Desain Interior Kantor Industrial Kekinian yang Nyaman Banget untuk Anak Muda

Desain Interior Kantor Industrial Kekinian yang Nyaman Banget untuk Anak Muda | Foto artikel Arsitag

Desain kantor industrial kekinian, karya Studio Slenpan, via Arsitag


 

Apa sih yang biasanya dicari oleh milenial dalam memilih tempat kerja?

Selain nama perusahaan, tentunya milenial lebih mengutamakan kenyamanan dan fasilitas dari tempat kerja. Nah, desain kantor bergaya industrial sangat cocok untuk kantor dengan banyak karyawan milenial. Tampilannya yang unik dengan elemen struktural dan material alami membuat kantor pun semakin nyaman untuk dijadikan tempat bekerja.

Industrial menonjolkan dekorasi yang minimalis dengan sengaja menampilkan struktur bangunan. Contohnya desain kantor Omeoo Media karya Studio Slenpan yang satu ini.

Mengusung konsep industrial, desain kantor ini terlihat nyaman dan ceria. Seperti apa detail desainnya? Simak berikut ini.

Tempat Kerja yang Fun dan Ceria dengan Seni Grafiti
Mural dinding berwarna cerah dengan kalimat penyemangat, karya Studio Slenpan, via Arsitag

Mural dinding berwarna cerah dengan kalimat penyemangat, karya Studio Slenpan, via Arsitag
 

Omeoo ingin merancang kantor yang mewakili etos kerja dan filosofi Omeoo sebagai agen kreatif, yaitu tempat kerja yang terasa menyenangkan sekaligus bisa memicu inspirasi, kreativitas, dan ketekunan para pekerjanya.

Nah, untuk mendukung keinginan ini, desain industrial yang terkenal dingin pun diperhangat dengan kehadiran grafiti di dinding kantor. Studio Slenpan bekerja sama dengan seniman grafiti untuk membuat beberapa karya seni kreatif dan menarik.

Anda bisa melihat gambar-gambar dengan warna yang ceria di berbagai sudut ruangan, yang disertai dengan tulisan inspiratif. Dekorasi ini pun menciptakan tempat kerja yang penuh dengan kecerian dan juga semangat untuk lebih produktif.

Ruang Kerja Terbuka dengan Sekat Pintu Kaca Minimalis
Ruang kerja terbuka, karya Studio Slenpan, via Arsitag

Ruang kerja terbuka, karya Studio Slenpan, via Arsitag
 

Tantangan awal dari proses desain kantor Omeoo adalah kebutuhan ruang yang banyak di tempat yang relatif kecil. Sebagai solusinya, ruang CEO dan ruang kerja untuk karyawan pun hanya dipisahkan dengan pintu kaca minimalis.

Pintu kaca meminimalisasi kesan ruang terlihat sempit. Tak hanya itu, ruang kerja terbuka tanpa sekat juga membuat ruangan bisa ditempati oleh banyak orang.
 

Baca juga: Desain Unik Kantor Faber Castell International di Surabaya
 

Ruang Bermain di Setiap Lantai
Tempat istirahat ada di setiap lantai, karya Studio Slenpan, via Arsitag

Tempat istirahat ada di setiap lantai, karya Studio Slenpan, via Arsitag
 

Wah, milenial pasti suka nih. Fasilitas penunjang lain selain ruang bekerja, semakin dirasa penting di setiap kantor milenial. Agar bisa melepas penat dan beristirahat sejenak, setiap lantai di kantor Omeoo dilengkapi dengan ruang hiburan bagi pekerja untuk bersantai dan beristirahat saat sedang bosan. Ruangannya pun didesain menarik dan nyaman, dengan tambahan bean bag, karpet, dan grafiti.

Rak Dinding Minimalis dengan Rangka Besi dan Kayu untuk Penyimpanan
Rak dinding kayu terbuka sebagai tempat penyimpanan, karya Studio Slenpan, via Arsitag

Rak dinding kayu terbuka sebagai tempat penyimpanan, karya Studio Slenpan, via Arsitag
 

Di ruang yang terbatas, desain penyimpanan harus didesain sebaik mungkin, apalagi untuk kebutuhan kantor. Untungnya, Omeoo merupakan paperless office yang tidak banyak menggunakan kertas dalam bekerja. Untuk itu, penggunaan penyimpanan berupa rak minimalis ini dapat meminimalkan kebutuhan banyak rak, laci, dan lemari.

Tak hanya sebagai tempat penyimpanan, rak minimalis ini juga berfungsi sebagai dekorasi yang menambah daya tarik kantor.
 

Baca juga: Desain Kantor SOHO Kontemporer yang Tampil Stylish dan Kekinian
 

Ruang Kerja yang Bervariasi
Ruang kerja fleksibel, karya Studio Slenpan, via Arsitag

Ruang kerja fleksibel, karya Studio Slenpan, via Arsitag
 

Mengedepankan konsep kesetaraan dan kebersamaan, setiap pekerja tidak memiliki meja pribadi. Seluruh karyawan bisa bekerja di atas meja panjang yang digunakan bersama-sama.

Jika ingin mencari suasana yang berbeda, mereka dapat bekerja di area bersantai dengan sofa dan meja kopi. Variasi ruang kerja ini memberikan keleluasaan pada pekerja untuk memilih sendiri cara kerja yang nyaman.

AUTHOR

Shabrina Alfari

Shasa lahir di Jakarta 9 April 1994. Lulus dari Universitas Indonesia pada tahun 2016, Shasa mengambil jurusan Bahasa dan Studi Jerman. Dia sangat suka membaca tentang apa saja, dari novel, fiksi, penyair dan lain-lain. Setelah lulus, Shasa suka menulis tentang berbagai topik dan sekarang bekerja sebagai Content Writer.