, ukuran standar yang dipakai sebagai pedoman adalah lebar depan sebuah mobil (kendaraan roda empat), yaitu 3,5 meter.

Biasanya masih ditambah juga dengan sirkulasi pejalan kaki (estimasi dua orang berjalan bersebelahan), yaitu 1,5 meter. Jadi, ukuran standar yang dapat diambil untuk lebar depan sebuah ruko adalah 5 meter.

Pinyuh Icon Complex karya David Atmacendana (Sumber: arsitag.com)

Pinyuh Icon Complex karya David Atmacendana (Sumber: arsitag.com)

8. Tempat parkir yang luas

Ruko harus bisa menyediakan lahan tempat parkir yang luas sehingga pengunjung yang ingin datang tidak harus kerepotan mencari tempat untuk memarkir kendaran mereka.

Baca juga:

5 Desain Rumah Toko Modern Untuk Memulai Bisnis Anda

Warna Cat Rumah Minimalis Ngetrend 2017

Butuh bantuan untuk proyek Anda? Dapatkan penawaran dari profesional terpercaya tanpa biaya apapun!

Disini

AUTHOR

Shabrina Alfari

Shasa was born in Jakarta 9th April 1994. She graduated from University of Indonesia in 2016, majored in German Language and Studies. She really loves to read about anything, from novel, fiction, poets and etc. After graduated, she enjoys writing about many different topics and now she currently works as a Content Writer.